Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
51.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊 😊.


"Kapan kau bangun?" tanya Syifa polos.


"Sejak kamu mengerakkan badan kamu. Dan kamu tau, sesuatu dari dalam diriku mulai ada reaksi?" ujar Malik.


"Apa nya yang, aaaaa...." ucapan Syifa terpotong saat Malik dengan cepat membalikkan tubuhnya hingga sekarang dirinya berada di bawah sang suami yang mengungkung nya.


"Ma....Malik, apa yang kamu lakukan?" tanya Syifa sebelum mengalihkan pandangannya ke samping karena tak kuat melihat mata Malik yang begitu dekat.


Jantung nya berdegup kencang. " Kamu punya hutang sama aku sayang" kata Malik menggoda membuat pipi Asyifa merona.


"Orang jelek, waktu nya sholat subuh, bukan waktu nya yang begitu" gerutu Syifa.


Malik tertawa pelan. "Baiklah, ayo kita ambil wudhu" ajak Malik dan beranjak dari atas tubuh sang istri.


Asyifa menghembuskan nafas lega sembari mengelus dada nya. Mereka pun masuk ke kamar mandi secara bergantian dengan Asyifa yang lebih dulu.


Mereka menunaikan ibadah di pagi mereka dengan khusyuk. Tak jarang juga Syifa meneteskan air mata karena suara indah dari Malik, yang menurut nya mirip dengan almarhum sang Ayah.


Setelah mereka menunaikan sholat, mereka saling memanjatkan do'a di dalam hati masing-masing.


"Ya Allah, buka kan lah pintu hati istri hamba yang belum sepenuhnya menerima hamba, jadi kan rumah tangga kami penuh dengan keberkahan dan juga kebahagiaan. Semua hamba serahkan kepadamu ya Allah, bimbing lah hamba supaya bisa membimbing istri hamba menjadi wanita sempurna untuk hamba dan menjadi penyejuk hati hamba. Aamiin" do'a Malik dalam hati.


"Ya Allah, bantulah aku untuk bisa menerima Malik sebagai suami aku, aku tidak tau harus melakukan apa, tapi aku percaya dia ya Allah, dia akan membawaku ke dalam surga mu. Aamiin" do'a Syifa dalam hati.


Malik menengok kebelakang dan tersenyum teduh. Dia menyodorkan tangannya untuk sang istri salimi, Asyifa mengambil tangan Malik dan mencium nya. Setelah itu Malik mencium ubun-ubun kepala Syifa dan mendoakan nya.


Mereka saling pandang, Syifa memutuskan pandangan nya dengan menunduk. Malik terkekeh.


Tangan Malik terulur memegang dagu sang istri dan berkata. "Boleh kah?" tanya nya.


Dalam hati Syifa membaca basmalah dan mengangguk meski malu. Senyuman Malik merekah. Dengan lembut dia membuka mukena yang di kenakan istri nya dan mengangkat tubuh sang istri untuk di rebahkan di atas tempat tidur.


Malik mencium kening, mata, hidung, kedua pipi dan juga bibir Syifa. Dan selanjutnya, mereka melakukan Sunnah sebagai pasangan suami istri yang akan mengeratkan hubungan antara mereka. Dan menjadi salah satu pondasi dalam biduk rumah tangga mereka.

__ADS_1


💢💢💢💢


Di tempat lain, tepat nya di kamar Reyyan, pemuda itu masih saja nyaman dengan selimut nya. Setelah menunaikan ibadah sholat, dia kembali merebahkan tubuh nya di tempat tidur kesayangan nya hingga suara ponsel yang berbunyi nyaring membuat dia tersadar dari mimpi indah nya.


"Hallo" sapa Reyyan dengan malas setelah mengambil ponsel yang ada di atas nakas dengan sedikit menggerutu.


Tubuh nya tegak seketika saat mendengar suara dari seberang telepon nya. Suara dari gadis yang sekarang sudah menjadi kekasih nya, ralat Calon istri, niat nya.


Itu membuat dia sedikit panik. Kenapa?, ya karena sang mantan dari gadis nya yang sekarang sudah meneror dia. Ya ampun, ini masih pagi, kenapa pula dia begitu gencar membuat onar.


"Oke, aku kesana" tukas Reyyan dan bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya.


Setelah bersiap, dia mengambil kunci motor nya dan berlalu. Dia melewati meja makan dan mengambil sepotong roti yang ada di atas piring depan Alia sang dik. Alia yang mendapati sang kakak yang mengambil sarapan nya pun hendak melempar sendok yang sedang dia pegang untuk mengoleskan selai. Reyyan menjulurkan lidahnya meledek dan bersembunyi di balik badan Mommy nya.


"Kak Reyyaaann" teriak Alia.


"Ntar ambil lagi ajah, Kakak lagi buru-buru soalnya" seru Reyyan.


"Mau kemana Rey?" tanya Salaa sembari menuang jus kedalam gelas yang dia pegang.


"Ke rumah Adel, Adel lagi ada bahaya" saut nya.


Reyyan pun pergi setelah mencium pipi Mommy nya.


"Iya ntar, doa'in ajah biar lancar" Reyyan lari sembari berteriak membuat mereka menggeleng kan kepala mereka hampir bersamaan.


Pemuda itu mengendarai motor nya menuju ke rumah Adelia, dengan terburu-buru. Setelah sampai, dia turun dan berlari ke halaman rumah gadis itu. Terlihat David mantan suami dari Adelia yang sedang menggedor pintu rumah.


"Adel!!" David berseru memanggil.


Reyyan menepuk pundak David hingga dia menoleh. "Mau apa kamu ke rumah calon istri aku!" geram Reyyan.


"Sejak kapan dia jadi calon istri kamu, baru calon bukan istri ini!" seru nya tak mau kalah.


"Dari pada kamu, orang yang sudah di buang oleh Adel!" jawab Reyyan mencibir.

__ADS_1


"Mendingan kamu pulang sebelum pihak berwajib datang kesini!" geram Reyyan.


David mengepal kuat. Tanpa kata dia pergi dengan raut wajah yang begitu kesal.


Reyyan menghembuskan nafas lega, dia mengetuk pintu rumah Adelia. "Del, buka pintu Del" seru Reyyan. Dan tak lama kemudian pintu terbuka.


Adelia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling, dia menghembuskan nafas lega nya setelah memastikan David tak ada di depan rumah nya.


"Masuk Rey" kata Adel mempersilahkan.


Reyyan masuk dan duduk di sofa. Adelia memanggil pembantu rumah nya untuk membuat minuman untuk Reyyan.


"Del, kamu nggak mau pindah sama Mama kamu?, mantan kamu itu udah di lewat batas, aku takut kamu kenapa-napa nanti nya" Reyyan begitu khawatir jika sesuatu hal terjadi kembali seperti saat ini.


"Aku nggak mau Rey, aku terlanjur kecewa sama mereka" ucap Adel.


"Aku tau itu, tapi di sini tidak ada yang selalu menjaga kamu Del, aku nggak mau kamu celaka, kamu tau kan jika David itu sudah mulai nekat" ujar Reyyan.


Adel terdiam menunduk, Reyyan terus saja memandang Adel. Dia berniat dalam hati nya dan memantapkan nya.


"Del, aku mau ngomong serius sama kamu" ucapan Reyyan membuat Adel mendongak.


"Kamu mau menikah denganku?" tanya Reyyan dengan nada yang serius.


Adelia tertegun, dia syok, dengan apa yang Reyyan ucapkan pada nya.


"Kamu yakin dengan status aku yang seperti ini?" tanya nya menunduk kembali.


Reyyan tersenyum. "Kamu hanya jawab iya atau tidak, itu saja" ucap nya kemudian.


Adel kembali mendongak dan menatap lekat wajah Reyyan. Reyyan tersenyum lembut, detik kemudian, Adel mengangguk dan tersenyum malu.


Reyyan bersorak di dalam hati. "Alkhamdulillah" ucap nya lagi.


Obrolan mereka pun berlanjut, terjeda hanya saat pembantu rumah Adel meletakkan gelas air minum untuk Reyyan.

__ADS_1


AKHIRNYA DUA CHAPTER SELESAI, SELAMAT MEMBACA, JANGAN LUPA LIKE COMMENT VOTE NYA YAH MAN-TEMAN BUAT BESOK AJAH, PENUTUPAN VOTE HARI INI SOALNYA.


DUKUNG TERUS AUTHOR KECE YAH MAN-TEMAN TERIMAKASIH 😊😊😊.


__ADS_2