Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
31.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN.


Liburan semester kali ini, mereka habiskan untuk menginap di villa keluarga, dengan mengajak seluruh keluarga Al-Husein. Bukan hanya mereka saja , tapi ada juga keluarga dari Vita, Aditya dan tak tertinggal Malik dan Danish, Yasmin?, dia ikut juga, Bian mau ikut bila sang Mama juga ikut, Amier akan merengek bila saja Bian tidak ikut. Dan pada akhirnya, mereka mengajak nya juga.


Meski Yasmin begitu canggung, namun dia mencoba bersikap ramah. Vita sebenarnya tidak menyetujui bila Yasmin ikut serta, tapi melihat dampak dari Amier yang bersedih membuat dia menyerah dengan argumen nya.


Bisa di bayangkan keseruan dan juga kegaduhan rombongan itu bukan.


Orang-orang mungkin akan menganggap aneh, tapi juga salut karena mereka begitu harmonis. Hampir 3 jam perjalanan dengan lima mobil membuat mereka seperti rombongan iring-iringan pengantin saja.


"Akhirnya sampai juga" seru Danish sembari meregangkan otot nya.


"Ada danau nya juga dekat sini kata Reyyan" ujar Malik.


"Seriusan?" seru Danish senang, Malik mengangguk.


"Wah asik dong, bisa ngambil spot foto yang bagus nih" semangat Danish lagi.


"Nanti aja, kita kesana. Sekarang kita beberes dulu aja" ujar Malik, Danish mengiyakan dan berlalu mengambil barang bawaan nya.


Setelah semua barang selesai di bereskan, mereka melanjutkan aktivitas mereka. Seperti para cucu-cucu yang langsung berenang, para ibu yang menyiapkan makan siang, Oma,Opa dan juga Nenek yang duduk di taman belakang sembari menikmati udara segar dan indah nya pemandangan perkebunan teh yang terhampar luas.


Jangan lewatkan para anak muda yang sudah bersiap untuk pergi ke danau.


"Bun. aku ikut ke danau dulu ya" pamit Asyifa.


"Hati-hati ya" pesan Annisa. Asyifa mengangguki dan mencium pipi sang Bunda sebelum pergi.


"Bye Bun, Tante, dan semuanya" pamit Asyifa.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Para anak muda sudah sampai di danau buatan. Mereka terdiri dari Reyyan, Asyifa, Malik, Danish, dan tak ketinggalan Revan.


Karena danau itu dekat, maka mereka hanya berjalan kaki saja.


"Widih,,,, gila! cakep banget pemandangan nya!" seru Danish kegirangan.


Dia langsung mengarahkan kamera nya dan mencari spot foto yang bagus. Dia memusatkan nya pada Asyifa.


"Sexy!" panggil Danish, Asyifa seakan refleks menoleh karena suara Danish yang biasa memanggilnya dengan sebutan itu.

__ADS_1


Satu potret Asyifa yang sedang menoleh memang terlihat sangat cantik. Di bantu dengan hembusan angin yang menerpa wajah dan juga hijab pashmina yang melambai karena terpaan angin.


"Waaoooww, cantik nya!" seru Danish.


Meski Asyifa tidak tersenyum, tapi tidak mengurangi kecantikan dari dirinya.


Satu kata untuk nya, sempurna.


"Keren Syi, cocok nih, kalau jadi model aku mau gak?, buat cover majalah baruku?" ujar Danish.


"Enggak!" jawab nya singkat.


"Ayolah Syi, ayolah, aku belum nemu yang pas buat majalah aku nih, mau ya,ya,ya" mohon Danish dengan mengatupkan kedua tangan nya.


"Enggak!" jawab nya lagi sembari memutar badan nya dan berjalan lagi.


Danish memberi kode pada Reyyan dan yang lainnya.


"Udah lah, jangan di paksa begitu, percuma aja" saut Malik yang berdiri tak jauh dari Syifa.


"Iya tuh, gak usah di paksa. Lagian ilang job sekali aja gak apa-apa lah" saut Reyyan, Asyifa membalikan badannya dan menatap ke-empat pemuda itu secara bergantian. Danish memelaskan wajah membuat Asyifa jadi tak tega.


Revan akan meledakkan tawa nya bila saja Reyyan tidak merangkul pundak nya memberi peringatan.


Reyyan, Malik, dan juga Revan tertawa melihat ekspresi Asyifa yang terpaksa.


"Kalian ngerjain aku ya!" seru Asyifa dengan kesal.


"Hahaha...Kamu memang baik banget ya Syi, kita bilang gitu aja langsung mau" seru Danish.


"Aku tarik kata-kata aku deh kalo gitu" geram Syifa.


"Eits, gak bisa gitu dong, masa main tarik aja" protes Danish. Asyifa membuang muka kesal.


"Ayo lah Syi, cuma foto doang kok" bujuk Reyyan.


"Ini tuh gara-gara kamu!" seru Asyifa. Reyyan dan yang lain nya dengan sigap berlari karena Syifa mengejar mereka.


Mereka saling kejar seperti anak kecil. Tapi hal itu membuat Syifa tertawa lepas. Dia begitu lepas tertawa seperti tak ada beban sama sekali.


Hal itu di abadikan oleh kamera Danish, yang banyak mengambil berbagai macam ekspresi. Danish tersenyum melihat mereka yang begitu bahagia.

__ADS_1


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Setelah mereka puas bermain dan juga berfoto, akhirnya mereka pun pulang.


Di Villa semua nya sudah berkumpul di ruang keluarga.


"Widih,, udah kayak hajatan aja nih" seru Reyyan yang baru masuk ke dalam di ikuti yang lainnya.


Mereka terlibat sedikit perbincangan sebelum mereka berlalu ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri.


Setelah mereka turun, mereka ikut bergabung dengan keluarga mereka untuk makan malam.


Makan malam mereka penuh dengan kehangatan.


Yasmin duduk di pinggir kolam renang dengan menyelupkan kaki nya ke dalam air kolam. Dia tersenyum melihat putra nya di kelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayangi nya. Dia bertekad untuk menebus ketidakhadiran nya di saat dia berada di dalam bui.


Dia sangat bersyukur telah di maafkan oleh Annisa dan di berikan kesempatan untuk menembus kesalahan nya dengan selalu ada untuk Bian, putranya.


"Kenapa gak gabung sama mereka?" tanya Aditya yang duduk di samping Yasmin membuat dia menoleh dan menorehkan senyuman.


"Aku malu mas, aku seperti gak pantes gabung sama mereka" ujar nya sembari menatap lurus mengawasi sang putra.


Aditya tersenyum miris. "Aku juga salah dalam hal ini, aku juga ikut andil menyakiti orang sebaik Annisa" ujar nya.


"Yang lalu biarlah berlalu, sekarang fokus kita hanya memperbaiki semua kesalahan kita dan juga memberikan kasih sayang yang banyak untuk anak kita" lanjut Aditya. dia menoleh dan tersenyum pada Yasmin yang melakukan hal sama dengan nya.


Yasmin mengangguk mengiyakan. Cukup untuk putra nya menderita selama sepuluh tahun terakhir karena kurang nya kasih sayang yang lengkap. Yasmin menghembuskan nafas lelah dan menatap lurus ke depan kembali.


Dia mengernyit karena tidak melihat putranya. Yasmin mengedarkan pandangannya namun tak juga menemukan nya.


Detik selanjutnya, Bian datang dari belakang dan memeluk leher kedua nya dengan erat.


Mereka terkejut namun tertawa setelah nya.


Danish memusatkan kamera nya pada keluarga kecil itu yang terlihat sangat bahagia. Danish tersenyum, ikut nya dia bersama mereka membuat dia mendapatkan foto yang sangat bagus.


"Bian sayang kalian berdua" ucap Bian dengan antusias dan mencium pipi kedua orang tua nya.


Meskipun ada rasa canggung yang masih menyelip di antara nya, namun Aditya dan Yasmin tetap tersenyum bahagia.


YYUUHHUUU AUTHOR KECE BALIK LAGIπŸ˜‚.

__ADS_1


VOTE NYA BUAT HARI SENIN AJA BIAR BANYAK MASUK 10 BESAR AAMIIN.πŸ˜‚


__ADS_2