Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
80.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


"Kita sudah sampai," ucap Asyifa kepada salah satu putra nya yang dia gendong. Satu putra nya lagi di bawa oleh Annisa sang Bunda.


Mereka langsung menuju poli anak, karena sudah janji temu sebelum nya, jadi mereka tak harus menunggu lama. Dan lagi pula, dokter anak yang menangani kedua anak mereka adalah Om atau ipar, suami dari Naura saudara kembar Ayah nya.


Mereka menunggu di ruang tunggu depan ruangan Om Raka, setelah menunggu beberapa saat, mereka langsung masuk.


"Assalamualaikum," sapa mereka.


"Wa'alaikumusalam," jawab Raka dan di suruh nya mereka duduk.


"Apa kabar sayang nya Opa kece? ya ampun, gemes banget deh Om sudah di panggil Opa!" seru Raka semangat. Hal itu membuat mereka tertawa.


"Kelihatan tua nya yah Raka?" ledek Annisa. Raka tertawa. "Iya, nggak nyangka saja sekarang ternyata sudah tua, ini baru dua, bentar lagi anak nya si Reyyan." Raka menggeleng tak percaya.


"Iya, semua tidak terasa. Bahkan sebentar lagi kamu juga akan punya menantu." Annisa meledek.


"Anak aku masih kecil Mba, nggak boleh nikah dulu." Raka menanggapi dengan kekehan.


"Ayo sudah, kita periksa dulu nanti lanjut ngobrol nya di rumah. Kasian pasien aku kalau kelamaan," ujar Raka. "Ini kalau bukan keluarga juga nggak aku duluin ini." Raka tertawa kecil di ikuti merek.


"Itu lah enak nya punya koneksi Om," saut Malik. Mereka ikut mengiyakan dan terkekeh.


Setelah di beri imunisasi, Asyifa dan yang lain nya keluar ruangan. "Aku ke parkiran dulu yah, sama Bunda dan Nenek, Ayah mau ambil mobil sebentar. Oke!" ujar Malik pada kedua putra nya.


Malik pun pergi ke parkiran guna mengambil mobilnya. Di saat bersamaan, seorang pemuda datang menghampiri ibu dan anak itu. "Tante Annisa?" tanya nya menyapa.


Annisa menghentikan candaan nya dan mendongak. "Siapa yah?" tanya nya bingung. "Aku Fawwas Tante? anak nya Mama Sinta, Tante masih ingat nggak?" tanya nya.


Annisa terdiam mengingat siapa itu Sinta. Dan setelah beberapa saat dia mengingat, mata nya melebar kaget. "Oh, Sinta! iya Tante ingat. Ya Allah, bagaimana kabar kamu nak?" girang Annisa menyapa.

__ADS_1


"Aku baik Tante, Tante gimana, sehat? dan siapa anak kecil ini? anak Tante kah?" tanya nya penasaran. "Sembarangan kamu! mana ada Tante punya bayi lagi, ini cucu Tante, dan ini anak Tante." ucap Annisa memperkenalkan Syifa.


Fawwas menoleh ke arah Asyifa, dan yang di lirik mengangguk mengiyakan. "Wah, Tante awet muda banget. Sudah ada cucu tapi tetap sama cantik nya seperti dulu." Fawwas memuji. "Kamu ini bisa saja, sama kayak Ayah kamu tuh yang suka nge-gombalin Mama kamu." Annisa menanggapi.


Mereka tertawa tapi tidak dengan Asyifa. Tak berselang lama, Malik datang menghampiri mereka. "Sudah siap?" tanya Malik.


Asyifa dan yang lain nya menengok. Asyifa tersenyum teduh. Malik menatap tak suka pada pemuda yang menatap nya dan juga tersenyum ramah. Meskipun demikian, Malik tetap tersenyum sopan.


"Oh iya, ini Malik menantu Tante, dan Malik, ini Fawwas anak temen Bunda." Annisa saling memperkenalkan mereka.


Fawwas mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Malik. Malik menyambut dengan baik uluran tangan nya.


"Fawwas,,, Malik,,." setelah memperkenalkan di masing-masing, Malik mengajak mereka untuk pulang.


Di dalam mobil, Annisa menceritakan tentang pemuda itu yang adalah anak dari temannya itu. "Oh, jadi dia di sini lagi nemenin istri nya?" tanya Malik. Entah mengapa dia merasa lega dengan apa yang di ucapkan Bunda Annisa.


Asyifa melirik sang suami yang terlihat tersenyum simpul. Dia ikut tersenyum, dia tau jika suami nya itu cemburu. Dua jadi ada ide jail untuk mengerjai nya.


Asyifa tersenyum simpul. "Fawwas ganteng juga yah Bun?" tanya Asyifa. Dia sedikit melirik ke belakang dan mengedipkan mata. Seakan tau jika itu adalah kode dari sang putri.


Malik diam tak bergeming. Tidak ada komentar dari nya. Asyifa rasanya sangat puas melihat ekspresi wajah sang suami yang berubah menjadi merah. Padahal hanya berbicara seperti itu namun respon yang di berikan nya begitu besar.


Dia jadi seperti membalas dendam pada nya sewaktu kesalah pahaman yang terjadi waktu dulu dengan Ayesha.


Setelah perjalanan dua puluh menit dari Rumah Sakit, akhirnya mobil mereka sampai di kediaman keluarga besar Al-Husein. Mereka turun dari mobil dan masuk kedalam rumah. Asyifa melirik Malik yang tak kunjung berbicara meski berdekatan dengan putranya.


Asyifa memelankan langkah nya menyamai sang Bunda yang ada di belakang.


Malik tidak melihat jika istri nya tak lagi di samping nya.


"Bun! kayaknya Malik marah banget deh Bun?" ujar Syifa berbisik. Annisa terkekeh. "Kamu sih, jahil banget. Dan aneh nya juga Bunda ngikutin instruksi kamu lagi!" ucap Annisa yang berujung kesal.

__ADS_1


Asyifa tertawa pelan. "Biarkan saja deh! aku mau lihat sampai mana dia marah?" kekeh Asyifa. Annisa menggeleng saja melihat tingkah putri nya.


Mereka masuk ke dalam rumah itu dan penghuni yang tak begitu ramai karena para anak muda sedang dalam aktifitas mereka masing-masing. Hanya ada Oma Risma dan juga Naura serta Salsa.


"Wah, cucu Uyut main yah? sini sayang, Uyut mau gendong!" seru bahagia Oma Risma yang begitu semangat.


Asyifa menghampiri sang Oma dan menyerahkan Salman kepada nya. "Tampan nya cucu Uyut? habis di imunisasi yah sayang?" tanya Oma pada cucu nya.


Naura ikut mengambil alih Salim yang berada di gendongan Annisa. Mereka saling bercanda dan tertawa. Asyifa berpamitan untuk ke dapur dan di susul oleh Malik.


Asyifa terlihat sedang mengambil air dingin di lemari es. Tiba-tiba saja ada yang memeluk nya dari belakang. Dia terperanjat dan memukul lengan yang memeluk nya, dia adalah Malik.


"Bikin kaget tau nggak!" kesal Syifa. Malik bukan nya menanggapi malah menggesekan hidung nya dengan tengkuk sang istri membuat si empunya merengek geli.


"Sudah dong, malu nanti di lihat sama orang ih!" kesal nya lagi. "Yang, kamu nggak akan selingkuh kan?" tanya Malik. Asyifa menghentikan rengekan nya dan langsung terdiam. Dia tersenyum simpul.


Suami nya masih cemburu, pikir nya. Dia meletakkan gelas nya dan membalikkan badan kemudian mengalungkan tangannya di leher sang suami. "Emm? jadi suami ku ini cemburu?" kekeh Syifa.


"Sangat Yang!" aku nya. Asyifa tertawa kecil. Dia memeluk Malik dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang nya.


"Aku tidak akan mengkhianati kamu." Asyifa memberi penjelasan. Malik tersenyum. "Sungguh?" tanya nya. Asyifa mengangguk.


Malik menjauhkan diri nya dan menatap lekat wajah sang istri. Dia cium kening, kedua mata, pipi dan yang terakhir adalah bibir.


Tapi sebelum dia menempelkan nya, Adiba lewat dan melihat adegan itu. Gadis itu menjerit kaget. Hal itu membuat Malik mengurung kan niat nya dan mengundang tawa Asyifa. Adiba mengomel sembari pergi.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya Malik bingung. "Aku heran saja, sudah dua kali kita kepergok sama dua orang yang berbeda dengan situasi yang sama." Asyifa tertawa. Malik ikut tertawa mengingat itu.


Malik merangkul pundak istri nya dan mengajak nya untuk kembali lagi ke ruang tengah.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.

__ADS_1


YANG MANIS AJA DULU, OKE, IKUT ALUR NYA 🤣.


LIKE, COMMENT, VOTE, DAN RET5 YAH SAYANG NYA AUTHOR KECE 😍.


__ADS_2