Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
97.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.


Bulan sudah berganti. Dan hari ini, di salah satu kamar bersalin, terbaringlah Nazira yang sedang menahan sakit yang luar biasa hebat.


Di temani sang suami yang terus saja menenangkan dan mencoba memberikan nya kekuatan. Membuat dirinya tak merasa sendirian dalam menghadapi persalinan yang akan di lakukan nya sebentar lagi.


"Sabar yah Bu, baru pembukaan lima sekarang," ujar dokter.


"Mengapa begitu lama dok?! istri saya begitu kesakitan!" Bima mulai kesal.


Bagaikan tidak kesal, sang istri dari semalam merasakan mulas yang tak kunjung sudah. Dan menjelang subuh ini sang istri belum melahirkan juga. Dia tidak marah karena dirinya yang kelelahan, tapi dia begitu menderita melihat istrinya itu menahan sakit yang begitu sangat menyiksa.


Yang dia dengar jika ibu yang akan melahirkan itu merasakan sakit seperti hal nya dua puluh tulang yang di patahkan secara bersamaan.


Mendengar hal itu, begitu membuat Bima ngeri sekaligus merinding. Dia pernah merasakan sakit nya luka karena teriris pisau yang begitu tajam. Dan sakit nya dua hari baru hilang dia rasakan.


Dan ini dua puluh tulang sehat yang di patah kan itu bagaimana rasa sakit nya, membayangkan saja Bima sudah bergidik ngeri. Dia berjanji dan bertekad akan selalu menyayangi dan menghormati istri nya itu sampai kapan pun.


Karena lewat istri nya itu, dia akan mengubah status nya lagi menjadi seorang ayah. Dan hal itu begitu membahagiakan.


Lama mereka menunggu, setelah satu jam kemudian, Nazira lagi-lagi kembali mencengkeram erat lengan sang suami berusaha mengalihkan rasa sakit nya.


"Sudah waktunya Bu, Ibu ikut intruksi saya yah," ujar dokter itu.


Suara mengejan dan juga intruksi dokter di tambah suara penyemangat dari Bima itu menemani Nazira berjuang melahirkan keturunan dari Bima. Rasa sakit dan juga keringat yang keluar dari dahi nya itu hampir membuat Nazira menyerah. Namun saat Bima membisikkan sesuatu, Nazira seperti punya kekuatan lebih yang membuat nya melewati fase itu dengan penuh harapan.


Chacha! satu nama itu membuat Nazira menjadi begitu semangat. Nama yang begitu dia sayangi memberi nya kekuatan lebih. Tersimpan begitu banyak harapan di situ.


Dan dalam waktu yang tak lama, suara bayi yang begitu keras memecahkan tangis bahagia Bima dan juga Nazira. Rasanya begitu membahagiakan bahkan mereka belum pernah merasakan sebahagia ini.


Bima sering kali memenangkan tender besar yang bernilai milyaran bahkan triliunan dolar. Dan hal itu tidaklah sebahagia ini, ini benar-benar momen yang sangat membahagiakan.

__ADS_1


Seorang putra, Nazira melahirkan seorang putra. Hal ini tentu nya membuat Bima begitu bahagia.


Nazira menangis tersedu karena tidak menyangka akan bisa melahirkan anak nya. Di rasa yang begitu menyakitkan dan kini melihat wajah tampan putra nya dan juga mendengar suara tangisan nya itu seperti sihir yang menghilangkan rasa sakit nya.


Menghipnotis nya dalam sebuah kebahagiaan. Kini perjuangan untuk melahirkan telah berlalu, dan perjuangan peran sebagai ibu baru saja dimulai.


💢💢💢💢💢


Setelah di bersihkan, Nazira sudah di pindahkan ke ruangan VIP. Para keluarga mulai berdatangan tak terkecuali Chacha.


Anak gadis itu duduk di kursi roda nya, Nazira menatap rindu pada Chacha. Ingin dia peluk namun sang suami mencegah nya untuk beranjak duduk karena dia masih dalam keadaan lemah.


Chacha di gendong Bima untuk mendekat. Nazira memeluk nya segera dan menangis kembali.


"Sabar sebentar ya sayang, semua akan baik-baik saja." Nazira terus mencium pipi dan kening Chacha. "Ibu jangan nangis, nanti Chacha ikut sedih." Chacha menimpali.


Nazira terseyum meski air mata terus saja mengalir. "Ibu bahagia sayang, sebentar lagi Chacha akan sembuh, dan Chacha nanti bisa main sama adik bayi." Chacha mengangguk semangat.


"Chacha juga tidak sabar untuk bermain sama adik bayi Bu?" girang Chacha. Meski kondisi Chacha yang lemah, tapi tetap dia menjalani hari-hari nya dengan semangat.


💢💢💢💢


Setelah berkonsultasi dengan dokter yang menangani Chacha dan juga spesialis lain nya, akhirnya operasi transplantasi stem cell akan di lakukan hari ini, semua keluarga menunggu di luar ruangan operasi dengan harap cemas.


Kata baik-baik selalu di bisikan oleh Bima pada Nazira, meskipun hasil keberhasilan memang tidak di ragukan, namun hal ini tetap jadi momok yang menakutkan untuk Nazira.


Lama menunggu akhirnya dokter keluar, dengan wajah lelah nya mengatakan semua berjalan lancar, namun harus di awasi dengan sangat teliti.


Mendengar semua berjalan lancar, Nazira sedikit bernafas lega. Paling tidak dia masih ada harapan.


💢💢💢💢

__ADS_1


Semenjak ada nya Bian di kafe Malik semakin ramai saja, meskipun tidak pernah sepi, tapi kehadiran Bian menambah antrean panjang kafe.


Akhir-akhir ini karyawan bekerja lebih keras dan sering kali lembur. Meskipun Bian sudah tidak di kafe setiap waktu, namun tidak menyurutkan pengunjung.


Kafe kini sudah ada dua lantai, dan semenjak peresmian kafe dua bulan yang lalu, kini Malik tidak lagi kerepotan jika pengunjung datang membludak.


Kafe nya semakin di kenal dari berbagai kalangan, bahkan kini kafe nya sudah membuka cabang baru di tempat lain. Tak jauh dari kafe utama.


"Semua sudah selesai, semua nya terimakasih atas kerja keras kalian," ucap Malik.


"Siap bos!" para karyawan yang terdiri dari lima belas orang itu menjawab dengan serempak.


Malik terseyum dan meninggalkan mereka untuk masuk ke dalam kantor pribadi nya.


Malik duduk di sofa sembari membuka laporan keuangan. Tak lama ponsel nya berdering, nama 'istriku' tercantum di layar itu


Malik terseyum dia menerima panggilan itu. "Hallo sayang?" sapa Malik.


Malik mengernyitkan keningnya mendengar suara sang istri di seberang sana. "Kamu mau apa nanti Mas belikan sekalian pulang," tanya Malik yang mendengar suara manja istri nya.


Dia tau jika sang istri yang bernada seperti itu pasti ada yang dia mau. Dan benar saja, istri nya itu minta dia mengambil pesanan yang dia inginkan di restoran Bunda nya.


"Baik lah, kamu tunggu sebentar yah, nanti aku akan mampir," setelah mengatakan hal itu, Malik menutup telepon nya.


dengan terkekeh geli.


Ada-ada saja istri nya itu jika ada mau nya. Tapi, Malik begitu suka jika istri nya bersikap begitu. Dia merasa bahwa Asyifa kini sudah bisa melewati hari nya tak lagi dengan air mata jika mengingat Ayah nya.


Dan hal itu mungkin saja karena waktu yang menyembuhkan nya, atau mungkin dia.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍.

__ADS_1


RET5 MAN-TEMAN JANGAN LUPAKAN.


SEMBARI MENUNGGU UPDATE TERBARU, KALIAN BISA BACA CERITA AUTHOR KECE YANG LAIN NYA YAH, BUKA PROFIL SAJA. DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN OCEH🤭😍.


__ADS_2