
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
"Kamu keren bro" ucap Reyyan memuji membuat Bima tersenyum senang, kesedihan nya terkikis dengan kebahagiaan dari Asyifa yang sekarang menjadi adiknya itu. Hal yang dia lakukan sudah benar, hati nya berbicara.
Aditya maju menghampiri Bima, dia memegang bahu nya dan tersenyum.
"Kamu hebat nak, terimakasih telah menyerahkan kebahagiaan kamu kepada anak Om, Om doa'kan supaya kamu dapet yang jauh lebih baik" ucap Aditya.
"Yang lebih baik pasti ada nya Om, tapi yang kayak Syifa satu doang Om, Om punya anak kembar nggak? biar di jodohkan sama aku" tanya Bima polos.
Aditya tertawa geli begitu pula Danish dan Reyyan. Aditya merangkul pundak Bima dan menggiring nya untuk makan siang bersama.
Sembari berjalan, mereka saling bercanda. "Sudah nanti aku kenalin yang sexy kayak Syifa" ujar Danish.
"Beneran?" tanya Bima.
"Iya bener, ntar besok aku carikan di pasar" canda Danish.
"Si*lan" umpat Bima.
Reyyan tergelak. " Sefrustasi itu kah kamu bro?" tawa Reyyan di ikuti yang lainnya.
💢💢💢💢
Asyifa masuk ke dalam kamar nya, lebih tepat nya kamar pengantin dirinya dan juga Malik sang suami.
Asyifa membersihkan wajah nya, dia menghapus makeup yang menurut nya begitu tebal itu dengan menggerutu.
Bagaimana tidak, dia jadi terlambat karena ulah sang suami yang tidak membiarkan nya pergi sama sekali sebelum dia mencium nya.
Dan dengan terpaksa dia akhirnya mencium pipi sang suami. Dan respon yang di berikan oleh Malik itu adalah tertawa keras karena bisa membuat Syifa luluh dengan ancaman nya itu.
"Dasar Malik jelek!" gerutu Syifa.
"Ngatain suami dari belakang begitu nggak baik loh" saut Malik yang mendengar Syifa mengumpat dengan masih tertawa pelan.
"Ngapain kamu kesini?!" ketus Syifa.
"Nggak tahu, aku di suruh sama Bunda kesini" jawab nya enteng dan menghampiri Syifa.
"Dia bukan Bunda kamu, itu Bunda aku" ketus Syifa.
"Tapi kan kita sudah menikah, jadi Bunda kamu ya Bunda aku juga, dan Mama aku Mama kamu juga" jawab nya lagi.
Asyifa membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah Malik, namun yang di tatap hanya tersenyum polos.
__ADS_1
"Keluar sana" usir Syifa.
"Kok keluar, kan di suruh kesini sama Bunda. Kalau Bunda nanyain mau jawab apa?" melas Malik.
"Aku mau ganti baju, sana keluar" usir nya lagi.
Malik tersenyum penuh arti. "Boleh di sini saja nggak?, aku janji deh nggak akan ganggu kamu" mohon nya.
"Nggak! di bilang nggak ya nggak!" marah Syifa.
Malik memajukan bibirnya lucu, dengan terpaksa dia keluar kamar menuruti kata-kata istri nya itu.
Malik membuka pintu dan keluar, dia membalikkan badannya lagi namun pintu nya keburu di tutup oleh Syifa membuat hidung Malik kepentok.
"Ya Allah, istri aku galak banget" keluh nya tapi tertawa juga.
Suara gelakan tawa mengalihkan perhatian Malik. Dia berdecak pinggang menatap ketiga pemuda termasuk Bima yang sekarang jadi temannya itu tertawa meledek.
"Manten baru di usir sama istri" tawa Reyyan meledek.
"Seneng banget ya ngelihat teman di bully sama istri" kesal Malik.
"Bahagia pake banget malah" saut Reyyan.
Bima menghampiri Malik dan menjabat tangannya. "selamat ya bro, aku titip dan jangan kau sakiti Syifa. Kalau aku tahu kamu menyakiti Syifa yang sekarang menjadi adik aku, kamu akan berurusan dengan aku" ancam Bima.
"Aku masih normal ya, maaf nggak terima pelukan dari kamu" ucap Bima bergidik ngeri.
Malik berdecak sebal. "Siapa juga yang doyan sama kamu, aku peluk kamu sebagai adik doang" elak Malik.
"Ogah punya adik kayak kamu!" ucap Bima melengos.
"sudah-sudah ayo kita siap-siap bentar lagi kita berangkat" Reyhan menengahi pertengkaran mereka.
"Oh ya Malik, semua barang-barang kamu sudah aku pindahin ke kamar Syifa yah" ujar Reyyan.
"Oke, terima kasih bro" ucap Malik. Mereka meninggalkan Malik sendiri.
Malik kembali mengetuk pintu kamar Syifa. "Syi,sudah belum Syi? aku mau masuk nih" seru Malik.
Malik mengetuk pintu beberapa kali, beberapa saat kemudian Syifa membukakan pintu untuk Malik. "Berisik" ketus Syifa.
Malik masuk ke dalam kamar Syifa dan mengambil koper yang telah di pindahkan ke kamar Syifa.
"Kamu punya handuk lain nggak Syi?" tanya Malik kepada Syifa sang istri.
__ADS_1
Syifa melangkah ke lemarinya dan mengambil handuk untuk Malik. Meski masih marah kepada Malik, tetap saja dia melayaninya dengan baik, tentu saja itu ajaran dari Bunda nya yang menasehati untuk selalu patuh pada sang suami.
Syifa menyerahkan Handuk itu kepada suaminya, Malik menerima dengan senang hati dan tersenyum. "Terima kasih sayang" ucapan Malik membuat Asyifa jengah.
Asyifa melangkahkan kakinya lagi untuk duduk di meja rias nya dan melanjutkan apa yang belum diselesaikan.
Setelah semua sudah siap, Asyifa membawa tas selempang nya dan keluar kamar. Dia menghampiri sang Bunda yang berada di dapur.
"Lagi ngapain Bun?" tanya Syifa kepada Annisa.
Anisa tersenyum kepada putri cantiknya itu. " Bunda sedang membuat teh, apa kamu mau?" Syifa menggelengkan kepalanya. "Oh iya Bun, kita berangkat jam berapa?" tanya Syifa.
"Sebentar lagi kita berangkat, apa suami kamu sudah siap?" tanya sang Bunda.
"Nggak tahu, sudah kali" jawab Syifa dingin.
"Loh kenapa sih, kayaknya nggak suka banget, sekarang dia suami kamu loh jangan ketus-ketus nggak baik" nasihat Annisa.
"Tahu ah aku masih sebel sama dia" Syifa melangkahkan kakinya lagi keluar dari dapur mengabaikan panggilan sang Bunda.
"Ya Allah ini anak susah sekali di ajak bicara" Anisa menggelengkan kepalanya.
Syifa mendudukkan dirinya di antara ketiga pemuda itu. Mereka yang sedang asyik memainkan game online pun menoleh secara bersamaan.
"Kamu masih marah Syi?, maafkan kita deh kita sih sebenernya berniat baik sama kamu dan juga Malik" ujar Reyyan.
Asyifa masih saja menekuk wajahnya. "Tega banget kalian lakuin ini sama aku" ucap nya.
"Kita lakuin itu kan karena kamu yang tidak mau mendengarkan dia, coba kamu mendengarkan penjelasan dia mungkin semuanya tidak akan jadi begini dan semuanya akan baik-baik saja, walaupun semua berjalan lancar" ucap Danish.
"Makanya Syi, lain kali jangan suka mengambil keputusan sendiri. Coba cari tahu dulu" nasihat Reyyan.
"Iya iya" jawabnya.
"Lagi pada ngomongin apa sih?" tanya Malik yang baru saja tiba dan duduk di sebelah Asyifa.
"Nggak ada apa-apa" ketus Syifa.
"Masih marah aja sih Syi kita baru nikah loh, masa berantem mulu" Malik menatap Asyifa, yang di tatap melengos tidak peduli.
"Sudah-sudah jangan berantem mulu ayo kita berangkat ke hotel" lerai Reyyan.
Mereka pun pergi ke hotel tempat resepsi akan dilaksanakan.
HAYO MANTEN BARU BERANTEM NOH...😂
__ADS_1
IKUTIN TERUS YA, SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍.