
Sine tanpa menunggu lama membuka pakaiannya dengan harapan bisa mendapatkan tubuh Jack yang kekar itu
Jack menginjak gas dengan kecepatan yang tinggi melajukan mobil nya sehingga membuat wanita itu ketakutan, sambil berteriak
Brum....brum...brum
"Berhenti apa kau gila, cepat berhenti"teriak Sine dengan ketakutan
"Hahahaha, bukankah kau ingin memuaskan ku? maka temanilah aku bermain, ini cara nya jika kau ingin memuaskan ku." kata Jack dengan ketawa
"Hentikan! Jack Anderson jika tidak akan ku tembak." ancam Sine dengan mengambil senjatanya yang di selip dia sepatu bot tinggi nya
Saat Sine ingin mengambil senjata dan mengarahkan ke Jack, Jack langsung belok ke kiri kanan sehingga membuat senjata wanita itu terjatuh
"Hentikan." teriakan Sine sepanjang jalan
Jack mengabaikan teriakan wanita itu, dengan melajukan mobilnya tanpa henti, dan ketawa tanpa henti
Brum...brum...brum...
"Ingin mendekati ku maka kau harus tahu siapa aku" bentak Jack dengan fokus melihat ke arah depan..
"Aaarrhhggtt." teriak Sine yang ketakutan karena kegilaan Jack yang melajukan mobilnya sambil memotong dan mengelak mobil lain yang di sepanjang jalan itu
Selama satu jam Jack melajukan mobilnya tanpa henti .
"Hentikan, kau gila." teriak Sine yang gemetaran sekujur tubuh
"Bukankah kau adalah pembunuh bayaran, kenapa kau takut? kau datang untuk membunuh ku, siapa yang mengutus mu? apakah si cacing lintah itu?"tanya Jack dengan nada tinggi
"Aku tidak akan mengatakannya." jawab Sine dengan wajah sudah memucat
"Baiklah, tidak apa-apa. ini akan menjadi malam yang panjang, hahahahah..." teriak Jack sambil ketawa
Sifat Jack telah menakuti Sine, karena baru kali ini dia melihat seseorang yang tidak takut mati
"Hentikan, aku tidak tahan lagi." teriak Sine yang sudah lemas akibat guncangan mobil yang belok ke kanan kiri dan kecepatannya membuat wanita itu tidak bisa menahannya
Setelah dua jam Jack menyetir dalam kecepatan tinggi pada akhirnya Jack menghentikan mobil nya, Jack lalu keluar dari mobil dan membuka pintu di sisi wanita itu dengan kasarnya Jack menarik lengan wanita itu dan menghempaskan ke jalan aspal itu
Bruk...
"Arrgghhhtt. "kau..kau, bukan manusia."kata Sine yang kepala sudah oyong akibat guncangan mobil tersebut
__ADS_1
"Katakan wanita jal*ng, siapa yang membayar mu?"ancam Jack dengan menodongkan senjata ke arah wanita itu
"Pembunuh seperti kami tidak akan mengatakan nya, kau benar-benar gila, sudah banyak pria yang ku kenal tapi kau sangat gila ."ujar Sine yang tergeletak di jalan
"Kau tahu aku gila, tapi masih saja ingin mendekati ku, sudah pukul 11.00 malam kau membuat ku tidak bisa pulang tepat waktu, apa kau tahu gadis ku itu sedang menunggu ku dan kau sudah jadi pengacau" kata Jack dengan kesal dan pada akhir nya Jack melepaskan tembakannya
Dor..dor..dor
Bunyi tembakan menembuskan ke tubuh wanita itu, sehingga membuat wanita itu tewas di tempat
"Satu hal lagi yang belum kau tahu, aku sangat benci ada wanita yang masuk ke mobil dan menyentuh ku." kata Jack dengan menatap kesal pada wanita yang sudah tewas itu
"Aku harus kembali lagi ke markas."gumam Jack
Markas Wolf
Jack menuju ke kamarnya yang di markas itu
"Ketua" sapa Serentak Sandro, Leon, Nick dan Licon. dengan mengikuti langkah Ketuanya
"Carikan mobil baru besok."kata Jack dengan kesal
"Mobil baru? Ketua, mobil ini baru beli kemarin, apa ada yang tidak beres mobilnya?" tanya Sandro dengan heran
"Ketua, ada apa dengan baju ini dan mobil itu?" tanya Leon dengan heran.
"Ada wanita jal*ng masuk ke mobil ku tadi." jawab Jack sambil memakai baju nya
"Wanita jal*ng?"tanya serentak mereka berempat
"Dia adalah pembunuh bayaran, dan berani menggoda ku serta masuk ke mobil ku, sangat menjijikkan."ketus Jack
"Ketua, lalu dia ada mengatakan siapa yang membayarnya? apakah kalajengking?"tanya Licon
"Dia tidak mengatakannya, dan sudah ku bunuh, jika ada yang ingin membunuh ku itu sudah bukan rahasia, karena musuh ku ada di mana-mana." ujar Jack
"Wanita siluman ini membuat ku tidak bisa pulang ke rumah dengan tepat waktu."ujar Jack dengan kesal
Kediaman Anderson
Jack kembali ke kediamannya dengan diantar oleh Sandro
"Jack, kau kembali" sapa Yivone dengan senyum dan berlari memeluk Jack
__ADS_1
"Yivone ku belum tidur? apa sedang menungguku?" tanya Jack dengan memeluk dan mencium kepala Yivone yang di pelukannya
"Iya, apa kau sibuk sehingga sudah malam begini baru bisa pulang?"
"Tadi aku sudah mau pulang tapi di tengah jalan bertemu dengan siluman, oleh karena itu aku jadi kemalaman." kata Jack dengan menatap mesra
"Siluman? apa ada yang ingin membunuh mu? apa kamu terluka?" tanya Yivone dengan melihat keseluruh tubuh Jack
"Aku tidak apa-apa, itu hanya siluman biasa, tidak menakutkan" jawab Jack dengan senyum dan mengecup dahi Yivone yang masih di dalam pelukannya
"Aku siapkan air mandi ya? setelah siap mandi baru tidur, wajahmu sudah lelah." kata Yivone dengan menyentuh wajah Jack
"Baik gadis ku, aku mendengarkan mu."jawab Jack dengan menatap senyum
Keesokan harinya
Mall
Yivone berjalan di mall yang di penuhi para pengunjung
Saat memilih buah Yivone di dekati oleh seorang pria asing yang muncul dari belakangnya..
Pria itu menodongkan senjata di bagian belakang Yivone sehingga membuat Yivone menyadari bahwa nyawa nya dalam bahaya
"Jangan berteriak, jika tidak maka peluru ini akan menembus jantung mu."ancam pria itu yang berdiri di belakang Yivone
Dengan pelan Yivone menoleh ke arah pria itu
"Siapa kamu?" tanya Yivone dengan ketakutan
"Jika kau kerja sama maka aku tidak akan membunuh mu, aku tahu pacar mu ada mengerahkan anggotanya untuk menjaga mu, lebih baik diam dan ikut aku." ancam pria itu dengan menodongkan senjata nya ke arah Yivone
Pria asing itu yang tidak lain adalah Ken, dia belum mengetahui jika adik perempuannya telah di bunuh oleh Jack
Yivone di bawa ke suatu tempat di gudang kosong
"Masuk." kata Ken dengan mendorong Yivone ke kamar kosong itu
"Kenapa kau mengurung ku di sini? aku tidak mengenal mu?"
"Ini semua harus salahkan pacar mu yang telah menyinggung ketua kami, dan kami di perintahkan untuk membunuhnya, tapi kau tenang saja karena aku tidak akan membunuh mu, karena aku hanya di bayar untuk nyawa Jack Anderson."kata Ken yang lalu menutup pintu kamar itu
"Buka pintunya, buka...jangan mengurung ku di sini."teriakan Yivone yang sambil mengedor pintu
__ADS_1
"Siapa yang ingin membunuh Jack? Jack kau harus baik-baik saja." gumam Yivone dengan ketakutan