
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
Di pertengahan malam, ada yang mengetuk pintu kamar Malik, Malik yang sedari tadi tidak tidur pun membukakan pintu.
Terlihat Bunda Annisa berdiri di depan pintu.
"Bunda, apa ada yang perlu aku bantu Bun?" tanya Malik.
Anisa tersenyum dan mengusap lengan menantunya itu. "Menunggu Asyifa kan?" tanya Annisa.
"Kok Bunda tahu,,,, eh' "seru Malik menutup mulut nya refleks keceplosan.
Annisa terkekeh. "Nggak usah malu, Bunda tahu kok. Asyifa sekarang tidur di kamar Bunda kamu mau menyusul?" tanya Annisa.
"Emangnya boleh Bun, aku takut kalau dia marah" tanya Malik ragu-ragu.
"Tenang saja dia tidak akan menggigit kok" canda Annisa terkekeh melihat wajah menantunya itu bersemu.
"Ya sudah kamu ke kamar Bunda gih, biar Bunda pindah ke sini" perintah Annisa.
Malik mengangguk dan melangkah keluar menuju kamar Bundanya yang berjarak dua kamar dari kamar yang ditempatinya.
Sebelum Malik masuk dia menengok ke samping, dia tersenyum canggung kepada Bundanya itu. Annisa tersenyum dan mengangguk, setelah itu Malik masuk ke dalam.
Malik melihat istrinya itu tidur dengan nyaman di balik selimut, dia mendekati dan berbaring di samping nya. Dia memiringkan tubuhnya dengan lengan menjadi tumpuan kepala.
Malik memandangi wajah cantik istrinya itu dan menyelipkan anak rambut ke belakang telinga Asyifa yang tak terbalut hijab.
"Apa kamu masih tidak percaya dengan aku Syi?" lirih Malik.
Asyifa merasa terganggu dengan pergerakan tangan Malik. Dia melenguh dan memeluk Malik secara tiba-tiba membuat pemuda itu sedikit tersentak.
Malik membulat kan matanya dengan sempurna karena tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi. "Aku sayang sama Bunda" gumam Syifa.
Malik mengerjapkan matanya beberapa kali lalu tersenyum sembari membalas pelukan sang istri. "Manis banget sih" gumam Malik.
💢💢💢💢
Alarm di ponsel Syifa berbunyi, membuat Asyifa me ngulet karena terganggu.
"Bun matiin alarmnya aku masih ngantuk" gumam Asyifa tanpa membuka matanya.
Tidak ada yang menyahut ataupun matikan alarmnya membuat Asyifa sedikit kesal, dia mengerjakan matanya.
Netranya menyesuaikan cahaya yang masuk dari celah gorden membuat Asyifa menyipitkan matanya. Tangannya meraba ponsel yang ada di atas nakas namun pergerakannya terhenti saat tidak sampai karena ada beban yang menindih sebagian tubuhnya.
"Bun lepasin dong aku mengambil ponsel nih" ucap Syifa belum tersadar.
__ADS_1
"hm,," lenguhan Malik membuat gadis itu terpaku untuk beberapa saat dan dengan cepat dia menengok sebelahnya.
Matanya membulat sempurna melihat Malik, sang suami yang ternyata tidur disampingnya. Dengan pelan dia mengangkat tangan yang melingkar di perutnya,
namun saat sudah terlepas dan akan berdiri, tangan Asyifa ditarik yang membuat dia terjatuh kembali.
Jatuhnya dia bukanlah ke samping Malik namun ke di atas tubuh Malik. Asyifa terpekik.
Malik membuka matanya dan menatap wajah istrinya itu dengan tersenyum polos. Asyifa melototkan matanya.
"Morning sayang" sapa Malik dengan senyuman yang mengembang.
"Lepas!" kesal Asyifa.
"Nggak mau"
"Lepas Malik!, aku sudah telat sholat subuh nih" kesal Asyifa sembari memukul dada bidang suaminya itu.
Seketika Malik tersadar dan melepaskan pelukannya, Asyifa bangkit dari atas tubuh Malik dan diikuti Malik.
Asyifa pergi ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci muka dan mengambil wudhu.
Setelah Asyifa keluar Malik hendak masuk namun sebelum masuk dia berpesan untuk menunggunya, dia akan menjadi imam Asyifa.
Asyifa membentangkan sajadah untuk dirinya dan juga sang suami, dia menunggu dan beberapa saat kemudian Malik keluar.
Setelah melaksanakan ibadah mereka, Malik menyodorkan tangannya untuk disalami oleh Asyifa, Asyifa sedikit kaget dengan ragu dia mengambil tangan sang suami untuk dia cium.
Malik tersenyum bahagia, dia mengusap puncak kepala Asyifa dengan sayang.
"Ya Allah, terima kasih engkau telah menjadikan Asyifa sebagai makmumku, terima kasih atas segala doa' yang engkau kabulkan, hidupku merasa lebih sempurna di saat dia berada di sampingku. Berkahi pernikahan ini, jadikanlah aku sebagai imam yang dapat menuntunnya di jalan mu, Aamiin" doa Malik di dalam hati.
"Ya Allah, orang yang aku salami ini adalah suamiku, bantu aku untuk menerima kehadirannya dan menjadikan dia imam dalam hidupku yang dapat menyempurnakan ibadahku dan menuntun ku di jalanmu" doa' Asyifa dalam hati.
💢💢💢💢
Seluruh keluarga Asyifa sudah menunggu kedua pengantin baru itu di Restoran yang terdapat di hotel tersebut.
Malik dan juga Asyifa keluar dari kamar mereka guna mendatangi keluarganya untuk sarapan bersama.
"Mereka lama banget sih keburu laper nih" gerutu Amier.
"Sabar dong sayang" saut Annisa kepada putranya.
Tak lama kemudian, yang ditunggu terlihat berjalan menuju mereka.
"Ehem,,, pengantin baru lama banget turunnya" sindir Reyyan.
__ADS_1
Malik tersenyum canggung, Asyifa yang akan duduk disebelah Bundanya harus memutari meja, tak lupa tangannya meraup wajah Reyyan.
"Berisik" kesal Asyifa sembari duduk.
"Ck,,,,galak banget istri kamu bro, mudah-mudahan kuat deh kamu" ledek Ryan lagi.
"Tenang saja bro aku pawangnya" ucap Malik dengan sedikit bercanda, namun mendapatkan tatapan tajam dari sang istri.
Malik meringis ngeri, Reyyan tergelak kencang diikuti oleh yang lainnya, Rafa yang masih kecil menatap polos mereka entah apa yang orang dewasa itu bicarakan membuat dia menggaruk kepalanya.
"Kalian lagi ngomongin apa sih?" tanyanya polos.
Seketika mereka menghentikan tawanya dan menetap bocah kecil itu, detik kemudian mereka tergelak lebih kencang lagi membuat orang disekitar mereka menatap aneh pada keluarga besar itu. Asyifa ikut tertawa namun pelan melihat kepolosan Rafa.
"Kamu lucu banget sih nak" saut Annisa menatap Rafa yang memanyunkan bibirnya.
"Tenang saja Nis, nanti juga kamu dapat yang begini" saut Vita sembari melirik Asyifa yang yang terlihat tidak tertarik dengan arah pembicaraan mereka, dia hanya dengan tenang memakan sarapannya saja.
Semua mata tertuju pada Asyifa tak terkecuali Malik suaminya. Asyifa yang sedari tadi menunduk dan fokus dengan makanannya tidak mendengar pembicaraan mereka pun mendongak dan menatap setiap wajah wajah keluarganya, Asyifa mengernyit bingung mengapa dia ditatap seperti orang yang telah mencuri sesuatu.
"Ada apaan sih?" tanyanya polos.
Mereka yang menetap kepolosan wajah Asyifa terkekeh geli, Asyifa yang tidak tahu pun tak ambil pusing dan melanjutkan suapan nya. Malik merangkul pundak istrinya itu namun mendapatkan sikutan di perutnya.
Mereka pun melanjutkan sarapan mereka yang tertunda karena percakapan yang tak berfaedah namun dapat mencairkan suasana.
💢💢💢💢
Setelah sarapan mereka bersiap-siap untuk pulang ke kediaman mereka masing-masing.
Asyifa masuk ke dalam kamar nya untuk mengemasi barang-barangnya dan diikuti Malik.
Asyifa sibuk mengemasi barangnya Maliq hanya duduk di sofa dan melihat setiap gerak-gerik Asyifa lagi-lagi dia tersenyum Asyifa yang merasa ada yang menatapnya dia menengok dan benar saja dia sedang diawasi oleh suaminya.
"Kenapa lihat-lihat?" tanya nya.
Malik menggelengkan kepala. "Tidak ada apa-apa hanya tidak percaya saja aku sudah menikah dengan kamu dan sekarang kamu menjadi istriku" jawabnya.
Oh iya, setelah ini aku akan mengajak kamu ke suatu tempat" ujar Malik.
"Kemana?" tanya Asyifa.
"Ikut saja dulu nanti kamu akan tahu" jawab Malik.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.
VOTENYA KENCENGIN YA, TERIMA KASIH 😁.
__ADS_1