Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
93.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.


Waktu menunjukkan pukul setengah dua malam, tapi mata Nazira masih saja terjaga. Bukan hanya terjaga saja, bahkan di begitu merasakan tersiksa karena sedari malam hingga jam segini, dia bolak-balik saja ke kamar mandi.


Bima kini sedang terlelap, dia tidak mengetahui jika sang istri kini malah tertidur di atas toilet duduk. Hingga akhirnya, Bima terbangun karena mendengar suara alarm dari ponsel nya.


Dia menyipitkan matanya, dia raba tempat tidur di sebelah nya itu. Dia menoleh dan tidak mendapati sang istri.


"Kemana dia?" gumam nya. Dia mengedarkan pandangannya dan tidak mendapati sang istri.


Dia terduduk dengan cepat. Dia bangkit dan tujuan awal nya adalah kamar mandi. Bima mengetuk pintu itu dan berseru memanggil istrinya. Tapi, setelah lama memanggil, sang istri tak kunjung membuka pintu.


Bima jadi sedikit khawatir. Pasalnya, pintu terkunci dari dalam. Sedangkan di dalam kamar mandi, Nazira begitu pulas nya tertidur. Mungkin saja dia kelelahan karena selalu muntah dan mengeluarkan apa saja yang ada di dalam perut nya.


"Sayang?! kamu di dalam kan?!" seru Bima.


Karena tak kunjung di bukakan, pada akhirnya Bima mendobrak pintu kamar mandi nya. Dia sedikit kaget. Dia menghampiri istri nya dan memegang lengan nya lembut dan sedikit menggoyangkan nya. "Sayang?" panggil Bima lembut.


Karena tak ada jawaban, dia pun sedikit lebih keras menggoyangkan lengan nya. Pada akhirnya mata itu terbuka. Nazira menggeram karena merasa terganggu. matanya menyipit. "Apa sih Dad? aku ngantuk," rajuk Nazira.


"Tidur di kasur saja yuk?" ajak Bima. Nazira mengerucutkan bibirnya lucu. "Gendong Dad." Nazira merentangkan tangannya. Bima terkekeh. "Manja nya istri ku," sembari mencuit hidung istri nya dan juga mengecup kening nya.


Bima mengangkat tubuh istrinya yang sedikit tersadar. "Wah, seperti nya, lebih berisi nih." Bima meledek.


Nazira memukul dada bidang suaminya dengan gemas, dia kesal. Apalagi mendengar suaminya itu yang tertawa. Meskipun tidak mengatakan secara langsung, tapi kata-kata dari suaminya itu membuat nya tersinggung.


Tapi meski begitu, hal itu bukan nya membuat nya marah, tapi dia malah tersenyum malu. "Jangan ngomel terus Mas!" kata Nazira merajuk.


Bima tertawa kecil, dia membawa istri nya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


"Tidur lagi saja, nanti aku bangunin waktu masuk subuh," ucap Bima dan tersenyum. Nazira mengangguk.


Karena rasa kantuk yang tak tertahankan lagi, tak lama kemudian dia pun tertidur dengan pulas. Bima masih saja memandang wajah ayu sang istri. meski sedikit pucat, tapi itu tidak melunturkan kecantikan nya.

__ADS_1


Bima ikut membaringkan tubuhnya di samping istri nya dengan mengelus sayang pipi nya membuat Nazira melenguh.


💢💢💢💢


Lain tempat, lain juga kejadian nya. Di kediaman Bima yang aman tentram, tapi tidak dengan kediaman Reyyan. Papa baru itu sangat sibuk dengan aktivitas baru nya.


Berulang kali putri nya itu menangis membuat nya sedikit kuwalahan. Sang istri yang juga tak tau harus apa, dia hanya menangis sesenggukan.


Dia tidak mau menyusui bayi nya, bahkan dia duduk meringkuk dan menutup telinga nya karena merasa pening mendengar suara tangis putri nya. Reyyan jadi bingung sendiri. Apa yang harus dia lakukan.


"Dek, putri kita kelaperan loh kasian nangis terus," ucap Reyyan begitu memelas.


Bukan nya menjawab ataupun mengiyakan, dia malah bertambah menangis. "Aku nggak mau! aku nggak mau!" seru nya histeris.


Reyyan sedikit kesal, tapi melihat ketakutan sang istri membuat dia tidak bisa berbuat apa-apa. Pada akhirnya, Reyyan mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.


Tujuan utama dari panggilan Reyyan adalah sang Mommy. Dia sudah kehilangan kesabaran untuk hal ini. Namun, dari pada harus menyakiti istri nya ataupun berkata kasar, lebih baik dia menghubungi Mommy- nya.


Salsa begitu panik mendengar kecemasan putra nya. Dan di tambah dengan suara cucu pertama nya yang begitu keras. Dia menjadi semakin panik. "Kalian kenapa nak?" tanya Salsa panik.


"Mommy boleh kesini nggak? tolong aku Mom," dengan suara sedikit bergetar dia mengatakan.


"Oke! Mommy kesitu sama Daddy Kamu sabar sebentar yah!" final Salsa.


Salsa dan Daddy Reyyan yang terbangun karena suara keras Salsa pun ikut terbangun. Tanpa pikir panjang, mereka menuju apartemen Reyyan.


Lima belas menit kemudian, karena jalanan yang lumayan sepi dan juga kecepatan yang di gunakan adalah kecepatan tinggi. Mereka sampai dengan cepat.


Suara bel berbunyi,. Reyyan langsung membukanya. Salsa sempat kaget melihat cucu nya itu masih menangis. Salsa menghampiri Adelia dan mulai menyentuh tangan nya yang menutupi telinga nya.


Dia mulai paham dengan apa yang terjadi dengan menantu nya itu. "Rey, kamu masih ada susu formula yang di kasih Rumah Sakit kan?" tanya Salsa.


Reyyan mengangguk, mengapa dia tidak memikirkan hal itu, dan membiarkan putri nya kelaparan karena menunggu Mama nya untuk menyusui nya. "Kamu temani Adel dulu, Mommy buatkan susu dulu untuk Nabila," ucap Salsa.

__ADS_1


Iya, nama dari anak Reyyan dan Adelia, cucu pertama dari Salsa dan Salsa dan Zaki, adalah NABILA SAFA ZAAHIDAH. Reyyan menyerah kan Nabila pada Zaki.


Setelah memberikan susu dan Nabila mulai tenang, baru lah Salsa menghampiri menantu nya.


"Sayang?" panggil lembut Salsa. "Lihat Mommy nak?" ucap nya lagi lembut. Adelia mulai menatap wajah mertua nya itu dengan air mata yang masih mengalir.


"Kamu kenapa nak? bilang sama Mommy, hum?" tanya Salsa. Tidak ada jawaban dari Adel. Dia hanya menangis saja. Salsa memeluk dan memberikan kenyamanan untuk Adel.


Setelah sedikit tenang, Salsa mulai berbicara pelan-pelan memberikan pengertian. Adelia sedikit mengerti dan mulai menerima. Hingga Salsa memberikan kode untuk Reyyan membawa putri nya itu mendekat.


Adelia mendekapnya dengan sedikit gemetar. "Relaks sayang, dia tidak akan jatuh." Salsa memberikan arahan.


Sedikit demi sedikit dia mulai tenang dan membaringkan sang putri di samping dirinya.


Hingga kedua nya terlelap.


Setelah semua nya terlelap, Reyyan dan Salsa keluar kamar menemui sang Daddy yang sudah duduk menunggu.


"Bagaimana?" tanya Zaki. Reyyan mengangguk. Papa baru itu duduk di samping Daddy- nya.


"Kenapa bisa seperti ini yah Mom?" tanya Reyyan bingung.


"Mungkin dia terlalu banyak fikiran," jawab Salsa. "Lalu gimana dong Mom?" tanya nya lagi.


Salsa berfikir sejenak. "Begini saja, nanti kalau Adel sudah bangun, kalian pindah ke rumah utama saja. Jadi banyak yang akan jaga Adel. Dan kamu bisa tenang jika kamu bekerja nanti." Salsa memberi usul. Reyyan mengangguk mengiyakan.


Penurunan kadar esterogen dan progesteron atau hormon lainnya yang diproduksi kelenjar tiroid dapat menyebabkan ibu menjadi mudah lelah, perubahan emosi, hingga depresi. Selain hormon, kelelahan karena merawat si Kecil yang baru lahir pun dapat menjadi penyebab baby blues.


Dan pada akhirnya, mereka bisa istirahat terutama Reyyan. Reyyan pamit untuk masuk kembali kedalam kamar. Salsa dan Zaki pula ikut ke kamar tamu untuk selanjutnya istirahat nya sebelum subuh menjelang.


Reyyan menatap pilu wajah sang istri. "Aku sayang kalian." Reyyan mengecup kening Adel sebelum dia membaringkan tubuhnya.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.

__ADS_1


__ADS_2