
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
Annisa dan juga Vita sedang mengobrol di ruangan pribadi nya. Dia begitu asik berbincang hingga perhatian mereka teralihkan saat salah satu karyawan nya yang mengetuk pintu.
"Maaf Bos, ada yang mencari di depan" ucap nya melaporkan.
"Siapa?" tanya Annisa, dan gelengan kepala dari karyawan itu menjadi jawaban nya.
Annisa memandang Vita, dan Vita hanya mengangkat bahu nya tak tau. Annisa kembali menoleh pada karyawan nya.
"Ya sudah nanti saya temui" Annisa beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Vita.
Annisa keluar dari ruangan nya dan di ikuti oleh Vita. Annisa terpaku saat melihat siapa yang mencari nya itu, sepertinya kejadian ini begitu familiar, pikir Annisa.
Tapi, ada hal yang berbeda dari orang yang mencari nya ini. Ya ampun Annisa dan juga Vita tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Mereka menghampiri meja orang yang mencari nya, orang itu berdiri saat orang yang di carinya menghampiri.
"Mau apa kamu kesini!" Vita kesal dengan orang yang ingin menemui sahabatnya itu.
Annisa memegang lengan Vita dan menggeleng. Annisa duduk dan di ikuti oleh Vita.
"Ada keperluan apa?" tanya Annisa to the poin.
Dia takut-takut melihat Annisa. "Aku kesini mau minta maaf sama kamu Nis" tutur nya.
Annisa terdiam tak percaya, Annisa melirik Vita yang melakukan hal yang sama.
Vita berbisik pada Annisa. "Aku masih terbangun kan ya Nis, kok aku berasa mimpi ya dia ngomongin kata maaf" ucap Vita tak percaya.
"Kita bicarakan di atas saja" ucap Annisa, dia tidak mau bila mungkin saja hal yang terjadi di masa lampau akan kembali terulang lagi.
Restoran nya sekarang sedang ramai, tidak mungkin juga bila Annisa akan membicarakan hal yang mungkin bersifat pribadi yang akan di bicarakan oleh nya di depan umum.
Mereka masuk ke dalam ruangan pribadi Annisa, lebih tepat nya kantor yang biasa digunakan untuk bekerja oleh Annisa.
__ADS_1
"Duduk lah" ucap Annisa mempersilahkan.
"Terimakasih" jawab nya dengan sungkan.
"Ada apa?" tanya Annisa dengan dingin namun masih terlihat penasaran.
Yasmin bersimpuh dan memeluk kaki Annisa yang masih berdiri membuat dia terlonjak kaget, dia tidak menyangka seorang Yasmin berlutut di hadapan nya. Yasmin menangis dengan keras .
"Maafin aku Nis, maaf, maaf" ucap nya sesegukan. Annisa masih tidak bergeming, dia masih syok dengan apa yang di perbuat Yasmin saat ini.
"Maafkan aku telah jahat sama kamu, maafkan aku yang telah merebut suami kamu, maafkan aku telah membunuh anak kamu, maaf kan aku, maaf kan aku" ucapan Yasmin membuat Vita mengepal kuat, dia marah kenapa harus di ungkit kembali luka yang sudah di kubur dalam-dalam oleh sahabat nya itu.
Annisa tak bergeming, dia terdiam mematung. Pandangan nya kosong menerawang rasa sakit yang dulu pernah dia alami. Tak terasa setetes air mata nya keluar tanpa dia inginkan. Dia mengusap pipi nya yang terasa basah.
Cukup lama Yasmin menangis. Penyesalan selalu menyeruak masuk ke dalam hati nya. Dia selalu di hantui rasa bersalah yang mendalam. Sepuluh tahun terakhir ini membuat dia sadar akan kesalahannya.
"Duduk lah" ujar Annisa membantu Yasmin berdiri dari simpuhan nya.
"Maaf Nis" Yasmin masih sesegukan meskipun air mata nya sudah tak mengalir deras.
"Vita" panggil Annisa. Vita mendengus kesal dan duduk jauh dari mereka.
"Aku tidak tahu harus ngomong apa sama kamu, tapi aku hargai keputusan kamu untuk meminta maaf padaku. Aku sudah lama memaafkan kamu. Hanya saja, aku belum bisa melupakan apa yang kamu lakukan sama aku dulu" kata Annisa.
"Terimakasih" ucapan terimakasih terlontar dari mulut Yasmin secara berulang-ulang.
"Sudah kan, kalau sudah pergi sana" ketus Vita membuat Annisa menggelengkan kepala nya
"Vita" Annisa menegur tapi Vita tetap saja kesal.
"Aku kesel sama dia Nis!" saut nya.
Annisa kembali menatap Yasmin yang menunduk. "Kamu sudah makan?" Annisa menanyakan dengan menelengkan kepalanya.
Yasmin mendongak. "Sudah kok makasih ya sudah mau maafin aku, aku pamit dulu mau jemput Bian di sekolah nya" ujar nya. Annisa mengangguk.
__ADS_1
"Oh, ya sudah hati-hati, salam untuk Bian" final Annisa. Yasmin mengiyakan dan berlalu pergi.
"Kamu itu baik banget sih, aku kesel lama-lama!" marah Vita dengan melipat kedua tangannya di atas perut, dia bersandar di sandaran kursi dan menatap kesal pada wanita di depan nya itu.
"Jangan memperburuk keadaan Vit, biar lah yang lalu berlalu, lagipula kasian juga si Bian. Kamu tahu, bahkan dia sering sekali menangis di tengah malam karena rindu dengan Mama nya" ujar Annisa.
Vita menegakkan tubuhnya bersimpati dengan apa yang di rasakan oleh Bian, karena dia tau bagaimana rasanya bila kita rindu dengan orang yang kita sayang tapi tidak dapat kita temui. Karena dia memang seorang yatim piatu sudah dari dia berusia muda. Tentu nya dia bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Bian.
"Hati aku memang sakit, tapi bukan berarti kita harus terus mendendam kan. Kau tahu, tanpa kita membalas pun dia akan merasa bersalah seumur hidup nya, karena dia yang sudah berbuat salah. Itu adalah hukuman yang paling tepat untuk dia bukan" lanjut Annisa.
Vita tersenyum dan memeluk sahabatnya itu. Dia menghela nafas panjang.
"Bahagia nya punya teman rasa saudara kayak kamu Kakak ipar" ucap Vita.
"Jangan drama Vita" tegur Annisa, Vita mencebikkan bibirnya.
"Lagi terharu juga masih sempet ngeledek" kesal nya membuat Annisa terkekeh geli.
💢💢💢💢
Reyyan sedang memainkan ponselnya sembari berjalan di koridor kampus nya, dia tak sengaja mendengar raungan kesakitan dari dalam gudang. Dia sedikit merinding karena dia hanya sendiri di sana dan tak ada orang lagi yang lewat. Kondisi kampus sekarang sudah sepi karena jam mata kuliah sudah berakhir.
Dia memberhentikan langkah nya karena bukan suara kesakitan saja, tapi suara wanita minta tolong yang terdengar kemudian. Dia mengusap tengkuknya merinding.
Karena penasaran, dia akhirnya memberanikan diri untuk melihat gudang yang terdapat suara itu.
Dia membuka pintu gudang yang sedikit terbuka, Reyyan mengedarkan pandangannya tapi tak menemukan apapun. Dia berbalik namun sesuatu menahan kaki nya.
Dia memejamkan mata nya, pikiran sudah melayang kemana-mana, takut-takut bukan manusia yang menahan nya. Dengan ragu-ragu dia membalikkan badannya lagi dan membuka satu matanya untuk mengecek, detik berikutnya dia terbelalak mendapati seorang gadis yang terkulai lemas dengan lumuran darah di kepala nya.
Reyyan menepuk-nepuk pipi nya dan tak ada respon. Dengan sigap dia membopong tubuh gadis itu dan membawanya ke Rumah Sakit terdekat.
KENCENGIN VOTE NYA YAH 😁.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍😍.
__ADS_1