
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
Hari sudah semakin siang, Syifa mengerjap beberapa kali sebelum akhirnya dia tersadar sempurna. Dia menggerakkan badannya yang sakit semua terutama bagian inti.
Syifa menengok ke samping dan tak mendapati sang suami di sisinya. Sesaat dia akan bangun dari tempat tidur, dia begitu merasakan sakit sehingga dia berjalan dengan tertatih.
Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Cukup lama gadis yang sekarang menjadi seorang wanita itu di dalam.
Malik masuk kedalam kamar nya sembari membawa nampan berisi makanan untuk nya dan juga sang istri. Dia mencari Syifa namun tidak menemukan nya, saat dirinya mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, sudah di pastikan sang istri berada di dalam nya.
Malik meletakan nampannya di atas meja dan dia duduk di sofa sembari memainkan ponsel. Menunggu Syifa untuk makan bersama. Tak berapa lama, Syifa keluar dengan menggunakan bathrobe nya. Syifa terkejut, dia hendak kembali ke kamar mandi andai saja Malik tidak memanggil nya.
"Stop!" seketika Asyifa terhenti, Malik mendekati dan memegang pundak nya. Membalik tubuh nya dan mengangkat dagu sang istri yang menunduk malu.
"Mau kemana sayang?, makan dulu yuk" ajak Malik dengan menggandeng tangan sang istri.
Syifa mengangguk saja karena dia memang sudah lapar sedari tadi.
Mereka duduk di sofa dan mulai memakan nya. Syifa dengan lahap memakan hasil masakan sang suami, dia tak memperdulikan Malik yang sedari tadi memperhatikan nya dengan tersenyum senang.
"Laper banget ya Yang?" tanya Malik yang tak berpaling dari Syifa.
Syifa menghentikan suapan nya dan menoleh ke samping. "Banget" ketus nya.
Malik terkekeh, melihat istrinya begitu manis. "Lanjutin Yang, punya aku juga nggak apa-apa kalau mau nambah" tawar Malik.
Asyifa tak memperdulikan Malik yang terus saja menggodanya. Yang dia fokus kan adalah makanan nya saja.
Karena Malik terus saja mengoceh, Syifa yang kesal pun mengambil sepotong roti dan menyumpalkan nya pada mulut Malik membuat laki-laki itu diam seketika.
"Berisik" ketus Syifa dengan menyunggingkan senyum miring.
Malik melirik tajam sang istri dan detik berikutnya dia mendekatkan dirinya kepada wanita itu sehingga dia menjauhkan dirinya, namun sebelum dia melarikan diri, Malik lebih dulu menarik tangan nya membuat dia terduduk kembali.
"Mau ngapain kamu?" tanya Syifa was-was.
__ADS_1
Tanpa menjawab, Malik semakin mendekat dengan senyuman licik nya. "Jangan macem-macem yah orang jelek!" seru Asyifa.
Wajah Asyifa pucat. Melihat wajah sang istri yang seperti itu Malik menegakkan duduk nya dan tergelak kencang. Syifa mengepal kuat.
"Kamu ngerjain aku ya!" kesal Syifa. Tak ada jawaban dari Malik, dia masih tertawa.
"Orang jelek!" seru Asyifa sebelum berdiri meninggalkan Malik. Syifa mengambil baju nya dalam lemari dan berlalu ke kamar mandi.
💢💢💢💢
Setelah perbincangan Reyyan dengan Adelia seminggu yang lalu, hari ini tepat nya malam ini, Adelia akan mengunjungi keluarga Al-Husein untuk bertemu secara resmi dengan keluarga Reyyan terutama Mommy dan Daddy Reyyan.
"Ayo turun" ajak Reyyan sembari membuka seatbelt nya setelah memarkirkan mobil di garasi.
Adelia menelan ludah gugup, tangan nya berkeringat. "Rey, apa harus sekarang Rey, aku takut Rey" kata Adelia menatap Reyyan.
Reyyan terkekeh, sudah dari rumah gadis nya itu mengatakan hal yang sama. "Kenapa memang nya, baru pertama pasti lah gugup, tapi setelah kita menikah, pasti akan setiap hari ketemu mereka. Jadi anggap saja mereka keluarga kamu sendiri dan berbaur dengan mereka" ujar Reyyan.
"Aku yakin kok, mereka bisa menerima kamu" Reyyan menenangkan. Adelia mengangguk meski ragu, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya pelan. Menguatkan dirinya sendiri untuk bisa berbaur dengan keluarga sang calon.
Mereka tersenyum melihat kedatangan nya, namun di mata Adelia, mereka begitu menakutkan. Ya ampun, dia berpikiran secara berlebihan. Akibat gugup, mereka semua jadi seperti zombi yang siap menerkam.
Asyifa yang melihat kegugupan gadis itu pun mendekati Adelia dan memeluk nya sembari berbisik. "Selamat datang di kandang singa" bisik nya menakuti sembari tersenyum miring.
Adel semakin takut, salah-salah dia akan membuat onar dan membuat keluarga Reyyan tidak menyukai nya. "Malik, istri kamu aku kunciin di gudang ya!" seru Reyyan pada Malik yang sedari tadi terkekeh.
Asyifa memberi tahu Malik jika dirinya akan menyambut Adel dengan special, melihat respon dari Adel, dia rasa dia tahu apa yang di katakan oleh Syifa.
Malik menghampiri mereka, Asyifa melepaskan pelukannya pada gadis itu dan terkekeh.
"Coba ajah kalau berani, aku jamin kamu nggak akan bisa" tantang Malik dengan merangkul pundak sang istri namun mendapat sikutan dari nya.
"Ck, kalian sama ajah, nggak ada pro banget sama aku tuh" kesal Reyyan.
Mereka yang menyaksikan mereka terkekeh sambil menggelengkan kepala. Salsa menghampiri mereka. Dan menyambut Adelia, yang nanti nya akan jadi menantu nya itu.
__ADS_1
"Malam sayang, kamu sehat kan, kok kamu pucet banget begitu?" tanya Salsa dengan ramah.
"Gimana nggak pucet, orang di takutin begitu" kesal Reyyan.
"Siapa yang nakutin, yang ada kamu yang bikin takut dia, ngomong-ngomong kenapa kamu mau sama dia sih, sayang?, dia itu tidur nya ngorok" ledek Salsa sang putra dan beralih bertanya pada Adel.
"Idih. Mommy malah jelek-jelekin anak sendiri, bukannya di baik-baiikin biar dia mau sama aku, ini malah begini" kesal Reyyan membuat Adel terkekeh.
"Kamu lihat kan, dia itu masih bocah" Salsa makin semangat meledek Reyyan.
"Mommy" rengekan Reyyan membuat semua anggota keluarga itu tergelak.
"Sudah-sudah, ayo ajak calon menantu kita makan, kasihan sudah lama pasti lapar. Ini malah di godain terus" Daddy Reyyan menengahi.
Mereka menuju ke ruangan keluarga, mereka makan dengan cara lesehan. Seperti biasa, bila berkumpul pasti akan seperti ini.
Adelia menatap bahagia pada keluarga calon suami nya itu, dia merasa iri dengan Reyyan yang begitu penuh cinta dan kasih sayang di keluarga nya.
Setetes air mata menetes dari pelupuk mata gadis itu, namun cepat-cepat dia usap sebelum di sadari oleh yang lainnya.
Dia kembali menorehkan senyuman. Hati nya begitu hangat melihat pemandangan yang ada di depan matanya itu.
Setelah makan malam selesai, mereka tak beranjak dari ruangan itu, setelah semua peralatan makan mereka singkirkan, mereka berkumpul kembali. Seperti itu lah kebiasaan mereka yang selalu akan mereka lakukan saat berkumpul semua.
"Kak Adel, Kakak kenapa bisa suka sama Kak Reyyan sih, padahal nih yah, dia itu ganteng nya pasaran tau. Nggak kayak Kak Malik, sama Kak Bima" Alia mulai mencibir.
Malik berdehem membanggakan diri.
"Ck, nggak usah kompor, nanti kalau Reno dateng kesini, aku bully dia habis-habisan baru tau rasa kamu!" kesal Reyyan membalas cibiran sang adik membuat dia mencebikkan bibirnya lucu.
Mereka tertawa. Dan selanjutnya perbincangan mereka mengalir begitu saja. Tak ada lagi kecanggungan pada Adel untuk berinteraksi dengan keluarga Reyyan.
TENG..TENG...TENG..UHHUK..
BUAT PEMBACA TERSAYANG, AUTHOR ADA PENGUMUMAN. JADI NANTI BEBERAPA HARI KE DEPAN AUTHOR BAKALAN UP LAMA UNTUK BEBERAPA HARI DOANG SIH, TAPI JANGAN KHAWATIR. SETELAH AUTHOR LIBUR, NANTI ADA CRAZY UP UNTUK KALIAN, SOALNYA AUTHOR MAU MEREVISI TULISAN SUPAYA BISA DI KONTRAK. JADI JANGAN LUPA TERUS DUKUNG AUTHOR KECE YAH MAN-TEMAN 😁😁
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.