
HAPPY READING MAN-TEMAN π.
Reyyan begitu bingung dengan sikap istri nya, tidak biasa nya dia bersikap seperti itu. Apa ada yang dia salah ucap? atau karena hormon ibu hamil yang berubah-ubah? ya ampun, dia jadi bingung sendiri.
Dia mengambil ponsel yang ada di dalam saku nya itu dan mencari kontak seseorang dan menelpon nomer tersebut.
"Hallo?" sapa Reyyan. Terdengar jawaban dari seberang sana. Bukan hanya jawaban saja, tapi di sertai dengan kesal dari si penerima telepon.
"Tolongin aku apa Bro! kan istri kamu pernah hamil, aku mau minta saran nih?" ujar Reyyan memelas. Setelah mendapatkan persetujuan untuk mendengarkan, Reyyan pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada sang istri yang tiba-tiba jadi aneh menurut nya.
"Gimana Bro? aku harus gimana nih?" frustasi Reyyan. Setelah menceritakan dan mendapat respon juga jawaban dari pertanyaan yang Reyyan tanyakan, akhirnya Reyyan sedikit lega karena memang itu merupakan hormon ibu hamil yang selalu berubah-ubah.
"Oh, begitu yah? aku diemin saja nih?" tanya nya lagi. "Baik lah, aku sekarang tidur dulu. Thanks ya Bro!" ucap Reyyan.
"Dasar ipar kurang ajar!" seru Reyyan. Sudah tau jika dirinya sedang di landa kegalauan karena sang istri. Malahan di ledek dengan begitu kejam nya.
Reyyan menutup telepon nya dengan begitu kesal. "Untung ipar! kalau nggak sudah habis kamu besok pagi!" gerutu Reyyan.
Dia menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit-langit sebelum dia tertidur dan berkelana di dunia mimpi nya.
π’π’π’π’
Waktu menunjukkan pukul setengah dua pagi, pintu kamar tamu terbuka pelan. Seseorang masuk tanpa permisi dan menatap lekat wajah tenang Reyyan yang tengah terlelap.
Dia menangis tanpa suara. "Jahat banget kamu Mas, aku ngambek bukannya bujukin aku! malah tidur nyenyak banget begitu. Nggak mikirin aku yang nungguin kamu sampai nggak bisa tidur, hiks... " gumam Adel berakhir menangis pelan.
Dia mengusap air mata nya dan ikut berbaring di samping sang suami. Dia pandangi wajah nya sebelum dia menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu. Dia memeluk erat dan menghirup dalam-dalam aroma dari Reyyan sebelum kemudian wanita itu memejamkan mata nya ikut menyusul suaminya ke alam mimpi.
Pagi sebelum subuh, Reyyan terjaga karena nada alarm yang terpasang di ponsel nya. Dia menggeliat namun pergerakan nya tertahan karena sesuatu yang berat. Dia menunduk dan mendapati sang istri yang memeluk nya.
Dia tersenyum simpul dan mengusap sayang punggung dan perut rata istri nya. "Tumbuh sehat yah sayang, Mama kamu nggak bisa jauh sama Papa," ucap Reyyan di akhiri kekehan.
__ADS_1
Mengingat betapa lucu nya sang istri yang ngambek semalam dan di pagi hari dia mendapati nya secara tiba-tiba dan juga tanpa malu dia memeluk nya. Seakan lupa dengan kejadian semalam yang begitu aneh menurut nya.
Karena mendengar suara yang mengganggu tidur lelap nya, Adel terbangun kemudian mengerjap. Reyyan tersenyum manis menyambut. Adel mengerjap lagi dan menyingkirkan tangan nya sendiri yang telah memeluk Reyyan.
Dengan cepat dia memisahkan diri dari Reyyan dan hendak beranjak. Namun, tangan tercekal Reyyan dan di tarik nya.
Adel menjerit kaget. Dia kini telah berada di bawah kungkungan sang suami yang berada di atas nya. Adel membuang muka malu. Reyyan tersenyum. "Mau kemana sayang, hum? malu yah ketahuan nggak bisa jauh dari Mas?" Reyyan menggoda dengan mencuit hidung istri nya.
Adel bersemu merah malu. "Si ,,, siapa yang malu? aku cuma mau ambil minum ke dapur!" sangkal nya.
"Ayo lah sayang, akui saja." Reyyan mendesak. Adel mendorong tubuh Reyyan, namun hal itu malah membuat Reyyan semakin ingin menggoda nya. Dia ciumi wajah sang istri membuat nya ingin tertawa karena geli.
"Hentikan Mas! geli ih!" rajuk Adel tapi tak mendapat respon dari Reyyan, dia masih saja menciumi nya. Adel terkikik. "Oke aku menyerah!" ucap Adel pada akhirnya.
Reyyan menghentikan cumbuan nya dan beranjak dari atas tubuh istrinya di ikuti Adel yang ikut duduk.
Reyyan menatap Adel meminta penjelasan. Yang di tatap hanya menunduk. "Maaf?" ucap Adel. Reyyan mengerutkan alis nya. "Maaf untuk apa?" tanya nya.
Reyyan tersenyum dan menarik Adel ke dalam pelukan nya. "Tidak perlu meminta maaf, hal itu karena hormon mu tak stabil. Tapi pada akhirnya kamu malah menyusul aku ke sini kan, nggak mau jauh-jauh dari aku yah?" ujat Reyyan meledek.
Hal itu membuat Adelia memisahkan diri dari pelukan sang suami. Dia memukul lengan Reyyan dan cemberut. Reyyan menyengir polos menyebalkan.
Dia rengkuh kembali tubuh mungil istri nya itu. "Aku sayang sama kamu sayang, dan juga bayi kita. Jika ada apa-apa, katakan saja jangan di pendam. Aku ngga akan tau jika tidak di bicarakan, oke?" ujar Reyyan. Adel mengangguk paham.
"Oh iya Dek, kita nggak melanjutkan nya lagi nih? nanggung nih, mumpung belum subuh," Reyyan mulai menggoda lagi. "Mas Reyyan!" seru Adel sembari memukul lengan nya, Reyyan tertawa terbahak.
π’π’π’π’
Pagi ini, jadwal kontrol untuk kedua bayi mungil jagoan Asyifa dan juga Malik. Wanita itu sudah mendandani kedua putra nya itu dengan begitu tampan. "Wah! jagoan-jagoan Bunda sudah tampan semua!" seru Asyifa semangat. Kedua bayi mungil itu tersenyum mendengar ocehan Asyifa yang mungkin menurut mereka begitu lucu.
"Sekarang kita ke hospital yah, kita imunisasi supaya kalian bisa selalu sehat. Oke!" Asyifa memberi tau.
__ADS_1
"Mereka mana ngerti Yang," saut Malik yang baru saja keluar dari kamar mandi sembari mengerikan rambut nya dengan handuk.
"Tau lah mereka. Jagoan-jagoan Bunda kan pinter-pinter yah Nak," ucap Syifa kembali.
Malik terkekeh dan mendekati mereka bertiga. "Iya memang mereka itu pinter, cerdas malahan. Kan ngikut gen dari Ayah Nak!"ucap Malik kepada kedua putra nya.
"Enak saja! mereka ikut aku pinter nya yah. Kamu cuma nyumbang gender sama wajah saja!" protes Asyifa tak mau kalah.
"Ceh! mana ada, mereka mirip aku yah Yang." elak Malik, begitu terus mereka berdebat tak mau ada yang mengalah. Hingga tawa kedua bocah itu menghentikan perdebatan yang tak berfaedah kedua orang tua nya.
Mereka secara bersamaan menoleh. Dan detik kemudian mereka tersenyum teduh. "Oke, putra-putra kita mirip kita berdua," ujar Malik pada akhirnya. Hal itu mengundang kekehan pada Asyifa.
"Oh iya Yang, gimana kalau kita rencanakan buat yang perempuan." Malik menyarankan. Asyifa melotot kan matanya tak percaya. "Ya Allah Mas! aku saja masih dalam masa nifas! kamu sudah memikirkan hal itu?!" seru Asyifa.
Malik menyengir polos. "Kan baru rencana Yang," ujar nya. Asyifa memanyunkan bibirnya. "Tau ah!" rajuk Syifa.
"Sudah ayo keburu siang!" kesal Asyifa. Malik terkekeh. "Siap Nyonya!" sigap nya.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE ππ.
BONUS VISUAL BABY TWIN DOUBLE 'S' π.
INI HANYA VISUAL SAJA, NANTI JIKA SUDAH BESAR, AUTHOR KECE KASIH YANG LEBIH TAMPANπ.
IMUT BANGET NGGAK SIH, MEREKA πππ.
(.)SALIM KENZO AL-FARODZI
(.)SALMAN KENAN AL-FARIDZI
__ADS_1