Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
100.


__ADS_3

🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎀🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


YYUUUHHHUUU SUDAH KE 100 EPS NIH WKWKWKWK THANKS BUAT KALIAN YANG SELALU MENGIKUTI CERITA AKU.


TERIMAKASIH BANYAK ATAS DUKUNGAN KALIAN MESKI SUSAH BUAT NAIK PERINGKAT 😭😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧.


🤣🤣🤣🤣🤣OKE ... YANG PENTING PEMBACA SELALU SETIA DAN JUGA MENIKMATI CERITA AUTHOR KECE, ITU SAJA SUDAH SANGAT BERTERIMA KASIH.


TAPI KUY LAH BIAR AUTHOR MAKIN BAHAGIA NAIKIN PERINGKAT NYA WKWKWK.


RET5 NYA JANGAN DI LUPAKAN YAH 🤭.


AYOLAH NANTI KEBURU BOSEN AUTHOR NGEMENG MULU🤣.


------------------------------------------------------------------------


HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.


Hari ini adalah hari dimana si kembar Salim dan Salman genap berusia tiga tahun. Setelah kesedihan yang di rasakan mereka akhir-akhir ini, kini mereka sudah menerima atas kepergian salah satu anggota keluarga mereka.


Banyak sekali cerita pilu saat teringat orang terdekat mereka yang sudah tak lagi bersama di hari-hari mereka. Meski tidak sepenuhnya melupakan, namun harus berlapang dada untuk menerima kenyataan bahwa orang yang mereka sayangi telah pergi.


"Bunda ayo cepat kita sudah telat nih keburu pada tutup!" seru kedua bocah yang kini sudah lancar berjalan dan berlari an.


"Sebentar!" seru Asyifa dari dalam kamar.


"Mas! sudah ditungguin anak-anak ini, lanjut lagi nanti lah, awas minggir!" kesal Asyifa.


"Tapi aku belum puas sayang, ayolah?" kata Malik dengan nada yang manja.


Asyifa mendengus kesal selalu saja seperti ini bahkan dia juga heran kenapa suaminya itu menjadi sangat mesum akhir-akhir ini.


"Kamu enggak lepasin aku, enggak akan berlanjut nanti malam!" ancam Syifa.


Mendengar ancaman Asyifa, Malik terkesiap dan melepaskan pelukannya. Asyifa tersenyum miring.


"Memang nya kapan kamu puas Mas?" tanya Asyifa melipat kedua tangannya di atas perut.


Malik menggeleng dengan menunjukkan gigi nya terseyum polos. Asyifa menggelengkan kepalanya saja dan berbalik melangkah keluar.


Wanita itu pun keluar dari kamarnya dan menemui kedua jagoannya lalu menggandeng keduanya, Malik mendengus kesal karena tidak mendapatkan balasan ciuman dari sang istri


"Ayah ditinggalin nih?!" seru Malik sembari berjalan menghampiri mereka.

__ADS_1


"Ayah di rumah saja nggak usah ikut! Pasti Ayah yang buat Bunda kelamaan, jadi telat kan!" seru Salim dan di angguki oleh Salman.


Asyifa terkekeh dan Malik hanya tersenyum polos. Mereka pun melanjutkan niat mereka untuk pergi ke kebun binatang yang sudah di janjikan oleh mereka kepada kedua putra mereka.


💢💢💢💢


"Jangan lari-lari sayang!" seru Asyifa yang melihat kedua putra berlari menghampiri para saudara nya yang sudah lebih dulu sampai.


Malik merangkul pundak sang istri dan mencium pipi nya. Refleks Asyifa menoleh, dan lebih terkejut lagi saat Malik kembali mencium nya di bibir. Hanya kecupan tak ada nafsu. Malik terseyum, Asyifa mengerjap beberapa kali sebelum menyikut perut suami genit nya.


Malik terkekeh. "Gimana kalau kita buat yang perempuan, aku rasa tidak masalah." Malik menaik turunkan alisnya menggoda.


Asyifa melototkan mata nya. "Inget yah Mas, kalau putra kita masih kecil!" ucap Asyifa.


"Loh nggak apa-apa dong, biar sekalian ngasuh nya, kan lucu kalau sudah besar, nanti umur nya nggak jauh beda biar main nya enak." Malik lagi-lagi terseyum menyebalkan.


Asyifa memutar bola matanya malas dan meninggalkan Malik sendiri tak memperdulikan seruan suami nya itu. "Aku serius sayang!" seru nya dan menyusul Asyifa yang sudah lumayan jauh dengan berlari kecil .


"Tau ah!" kesal nya.


"Wah! kenapa nih?" tanya Reyyan pada kedua pasangan suami istri itu yang tampak sedang dalam mode marahan.


Malik terseyum, "nggak ada apa-apa. Biasa, masalah itu loh," ucap Malik menaik turunkan alisnya.


"Kalian ini sama saja!" kesal Asyifa dan meninggalkan mereka berdua yang saling tertawa tidak jelas.


Asyifa menghampiri Adel yang tengah menggendong Nabila. Saling menyapa dan melepas rindu. Tak lama kemudian, datang lah Bima dengan mendorong kereta bayi putra nya yang bernama Axelle. Dengan Nazira yang menggandeng Chacha.


Iya, Chacha kini telah sembuh dari sakit nya, dia jauh lebih sehat sekarang, Nazira begitu bahagia mendengar keceriaan dan juga tawa Chacha kembali seperti anak-anak sehat pada umumnya. Tak ada lagi rasa sakit yang akan menyerang bocah kecil itu secara tiba-tiba.


Mereka saling menyapa kemudian mereka hendak masuk, tapi langkah mereka terhenti saat seruan dari seorang pemuda yang tak asing di telinga mereka.


"Yo! Siapa ini?" tanya Reyyan pada Danish, iya dia Danish. Dan dia tidak datang sendiri, namun dengan seorang gadis.


Gadis yang begitu manis, "kenalkan, dia Alina." Danish memperkenalkan gadis di sampingnya.


Mereka saling menyapa dan memperkenalkan diri masing-masing.


"Kalian mau sampai kapan berdiri di situ?!" seru Salim kesal. Membuat mereka mengalihkan perhatian mereka pada dua bocah kecil yang bersedekap.


"Di rumah Ayah buat Bunda lama! Sekarang Om Danish yang buat lama!" timpal Salman.


Mereka tertawa geli melihat tingkah lucu menggemaskan kedua bocah kembar itu. Meskipun berusia tiga tahun, namun mereka begitu lancar berbicara.

__ADS_1


"Terkadang punya anak cerdas tidak bagus juga," bisik Danish yang masih terdengar oleh Reyyan dan juga Bima yang berada di posisi yang berdekatan.


Mereka tertawa pelan, "bisa terbongkar yang lain nya bro!" timpal Bima terkekeh.


"Ya Allah keponakan Om tampan!" seru Danish yang merentangkan kedua tangannya menghampiri mereka.


Tangan Salim terangkat mencegah Danish mendekat. "Aku bukan anak kecil! Lagipula Om itu kalah tampan sama kita!" ucap Salim.


"Ya Allah, anak siapa sih kamu?" tanya Danish berdecak pinggang menantang.


"Anak Ayah Malik sama Bunda Syifa lah!" jawab Salman tak mau kalah.


Asyifa menggelengkan kepalanya tak percaya, mereka itu seperti musuh jika bertemu. "Sudah lah! Kalian ini selalu saja! Mau bertemu dengan Nenek tidak?" tanya Asyifa.


"Mau!" seru mereka bersamaan. "Ya sudah ayo!" Asyifa mengajak kedua putra nya masuk dan di ikuti oleh yang lain nya.


Keluarga mereka sudah berkumpul di dalam, mereka memang sengaja mengadakan acara itu di tempat ini karena sesuai permintaan si kembar sekaligus untuk liburan.


"Nenek!" seru si kembar bersamaan dan menghampiri Annisa yang duduk bersama dengan yang lain nya.


"Aku duluan!, Aku duluan!" seru kedua bocah itu berlari, tak mau kalah dan saling berebut ingin memeluk Annisa.


"Cucu-cucu Nenek nggak boleh berantem!" nasihat Annisa.


Saat Annisa ingin memeluk kedua cucunya, Amier menghalangi kedua bocah itu untuk memeluk. Pemuda itu lebih dulu menghadang dengan memeluk Annisa lebih dulu membuat mereka bersungut kesal.


"Om Amier bisa minggir nggak?!" kesal Salim.


"Enak saja! Bunda kamu yang itu! Yang ini Bunda aku!" ucap Amier menunjuk Asyifa.


"Tapi kan juga Nenek kita!" ucap Salman tak mau kalah.


"Ayo Bun! Jangan dengerin bocah kecil ini." Amier membawa Annisa menjauh dari mereka. Dan Annisa hanya menurut saja dengan keisengan Amier.


"Om jelek!" teriak mereka yang mengundang gelak tawa Amier dan di ikuti yang lainnya.


Begitu lah mereka, selalu ada cerita di setiap mereka bertemu, penuh dengan kehangatan dan juga ledekan. Yang mengundang tawa.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


GIMANA NIH, MAU LANJUT CERITANYA ATAU SUDAH BOSAN?🤭


JAWAB DI KOLOM KOMENTAR YA.😂

__ADS_1


__ADS_2