
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
Tik ... Tik ... Tik ...
Suara alat pendeteksi detak jantung memenuhi ruangan itu dan membunuh keheningan ruangan. Reyyan terus saja mengusap tangan sang istri.
"Kamu nggak mau bangun sayang? kamu nggak kangen putri kita kah?" monolog Reyyan.
Iya, putri. Reyyan dan juga Adelia kini punya seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan.
"Kau tau sayang, saat aku dengar bayi kita meninggal itu membuat jantung aku tak berdetak seketika?" Reyyan meneteskan air mata nya namun dia juga tersenyum.
Dia jadi teringat dengan ucapan dokter siang lalu, dia merasa seperti suami yang tidak berguna. Sampai-sampai tidak mengetahui apa yang sebenarnya apa yang terjadi.
🕳️🕳️🕳️🕳️
"Semua akan baik-baik saja sayang, semua akan baik-baik saja." Salsa mencoba menenangkan. Kata-kata itu begitu menyesakkan dada.
Apa nya yang akan baik-baik saja? meskipun demikian dia sedikit rasa lega karena Mommy -nya begitu peduli dengan keadaan nya meski tak dapat membantu apapun.
"Tapi ,,, " kata dari dokter mengalihkan perhatian Reyyan.
"Tapi apa?" tanya lemas Reyyan. "Apakah sebelum nya tidak pernah melakukan USG? karena bayi yang di kandung Ibu Adelia itu kembar laki-laki dan perempuan. Dan yang laki-laki yang tidak bisa kami selamatkan Pak." Reyyan membulatkan matanya kaget.
Dia segera bangkit dari duduknya dan menghampiri dokter itu. "Apa maksudnya itu? aku punya anak dua, kembar?" tanya Reyyan tak sabar.
"Tenang dulu Pak," ucap dokter.
Daddy Reyyan menenangkan sang putra dan melepaskan tangannya pada cengkraman nya di lengan sang dokter.
"Lebih baik kita bicarakan di ruangan saya." Reyyan mengikuti dokter itu yang berjalan lebih dulu.
Setelah sampai di ruangan dokter, Reyyan di persilahkan duduk. "Jadi pernah tidak Bapak dan Ibu melakukan USG?" tanya dokter sekali lagi.
"Sudah dok, di bulan ke tiga kehamilan istri saya, tapi saya tidak mengetahui jika anak kami itu kembar." Reyyan menjelaskan.
"Tapi memang setelah USG itu saya tidak lagi megantar nya untuk memeriksa kandungan nya karena dia selalu menolak jika saya ingin mengantar nya," jelas nya lagi.
__ADS_1
"Ada kemungkinan sewaktu melakukan USG, kandungan nya tidak terlihat dan dari apa yang Bapak ceritakan tadi, mungkin istri Bapak ingin memberikan kejutan untuk Bapak. Namun jika kejadian nya seperti ini, maaf Pak, dan kami turut berdukacita ya Pak," ujar dokter itu.
Reyyan terdiam sejenak. Banyak hal yang dia pikirkan di otak nya, bagaimana istri nya itu begitu tega tidak memberi tau nya hal penting semacam ini.
Reyyan menghembuskan nafas lelah. "Ya sudah dok, terimakasih. Saya permisi dulu." Reyyan beranjak dari duduknya dan melangkah keluar.
Di depan pintu, kedua orang tua nya dan juga kedua mertuanya itu sudah menunggu. Bima lebih dulu pergi karena ada meeting dengan client-nya.
Reyyan menatap pilu wajah mertua nya itu. "Mah, apa Mama tau jika Adel mengandung anak kembar?" tanya Reyyan lembut.
Mama Adel terdiam. Bingung harus menjawab apa. Setelah beberapa saat di terdiam, wanita paruh baya itu kembali menangis. "Nak, maafkan Mama yah. Mama nggak bermaksud ingin merahasiakan hal ini. Tapi, Adel meminta Mama untuk tidak menceritakan tentang kehamilan nya. Dia bilang ingin memberikan kejutan untuk kamu." Mama begitu menyesalkan dengan apa yang terjadi.
"Dia bilang ingin memberikan kejutan di hari jadi pernikahan kalian. Karena prakiraan kelahiran anak kalian mendekati hari itu. Maafkan Mama nak, Mama menyesalkan semua ini." Mama terisak.
Reyyan memejamkan mata nya dengan erat. Menahan emosi yang ingin sekali meledak. Emosi bukan pada Mama mertuanya ataupun pada sang istri. Tapi marah akan dirinya yang merasa tidak berguna.
Salsa juga ikut merasa sesak. Karena tidak kedapatan untuk ikut memeriksakan kandungan Adel.
Setelah pembicaraan panjang mereka, pada akhirnya Reyyan bisa menerima kenyataan bahwa putra nya kini harus kembali lagi pada sang pencipta. Dia masih bersyukur karena masih di beri kesempatan untuk menjadi orang tua meski dengan satu putri.
Karena yang mereka tau, Adel mengandung anak perempuan. Dan selebihnya mereka tidak tau karena Adel tidak pernah menyinggung tentang anak kembar nya.
Setelah pemakaman selesai meski di iringi suasana kesedihan di kediaman keluarga Al-Husein. Tapi mereka masih bersyukur karena Adelia bersama putri nya masih bisa di selamatkan. Terjatuh nya Adelia sangat fatal. Dan selamat nya Adelia bersama putri nya itu, sudah cukup untuk mereka.
Biarkan putra mereka menjadi tabungan kelak.
🕳️🕳️🕳️🕳️
Sudah jam dua pagi Adel belum juga membuka mata nya. Reyyan ikut tertidur karena kelelahan.
Hingga pagi menjelang subuh, mata itu tidak kunjung terbuka. Kini Reyyan tengah melakukan sholat subuh. Dan setelah melaksanakan tugas sebagai seorang muslim, dia duduk bersila dekat ranjang pesakitan Adelia.
Dia membuka aplikasi Qur'an di ponsel nya dan mulai membaca nya, dengan suara yang merdu memecahkan keheningan di subuh hari.
Adelia mengerjap beberapa kali karena mendengar suara yang dia kenal dan juga suara yang dia rindukan. Dia meneteskan air mata nya melihat sang suami ternyata sedang mengaji. Dia usap perutnya namun dia tidak merasakan apa-apa. Dia teringat apa yang terjadi sebelum ini.
Dia menangis sesenggukan. Reyyan seketika menghentikan mengaji nya dan menoleh. Dia menghampiri dengan wajah yang berseri.
__ADS_1
"Kamu sudah sadar sayang?" tanya Reyyan begitu bahagia.
"Anak kita Mas?" tanya Adel di sela-sela tangis nya.
Reyyan menghentikan senyum nya dan duduk di samping istri nya. Dia memeluk erat mencoba menenangkan. "Sabar yah, semua akan baik-baik saja," kata itu yang terlontar. Dia harus bagaimana menjelaskan. Dan apa yang di lakukan sang istri juga salah.
Namun dari pada menyalahkan dan membuat mental nya terguncang karena merasa bersalah, mungkin hanya dengan seperti ini dia bisa sedikit lebih tenang. Karena besar kemungkinan berita yang akan dia sampaikan akan menambah kesedihan nya.
Reyyan mengurai pelukan nya dan mengusap lembut pipi sang istri. "Anak kita selamat sayang," kata itu sukses memberhentikan tangis Adelia.
"Benarkah?" tanya nya. Reyyan hanya tersenyum dan mengangguk.
"Boleh aku ketemu sama dia Mas?" tanya nya lagi. "Boleh, tentu boleh, dan kamu juga boleh menggendong dan menyusuinya seperti yang kamu inginkan.
"Benarkah?!" seru bahagia Adel. Reyyan lagi-lagi tersenyum.
"Berarti aku punya dua anak dong Mas?!" bahagia Adel. Reyyan mengerutkan keningnya bingung. "Dua anak?" tanya Reyyan.
Pertanyaan Reyyan menghentikan senyuman Adel. "Maafin aku karena tidak jujur sama kamu Mas, sebenarnya kita punya dua anak." Adelia tersenyum.
"Yang lahir dari perut kamu hanya satu Del," ucap lembut Reyyan. Namun ada nada bergetar di suara nya itu. Menahan sesak menerima kenyataan yang ada.
BONUS VISUAL DARI AMIER, ALIA, DAN JUGA ADIBA✌️.
HOHO, AMIER SUDAH MIRIP SAMA AYAH BELUM 😆✌️😉.
.)AMIER YUSUF AL-HUSEIN
.)ADIBA AFSHIN KHUMAIRA
.)ALIA HAZIMAH KHANZA
__ADS_1