
Kedua mempelai naik ke atas panggung pelaminan, acara berjalan lancar hingga sampai di pertengahan acara sebuah kegaduhan terjadi di tengah-tengah ballroom yang dibuat para adik-adik Asyifa.
Awal mula dari pertengkaran Amier dan juga Adiba yang mereka kira itu hanya pertengkaran kecil seperti biasanya, tapi lama kelamaan saling dorong dan membuat Adiba menangis, mereka panik, Annisa dan Naura langsung menghampiri mereka.
"Kalian itu kenapa sih, tidak bisakah sekali ini saja tidak berantem, kalian lihat kan lagi banyak tamu di sini!" marah Naura.
"Sudah Kak nggak usah dipermasalahkan" ucap Annisa karena banyak tamu berpusat pada mereka saat ini.
Asyifa dan Malik juga ikut panik. "Mereka kenapa ya Malik?" tanya Asyifa panik.
Malik menggelengkan kepalanya tidak tahu. Saat kegaduhan tercipta lebih parah, dari arah belakang muncul keempat pemuda yang tidak lain terdiri dari Reyyan Bima Danish dan juga Revan.
Dengan diiringi musik yang membuat kedua anak itu yang tadinya berantem dan membuat heboh memulai pergerakan tarian. Diikuti keempat pemuda itu dan disusul Bian bersama Alia dan Rafa yang membuat formasi zig zag.
Mengejutkan memang, Asyifa sampai hampir tidak berkedip melihat penampilan mereka yang begitu mengagumkan. Tidak ada yang tahu akan rencana mereka.
Sebenarnya ini kejutan yang kedua yang disusun. Yang pertama sudah gagal karena Asyifa yang pingsan.
Suara riuh tepuk tangan menggema di seluruh sudut ballroom karena penampilan mereka. Dan diakhir tarian mereka membentangkan poster yang bertuliskan kata cinta mereka kepada kedua mempelai beserta foto mereka. Tak hanya foto kedua mempelai saja, seluruh keluarga tak terkecuali Bima yang ikut serta dalam rencana itu pun tertera dalam poster itu.
Setelah tarian berakhir, Bima naik ke atas panggung dan memberikan sebuah kotak untuk diberikan kepada Syifa.
"Asyifa doang nih aku nya nggak" ujar Malik.
"Nggak, aku nggak friend sama kamu, ini khusus untuk adikku tersayang" jawaban dari Bima membuat Malik mencebikkan bibir. Asyifa terkekeh.
Ketiga pemuda dan kelima anak anak itu ikut naik ke atas panggung.
"Happy wedding Kak Syifa dan Kak Malik" ucap Adiba dan Alia.
"Kak aku minta kado dong" celetuk Amier.
"Bukannya kamu yang ngasih kado malah minta kado" ujar Asyifa bingung.
"Katakan mau kado apa?" tanya Malik.
"Ponakan" jawab Amier enteng.
Asyifa membulatkan matanya, mereka terdiam untuk beberapa saat, detik kemudian gelakan tawa menggema di ballroom. Asyifa bersemu merah malu, Malik merangkul pundak istri nya itu tapi mendapatkan sikutan di perutnya.
"Bagaimana mau ada keponakan, orang di rangkul saja langsung marah" saut Malik dengan mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Asyifa menatap tajam kearah Malik. Mereka yang melihat kelakuan keduanya pun terkekeh.
Acara ditutup dengan foto bersama seluruh keluarga dan para tamu pulang ke rumah masing-masing.
💢💢💢💢
Setelah membersihkan wajah dan melepas gaunnya Asyifa masuk ke dalam kamar dan diikuti Malik. Gadis itu langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan memejamkan mata nya. Malik mengikuti apa yang dilakukan istrinya.
Asyifa terperanjat merasakan tempat tidurnya bergerak, dia menoleh dan mendapati sang suami yang tidur berbaring disampingnya, matanya mengerjap beberapa kali sebelum dia menegakkan dirinya untuk duduk kemudian berdiri.
Asyifa hendak pergi namun tangan nya di cekal oleh Malik. "Mau ke mana?" tanyanya sembari duduk.
"A,,,aku ma,,,mau ke kamar mandi, iya ke kamar mandi" jawab nya gugup.
Asyifa meronta ingin dilepaskan namun Malik enggan melepaskannya, Asyifa berhenti sejenak dan membuang nafas lelah, Malik tersenyum dengan menaik turun kan kedua alisnya membuat Asyifa kesal.
Detik selanjutnya saat Malik lengah dia menggigit tangan Malik membuat si empunya mengaduh.
Asyifa langsung lari ke dalam kamar mandi. Malik tertawa melihat tingkah istrinya itu.
Sedangkan di kamar mandi, Asyifa menyandarkan punggungnya di balik pintu mengatur degup jantungnya.
Cukup lama dia di dalam kamar mandi namun tidak ada yang dilakukannya hanya mondar-mandir saja.
Sejurus dengan itu, dia mendapatkan ide yang menurutnya cukup cemerlang. Dia membuka pintu kamar mandi dan keluar dari ruangan itu dengan mengendap-endap.
Gadis itu mengedarkan pandangannya dan melihat sang suami yang tertidur, Asyifa menghembuskan nafas lega dia menegakkan badannya dan berjalan dengan santai menuju pintu keluar.
Asyifa keluar kamarnya dengan bernafas lega, dia tidak tahu bahwa sedari tadi tingkahnya tak luput dari perhatian Malik, sang suami.
"Syifa, Syifa, ada-ada saja kamu itu" dia terkekeh.
💢💢💢💢
Asyifa mengetuk pintu kamar Anisa Bundanya. Sedangkan Annisa yang bersiap untuk tidur pun menegakkan duduknya kembali dan melangkah menuju pintu untuk membukakan.
"Malam Bunda" sapa Asyifa sembari tersenyum polos.
"Ada apa sayang" tanya Annisa, bukannya menjawab Asyifa malah bertanya kembali.
"Boleh masuk nggak Bun?" tanyanya, setelah mendapatkan anggukan dari sang Bunda, dia pun masuk dan langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang sang Bunda.
__ADS_1
"Loh kok kamu mau tidur di sini, suami kamu bagaimana?" tanya Annisa bertanya sembari menghampiri Syifa.
Asyifa yang hendak menarik selimut untuk menutupi tubuh nya pun menghentikan niat nya. Dan duduk bersila.
"Malam ini saja Bun, aku mohon, aku mau tidur sama Bunda saja ya" mohon Syifa dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Sayang, kamu itu sudah menikah, masa kamu meninggalkan suami sendirian di kamar, itu nggak baik sayang" nasehat sang Bunda.
"Sekali ini saja Bun, aku masih malu sama Malik" ucap Asyifa yang tiba-tiba mencurahkan isi hati nya.
Annisa terkekeh, dia mendekati putri nya itu dan ikut naik ke ranjang. Asyifa begitu senang dan langsung menghambur memeluk Bunda nya. Annisa mengelus sayang punggung putrinya itu.
"Bun" panggil Syifa sembari mendongak.
"Hem?" Annisa menunduk.
"Aku takut" ucap Asyifa dengan mengeratkan pelukannya.
"Takut kenapa?" Annisa mengernyit bingung.
"Nggak tahu, aku merasa takut bila berdekatan dengan Malik" Annisa tertawa geli paham arah pembicaraan Asyifa.
"Kenapa harus takut, kamu kan bisa karate, kalau dia macem-macem tinggal karate saja" canda nya.
"Iiihh Bunda, aku serius nih" rajuk Syifa.
"Sayang, banyakin doa' saja serahkan semua sama Allah, mantapkan hati kamu dan satu lagi, niat kan itu adalah ibadah, maka kamu akan ringan dalam melakukan nya" Annisa menasehati, Asyifa sedikit berpikir kemudian dia tersenyum.
"Terimakasih Bunda sayang" seru nya dengan mengeratkan pelukannya.
"Sama-sama, bahagia selalu sayang, Bunda akan selalu ada untuk kamu" final nya. Malam itu mereka isi dengan bercanda dan mengenang masa nakal Asyifa sewaktu kecil. Tak jarang juga Asyifa menggerutu kesal karena Bunda nya itu selalu menggoda nya.
Sedangkan di dalam kamar lain, Malik tak bisa tidur karena memikirkan Asyifa yang tak kunjung kembali.
"Dia kemana sih, lama banget" gerutu Malik.
POOR MALIK...😂😂.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.
AKU TUH SEBENARNYA BELUM ADA PENGALAMAN HAL YANG SEPERTI ITU, TAPI AKU MENGAMBIL DARI BEBERAPA SUMBER.
__ADS_1
JADI BILA ADA SALAH-SALAH KATA YANG TIDAK SESUAI, MOHON DI MAKLUMI DAN PERBAIKI TULISAN AKU DI KOLOM KOMENTAR YAH MAN-TEMAN 😊😊.
TERIMAKASIH...