
MAAF YAH SEBENARNYA MAU OFF 5 HARI CUMA TANGAN AKU GATEL PENGIN NULISπ.
OH IYA MAN-TEMAN, MINTA BANTUAN KALIAN BUAT VOTE LIKE DAN KOMEN APAPUN ITU, NEXT JUGA CUKUP SOALNYA INI PENGARUH BANGET BUAT AUTHOR KECE. BIAR SEMANGAT, SUMBANGKAN POIN KALIAN SEBAGAI BANTUAN SEMANGAT AKU. SOAL NYA PERATURAN DARI PIHAK MT DAN NT ITU KETAT, JADI MOHON BANGET BANTUANNYA YAH.
TERIMAKASIH BANYAK. AKU SAYANG KALIANπ.
HAPPY READING MAN-TEMAN π.
Malik memasuki kamar nya, dan mendapati sang istri yang masih saja nyaman di tempat tidur nya. Dia menggelengkan kepalanya sembari berdecak pinggang. Malik menghampiri nya dan mengelus pipi nya sayang.
"Sayang bangun, kamu mau berangkat ke kampus nggak nih?" tanya Malik. Bukannya bangun, malah sang istri mengubah posisi tidur nya mencari yang nyaman.
Malik tertawa kecil. Dia mendekatkan wajahnya dan berbisik. Bisikan yang membuat Syifa terbelalak dan terbangun dari mimpi indah nya. "Kamu nggak mau bangun sekarang percaya atau tidak, selepas ini jangan salahkan aku jika kamu nggak bisa kemana-mana sayang" bisik nya sembari menyeringai.
Asyifa yang mendengar hal yang di ucapkan oleh Malik itu pun langsung menegakkan dirinya duduk. Malik tertawa. "Mudah sekali istri nya itu di kerjain" pikirnya.
"Kamu mau tidur sampai kapan sayang" tanya Malik dengan menyingkirkan anak rambut dan menyematkan nya di belakang telinga sang istri.
"Ini semua gara-gara kamu tau nggak!" kesal Syifa.
"Eits, nggak boleh ngomong begitu nggak baik" Malik terkekeh dengan Syifa yang memutar bola matanya malas.
"Tau ah, awas aku mau mandi"
"Mau aku temenin nggak?"
Asyifa menatap tajam Malik dan yang di tatap hanya tersenyum polos. Asyifa pun berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
π’π’π’π’
Malik sedang mengelap motor nya sembari menunggu Syifa. Dan tak lama, Syifa menghampiri nya.
"Berangkat sekarang?" tanya Malik dan Syifa mengangguki nya.
Malik memakaikan helm pada kepala sang istri. Setelah memasangkan nya, Syifa naik dan Malik mulai menjalankan kendaraan nya ke kampus mereka.
Syifa memeluk punggung Malik membuat Malik tersenyum. Kebiasaan Syifa saat membonceng adalah memeluk si pengendara, sama seperti pada Reyyan. Dia juga menyandarkan kepalanya di punggung orang itu. Hanya saja beda nya bila bersama Reyyan dia akan memberi sekat supaya tidak terlalu menempel tubuh bagian depan dengan Reyyan.
Namun karena Malik itu adalah suami nya, entah mengapa Syifa begitu nyaman. Dan dia tidak perlu lagi memberikan sekat seperti biasanya.
__ADS_1
Untung nya, hanya Reyyan saja pemuda yang pernah membonceng kan wanita itu.
Mereka memasuki universitas tempat mereka menimba ilmu. Banyak pasang mata yang melihat mereka begitu heran. Mengapa?. Karena pernikahan Malik dan juga Asyifa itu tidak satupun dari mereka yang tau. Dan melihat Asyifa yang di bonceng kan oleh Malik, tentu nya akan membuat heboh kampus.
Siapa yang tidak kenal Asyifa, mahasiswi yang cantik, dan baik hati begitu terkenal di kampus itu. Mengapa di bilang baik hati, karena dia selalu menolong siapapun tanpa memandang gender dan juga status, meski harus ada batasan yang selalu Syifa terapkan.
Jika di kalangan dosen, dia adalah mahasiswi yang berprestasi. Kabar pernikahan mereka hanya di ketahui oleh para dosen saja. Dan tak ada satu pun para mahasiswa yang tau akan hal itu.
"Hohoho, pengantin baru sudah mau jalan bareng nih" Reyyan menghampiri menyambut mereka dengan nada mencibir.
"Berisik!" Asyifa meraup wajah Reyyan dengan gemas.
"Bro, kalau di rumah dia seperti ini nggak sih, kamu kuat gitu sama sifat bar-bar nya?!" seru Reyyan.
Malik tertawa. "Dia nurut banget kok, kamu nya saja yang amal nya kurang, jadi kena semprot terus" ledek Malik.
"Serasi emang kalian. Sama persis, sama-sama nyebelin" ucap Reyyan kesal. Dan hal itu membuat sepasang suami istri itu terkekeh.
"Sudah lah ayo, kita ke kelas dari pada ngurusin orang yang ngomong nggak berfaedah seperti ini" final Syifa bernada meledek sembari menarik ujung baju sang suami.
Reyyan mendengus kesal. Dan tak lama, Adelia menghampiri kekasih atau bisa di bilang calon suami nya. Iya calon suami, sekarang status nya sudah menjadi calon istri Reyyan sejak tiga hari lalu saat pertemuan kedua keluarga.
"Pasangan aneh tuh, nyebelin" jawab Reyyan menahan kesal.
Adelia tertawa kecil. "Siapa suruh kamu meledek pasangan yang lagi di mabuk asmara" Adel berkata masih dengan tertawa nya.
"Eemmm, iya juga yah, tapi tetep aja Syifa bertambah nyebelin setelah menikah dengan Malik" saut nya.
"Oh iya Yang, kita kalau sudah menikah mau punya anak berapa?, terus kamu mau nya cewek atau cowok?, terus nanti anak kita nama nya siapa saja?" cerocos Reyyan dengan mata yang berbinar.
"Stop! Rey" seru Adelia memotong perkataan Reyyan. "Kita baru mau menikah bukan sudah menikah. Belum saatnya kita ngomongin hal semacam itu" saut Adel. Reyyan mendengar itu tersenyum jail.
"Cie, malu nih istri aku" saut Reyyan menaikturunkan alisnya dan mencondongkan tubuhnya membuat Adel mundur kemudian membuang muka karena malu.
"Ralat!, baru calon Rey" saut Adel menekan kata-kata nya.
"Mau sekarang atau nanti tetap saja bakal jadi istri aku, biarin saja aku panggil kamu begitu"
"Ah sudahlah, ngomong sama kamu nggak bakalan habis, yang ada nambah lebar. Lagi pula siapa yang mau menikah dengan kamu " ledek Adel dan lari meninggalkan sang kekasih pergi.
__ADS_1
Reyyan mengikuti lari nya Adel. "Awas nanti yah" seru Reyyan. Adel tertawa saat Reyyan berhasil menangkap dan mengapit nya di bawah lengan.
Tak jauh dari tempat tadi, ada sepasang mata yang mengintai kedua pasangan itu. Tangan nya mengepal kuat melihat mereka bahagia. Entah apa yang membuat dirinya benci dengan hal itu, siapa yang tau.
π’π’π’π’
Di lain tempat, Annisa sedang mengecek laporan harian Restoran nya. Seseorang mengetuk pintu membuat wanita paruh baya itu mendongak, dia tersenyum dan mempersilahkan orang itu masuk.
"Lagi sibuk kah?" tanya nya sembari duduk di sofa depan Annisa.
"Lumayan, ada apa mas?" tanya wanita itu.
"Emm, gimana yah" gumam nya bingung namun masih terdengar oleh Annisa.
"Ngomong saja nggak apa-apa, kayak sama siap saja" ujar Annisa.
"Begini Nis, kamu masih marah nggak sama aku?" tanya Aditya, dia Aditya. Orang yang pernah hidup bersama dengan wanita itu.
"Marah, marah kenapa?" tanya nya heran.
"Ma,sa,lah waktu dulu" lirih Aditya.
Annisa terpaku, mengapa pula dia harus mengungkit masa lalu. "Sudah lah, semua sudah berlalu. Kenapa juga kamu mengungkit hal itu" tanya Annisa heran.
"Emm, itu kamu mau nggak kembali sama aku" tanya Aditya sedikit ragu.
Annisa terdiam. Dan detik kemudian dia menghela nafas panjang guna menetralkan hati nya untuk tidak mencaci orang di hadapan nya itu.
"Apa kamu hanya ingin mengatakan hal ini saja?" tanya Annisa. Aditya mengangguk pelan.
Annisa menghembuskan nafas lelah. " Begini ya mas" wanita itu menghela nafas kembali sebelum mengucap kembali.
"kamu ngomong seperti ini, apa sudah di fikirkan matang-matang?" tanya Annisa kemudian.
HOLLA AUTHOR KECE DATANG LAGIπ€.
RINDU NGGAK NIH?ππ.
LIKE COMMENT VOTE SELALU YAH, SUPAYA AKU SEMANGAT.
__ADS_1
TINGGALKAN JEJAK KALIAN DI SETIAP CHAPTER OKEππ.