
HAPPY READING MAN-TEMAN 😁.
Malik mengusap wajah nya kasar. Dia teringat saat pertemuan nya dengan gadis itu di kebun binatang, gadis yang tidak sengaja dia tabrak. 'Mengapa harus di pertemukan lagi? ' ucap nya dalam hati.
Sudah dua Minggu dari pertemuan nya dengan gadis itu, kini dia tak lagi bertemu dengan Asyifa. Ntah lah dia juga tidak tahu apa penyebabnya.
Di tempat lain, Asyifa sangat sibuk dengan bengkel nya, yang akhir-akhir ini bertambah lagi pelanggan nya, mengharuskan dia ikut turun tangan untuk menghandle.
"Non, ada orang yang mencari Non di depan" ujar pak Ahmad pada Asyifa yang sedang dalam kolong mobil.
Asyifa memunculkan kepala dan bertanya
'siapa?'. Dan gelengan dari pak Ahmad menjadi jawaban nya.
Asyifa beranjak dari tempat nya dan menemui orang yang ingin bertemu dengan nya. Pakaian yang rapi dengan jas mahal yang di kenakan orang itu sedikit membuat heran gadis itu, seperti nya orang penting, tapi kenapa dia mencari nya.
"Siapa?" tanya Syifa pada orang yang membelakangi nya.
"Hai Syifa" sapa orang itu dengan melambaikan tangan nya setelah membalikkan badannya.
"Bima?" tanya Syifa yang di angguki oleh pemuda itu.
"Syifa, aku mau mengajak kamu ke pesta perusahaan ku untuk sebagai perwakilan dari Ayah kamu" ucap nya.
"Maaf anda seperti nya salah alamat, anda seharusnya pergi ke perusahaan Opa ku bukannya ke sini" Syifa menjawab dengan datar.
"Aku sudah mengirimkan undangan kepada mereka, dan mereka menyetujui untuk pergi dan juga aku ingin mengajak kamu untuk ikut bergabung dalam pesta kali ini" ujar nya.
"Saya tidak ada keharusan untuk mendatangi hal semacam itu, lebih baik anda pergi dari sini karena saya sibuk!" jawab nya tegas.
Asyifa berbalik hendak meninggalkan Bima.
"Saya sudah meminta izin pada Bunda kamu dan Bunda kamu mengizinkan" ujar nya menghentikan langkah gadis itu.
Asyifa membalikkan badannya dan mengernyit heran.
"Apa hubungan nya dengan Bunda saya yang mengizinkan?" tanya nya heran dan pemuda itu hanya mengedikan bahu nya.
Asyifa mengambil ponsel nya dan menelpon sang Bunda. Setelah sedikit ada perdebatan antara ibu dan anak itu di telepon, Asyifa menghela nafas lelah.
Dia menutup telepon nya dan berbalik menatap pemuda yang ada di depan nya itu dengan tatapan tajam.
Pemuda itu hanya tersenyum polos membuat gadis berhijab itu menggeram kesal.
__ADS_1
"Oke, anda boleh pergi sekarang saya masih ada kerjaan, dan saya akan datang sendiri ke tempat acara" tukas Asyifa.
"Aku akan menunggu kamu di sini" ucap Bima dan duduk di kursi tunggu.
Asyifa menatap Bima jengah dan hendak meninggalkan pemuda itu.
"Terserah!" seru Asyifa melambaikan tangan tak peduli dan berlalu pergi.
Cukup lama Bima menunggu dan Asyifa tak ada niatan untuk menyudahi pekerjaan nya, Bima lama kelamaan bosan juga dan dia membaringkan tubuhnya di kursi panjang itu, beberapa menit kemudian dia sudah tertidur dengan menutupi wajah nya dengan jas yang semula dia kenakan.
Asyifa masih berkutat dengan mobil yang dia garap. Para bawahan Asyifa menatap kasihan pada pemuda itu yang menunggu sampai tertidur.
"Om, nanti ini tinggal di kasih oli saja ya, semua sudah beres" ujar Syifa pada salah satu bawahan nya.
"Baik Non, itu Non teman Nona sepertinya kelelahan menunggu Non Syifa sampai tertidur pulas begitu" bawahan Syifa berucap.
"Biarkan saja Om, dia yang minta bukan saya yang nyuruh" ujar nya lagi.
"Ya sudah Om, saya mau pergi bersih-bersih dulu" sambung nya dan di angguki dengan hormat oleh Om itu.
Asyifa masuk ke dalam kantor nya dan memasuki ruangan pribadi nya. Kantor Syifa atau lebih tepat nya kantor sang Ayah ini memiliki fasilitas yang lengkap. Bahkan tempat tidur dan kamar mandi pun ada.
Setelah membersihkan diri nya, baru lah dia menemui pemuda yang sedang menunggu nya itu. Dia membuang nafas panjang melihat Bima yang tidur begitu pulas nya.
Bima yang mendapat panggilan yang keras pun akhirnya mengerjakan mata nya.
"Ya ampun, bidadari nya muncul beneran" ucap nya masih setengah sadar.
"Mau bangun nggak, kalau nggak saya tinggal" ujar Asyifa dan melangkah pergi.
Melihat Asyifa yang pergi, seketika membuat Bima tersadar. Dia pun berlari mengejar Asyifa yang sudah lebih dulu berjalan lumayan jauh.
Dari jauh Malik yang baru datang ingin menemui Asyifa melihat Asyifa yang bersama dengan seorang pemuda pun mengurungkan niatnya.
Dia memberhentikan motor nya tak jauh dari bengkel Syifa. Malik mengamati interaksi ke dua nya dari jauh, meski tidak ada interaksi yang seperti dia pikirkan, namun tetap saja membuat dirinya cemburu.
Cemburu?, iya dia cemburu melihat Syifa berdekatan dengan orang itu.
Asyifa menaiki motor nya dan men starter., namun jok belakang seperti ada yang menumpangi, dia menoleh dan mendapati Bima yang tersenyum polos.
"Turun" ucap Syifa dingin.
"Bareng saja ya, kalau nggak kita pake mobil aku saja gimana" tawar Bima.
__ADS_1
"Turun" ucap nya lagi.
"Padahal aku nungguin kamu biar bisa bareng loh" ujar nya memelas.
"Siapa yang nyuruh!, turun!" ucap nya lebih dingin.
Bima meringis ngeri, dia pun turun dari motor Syifa.
Syifa melajukan motornya meninggalkan Bima dengan wajah melongo nya.
"Ya ampun, aku di tinggal sendiri di sini, benar-benar nih cewek" monolog nya sembari menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Bagaimana dia percaya, seorang Bima yang selalu membuat cewek-cewek mendekat pada nya, tapi dia, gadis itu sama sekali tidak tertarik pada nya. Ya ampun, dia benar-benar tidak percaya, dia merasa tidak di hargai sebagai orang yang tampan.
Malik melihat hal itu pun menahan senyum nya, dia menyadari Syifa yang akan melewati diri nya. Dia menutup kaca helm bertujuan supaya tidak dapat di lihat oleh gadis itu.
Tapi saat suara dari Syifa membuat dia menoleh dan tersenyum canggung.
"Eh Syifa" sapa nya canggung.
"Lagi ngapain?" tanya Syifa.
"O..Oh itu aku, aku kebetulan lewat sini" jawab nya gugup.
"Ya ampun Malik, alasan macam apa itu?, klasik sekali" batin nya berteriak.
"Oh, ya sudah, aku tinggal dulu" Asyifa kembali men starter motor nya.
"Tunggu Syi, kamu mau pulang kah?" tanya nya lagi dan di angguki oleh Syifa.
Syifa berlalu meninggalkan Malik yang diam menatap kepergian Syifa. Dia merutuki dirinya sendiri hal yang baru saja terjadi.
Entah apa yang dia rutuki pun tidak jelas. Kemudian, Bima yang baru saja keluar dari bengkel Syifa yang melihat Malik pun menepikan mobilnya dan menghampiri pemuda itu.
Malik menatap tidak suka pada Bima yang berdiri di hadapan nya itu.
"Aku tahu kamu menyukai Syifa, aku pun sama" ujar Bima.
"Lalu?" tanya Malik.
"Kita bersaing secara fair!" tukas Bima.
HAYOO...KALIAN DUKUNG SIAPA NIH?🤗.
__ADS_1
KOMEN DI BAWAH YAH MAN-TEMAN.