Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
107.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.


"Bunda sama Ayah kemana yah?" tanya Salim kepada saudara kembar nya dan di balas gelengan kepala.


Mereka menunggu orang tua mereka di bangku dengan begitu bingung.


Tak lama kemudian, kedua nya datang dengan motor masing-masing.


"Assalamualaikum Sayang?" sapa mereka pada kedua putra mereka.


Mereka menjawab dengan ketus. "Kalian dari mana saja sih?!" tanya kesal Salim setelah menjawab salam mereka.


Asyifa terkekeh melihat ekspresi wajah putra nya yang lucu. "Maafin Bunda sama Ayah yah Sayang, ayo Kita pulang?"


Tak ada respon dari mereka, bahkan mereka membuang muka karena saking kesal nya.


Asyifa menautkan kedua alisnya dan menoleh pada sang suami dengan menaikkan dagu nya.


Malik terkekeh dan turun dari motor nya. Laki-laki itu berjongkok menyamakan tinggi nya dengan mereka. Dia tersenyum.


"Kalian mau minta apa supaya memaafkan Kita?" tanya Malik yang melirik Asyifa.


Asyifa ikut turun dan menghampiri mereka. "Apa yang mau Kalian mau, hari ini Bunda sama Ayah akan turuti asal itu baik."


Salman melirik saudara nya dan begitu pula dengan Salim. Seperti memberikan kode, mereka mengatakan dengan kompak. "Kita mau es krim!" seru mereka semangat.


"Itu saja?" tanya Asyifa. Mereka mengangguk semangat. "Baik lah! Kita akan makan es krim. Kita pergi sekarang?" tanya Asyifa dan di sambut girang oleh ke-dua nya.


Mereka pun menaiki motor mereka masing-masing dan melajukan motor mereka menuju kedai es krim yang langganan mereka.


"Kita sudah sampai!" kata Malik dan mereka begitu senang.


Si kembar berlarian menuju ke dalam kedai. Asyifa dan rangkul dan berjalan sejajar dengan sang suami.


"Aku mau yang besar! Isi nya yang banyak!" seru Salim.


"Aku juga!" timpal Salman.


Mereka melihat tingkah putra mereka yang begitu heboh hanya menggelengkan kepalanya. Tak berapa lama, akhirnya pesanan mereka datang, dan mereka dengan semangat menyantap es krim mereka.


Malik mencondongkan tubuhnya mendekat pada istri nya. "Bun!" panggil Malik. "Hum?" saut Asyifa.

__ADS_1


"Kalau nambah satu, Ayah rasa bakalan pusing deh yang punya kedai ini," kata Malik yang mata nya masih mengawasi kedua putra nya.


Asyifa hampir saja tersedak es krim nya karena tertawa. "Ayah ini ada-ada saja!" ucap Asyifa, Malik terkekeh.


"Padahal Bunda mau ngasih tau Ayah sesuatu, mungkin sebentar lagi akan kejadian apa yang Ayah duga." Asyifa terkekeh.


"Maksud Bunda apa?" tanya bingung Malik, mengapa pula istri nya ini sangat suka memberikan isyarat yang kadang tidak di mengerti.


Asyifa mendekatkan bibirnya di telinga suaminya dan berbisik. Bisikan yang membuat Malik terkesiap karena tidak percaya.


"Benarkah?!" seru Malik tak percaya dan refleks berdiri. Asyifa menarik lengan suaminya karena mereka menjadi pusat perhatian.


Malik tersenyum pelik dan meminta maaf dengan menganggukkan kepalanya. Dia kembali duduk.


"Ayah nggak apa-apa Yah?" tanya Salim. Asyifa tertawa kecil melihat pertanyaan polos dari putra nya. Dan Malik hanya tersenyum canggung.


"Bener kan Bun, bukan prank lagi kan kayak waktu itu?" tanya Malik memastikan.


Asyifa terkekeh. "Nggak! Kali ini nggak Ayah."


Rona bahagia sangat terlihat di wajah Malik, hingga dia tidak henti-hentinya tersenyum dan menciumi tangan sang istri.


💢💢💢💢


Nabila yang mendengar salam sang papa pun mendongak dan tersenyum bahagia. Gadis kecil itu beranjak dari duduk nya dan berlari menghampiri papa nya.


Reyyan merentangkan kedua tangannya menyambut. "Emm! Wangi nya Sayang nya Papa!" ucap Reyyan dengan menciumi wajah dan juga perut putri nya membuat Nabila tertawa begitu girang.


Adelia yang sedang sibuk di dapur pun tersenyum. Reyyan menghampiri istri nya dan mencium kening nya. Kemudian Reyyan duduk di kursi meja makan dan meletakkan Nabila di atas meja.


Adelia menghampiri mereka sembari membawa nampan berisi minuman untuk sang suami dan meletakkan nya di atas meja.


"Makasih Sayang," ucap Reyyan. Dan di balas anggukan dari Adel.


"Sayang nakal tidak hari ini?" Nabila yang mengerti pun menjawab dengan menggelengkan kepalanya. "No!" dengan suara khas anak kecil nya.


"Pinter nya Sayang nya Papa," sekali lagi Reyyan menciumi wajah Nabila.


"Oh! Iya Mas, Aku dapet kabar kalau Asyifa sekarang lagi hamil anak ketiga katanya." Adel memberi tau.


"Oh ya?! Wah, manjur juga si Malik!" ucap Reyyan terkekeh.

__ADS_1


"Hust! Kamu ini, ada Nabila ini." Sarah Adel.


Reyyan melirik Nabila dan tertawa melihat ekspresi polos nya. "Dia nggak ngerti ini," sangkal Reyyan.


"Tapi kan tetap saja harus ngomong nya yang baik," ucap Adel. "Iya, iya! Maafkan Kakanda yah Adinda!" kata Reyyan mendramatisir.


Adelia terkekeh. "Adinda selalu memaafkan Kakanda," ucap Adel mengikuti candaan Reyyan.


Reyyan tertawa. Bahagia nya dia mempunyai sang istri yang begitu tau dengan kegilaan nya. Hal ini yang membuat dirinya hilang dari rasa capek nya setelah dari pagi sampai sore mencari nafkah.


💢💢💢💢


Bima sedang membahas bisnis nya dengan rekan kerja sekaligus teman nya yang baru saja pulang dari luar negeri.


Nazira membawakan minuman dan meletakkan nya di atas meja di depan mereka.


"Oh iya, kenalkan ini Istri Aku dan Sayang, ini teman Aku Rama yang Aku ceritakan semalam." Bima memperkenalkan mereka masing-masing.


Nazira mengangguk dan tersenyum, "Wah, pantas saja Kamu begitu terpikat sama Istri Kamu, ternyata benar apa yang di katakan teman-teman Kita. Dia begitu mempesona." Puji Rama.


"Bisa saja Kamu itu," Bima terkekeh.


"Ibu, Ayah! Boleh tidak teman-teman Aku main kesini, teman Aku sudah menunggu mau belajar bareng." Chacha menghampiri Nazira dan Bima untuk meminta izin.


"Boleh Nak! Ayah mengizinkan kok. Tapi di kamar Chacha saja yah, soal nya Ayah sedang ada tamu." Bima mengatakan dengan lembut.


Mata Chacha berbinar. "Benarkah? Terimakasih Ayah!" seru bahagia Chacha. Dia bahkan mencium pipi Bima.


Rama yang melihat itu merasa bingung. Chacha pun berlari dan menghampiri teman-teman nya untuk di ajak masuk ke dalam kamar nya.


"Aku ke anak-anak dulu yah Mas," izin Nazira.


Bima mengangguk dan Nazira pun pergi meninggalkan mereka. Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka hingga sebuah kerjasama terjalin.


"Makasih ya Bro! Kamu mau kerjasama sama perusahaan Aku." Kata Rama.


Bima tersenyum. "Iya sama-sama Kita raih sukses Kita bersama!" ucap Bima menanggapi.


"Oh iya Bro! Sorry nih, kalau Aku boleh tau nih yah, itu anak perempuan anak Kamu kah?" tanya Rama mengungkapkan pertanyaan yang sedari tadi terngiang di kepala nya.


"Iya, dia anak dari istri Aku." Bima menjawab dan Rama membulatkan bibir nya tanpa suara.

__ADS_1


GAES, BANTU AKU LIKE DUBBING OFFICIAL DI BANNER DEPAN YAH GAES, CARI ID NAMA Q YAH, MAKASIH YANG MAU LIKE, GRATIS KOK NGGAK SURUH BAYAR HEHEHEHE YANG MAU DENGAR BOLEH BANGET YANG PENASARAN DENGAN SUARA AUTHOR KECE 🤣. UHUY!


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


__ADS_2