
LANJUUTTT...
HAPPY READING MAN-TEMAN π€.
"Pernah kah kamu jatuh cinta, dan nggak pernah kamu lupain orang itu?"
Pertanyaan dari Danish sontak membuat Malik dan Reyyan menoleh pada yang di tanya, penasaran adalah satu kata yang ada dalam pikiran ketiga pemuda itu.
"Ada" jawab nya singkat.
"Siapa??" mereka bertanya dengan kompak.
Mereka menunggu jawaban yang Asyifa beri, Asyifa menatap ketiga nya dan berkata,
"Ayah" jawab nya.
Hal itu membuat Danish tergelak kencang, Malik terkekeh ' masih ada harapan' pikir nya.
Tapi, mengapa Asyifa bermata sendu, dan juga Reyyan yang diam membisu membuat kedua nya menghentikan tawa dan juga kekehan nya.
Mereka menatap dua saudara itu lekat. Dan sejurus dengan itu Asyifa beranjak berdiri.
"Maaf aku ke kamar dulu, kalian ngobrol saja dengan Reyyan" ucap nya datar sedikit ada getaran di suara nya.
Kemudian dia masuk ke dalam. Reyyan mengusap wajah nya kasar.
"Ada apa sih Rey?" tanya Malik dan di angguki oleh Danish.
Reyyan menghembuskan nafas kasar, dia bersandar di sandaran kursi memejamkan mata nya sebentar dan membuka nya kembali.
Dia duduk dengan tegak dan mulai menceritakan tentang apa yang di alami oleh Syifa belakangan ini.
π’π’π’π’
"Hati-hati yah Pril, sering-sering main ke sini" ujar Annisa dengan memeluk temannya itu.
Mereka mengantar April, Mama dari Malik untuk kembali ke Surabaya.
"Pasti nya dong, kan anak ku di sini juga" saut April dengan senyuman penuh arti.
Pelukan April berpindah ke sang putra dan juga keponakan nya, tak lupa dengan Asyifa dan Reyyan menyalimi nya.
Amier tidak ikut serta mengantar karena dia harus ke sekolah.
Setelah melakukan salam perpisahan, April pun masuk untuk melengkapi prosedur penerbangan.
Mereka melambaikan tangan ke April dan berseru hati-hati.
"Pulang sekarang?" tanya Annisa pada putrinya. Sebelum Asyifa menjawab, Reyyan lebih dulu menyahuti pertanyaan Tante nya itu.
__ADS_1
"Tante, boleh nggak kita ajak Syifa jalan-jalan sebentar" tanya nya dan di angguki oleh Annisa.
"Kemana?" Asyifa menautkan kedua alisnya.
"Ada deh, yang jelas kamu bakalan suka" seru Reyyan dengan merangkul pundak Asyifa.
"Ya sudah Bunda ke Restoran dulu yah, pulang nya jangan telat" Annisa berpesan.
Reyyan mengangguk dan pergi ke parkiran bersama Malik dan juga Danish. Annisa ikut mengikuti mereka sampai ke parkiran dan memisahkan diri dengan menggunakan mobil nya.
Para anak muda itu melambaikan tangan mereka kepada Annisa saat dia melajukan mobilnya.
"Kita berangkat?" Reyyan menanyakan nya pada mereka setelah mobil Annisa tidak terlihat lagi. Mereka mengangguk.
Mereka menggunakan dua motor besar, satu di pakai Reyyan dan memboncengkan Asyifa, dan satu motor lagi di tumpangi oleh Danish dan juga Malik, Malik tidak di izin kan untuk menggunakan motor untuk sementara karena cidera yang dia dapat kan beberapa hari yang lalu.
π’π’π’π’
Asyifa memandang tempat di depan nya itu dengan Ekspresi yang tak terbaca. Reyyan merangkul pundak saudara nya itu dan tersenyum.
Kebun binatang, iya itu kebun binatang. Tempat pertama kali dia dekat dengan Zidan.
"Kita flashback ke masa lalu yuk" ajak nya, meski ragu Asyifa mengangguk juga.
"Kita kenang masa lalu kita dan lepaskan beban kamu selama ini Syi, kamu tidak sendirian sekarang" ujar Reyyan.
"Kita juga ada untuk kamu Syi, kita teman bukan?" Malik ikut berujar.
Asyifa berfikir sejenak, dia menatap satu persatu pemuda itu yang terseyum dengan sangat manis, kemudian Asyifa pun menarik bibir nya membentuk senyuman manis nya juga.
Reyyan merangkul lebih erat gadis itu, Malik terpaku dengan senyuman Asyifa. Dia memberhentikan langkah nya dan terdiam, bayangan Asyifa tersenyum masih berputar di benak nya, dan suara Danish yang memanggil nama nya membuat dia tersadar.
Malik menoleh dan langsung berlari mengejar mereka karena tertinggal cukup jauh dan menyelaraskan langkah nya.
"Mikirin apa sih nyampe tertinggal begitu, bingung ya nanti gimana cara ngmong sama keluarga si momon minta dia buat jadi temen hidup" tanya Danish di sertai ledekan dan tertawa geli.
"Kurang ajar nih sepupu!" seru Malik kesal menyebabkan gelak tawa mereka. Malik pun ikut tertawa dan dia melirik Asyifa yang tersenyum lebar, dia ikut tersenyum lembut melihat senyuman dari gadis itu.
"Manis sekali" gumam nya lirih.
Mereka masuk setelah mengantre tiket.
Hari ini para anak muda itu menghabiskan waktu mereka penuh dengan canda tawa, tidak ada lagi kekalutan di hati mereka masing-masing untuk sementara ini.
Asyifa kini sudah bisa tersenyum meski jarang, paling tidak dia bisa melepaskan beban dalam hati nya sedikit demi sedikit.
Walaupun tidak banyak yang terobati, tapi mereka bersyukur bisa membuat Asyifa yang dingin kini bisa lebih menghangatkan hati nya.
"Capek?" Malik bertanya dengan menyodorkan air mineral dingin pada Asyifa.
__ADS_1
Dia ikut duduk di samping nya. Asyifa bergeser memberi jarak.
"Kamu manis tahu kalau banyak senyum" ucap Malik membuat Asyifa menghentikan aktivitas minum nya lalu menoleh.
"Orang bilang, perempuan itu perhari itu bisa sampai 20.000 kata, kok kamu nggak seperti itu sih?" tanya nya.
"Apa jangan-jangan kamu itu bukan perempuan ya Syi" sambung nya lagi.
Asyifa memukul lengan Malik gemas dengan botol air yang masih ada setengah, lalu dia terkekeh pelan.
"Gitu dong, kamu itu lebih dan lebih cantik kalau banyak tersenyum" ujar nya tersenyum.
"Terima kasih" ucap Syifa.
Malik tertegun, untuk pertama kali nya gadis di depannya itu berbicara dengan nya.
Dari arah depan, Danish dan Reyyan mengagetkan lamunan Malik.
"Hayoo,,, lagi pada ngapain lihat-lihatan seperti itu?!" seru Danish.
"Kebiasaan banget suka ngagetin!" kesal Malik.
"Lagian main pandang-pandangan saja, nanti ada setan lewat gimana" seru Danish.
"Iya setan nya nggak lewat doang, tapi nge bawain kita jagung bakar di kedua tangannya" saut Malik dan tertawa.
"Wah,,, kurang ajar, kita di bilang setan bro!" saut Reyyan.
Danish kesal dan mengejar Malik yang sudah kabur duluan. Mereka saling menendang main-main satu sama lain dan tertawa.
Reyyan duduk di samping Asyifa dan memberikan satu jagung bakar yang dia pegang.
"Childish banget mereka" saut Syifa pelan sembari memakan jagung nya dan melihat ke arah Malik dan Danish.
"Terkadang kita perlu bersikap kekanakan untuk menghibur diri kita sendiri Syi" ucap Reyyan menyahuti Asyifa dengan pandangan yang sama.
Asyifa menoleh pada Reyyan dan tersenyum kembali. Ntah mengapa hari ini Syifa begitu banyak tersenyum, dia juga tidak tahu.
"Ups sorry!" seru Malik saat dirinya menabrak seseorang saat menghindari tendangan Danish. Dia menoleh dan mendapati seseorang yang di kenali nya.
"Malik !" seru orang itu saat dia melihat orang yang di kenali nya juga.
MALAM MINGGU NIH, YANG LAGI JALAN-JALAN SELAMAT JALAN-JALAN.
YANG NGGAK PUNYA PASANGAN TARIK SELIMUT TERUS BACA NOVEL AKU DEHπ€£π€£.
KAYA AUTHOR KECE INI YANG TARIK SELIMUT DAN NULIS NOVEL SEMBARI MEREVISI TULISAN YANG MASIH ACAK-ACAKAN ππ.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE ππππ.
__ADS_1