
HAPPY READING MAN-TEMAN π€.
Suasana sedikit tegang, namun sebisa mungkin Asyifa mencoba untuk tenang. Karena dia tidak mau sang suami ikut semakin panik dengan keadaan nya jika dia mengeluh.
Dia merapalkan do'a supaya bisa kuat sampai tujuan dan selamat. Malik terus menggenggam erat tangan Asyifa. Asyifa meremas kuat tangan Malik untuk meredam sedikit rasa sakit yang tiba-tiba menyerang.
"Sabar yah Sayang, sebentar lagi Kita sampai!" seru panik Malik.
Asyifa mencoba tersenyum dan bersikap se-biasa dan se-tenang mungkin. Namun Malik tetap lah Malik. Yang tak bisa tenang jika menyangkut tentang keluarga nya terutama sang istri.
Akhirnya mereka sampai. Malik segera membuka seltbelt- nya dan turun meminta bantuan perawat yang berjaga.
Asyifa di baringkan perlahan dan di dorong oleh mereka. Si kembar yang sedikit bingung dengan keadaan ini hanya menuruti dan mengikuti langkah mereka.
Setelah sampai di ruangan bersalin, Malik dan juga kedua jagoan nya menanti di depan ruangan.
Tak lama kemudian, Annisa dan Aditya serta April dan Papa Malik datang. "Bagaimana Malik?" tanya Annisa cemas.
"Lagi di tangani Bun, Kota menunggu dokter keluar dulu." Tak lama Malik mengucapkan itu, dokter keluar menemui mereka.
"Suami ibu Asyifa?" tanya dokter. "Saya Dok!" saut Malik cepat.
"Silahkan masuk untuk menemani istri Anda Pak!" ujar sang dokter dan di angguki Malik.
Malik melirik kedua putra nya dan menghampiri mereka yang dengan tatapan polos nya karena masih mengantuk.
"Do'ain bunda sama dedek bayi yah Sayang," Malik mengusap lembut kepala putranya.
Mereka mengangguk dan Malik mencium sayang keduanya.
Malik masuk dan menemui istri nya yang sedang menahan rasa sakit itu. "Sabar yah Bun," ucap Malik mencoba menenangkan.
Asyifa tersenyum dan mengusap lembut pipi suami nya. Malik memegang tangan Syifa pada pipi nya dan menghirup nya dalam-dalam.
Dia ciumi kening, pipi, mata, hidung dan juga bibir nya. Semua perawat dan juga dokter yang membantu persalinan pun memalingkan wajahnya.
Dokter ber-dehem membuat Asyifa terkekeh sembari memukul pelan lengan suami nya.
Malik yang mendengar itu juga menoleh dan tersenyum canggung.
Asyifa lagi-lagi mengerutkan keningnya dan mencengkeram erat tangan Malik guna meringankan rasa sakit nya.
__ADS_1
"Pembukaan nya sudah lengkap Bu. Ikuti instruksi Saya yah!" ucap bidan itu dan mulai mengarahkan apa yang harus Asyifa lakukan.
Perjuangan Asyifa masih belum juga berakhir untuk melahirkan bayi nya. Hingga dua jam lama nya, suara tangisan yang begitu kencang menggema di ruangan putih itu.
Malik bernafas lega dan memeluk Asyifa serta menangis dengan haru di ikuti Asyifa. Laki-laki itu memberikan ciuman yang bertubi-tubi di wajah sang istri.
"Selamat Pak! Bu! Anak Bapak dan Ibu perempuan." Kata dokter itu dan menyerahkan nya pada Asyifa untuk melakukan prosedur kangaroo care.
"Anak Kita perempuan Mas," tangis haru Asyifa yang menciumi wajah mungil nan ayu putri nya itu.
Malik mengangguk dan mengusap lembut pipi putri nya dan mencium nya. "Cantik sekali sama kayak Bunda nya." Ungkap Malik dan tak lepas senyuman nya dari wajah tampan nya.
Malik langsung mengadzani putri cantik nya itu dengan suara merdu nya dan sedikit bergetar karena rasa haru. Asyifa menangis bahagia.
Hidup nya bagaikan penuh keberkahan dan juga kejutan.
π’π’π’π’
Oek ... Oek ... Oek ....
Suara tangisan di tengah malam kini menghiasi kembali kamar itu. Kamar yang dulunya kedua putra mereka bersahutan menangis karena lapar.
Malik terbangun dan menggendong putri mungil nya. Dia menenangkan putri nya itu dengan menimang-nimang supaya tidak menangis kembali.
Dia tidak mau membangun-kan sang istri yang sudah lelah seharian mengurus putra-putri nya.
Ayah tiga anak itu duduk di sofa sembari memberikan ASI. Setelah terlelap, Malik meletakkan bayi cantik nya di dalam box.
Dia menepuk-nepuk pelan tubuh mungil itu hingga dia ikut terlelap dengan posisi terduduk.
Hingga menjelang pagi, Asyifa terbangun karena suara alarm dari ponsel nya.
Dia meraba tempat tidur sebelah nya dan tak menemukan sosok yang di cari nya. Dia terduduk dan mengedarkan pandangannya.
Dia bangkit dari tempat tidur lalu dia mendekati sang suami yang terlelap dalam posisi terduduk dengan botol susu yang masih dia genggam.
Asyifa tersenyum dan menatap lekat wajah tampan nan tenang suami nya itu. Ibu tiga anak itu berjongkok di depan suami nya.
'Dia Suamiku, dia adalah pembangkit semangat Ku, saat Aku terpuruk dalam lingkaran hitam kekecewaan dan kesedihan.
Dia yang menggenggam tangan Ku saat Aku butuh genggaman, Dia rumah Ku saat Aku butuh naungan selain bunda.
__ADS_1
Dia yang mengajarkan Aku cinta yang sesungguhnya. Dan Dia yang melepaskan belenggu dalam hati Ku.
Masa itu akhirnya datang, masa di mana Aku merasa bahagia hidup di dunia ini.
Dia yang memberikan kehidupan baru setelah bunda dan ayah Ku. Dia suami Ku, Dia adalah imam Ku. Terimakasih ya Allah, Engkau mengirimkan seorang laki-laki yang dapat membuat Aku nyaman dan semoga Engkau selalu memberkahi rumah tangga Kami.
Aamiin. Lirih Asyifa dalam hati'.
"Sudah puas memandangi ketampanan dan ke-elokan ciptaan Tuhan yang satu ini?" suara Malik mengagetkan Asyifa.
Asyifa terkekeh dan beranjak dari jongkok nya. "Narsis!" dengus Syifa.
Malik menarik tangan Asyifa hingga diri nya terjatuh di pangkuan Malik. "Mau kemana?" tanya Malik.
"Seperti biasa, menyiapkan sarapan untuk para kesayangan." Asyifa memberi tau.
"Kiss dulu lah," pinta Malik dengan menyodorkan pipi nya lebih dekat lagi pada sang istri.
Asyifa menjauhkan wajah suaminya membuat Malik menekuk wajah nya. Asyifa tertawa pelan dan mengecup pipi Malik dengan cepat.
Malik masih memalingkan wajahnya tak ingin melihat Syifa. Syifa menghembuskan nafas pelan dan menciumi pipi yang satu lagi, kening mata dan kemudian bibir.
Dan saat bibir mereka menempel, Malik tak membiarkan lepas begitu saja. Dia menahan tengkuk sang istri hingga mereka melakukan lebih dalam lagi.
Suara gedoran dari luar kamar sontak memisahkan tautan mereka. Mereka menoleh pada pintu kamar dan beralih pada bayi mungil mereka yang ikut menangis.
"Nanti Kita titipkan sama bunda saja yah Yang!" ucap Malik dan Asyifa tertawa.
TAMAT.
ππππ SUDAH TAMAT....
TERIMAKASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MENGIKUTI CERITA AUTHOR KECE HINGGA FINISH YANG KIRA-KIRA SELAMA EMPAT BULAN LAMA NYA DAN TETAP SETIA.
MAAFKAN AUTHOR KECE JIKA BANYAK SALAH DARI CARA PENULISAN ATAU HAL YANG MEMBUAT KALIAN KESAL KARENA TIDAK KETURUTAN KEINGINANNYA.
YANG JELAS AUTHOR KECE SANGAT BAHAGIA BISA MENYELESAIKAN CERITA INI.
KOMEN KESAN KALIAN SAAT MEMBACA CERITA ASYIFA, MALIK DAN KAWAN-KAWAN YAH MAN-TEMAN, DI TUNGGU RESPON KALIAN.
KALIAN BISA BACA KARYA AUTHOR KECE YANG LAIN NYA YAH πππ.
__ADS_1
NANTI KAN INFO DARI AUTHOR KECE LAGIπ€π€.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE π.