Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
40.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


"Sebentar lagi ijab nya nak, bismillah yah, semoga ini yang terbaik untuk kamu" Annisa berujar.


Annisa terus saja menenangkan putri nya itu.


Saat suara ijab qobul yang lantang menggema di seluruh ruangan itu, Asyifa berkeringat dingin, dia menggenggam erat tangan Annisa dan juga Vita.


Tangis haru dari Annisa sebagai Bunda nya itu pecah seketika, di ikuti Vita dan juga April yang langsung menghambur memeluk mempelai wanita.


Asyifa?, Asyifa masih terdiam meski setetes air mata terjun dari pelupuk mata nya.


Hati nya tiba-tiba menghangat, ntah apa yang terjadi dia juga tidak tau, dia hanya merasakan kehangatan saat ini.


"Selamat sayang, kamu sekarang sudah menjadi milik orang lain, dan Bunda senang sekali sekaligus sedih, hhuuu" tangis Annisa.


"Bunda jangan nangis lagi hiks,,,hiks" tangis Asyifa akhirnya pecah melihat Bunda nya menangis seperti itu.


"Bunda nangis bahagia sayang, putri kecil Bunda sekarang sudah jadi istri seseorang. Kalo Ayah kamu masih ada pasti juga melakukan hal yang sama hiks,,," Annisa sesegukan.


"Asyifa juga kangen sama Ayah Bun, hiks,,,hiks" tangis Asyifa semakin menjadi.


"Jangan nangis gitu dong, aku juga ikutan sedih nih" Vita ikut terbawa suasana.


Suasana di kamar itu menjadi haru, suara tangis dari ketiga wanita itu mengisi kamar itu.


Amier masuk ke dalam kamar membuat mereka menghentikan tangisan mereka. "Bun, sudah di suruh keluar" Amier memberi informasi.


Annisa mengusap air mata nya. "Sudah-sudah, ayo kita ke depan, tapi sebelum nya riasan kamu di perbaiki dulu" ucap Annisa setelah menghentikan tangisnya.


Setelah di rias kembali, mereka keluar dengan Syifa yang di apit oleh Bunda dan juga Tante nya. April mengikuti dari belakang.


Asyifa menuruni tangga dengan anggun, semua mata tertuju pada ke empat sosok wanita cantik itu, terutama Asyifa sebagai mempelai wanita.


Asyifa menghentikan langkahnya secara tiba-tiba ditengah-tengah tangga, Dia melihat apa yang seharusnya tidak dia lihat. Apa ini?, Asyifa menoleh pada sang Bunda mencari penjelasan.


Annisa tersenyum dan mengangguk. Bima beranjak dari duduknya dan menghampiri mempelai wanita.


"Kamu terkejut?" Bima terkekeh. Asyifa menatap Bima dengan tatapan bingung.


"Ini hadiah dari kami untuk kamu, kekasih dan calon istri sementara ku" Bima kembali tersenyum.


Asyifa terdiam dan mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Wajah-wajah mereka penuh senyum dan juga kegembiraan. Apa ini?, Asyifa masih tidak mengerti.


Pandangan nya terhenti pada satu laki-laki yang duduk di depan Ayah kandung nya, laki-laki yang telah membuat dia merasakan hal aneh yang ada di hati nya.


Malik, dia Malik, orang itu sudah lebih dari satu bulan ini menghilang, bukan menghilang lebih tepat nya dia menghindar.


"Ayo sayang" ucapan Annisa membuyarkan lamunan Asyifa.


Mereka melanjutkan langkahnya dan mengantarkan Asyifa pada Malik yang sekarang berstatus sebagai suami, ingat

__ADS_1


' SUAMI '.


Asyifa duduk di sebelah Malik, dia menatap jengkel pada orang itu yang sekarang sudah menjadi suami nya.


"Assalamualaikum istri ku" bisik Malik namun mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.


"Wa'alaikumusalam" ketus Syifa.


Acara tersebut di lanjutkan dengan pembacaan doa dan juga menyematkan cincin di jari manis Asyifa. Jujur saja, Asyifa senang bisa menikah dengan Malik. Tapi dia jadi seperti orang bodoh.


Aditya setitik meneteskan air mata nya. Dia terharu melihat putri kecilnya sekarang sudah milik orang lain. Ada rasa kecewa pada dirinya sendiri karena dia tidak bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan nya.


"Kamu cantik banget hari ini" bisik nya lagi.


Syifa menatap tajam kepada sang suami, suami?, ya ampun Asyifa tidak percaya ini, sekarang dia sudah menikah.


"Kamu punya hutang penjelasan sama aku!" kesal Syifa ikut berbisik.


Malik terkekeh dan suara deheman dari Reyyan membuat keduanya menghentikan pertengkaran kecil mereka.


Acara di lanjutkan hingga selesai, dan setelah selesai, mereka bersiap-siap untuk menuju hotel yang telah di siapkan untuk acara resepsi.


💢💢💢💢


Bima terlihat berdiri di balkon sembari melihat ke arah bawah dimana keluarga nya dan juga keluarga besar Al-Husein berkumpul dia tersenyum, dia menghembuskan nafas lelah.


"Kenapa melamun?" tanya Asyifa mengagetkan Bima.


Bima tersenyum, Asyifa menghampiri dan duduk di kursi yang ada di balkon.


Bima ikut duduk di kursi samping Asyifa.


"Katakan lah" setelah beberapa saat terdiam, Syifa mulai berbicara terlebih dahulu.


Bima menoleh dan tersenyum lagi. "Katakan apa?" tanya nya pura-pura.


"Bim, aku mau tau apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kamu menghancurkan pernikahan kita, dan menyerahkan aku sama orang itu?" tanya Syifa.


Bima terkekeh. " Dan orang itu adalah suami kamu sekarang" ledek Bima.


"Ya, iya terserah lah, aku masih sebel sama dia" kesal Syifa.


Bima tergelak. " Ya ampun dia lucu sekali saat berekspresi seperti ini" batin Bima.


Bima menghentikan tawa nya dan mulai berekspresi serius.


"Aku mau kamu bahagia Syifa, dan letak kebahagiaan kamu hanya pada dia, aku mencintaimu tapi aku lebih menyukai kamu bahagia. Dan kebahagiaan kamu hanya dengan nya" penjelasan dari Bima membuat Syifa tertegun.


"Aku tau kamu ingin menikah denganku karena kamu tersakiti. Aku sih gak masalah bila kamu mau. Tapi aku gak mau kamu memilih aku hanya karena emosi kamu. Aku lebih iklhas kamu bersanding dengan orang yang kamu cintai dari pada sama aku yang akan membuat kamu tertekan" sambung nya.


Asyifa menunduk, dia merasa bersalah dengan apa yang dia perbuat pada orang yang sebaik Bima.

__ADS_1


"Bahagia lah sayang, aku bisa jadi Kakak kamu, aku bisa jadi teman dan juga saudara untuk kamu, asalkan kamu bahagia aku akan lakukan apapun untuk mu" Bima mengusap puncak kepala Syifa yang terbalut hijab.


Bima melirik ke belakang. "Keluar lah, aku tau kamu sedari tadi mengintip" Bima terkekeh melihat Malik gelagapan.


Syifa menoleh kebelakang dan mendapati Malik, suaminya.


"Mau apa kamu kesini?" tanya Syifa heran.


"E,,, enggak, cuma lewat saja" alasan Malik.


Bima tertawa, pemuda itu beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah Malik, dia menepuk pundak Malik sebelum pergi.


Malik duduk di samping Asyifa. Asyifa akan berlalu pergi tapi lengan nya di cekal Malik dan seketika tubuh Syifa limbung menimpa Malik, dia berontak ingin di lepaskan tapi dia tak bisa.


Asyifa terduduk di pangkuan suaminya itu.


"Lepasin nggak!" seru Syifa. Malik menggeleng tak mau.


"Malik, lepasin" berontak nya lagi. Bila saja dia tidak memakai pakaian yang menurut nya ribet, pasti suami nya itu sudah babak-belur.


"Cium aku dulu" tawar Malik.


"Nggak!" seru Syifa lagi.


"Ya sudah nggak aku lepaskan"


"Tadi kan sudah"


"Tadi kan cuma punggung tangan nya doang"


"Nggak mau" ucap Syifa masih memberontak


Bima ternyata masih melihat mereka tak jauh dari balkon. Ada yang menepuk pundak nya, Bima menoleh dan mendapati Reyyan, Danish, dan juga Aditya.


"Kamu keren bro" ucap Reyyan memuji membuat Bima tersenyum senang, kesedihan nya terkikis dengan kebahagiaan dari Asyifa yang sekarang menjadi adiknya itu. Hal yang dia lakukan sudah benar, hati nya berbicara.


SIAPA HAYOO YANG KEMARIN MARAH-MARAH, BAPER, SINI SINI KOMEN YANG BANYAK AUTHOR KECE SUKA 😅.


GITU DONG KOMEN YANG BANYAK OKE, AKU TUH SUKA BACA RESPON DARI KOMENNAN KALIAN TAU. DAN SELALU AKU LIKE. JADI EKSPRESI KAN APA YANG KALIAN BACA YA.


Q: KENAPA AUTHOR, BIMA GAK SAMA ASYIFA AJA, KENAPA SAMA MALIK?.


A: GINI YA SAYANG, ASYIFA MEMANG DARI AWAL SUDAH AKU JODOH KAN SAMA SI MALIK INI, TAPI TENANG AJA, BIMA SUDAH AUTHOR SIAPKAN JODOHNYA KOK.


Q: KAPAN THOR?.


A: YA TUNGGUIN AJA NTAR JUGA MUNCUL 😅✌️.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE.


OH IYA, TERIMAKASIH BUAT KALIAN, AKHIRNYA NOVEL SINGLE PARENT SUDAH MENDAPATKAN KONTRAK 😍😍😍... MAKASIH READER KU TERSAYANG.

__ADS_1


__ADS_2