
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
Dibawah pohon ini, Malik berdiri. Menatap horor pohon yang ada di depannya itu.
Dia sesekali melirik sang istri yang dengan anteng nya duduk manis di kursi.
Kini, Asyifa sedang berkunjung di rumah mantan pacar sang suami yang sudah menjadi temannya dari tahun lalu.
Dia dengan damai nya memakan es krim dan bercanda dengan anak Ayesha. Setelah kesalah pahaman yang mengakibatkan sakit hati nya kepada sang suami, kini hal itu seakan musnah begitu saja setelah mendengar penjelasan dari Ayesha sendiri.
🕳️🕳️🕳️🕳️
Setelah kepergian Syifa saat mengantarkan Ayesha ke Rumah Sakit, Malik datang hanya ingin memastikan keadaan Ayesha saja. Bermodalkan dengan hubungan baik antara keluarga Malik dan juga Ayesha.
Bukan hanya itu saja, teman semasa kecilnya pun ikut andil dalam alasan tersebut.
"Assalamualaikum!" sapa Malik sembari membuka pintu dan mendapat balasan salam dari dalam.
Ayesha sepat sedikit kaget. Pasal nya dia tidak menyangka Malik bisa berkunjung kembali menemui nya setelah kejadian terakhir kali.
Malik menghampiri Ayesha dan bertukar sapa. Tak lama, datang suster dengan membawa data bayi untuk di jadikan akta kelahiran bayi Ayesha.
Dia menanyakan siapa nama ayah dari sang jabang bayi. Namun raut sedih sangat terlihat di wajah Ayesha. Malik yang melihat nya jadi kasihan. Dan mengajukan diri untuk menjadikan dirinya sebagai ayah untuk bayi Ayesha.
Ayesha kaget dengan keputusan yang Malik ambil. Namun dia merasa lega dengan tindakan Malik. Paling tidak, anak nya kini sudah mendapatkan sosok ayah.
Meski bukan ayah sah. Tapi Malik itu sudah di anggap kakak nya sendiri. Tapi keesokan nya kejadian yang memilukan dan juga merugikan bagi Malik terjadi.
Ayesha baru tau jika Malik memiliki hubungan dengan Syifa. Dan kesalahpahaman membuat keduanya menjadi jauh.
Ayesha mencoba terus menghubungi Asyifa namun tidak pernah ada respon dari nya. Hingga pertemuan nya di boutique langganan nya itu awal dari penjelasan nya.
Namun hal itu terlambat. Karena status Asyifa yang sebentar lagi akan menjadi istri orang lain itu membuat Ayesha begitu menyesali keputusan Malik.
Tapi, mendengar jika yang menjadi suami dari Asyifa itu bukan lah Bima namun Malik, Ayesha begitu lega. Ternyata tuhan mendengar do'a nya dan juga menyatukan dua hati yang saling mencintai.
🕳️🕳️🕳️🕳️
__ADS_1
"Yang beneran harus manjat nih?" tanya Malik melas. Tak ada kata terlontar hanya anggukan saja.
"Tapi tinggi banget Yang, aku nggak bisa ini?!" melas Malik. Aris menghampiri dan menepuk pundak Malik. Dengan terkekeh dia mengatakan. "Turutin saja, nanti anak kamu ileran gimana hayo!" ledek Aris.
"Kalau nggak takut aku sudah dari tadi kali!" ucap Malik kesal.
"Pake tangga saja Bro, susah amat." Aris mengusulkan.
Malik berfikir sejenak. "Iya juga yah, kenapa nggak kepikiran dari tadi?" kekeh Malik.
"Maka nya, ada otak di gunain dong." Aris dengan bangga mengucapkan, membuat Malik bertambah kesal saja.
"Seharusnya yang otak nya harus mikir tuh kamu! Ninggalin istri demi wanita lain, nggak ada gentle- nya amat!" sarkas Malik.
Aris bungkam seketika. " Iya itu aku yang salah. Dan aku juga sudah minta maaf sama istri dan juga kamu kan?" ucap nya menyesal.
"Sudah lah, yang lalu biarlah berlalu. Sekarang ambilkan tangga nya aku mau naik mengambilkan buah mangga muda untuk istri dan anak-anak ku tercinta." Malik mendramatisir membuat Aris muak dan memeragakan layaknya orang yang sedang muntah.
Aris yang tidak menunggu lama pun berjalan mengambil tangga. "Nih tangga nya." Aris begitu kesal hingga dia memberikan nya dengan kasar.
"Hoho... Slow dong Bro." Malik jadi ikut kesal.
"Bentar Yang!" seru nya balik.
Malik merentangkan tangga nya guna mempermudah dia untuk naik. "Pegangin Bro nggak peka banget sih!" seru Malik dari atas.
Aris menggeram kesal namun menurut juga.
Malik memanjat dan mengambil mangga pesanan sang istri. Tapi, Aris dengan jahil nya mengambil tangga yang tadi di pakai Malik memanjat. Hingga Malik yang berada di atas pohon kebingungan untuk turun.
"Aris!, bawa sini tidak!" ancam Malik. meski ngeri, namun melihat ekspresi meledek Aris membuat dia kesal.
"Turun saja jika berani!" seru nya tertawa.
Kedua wanita yang memperhatikan mereka hanya menggeleng saja. "Childish banget sih kalian!" seru Ayesha.
Mendengar omelan sang istri, Aris mengembalikan tangga nya kembali. Setelah di letakkan, Malik menuruni tangga.
__ADS_1
Malik berjalan menghampiri Asyifa dan memberikan nya dengan tersenyum. "Teruntuk istri ku yang amat sangat aku cintai." ungkap nya mendramatisir.
Asyifa terkekeh. "Terimakasih?" ucap nya.
Ayesha sempat terkaget mendengar Malik yang seperti itu, sudah lama sekali dia tidak melihat senyuman dan ungkapan yang begitu tulus. Namun mengalahkan semua itu, Ayesha begitu bersyukur, kini akhir nya Malik bisa tersenyum kembali setelah rasa sakit yang dia berikan kepada lelaki itu.
Dia ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang di tunjukkan dari pasangan itu. Aris yang melihat sang istri begitu lekat memandangi pun merangkul pundak istri nya. Ayesha menoleh dan tersenyum melihat senyuman suami nya.
💢💢💢💢
Chacha membuka matanya dan melihat sekeliling. Tidak ada siapapun di ruangan itu selain dirinya.
"Ibu?" panggil nya lirih. Namun tak ada jawaban dari siapa pun. Setelah beberapa kali memanggil, Nazira keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah segar. Wanita itu tersenyum dan menghampiri putri nya.
Nazira menciumi wajah putri nya dengan gemas. "Kamu sudah sadar sayang? Ibu seneng banget bisa lihat kamu membuka mata."
"Haus Bu," ucap nya lirih. "Oh iya sayang," Nazira mengambil air mineral dan meminumkan nya.
"Om tampan mana Bu? Chacha mau ketemu sama Om tampan." Chacha menatap sedih Nazira.
"Om tampan di sini?!" seru Bima yang baru saja datang. Bima masuk dengan boneka dan juga paper bag di tangan kanan dan kiri nya.
"Wah! Om tampan datang, asik!" Chacha berseru senang.
"Oh iya, Om bawa sesuatu buat kamu," ucap Bima menyerahkan bawaan nya pada Chacha. Chacha dengan senang menerima itu.
"Makasih Om! Chacha suka sekali!" seru nya.
Nazira melihat interaksi mereka berdua seperti hal nya seorang ibu yang melihat putrinya sedang bermain dengan sang ayah.
Rasa kasih sayang yang begitu terlihat secara alami pada diri Bima. Membuat Nazira terus mengikuti arah gerak Bima dan terkagum.
"Ibu kok lihatin Om tampan terus?" seruan Chacha membuyarkan lamunan Nazira.
"Oh enggak kok, Ibu nggak lihatin Om Bima!" sangkal nya.
"Masa sih? Liatin juga nggak apa-apa, nggak suruh bayar juga." Bima menggoda wanita itu sampai dia bersemu merah. Meski menyangkal, tapi tetap saja, semuan di pipi wanita itu begitu ketara membuat dugaan Chacha benar ada nya.
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.
JANGAN LUPA RET 5 NYA YAH MAN-TEMAN.