Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
33.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.


Hari ini adalah hari terakhir liburan mereka, setelah satu minggu berlibur, saatnya untuk kembali pada aktivitas mereka masing-masing.


"Bun, emang gak bisa lebih lama lagi liburan nya Bun" rengek Amier.


"Kayak nya rengekan ini gak asing" alih-alih menanggapi rengekan sang putra, malah Annisa meledek Asyifa.


"Hehehe, masih ingat aja Bunda" Asyifa menyauti ledekan Annisa karena teringat dulu waktu dia merengek persis seperti Amier saat ini.


"Setiap momen yang kamu buat dulu itu, Bunda ingat betul" saut Bunda nya. Mereka malah terlibat perbincangan dan bercanda tak menghiraukan Amier yang semakin menekuk wajahnya.


"Aku nya di cuekin aja nih, aku lagi ngambek loh?!" seru Amier.


Mereka menoleh ke sumber suara dan terkekeh. "Lagian, ngambekan banget sih dek" Asyifa menyauti.


"Ayo nanti kita sampai rumah bisa sampai sore" seru Vita menginterupsi perbincangan mereka dari ambang pintu.


Mereka menyudahi perbincangan nya dan keluar untuk sarapan.


"Pagi semua?!" sapa Annisa dan mendapat sapaan balik dari mereka di ruang keluarga.


Wanita itu dan kedua anaknya ikut bergabung dengan mereka untuk ikut sarapan.


Asyifa duduk bersebrangan dan berhadapan dengan Malik, Malik mencuri pandang kepada Asyifa, Asyifa pun terkadang melirik kepada Malik. Sampai saat keduanya terkunci di satu tatapan untuk beberapa saat, hingga sebuah deheman membuyarkan tatapan Malik, Asyifa menolehkan kepalanya memutus pandangan terlebih dahulu.


Malik tersenyum canggung, dia melanjutkan makan nya dan sering kali melirik kembali pada gadis itu.


💢💢💢💢


Setelah sarapan, mereka bersiap untuk pulang ke kediaman keluarga Al-Husein, kenapa?, karena besok adalah tahlil tahunan untuk mendoakan Zidan.


"Semua nya sudah?" seru Reyyan yang datang sembari menenteng tas bawaan nya.


"Sudah!" seru mereka serempak.


"Ayo" final Reyyan.


Selama tiga jam lebih perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di kediaman Al-Husein.


"Malik, Danish kamu mau pulang apa mau nginep di sini?" tanya Reyyan pada kedua temannya itu.


"Kita langsung pulang aja, nanti besok kita kesini lagi" ujar Malik dan di angguki oleh Reyyan.


Danish mengambil motor di garasi yang mereka titipkan di rumah itu sebelum ikut pergi ke villa.


Mereka berdua pamit kepada semua orang di rumah itu kecuali Aditya karena dia tidak ikut ke rumah itu. Dia juga Bian mengantar Yasmin untuk pulang ke apartemen nya.


"Kita pulang Syi"


"Kita pulang dulu ya sexy" Asyifa mencebikkan bibirnya.


"Pulang lah" usir Syifa.


"Di usir kita bro" ucap Danish mendramatisir. Malik hanya terkekeh menanggapi.


"Kita pulang dulu ya bro" ujar Malik dan Danish sembari bersalaman sebelum pergi.

__ADS_1


Asyifa masih memandang punggung Malik yang semakin tak terlihat karena terhalang pagar.


"Jangan di liatin mulu, nanti kangen besok juga ketemu" ledek Reyyan.


Asyifa mencebikkan bibirnya dan berlalu masuk menyusul yang lainnya meninggalkan Reyyan yang masih terkekeh.


💢💢💢💢


Keesokan harinya, mereka sudah di sibukkan dengan persiapan untuk nanti malam. Meskipun mereka orang yang kaya, namun bila ada acara seperti ini, mereka lebih suka turun tangan sendiri meski ada beberapa hal yang perlu di bantu oleh tangan luar. Alasan mereka cukup simpel, bukan karena mereka tidak mampu untuk menyewa orang luar, tapi lebih kepada kebersamaan mereka.


"Semua udah di beli semua kan?" tanya Reyyan.


"Udah, tinggal satu sih yang belum" Syifa menjawab dengan terseyum lebar.


"Apa?"


Asyifa menyengir. "Es krim" jawab nya polos.


Reyyan terkekeh. " Oke, kita ke kedai biasa aja" ujar Reyyan.


Mereka berdua, ikut serta berbelanja menemani asisten rumah tangga mereka untuk persiapan nanti malam.


"Bibi pulang dulu aja sama supir ya, kita pulang nya nanti soalnya kita mau mampir dulu" ujar Reyyan pada asisten rumah tangga nya.


"Baik den"


"Ayo" Reyyan merangkul pundak saudara nya itu untuk menuju parkiran.


"Kamu yang bawa ya" Syifa melempar kunci motor nya pada Reyyan dan dengan sigap dia menangkap.


Asyifa memukul helm Reyyan membuat siempu nya mengaduh. "Sembarangan" saut nya.


"Sakit Syi"


Asyifa tertawa. "Ntar aku bilangin sama Adel buat ngobatin kamu" Syifa menaiki jok motor belakang Reyyan dan mengambil tas gendong nya untuk menjadi pembatas dirinya dan Reyyan, kemudian melingkarkan tangannya di perut nya.


"Oh, kalo itu sih aku rela kalo kamu gebukin juga" ucap Reyyan asal.


"Ceh, dasar bucin" cibir Syifa.


"Sudah siap?" Asyifa mengangguk mengiyakan.


Reyyan melajukan kendaraannya hingga sampai di kedai es krim langganan mereka.


💢💢💢💢


"Mau yang mana?" tanya Reyyan setelah duduk di kursi pelanggan pada umumnya, tidak di tempat khusus yang biasa keluarga nya tempati.


"Aku paket komplit kayak biasanya aja" Asyifa menjawab sembari membalas pesan di ponsel nya.


Reyyan mengangguk dan memanggil pelayan.


Saat Asyifa sedang asik membalas pesan, seorang wanita hamil yang berjalan di dekat meja mereka tiba-tiba terhuyung dan akan membentur meja mereka.


Asyifa yang refleks langsung menangkap wanita itu.


"Mba nya gak apa-apa?" tanya Asyifa khawatir.

__ADS_1


"Nggak apa-apa mba, terimakasih" ucap nya dan berdiri tegak.


"Beneran gak apa-apa mba?, itu pucet banget loh" tanya Syifa lagi.


"Gak apa-apa kok" ucap nya lagi, tapi detik berikutnya dia hampir terjatuh lagi.


"Mba!" seru Asyifa.


"Syi, i,,itu darah Syi" panik Reyyan menunjuk pada kaki wanita itu.


Asyifa ikut panik karena dia tidak pernah menemui hal seperti ini sebelumnya.


"Tolong saya mba, tolong" wanita itu berucap dengan nafas yang tersengal-sengal menahan sakit.


"Rey cari taksi cepat Rey!" seru Asyifa.


Orang-orang yang berada di kedai itu ikut panik, Reyyan yang baru saja sadar dari keterkejutan nya langsung berlari keluar kedai dan mencari taksi yang lewat.


Tak lama kemudian dia mendapatkan taksi yang lewat dan memberhentikan nya.


Setelah mengatakan untuk menunggu, Reyyan kembali lagi ke dalam untuk mengangkat tubuh wanita itu.


"Ke Rumah Sakit terdekat sekarang pak" seru Asyifa panik.


"Baik Non" supir taksi langsung melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit terdekat.


💢💢💢💢


"Dok tolong dok, dia mau melahirkan" teriak Asyifa yang melihat Dokter yang kebetulan lewat.


Dokter itu memanggil suster untuk membawa brankar.


Wanita itu di letakkan di atas brankar dan di dorong menuju ruang bersalin.


Asyifa masih memegang tangan Dokter itu dan mendorong ikut bersama nya.


"Mba tolong lepaskan tangan saya mba" ujar dokter itu.


Asyifa kemudian tersadar dan melihat tangan nya masih memegang tangan Dokter itu.


Dia tersenyum canggung.


"Maaf" ujar Asyifa dengan menundukkan kepalanya. Dokter itu menggelengkan kepalanya dan berlalu pergi.


Gadis itu menghembuskan nafas lelah nya dan kemudian dia teringat kalau dia sudah tertinggal jauh oleh Reyyan.


Dia berlari menuju ruang bersalin.


"Gimana Rey?" tanya Syifa setelah menetralkan nafas nya.


Dia duduk di samping saudara nya itu. "Di dalam lagi di tangani" jawab Reyyan.


Tak lama suster keluar. "Suami pasien?" tanya suster menghampiri mereka.


JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE OCEH.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.

__ADS_1


__ADS_2