Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
78.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


Nazira sedari tadi terdiam dan menunduk. Suasana menjadi senyap saat Chacha sudah tertidur pulas. Atmosfer kecanggungan mulai menengahi mereka.


Hari ini Bima mengajak Chacha untuk jalan-jalan ke taman hiburan, dan karena kelelahan, bocah itu pun akhirnya tertidur. Tinggal lah sepasang orang dewasa yang terjebak dalam kecanggungan itu.


Ingin sekali Nazira mengatakan sesuatu, namun karena kegugupan nya membuat dia jadi bisu seketika. Lima bulan terakhir mengenal Bima, kini Nazira merasakan sesuatu yang tidak tau dia harus merespon bagaimana.


Nazira yang mencuri pandang tertangkap dari sudut mata Bima. Bima tersenyum simpul. "Ada apa sih? kalau mau bicara, bicara saja?" ucapan Bima menimbulkan kegugupan pada Nazira.


Dia jadi salah tingkah akan menjawab apa. "Bima, aku mau memberikan jawaban aku tentang pertanyaan kamu waktu itu," kata-kata Nazira akhirnya lolos. Setelah melihat bagaimana interaksi dari Chacha dan Bima, dan juga sebaliknya.


Dia akhirnya dapat memutuskan dan membuat dirinya untuk mulai menerima Bima sebagai Ayah sambung untuk Chacha. Bima sebenarnya menunggu jawaban Nazira dengan tidak sabar, namun karena sedang menyetir dan harus fokus pada jalanan di depan nya, dia menahan diri untuk tidak bertindak lebih.


Cukup mendengarkan kata-kata apa yang akan di katakan oleh Nazira selanjutnya.


Nazira menarik nafas dan memejamkan mata nya sebelum mengatakan kata selanjutnya. "Aku menerima pinangan kamu." Nazira mengucapkan nya begitu lirih, namun karena suasana hening yang tercipta, membuat Bima mendengar apa yang di katakan Nazira yang sekarang menjadi gadis nya.


Bima terkejut hingga dia mengerem mendadak membuat tubuh Nazira maju ke depan. Nazira langsung menoleh ke belakang mengecek Chacha yang tertidur kemudian dia menoleh ke Bima dengan tatapan tajam. "Maafkan aku Naz, aku nggak sengaja! aku kaget mendengar yang barusan kamu katakan itu!" sesal Bima meringis ngeri.


Nazira mengangkat telunjuk nya menunjuk Bima kesal. "Kalau kamu melakukan hal itu lagi dan membahayakan keselamatan kamu dan juga orang lain, maka kamu akan berakhir di penjara!" kesal Naz.


Bima bukan nya takut malah cekikikan dan menggenggam telunjuk Nazira kemudian mencium nya. "Nggak apa-apa, asal dekat dengan kamu. Kenapa nggak di penjara hati kamu saja?" goda Bima mengerlingkan mata nya.


Perbuatan Bima membuat Nazira gugup. Dia segera menarik tangan nya dan menghadap ke depan memutuskan pandangan nya. Bima tersenyum puas bisa membuat Nazira tersipu malu. Pasal nya, hal itu belum pernah dia lihat sebelumnya.


"Jadi, status kita berubah mulai sekarang?" tanya Bima dengan nada menggoda.


Nazira menunduk dan memejamkan mata nya, dia menggenggam erat tangan nya. Dia mengangguk pelan. Setelah mengatakan itu, Nazira tidak mendengar jawaban ataupun suara dari pemuda itu.

__ADS_1


Gadis itu mendongak dan kaget seketika saat Bima berada tepat di depan wajah nya. Sangatlah dekat hanya ada beberapa senti saja, dan jika Bima lebih dekat lagi bibir mereka akan bersatu. Hal itu membuat nya menahan nafas karena gugup. Dia memundurkan tubuhnya kebelakang dengan cepat dan mendorong Bima menjauh dengan satu tangan nya.


Nazira membuang wajah nya malu. Bima tersenyum polos seperti tidak bersalah telah membuat Nazira menjadi salah tingkah. "Persiapan dirimu, akhir pekan ini aku akan membawa kedua orang tua ku untuk menemuimu," sejurus kemudian Bima kembali membenarkan duduk nya.


Setelah melihat Bima menjauh, gadis itu bernafas lega. Dia menoleh dan pandangan mereka saling bertemu. Nazira berdehem guna menetralkan suara nya. "Apa tidak terlalu cepat? kita bisa mengenal lebih dulu sebelum melanjutkan hal yang serius."


"Aku memang tidak pernah main-main dengan perasaan apa lagi tentang hal cinta. Aku tidak ingin terlalu lama, dan aku ingin kita mengenal lebih setelah menikah. Aku takut khilaf jika berdekatan dengan kamu." Bima mengucapkan kata-kata itu dengan lembut. Nazira tersenyum lega.


Dia merasa tidak salah dengan menerima pinangan dari seorang pemuda seperti Bima.


"Oke!" jawab Nazira pada akhirnya. "Tapi, apa boleh kita ke makam dahulu sebelum kamu dan kedua orang tua mu menemui ku?" tanya Nazira kemudian.


Bima tersenyum. "Tentu! itu yang juga akan aku lakukan".


💢💢💢💢


Jika di tanya kenapa? selalu jawab tidak apa-apa. Reyyan jadi bingung sendiri.


"Kamu kenapa sih Dek?, Mas jadi susah ngerti nya nih?!" ujar Reyyan frustasi.


"Nggak apa-apa Mas," jawabnya. "Tuh kan, pasti ada apa-apa nya nih, ayo dong ngomong?" tanya Reyyan lagi.


"Aku pengin asinan Bogor Mas, Mas mau beliin lagi nggak?" pinta Adel dan tak lupa dengan puppy eyes-nya.


"Lagi? nanti kamu sakit perut sayang? dan juga ini sudah malam Dek." Reyyan menggelengkan kepalanya tak percaya.


Pasal nya, sudah dua porsi asinan Bogor yang di lahap sang istri saat perjalanan pulang.


"Besok lagi saja yah?" mohon Reyyan. Senyuman Adel pudar dan menunduk. Dia membalikkan badannya memunggungi sang suami kemudian dia melangkah ke dalam kamar.

__ADS_1


Reyyan jadi kelabakan melihat sang istri yang seperti nya ngambek. "Dek? Adek marah sama Mas yah, maafin Mas yah, Mas sayang sama Adek. Mas nggak mau kalau nanti nya Adek sakit perut sayang?" bujuk Reyyan.


Masih belum ada respon dari wanita berbadan dua itu. Reyyan mendekati nya yang duduk di pinggiran ranjang. "Maafkan Mas yah, bukan berarti Mas melarang, tapi kamu itu ada riwayat sakit mag akut sayang, jadi besok saja yah?" bujuk nya.


Meski seperti nya Adel enggan, namun pada akhirnya dia menyetujui juga. "Kita tidur sekarang?" nya nya. Adel mengangguk dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Setelah membersihkan diri, dia keluar. Reyyan yang mendengar suara pintu terbuka pun menoleh. Dia tersenyum dan memiringkan tubuhnya. Calon Ayah itu merentangkan satu tangannya dengan tangan lain sebagai bantalan.


Adelia ikut naik ke atas tempat tidur dan merapatkan diri nya pada tubuh sang suami. Reyyan memeluk dan mengusap punggung Adel dengan sayang.


"Kami kenapa sih? nggak biasanya kamu kayak gini sayang?" tanya Reyyan sembari mencium puncak kepala sang istri terus menerus.


"Aku juga nggak tau Mas, aku nggak tau harus apa yang sikap nya suka begitu, aku nggak ngerti hiks,,," setetes air mata lolos dari pelupuk mata Adel. Reyyan mengernyit bingung.


Dia menunduk dan sedikit menjauhkan tubuhnya untuk menjangkau pandangan sang istri. "Kamu kenapa sih Dek?" khawatir Reyyan. Bukan nya menjawab, tapi malah semakin kencang Adel menangis.


"Loh, kok? sayang, tolong jangan menangis yah? kamu mau apa deh mau asinan lagi, aku carikan." Reyyan menyerah dan menawarkan hal yang dia larang sebelumnya.


Adel menggeleng kan kepala nya. "Mas Reyyan tidur di luar sekarang!" seru Adel. Reyyan tercengang mendengar seruan Adel.


Adel turun dari ranjang dan menarik Reyyan yang masih terkejut itu. Reyyan menurut saja sang istri membawa nya keluar. Di saat pintu tertutup dengan keras, Reyyan tersadar dari lamunannya.


"Loh, kok aku di luar?" tanya nya pada dirinya sendiri. Dia mengetuk pintu dan memanggil sang istri. Tapi tak kunjung di buka juga, pada akhirnya dia menyerah dan tidur di kamar tamu.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


MINTA VOTE NYA MAN-TEMAN BUAT (MIAD) MASA YA URUTAN 400 LEBIH HADEH... SEDIH SAYA😥.


MUNGKIN UP AGAK TERLAMBAT KARENA MENDEKATI HARI LEBARAN, MAKA AUTHOR BAKALAN SIBUK DI RL JADI TETAP SELALU DUKUNG AUTHOR KECE MESKI LAMBAT UP YAH THANK YOU 😁.

__ADS_1


__ADS_2