Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
95.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.


Cahaya silau masuk kedalam retina mata Nazira. Beberapa kedipan mengawali dirinya untuk bangun dari tidur panjangnya.


Dia mengedarkan pandangannya dan menemui satu sosok yang sangat dia kenal dan sekarang menjadi separuh dari jiwa nya.


Dia adalah Bima. Lelaki yang belum satu tahun ini menjadi suami nya terlihat begitu serius dengan pikiran nya sehingga dia tidak menyadari jika istri nya sudah membuka mata.


"Dad?" panggil Nazira. Bima sontak menoleh dan di begitu senang. "Kau sudah bangun sayang?" sapa nya dan mengecup kening nya.


Nazira tersenyum, namun beberapa saat kemudian dia merasa ada yang kurang di antara mereka. Matanya terbuka sempurna dan langsung beranjak duduk.


Dirinya melepaskan infus yang menempel di punggung tangan nya dengan kasar sehingga darah segar mengalir dari bekas infus, membuat Bima kaget dengan apa yang di lakukan istri nya.


"Apa yang kamu lakukan?!" seru Bima. Dia mengerjap beberapa kali menetralkan pandangan nya. Wanita itu tidak menghiraukan pertanyaan Bima. Malahan dirinya mendorong pelan Bima hingga lelaki itu mundur selangkah.


Nazira turun dari ranjang nya dan berjalan dengan rasa pusing di kepala nya. Bahkan hampir saja dia terjatuh jika sang suami tak menangkap nya dengan sigap.


"Apa yang kamu lakukan?!" seru Bima. Aku mau nemuin Chacha." Nazira dengan lemah mengucapkan nya.


"Chacha aman sekarang, kamu tenang dulu oke!" ujar Bima. Nazira sedikit tenang dengan pernyataan yang di ucapkan oleh Bima.


Paling tidak dia tau jika putri nya baik-baik saja. "Kamu istirahat dulu yah, jangan banyak fikiran. Oke?" kata Bima dan menuntun Nazira untuk kembali berbaring di tempat tidur nya.


Nazira tersenyum dan lega. Bima ikut tersenyum juga. Dia usap kening sang istri hingga wanita itu kembali terlelap. Bima menghembuskan nafas kasar.


"Bagaimana aku menjelaskan nya." Bima bergumam sembari menatap wajah Nazira yang damai.


Setelah istrinya itu terlelap, Bima menemui dokter yang menangani Chacha. Dia duduk setelah di persilahkan.


Obrolan serius mulai mereka bicarakan, Bima begitu frustasi dengan keadaan yang Chacha alami saat ini. Bagaimana caranya untuk mendapatkan donor untuk Chacha sedangkan Chacha adalah anak tunggal yang ditinggalkan kedua orangtuanya.

__ADS_1


Mereka tidak tahu jika sepasang mata telah mendengar dan melihat apa yang mereka bicarakan, dia menangis dalam diam. Dia memundurkan tubuhnya dan bersandar di tembok karena tubuh nya yang sedikit limbung.


Dia tidak tahu harus seperti apa untuk menyikapi hal ini. saat suara handle pintu yang akan terbuka, dia berlari menuju kamarnya yang tidak jauh dari ruangan dokter.


Nazira membaringkan tubuhnya nya. Dengan posisi miring dia menyembunyikan kesedihannya, Bima masuk ke dalam ruangan dan dia melihat sang istri yang terbaring.


Nazira menangis dalam diam Bima tak tahu jika sang istri sedang menangis karena posisi yang membelakangi nya, dia berlalu ke kamar mandi untuk menunaikan hajatnya.


Disaat Bima sudah masuk ke kamar mandi, Nazira membuka mata. Dia meringkuk memegangi lututnya sembari menangis. Dia seakan tidak kuat untuk berpura-pura di depan sang suami.


Tak berapa lama, Bima yang sudah menuntaskan hajatnya masuk kembali ke ruangan dan dia membelalakan matanya sedikit kaget. Di dalam hati dia bertanya, mengapa sang istri menangis. Dia menghampiri dengan terburu-buru.


Bima hendak menyentuh lengannya dan ingin bertanya ada apa sebenarnya? namun, Nazira enggan untuk disentuh.


"Kamu Kenapa mom?" tanya Bima khawatir. Nazira menggeleng dan juga tak menjawabnya hanya tangisan yang diekspresikan atas kesediaannya.


Bima semakin khawatir, dia mengangkat dagu sang istri untuk menatapnya. " Kamu kenapa? cerita sama aku, apa yang membuat kamu menangis seperti ini?" tanya Bima khawatir.


Bima terdiam. Dia bingung harus menjawab apa? melihat diamnya sang suami, Nazira semakin geram. "Kenapa kamu tidak menceritakan apapun padaku. Kenapa?!" marah Nazira.


"Hal ini aku harus tau tentang kondisi Chacha. Dia adalah amanah untukku, kenapa kamu tidak memberi tau apapun tentang Chacha! dan kondisi dia yang semakin serius ini?" Bima terdiam, dia bingung harus memulai dari mana.


Sedangkan kondisi dari istrinya sendiri yang tidak memungkinkan untuk mendengar apa yang akan dia ucapkan, membuat Bima makin kalut.


Bima duduk di ranjang pesakitan Nazira dan memeluknya, memberikan kekuatan dan ketenangan. "Maafkan aku sayang aku salah. Aku bingung harus memulai dari mana, tapi percayalah aku akan mencarikan dokter dan juga donor yang terbaik untuk dia. Dia juga anakku, anak kita. Aku juga nggak akan membiarkan dia merasa kesakitan".


Sedikit demi sedikit Bima memberikan pengertian dan Nazira mulai tenang. "Jadi kamu harus selalu sehat ya, untuk menjaga Chacha dan juga anak kita." ucap Bima.


Nazira yang tadinya menangis seketika menghentikan tangisnya dengan-dengan sesegukan dia menatap sang suami. "Apa kamu bilang? anak kita maksud kamu apa" tanya Nazira.


Seulas senyuman Bima terukir di wajah tampannya, "iya, kita akan mempunyai anak. Kamu hamil sayang." Nazira terdiam bingung harus apa dia mengekspresikannya, Bima yang seakan tau kebingungan dari Nazira, dia tersenyum. "Selamat sayang," ucapnya.

__ADS_1


Nazira menangis kembali. Dia seakan tak percaya jika dirinya akan menjadi seorang ibu yang sesungguhnya. Bima tahu apa yang dirasakan oleh Nazira, dia pun ikut merasakannya.


Lelaki itu memeluknya lagi, lalu memberikan ciuman bertubi-tubi di kening. Nazira begitu merasa di sayangi dan cintai, tapi hatinya masih kalut dengan kondisi dari Chacha yang semakin buruk. Tapi paling tidak dia merasa bahagia karena akan menjadi seorang ibu.


💢💢💢💢


Keesokan harinya, Nazira menemui Chacha, dia begitu kasihan dengan bocah itu. "Maafin Ibu ya nak, Ibu belum bisa melakukan apapun." Nazira bermonolog.


Setetes air mata nya terjatuh. Dan langsung dia usap saat suami nya masuk ke dalam. "Belum sadar sayang?" tanya Bima. Nazira menggeleng. Bima menghembuskan nafas lelah. Dan seketika dia ingat sesuatu saat dokter menjelaskan.


"Oh iya Yang, aku sudah konsultasi sama dokter tadi, dan ada metode yang bisa di gunakan untuk menyembuhkan sakit nya Chacha." Bima mulai bercerita.


Nazira sedikit tersenyum, "apa itu?" tanya nya.


"Metode stem cells," ucap Bima.


"Maksud nya dengan tali pusat?".


Bima mengangguk. "Iya, kita gunakan metode ini, tapi harus menunggu kelahiran anak kita, apa kamu setuju?" tanya Bima hati-hati.


Nazira mengangguk dengan semangat. "Apa pun akan aku lakukan untuk kesembuhan Chacha." Nazira begitu senang.


Wanita itu mengelus sayang perut rata nya. Dalam hati dia bersyukur. Dengan kehamilan nya bisa menyelamatkan Chacha, anak gadis nya. Bima ikut tersenyum. Meski ada sedikit rasa yang mengganjal, tapi selama semua baik-baik saja, dia akan melakukan nya.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


JANGAN LUPA JUGA UNTUK KLIK LIKE COMMENT VOTE DAN RET5 YAH MAN-TEMAN 😊.


AUDIO AUTHOR KECE JUGA DENGAR KAN, JANGAN LUPA JUGA UNTUK LIKE DAN KOMENIN.


BISA KLIK PROFIL AJA OCEH 😁.

__ADS_1


TERIMAKASIH ❣️.


__ADS_2