
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
Rombongan calon pengantin pria sudah memasuki halaman rumah pengantin wanita.
Karena Adelia orang Jawa, maka dari itu pihak Adelia menggelar acara di kediaman nya. Bisa saja menggelar di hotel yang lebih luas, namun karena tradisi keluarga yang mengharuskan pelaksanaan ijab qobul di rumah, maka pihak keluarga pengantin pria mengikuti saja, yang terpenting adalah kesakralan dan juga kelancaran acara.
Reyyan sedari tadi menarik nafas dalam-dalam, mencoba menetralkan kegugupan nya itu. Hal ini tidak luput dari perhatian sang Daddy yang berdiri di samping nya. Daddy Zaki tersenyum dan merangkul bahu sang putra seakan memberikan kekuatan bahwa semua akan baik-baik saja.
Reyyan menoleh, masih dengan gugup dia menorehkan senyuman. "Semua akan baik-baik saja nak" ucap Daddy Reyyan lirih memberikan semangat.
Reyyan mengangguk dan menatap ke depan kembali mengikuti tradisi yang ada. Reyyan di apit kedua orang tua nya masuk setelah tradisi penyambutan. Jantung yang berdetak tak beraturan menambah ketegangan di hati Reyyan.
Reyyan di persilahkan untuk duduk di kursi yang akan di laksanakan nya ijab qobul. Berhadapan dengan calon mertua dan juga di saksikan kedua keluarga dan kerabat dekat membuat pemuda itu bertambah gugup.
Malik yang duduk di belakang Reyyan menepuk bahu nya dan berbisik. "Semua akan baik-baik saja bro, kamu laki-laki tidak seharusnya kamu takut dengan hal seperti ini. Gugup boleh tapi harus cerdas, kamu bayangkan saja Adelia yang akan menjadi istri kamu" perkataan Malik membuat Reyyan tersadar. Ada gadis nya yang menunggu di salah satu kamar rumah ini yang mungkin lebih gugup dari nya.
Reyyan memantapkan hati nya. Dengan mengucapkan basmalah dia mengatakan pada dirinya sendiri. "Aku siap" mantap nya dalam hati.
Di tempat lain, di sebuah kamar yang tidak lain adalah kamar Adelia, Syifa terlihat mengetuk pintu sebelum di persilahkan masuk.
Syifa tersenyum manis melihat pengantin wanita yang begitu cantik. Dia menghampiri dan menyapa.
"Memang nggak salah Reyyan memilih kamu Del" puji Syifa pada calon ipar nya itu.
Adel terlihat tersipu, di saat kegelisahan nya kedatangan Asyifa sedikit meredakan rasa gelisah yang sedari semalam dia rasakan. Paling tidak, dia bisa merasa nyaman.
"Apakah kamu waktu menjadi pengantin se-gelisah ini Syi?" tanya Adelia memegang tangan Syifa. Syifa terkekeh. " Semua gadis yang akan menikah aku rasa akan mengalami hal yang sama Del" tutur lembut.
"Aku takut Syi" Adelia berujar sembari menunduk.
"Awal nya memang begitu, tapi kalau kita yakin pada pasangan kita, semua akan baik-baik saja" nasehat nya.
Adelia berfikir sejenak kemudian mengangguk dan tersenyum. "Pinter banget kamu Syi, pantesan kamu bisa jadi mahasiswi paling berprestasi di kampus" saut Adel memuji.
__ADS_1
"Itu kata Bunda aku Del" ucap Syifa sembari tertawa. "Tapi tunggu, kok kamu tau kalau aku berprestasi di kampus?" tanya Syifa curiga.
Adelia menyengir. "Om aku dosen Syi, jadi aku tau dari Om aku, hehe" jawaban Adelia membuat Asyifa berdecih.
Tak berselang lama, suara Reyyan yang begitu lantang menggema di di seluruh ruangan. Suara yang membuat hati Adel berdebar hebat. Dan dalam kalimat yang di ucapkan oleh Reyyan mengubah status nya dari single menjadi seorang istri.
Adelia meneteskan air mata. Syifa begitu haru melihat nya. Dia jadi teringat saat dirinya di posisi Adelia. Memang membuat berdebar, rasa nya dia ingin lari saja.
"Selamat Kakak ipar, selamat datang di keluarga Al-Husein" sambut Syifa terkekeh.
Tak ada jawaban dari Adelia karena menunduk. Saat dia mendongak, dia membulatkan matanya. "Awas!!!" teriak Adelia. Dan sejurus dengan itu, Asyifa tak sadarkan diri karena di pukul tengkuk nya, detik kemudian Syifa tak sadarkan diri.
"Syifa!!" teriak Adelia. Dia menghampiri Syifa dan berteriak meminta tolong, namun sebelum suara nya keluar, dari arah belakang ada yang membekap nya.
Adelia meronta namun tak ada hasil karena obat bius yang membuat dia semakin lemas dan lama kelamaan dia kehilangan kesadaran nya.
Beberapa orang masuk kedalam kamar itu dari jendela. Mereka membawa keduanya keluar menuju mobil yang sudah di siapkan si penculik.
"Ada apa?" tanya Reyyan. "Nggak tau coba aku cek" ujar Malik.
Malik keluar ruangan dan bertanya ada apa. "Itu mas, ada orang naik mobil kenceng banget tapi orang nya sudah keluar mas.
Malik mengangguk. Dan tak lama, kegaduhan kembali terjadi dari dalam. Malik berlari menuju ke dalam.
Terlihat Reyyan yang berdiri sembari menahan marah. Malik menghampiri nya. "Ada apa ini?" tanya nya.
"Adel sama Syifa di culik" jawab Reyyan dengan rahang yang mengeras.
"Apa?!, kamu jangan bercanda bro" ucap Malik dengan nada marah.
"Aku nggak bercanda, semua penjaga yang kita tugaskan terkapar semua" jawab Reyyan tak kalah marah.
"Sudah-sudah lebih baik kita cari mereka" lerai Zaki Daddy Reyyan.
__ADS_1
Annisa sudah menangis sesenggukan. Dia jadi teringat masa dimana putrinya itu di culik. Dan untuk kedua kalinya dia harus kehilangan putri nya dengan kasus yang sama.
Aditya sedari tadi sibuk dengan ponsel. Menelpon orang-orang suruhan nya untuk mencari putri semata wayangnya. Tak jauh berbeda dengan yang lain. Mereka saling menelpon untuk meminta bantuan dari orang-orang suruhan mereka.
💢💢💢💢
Di tempat lain, ntah di mana. Adelia mulai membuka matanya, cahaya silau berasal dari lampu satu-satunya penerang di ruangan itu membuat nya menyipitkan matanya.
Dia mengedarkan pandangannya melihat apa yang ada di sekitar. Mata nya membulat sempurna melihat Asyifa yang kondisinya tak jauh berbeda dari nya yaitu terikat dan mulut nya terplester.
"Em,em,em" suara Adel memanggil wanita itu.
Karena mendengar suara, Asyifa akhirnya membuka matanya meski masih tak sepenuhnya sadar. Dia meringis sakit pada belakang kepala nya.
Suara dari seseorang mengalihkan perhatian mereka. Seseorang itu mendekati Adel. Adel membulatkan matanya. Seseorang itu dia kenal bahkan sangat kenal. Sebulan ini dia tidak melihat nya, dan yang membuat Adel kaget dia ada di sini, apa dia di culik juga sama seperti mereka?, pikir Adel.
Namun sejurus dengan itu, tunggu. Jika dia ada di sini dan ikut di culik, mengapa dia tak di ikat seperti mereka juga?. Adel melototkan matanya ketika menyadari sesuatu.
Mengerti dengan ekspresi wajah Adel yang kaget, orang itu tersenyum sinis. "Benar. Itu aku, aku yang menculik kalian. Kenapa? karena kamu telah merebut Reyyan dari aku!" bentak nya.
Amel, dia Amel.Gadis satu kampus dengan Adel dan Syifa. Amel adalah teman Adelia bahkan lebih dari tema . Adelia begitu kaget mendengar hal itu, dia tidak pernah tau jika temannya itu menyukai Reyyan yang kini sudah menjadi suami nya itu. Ketidak sukaan nya pada Asyifa dia tau, namun dia tidak menyangka Amel akan bertindak sejauh ini.
Amel berpindah posisi berdiri di depan Syifa.
"Dan kamu!" seru Amel menunjuk. "Kamu adalah pembunuh!" lanjut nya dengan penuh penekanan.
Asyifa bingung dengan apa yang di ucapkan gadis itu. Pembunuh?, pembunuh apa?, dia sama sekali tak pernah berurusan dengan nyawa. Pikir nya.
"Gara-gara kamu, gara-gara kamu Kakak aku bunuh diri!" teriak Amel.
LAGI TEGANG, BUTUH DUKUNGAN WKWKWKWK.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍.
__ADS_1