Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
50.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊 😊.


Malik memasuki cafe nya dengan wajah yang begitu senang. Teman-temannya yang sudah menunggu dia begitu lama pun heran dengan tingkah sang teman yang menurut mereka aneh.


"Kamu masih sehat kan bro?" tanya Reyyan setelah Malik duduk di antara mereka.


Bukannya menjawab, dia malah tersenyum begitu lebar. "Nggak waras bro" saut Danish.


Bima yang saat itu sedang meminum coffee latte nya itu hampir tersedak. "Dia emang nggak pernah waras kali" saut Bima.


Orang yang dulunya bersaing dengan Malik kini menjadi salah satu teman terpenting Malik.


"Ck....Kalian mah nggak paham betapa bahagia nya aku saat ini" jawab Malik.


"Iya deh yang udah nikah mah beda bahasa nya" saut Reyyan.


"Jadi nyesel aku nyerahin Syifa sama kamu" kata Bima.


"Kenapa?" Malik memicingkan mata. "Ya gimana nggak nyesel kamu jadi tambah gila kan sekarang, mending sama aku ajah" saut Bima.


"Iya ntar yang gila kamu bukan Malik" seru Reyyan yang di ikuti tawa nya dan kedua temannya. Bima mencebikkan bibir kesal, niat mau meledek Malik malah dia yang kena. Kenapa pula dia begitu bodoh, dia bisa menang tender yang begitu besar namun saat berkumpul dia jadi bodoh seketika. Dasar konyol, pikir nya.


"Ada apa nih, cerita dong" Danish mengucapkan nya dengan penasaran.


"Yang begini nggak bisa di ceritakan" jawab Malik sembari menaik turunkan alisnya.


Reyyan dan yang lainnya paham apa yang di maksudkan oleh Malik, mereka ber oh ria.


"Dari pada bahas aku, mending bahas kamu Rey, gimana lanjutan kamu sama Adel?" tanya Malik.


"Eemm, ya gitu deh, masih di perjuangkan. Mantan nya dia masih ngejar ajah" jelas Reyyan.


"Kenapa nggak di iket ajah sih" saut Bima.


"Emang kambing di iket" Danish berseru.


"Ck,, maksud aku tuh di lamar, di khitbah, kan jadi ada alasan buat kamu Rey jagain dia, dari pada begini ngegantung kayak jemuran" jelas Bima yang juga berdecak kesal pada Danish.


"Betul tuh, abis itu nikah deh biar leluasa ngejaga nya" Malik menimpali.


Reyyan terdiam berfikir, benar juga kata mereka, pikirnya. Reyyan tersenyum. "Baik lah, akhirnya pekan ini aku akan khitbah dia" putus nya.

__ADS_1


"Gitu dong, kita bakalan dukung kamu bro" ucap Malik senang dan di ikuti yang lainnya.


💢💢💢💢


Di tempat lain, Asyifa sedang kebingungan.


"Ya Allah, aku harus apa?" dia sedari tadi mondar mandir dan menggigit kuku nya gemas.


"Oh iya, Bunda" ingat nya seketika.


Asyifa mengambil ponsel nya dan menelpon Bunda nya. Suara dari seberang sana terdengar saat deringan kedua.


"Assalamualaikum Bun" sapa Asyifa.


Asyifa mulai bercerita dengan apa yang di keluh nya sekarang. Banyak wejangan dari Bunda nya itu membuat Syifa memijit pelipisnya nya.


"Emang nya harus begitu Bun?" tanya nya.


"Semua akan mengalir dengan sendirinya sayang, kamu tidak usah khawatir, berdoa jangan lupa" nasihat Bunda nya.


"Ya udah deh Bun, liat ntar ajah, aku khawatir banget ini" gusar Syifa, terdengar suara kekehan dari seberang.


"Kok Bunda malah ketawa sih" kesal Syifa.


Asyifa tertegun, setetes air mata nya menetes. "Maafin Syifa selama ini yang bandel ya Bun" ujar Syifa.


"Sssttt,,, mau sampai kapan kamu meminta maaf sayang, Bunda nggak pernah merasa terbebani dengan kenakalan kamu dulu kok, justru Bunda malah kangen" suara Annisa sedikit bergetar.


"Bunda nangis yah?!" tanya gadis itu khawatir.


"Bunda nggak nangis kok, Bunda cuma terharu ajah, ternyata putri Bunda sekarang udah dewasa dan sudah menikah" jawab Annisa.


Asyifa masih terdiam. "Ya udah, kita ngobrol nya besok lagi ya sayang, Bunda doa'kan supaya di beri kelancaran" final Annisa. Mereka pun memutuskan panggilan mereka.


Asyifa menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia menatap langit-langit kamar nya dan kemudian dia terlelap.


Berbenah membuat dirinya lelah, hingga membuat nya tak kuasa menahan kantuk saat rasa nyaman dia rasakan.


💢💢💢💢


Malik memasuki rumah, senyuman malu tak lepas dari wajah tampan nya. Dia mengernyit bingung, lampu masih padam belum menyala.

__ADS_1


"Wah, seperti nya dia ingin membuat kejutan" gumamnya senang.


Mungkin saja, istri nya pernah menonton serial televisi yang menampilkan cara membuat kejutan mungkin. Membayangkan nya saja membuat hati nya senang apa lagi jika memang benar.


"Syifa sayang, kamu kemana?" seru Malik berpura.


Pemuda itu masuk ke dalam kamar nya dan meluruhkan bahu nya melihat sang istri yang sedang berbaring dengan nyaman di atas tempat tidur. Mata nya terlelap. dia mendekati nya dan menatap wajah tenang sang istri.


"Kamu capek banget yah?" ucap nya lirih dan tersenyum. Malik mencondongkan wajah nya dan mengecup lembut kening nya dengan sayang.


Mata nya beralih pada bibir sang istri. " Dikit ajah gak apa-apa yah, dikiiittt,,,, ajah" tanya nya pada istri nya meski dia tau tak akan ada jawaban.


Baru saja dia akan menempelkan bibirnya pada bibir lembut itu, istrinya melenguh, gerakan sama seperti tadi siang. Dia refleks memundurkan tubuhnya lalu terkekeh.


"Sudah lah, berarti kamu nggak mengizinkan" kata Malik sebelum beranjak.


Dia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah dia selesai, Malik menghampiri sang istri dan ikut berbaring di sebelah nya.


Malik memiringkan tubuhnya dan lengan sebagai bantalan. Tangan nya terulur membelai wajah sang istri.


"Good night sayang" ucap nya dan membenarkan posisi nya. Saat Malik mulai memejamkan mata, Syifa dengan nyaman nya memeluk tubuh Malik membuat si empunya membuka mata nya kembali.


"Bunda, peluk" gumam Syifa mengigau sembari menarik-narik baju Malik.


Malik yang bingung harus apa, akhirnya dia memiringkan tubuhnya dan memeluk istrinya itu.


Syifa mencari posisi yang nyaman dan detik kemudian dia kembali terlelap. Malik menghembuskan nafas kasar.


"Pantesan saja, Bunda bilang nggak boleh tidur misah, ternyata begini" lirih Malik. Dia makin mengeratkan pelukannya. kemudian berkata. "Aku mencintaimu sayang" lirih nya sebelum dia terlelap berkelana di alam mimpi.


💢💢💢💢


Keesokan harinya, Asyifa bangun lebih awal, di hendak meregangkan tubuhnya namun pergerakannya terhambat oleh sesuatu.


Dia melihat tangan yang melingkar di pinggang. Gadis itu mendongak dan mendapati sang suami yang terlelap begitu damai.


Dia pandangi setiap inci wajah Malik dengan seksama, tanpa di sadari nya senyuman melengkung di wajah cantik nya itu.


Saat tangan nya terulur untuk memegang pipi Malik, dia di kagetkan dengan suara yang berasal dari sang suami. "Sudah puas memandangi nya?" tanya pemuda itu mengagetkan. Asyifa mematung dan tangan nya menggntung.


DEG-DEGAN NYA MASIH TERASA. MANIS BANGET SIH MEREKA. 🤭.

__ADS_1


SALAM MANIS DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.


__ADS_2