
HAPPY READING MAN-TEMAN 😂😂.
Syifa memasuki rumah dengan wajah yang lelah karena seharian ini dia berkutat di bengkel.
"Assalamualaikum" sapa Syifa seraya membuka pintu.
"Wa'alaikumusalam" jawab Annisa tersenyum.
Bunda nya sudah rapi dengan balutan busana muslim formal yang begitu elegan di badan Bunda nya itu.
Syifa menghampiri sang Bunda yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dia menyandarkan kepalanya di bahu Bunda nya itu.
"Lelah?" Annisa mengusap lembut kepala putri nya. Asyifa mengangguk mengiyakan.
"Aku mau tidur dulu Bun, nanti kalau sudah dekat jam nya bangunin ya" ujar Syifa sembari menegakkan duduk nya.
"Tapi bentar lagi sudah mau berangkat loh sayang" Annisa berucap.
"Telat dikit nggak apa-apa lah Bun, nanti aku berangkat sama Reyyan saja" ujar nya dengan melangkah ke lantai atas.
"Ya sudah, nanti Bunda bilangin ke Reyyan yah" ucap nya dan mendapat anggukan kepala dari Syifa.
💢💢💢💢
"Syi, buruan nanti keburu abis makanan nya!" seru Reyyan dari bawah tangga.
"Syifa belum siap Rey?" tanya Nenek yang kebetulan lewat.
"Belum Nek, tau tuh anak lama banget" ujar Reyyan.
"Enggak sabaran banget sih mbul " ujar Syifa yang berjalan turun. Reyyan dan Nenek pun mengalihkan perhatian pada Syifa yang turun dengan anggun.
"Waaoooww Syi, ini Syifa yang aku kenal kah?" ujar Reyyan tak percaya.
"Kenapa jelek yah, ya udah aku ganti ajah deh aku juga rasa nya aneh banget pake ini" Syifa membalikkan badannya tapi di cegah oleh Reyyan.
"Eh, nggak jelek kok cakep banget malah, jadi kelihatan seperti perempuan kalau begini" puji Reyyan tapi Syifa menganggap nya sebagai ledekan.
Dia mencebikkan bibir nya. "Bunda yang nyiapin, tapi aku risih banget aku pengen ganti ajah ah" ucap nya tapi di cegah oleh Reyyan kembali.
"Jangan dong, kamu cocok banget kok bikin aku pangling, kalau kamu ganti lagi malah tambah lama" Reyyan menarik tangan Syifa setelah menyalimi Nenek.
Annisa sudah lebih dulu berangkat dengan Mama dan Papa mertua nya terlebih dahulu.
Reyyan membukakan pintu mobil untuk Syifa.
"Silahkan tuan putri" ucap Reyyan dengan meragakan layaknya seorang pelayan.
__ADS_1
"Ceh, terimakasih pelayan ku yang gembul" ledek Syifa.
"Aku udah nggak gembul ya Syi" ucap Reyyan membuat Asyifa lebih getol lagi untuk menggoda Reyyan.
Reyyan duduk di kursi kemudi tanpa memperdulikan ocehan Syifa dan mulai menjalan mobil nya dengan kecepatan yang tinggi.
💢💢💢💢
Malik mengendarai motor nya dengan pelan, dia masih memikirkan apa yang di ucapkan oleh Bima sore tadi.
🕳️🕳️🕳️🕳️
"Kita bersaing secara fair!" Bima mengatakan dengan nada yang mengancam.
"Siapapun yang di pilih sama Asyifa, dia lah pemenangnya" lanjut Bima.
"Childish, kenapa harus bersaing untuk mendapatkan Syifa?!" tanya Malik tak ramah.
Di dalam hati nya tak terima gadis yang dia sukai menjadi seperti barang yang jadi rebutan.
"Aku nggak mau!" sambung Malik.
"Kenapa, takut?!" Bima mengatakan hal itu dengan nada yang meremehkan.
"Aku bukan nya takut, tapi aku tidak mau menjadikan Syifa seperti barang yang harus di rebut kan, bila kamu menyukai nya jangan jadi kan dia taruhan!" ujar Malik menaikkan suara nya.
"Kalau bukan taruhan lalu apa, bersaing untuk menunjukkan siapa yang menang di antara kita berdua itu apa nama nya" geram Malik.
"Kalau kamu menyukai nya, usaha sendiri-sendiri jangan ada kata bersaing dan menunjukan kehebatan dari masing-masing kita" ucap Malik
"Jika kamu menyukai nya itu harus tulus, aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti hati nya, ingat itu!" final Malik dan menjalankan motor nya meninggalkan Bima.
🕳️🕳️🕳️🕳️🕳️
Malik membuang nafas frustasi, dia menghentikan motornya saat dia sudah sampai di kediaman nya.
"Dari mana?" tanya Danish yang kebetulan baru keluar rumah.
"Jalan-jalan" jawab nya singkat dan berlalu masuk ke dalam tak menghiraukan panggilan dari saudara nya itu.
Danish yang merasa tak di perdulikan pun mengedikan bahu nya tidak perduli.
Malik merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia berkali-kali menghembuskan nafas berat nya.
"Aku tidak mau menyakitimu Syi, aku ingin menjaga hati dan juga raga mu, bila Allah mengizinkan, aku ingin kau menjadi pendamping dalam hidup ku" monolog Malik dengan memandangi foto Syifa saat gadis itu sedang tersenyum.
Malik diam-diam mengambil foto Syifa saat dia dan yang lainnya pergi ke kebun binatang.
__ADS_1
Itu adalah satu-satunya foto yang dia punya dan juga langka, karena baru sekali dia melihat Syifa tersenyum di hari itu.
💢💢💢💢
Di tempat lain di waktu yang sama, Syifa sudah sampai di gedung di mana acara perusahaan itu di laksanakan.
Dia mengedarkan pandangannya melihat sekeliling untuk mencari keluarga nya yang telah lebih dulu hadir.
Saat dia dan juga Reyyan menemukan apa yang dia cari, mereka pun menghampiri mereka dan Syifa menyalimi Opa Oma nya itu.
"Cucu Oma cantik banget sih, Oma sampai pangling loh lihat nya" tutur Oma senang.
"Makasih Oma, Oma juga cantik" puji Syifa.
Saat mereka sedang asik berbincang, datang lah Bima dan juga Mama, Papa nya. Mereka mengintruksi perbincangan keluarga itu.
"Selamat malam Pak Husein, terimakasih atas kedatangan Bapak dan keluarga yang mau menghadiri acara yang tidak seberapa ini" ucap Papa Bima menyambut.
"Selamat malam juga Pak Adnan. Anda terlalu merendah" balas nya terkekeh.
Bima melirik Syifa begitu mempesona, beda sekali dengan penampilan nya pada sehari-hari.
"Kamu cantik deh Syifa" ucap Bima pelan yang hanya di dengar mereka berdua.
"Maaf nggak ada receh!" ketus Syifa.
"Boleh kita mengobrol sebentar?" tanya nya lagi.
Namun Syifa tidak menggubris nya sama sekali, dia hanya diam. Hati nya mengumpat Reyyan yang pergi entah kemana di saat seperti ini.
"Tante, aku boleh bawa Syifa sebentar nggak untuk ngobrol" izin Bima pada Annisa.
"Boleh, tapi jangan lama-lama ya, dan tidak boleh di bawa ke tempat yang tidak ramai" Annisa mengizinkan.
Sebenarnya Syifa ingin sekali menolak dengan menatap Bunda nya itu dengan tatapan dingin, tapi Bunda nya hanya tersenyum yang artinya tidak boleh menolak.
Akhirnya Syifa menurut saja mengikuti langkah Bima yang lebih mendahului nya.
Mereka duduk di kursi salah satu meja yang kosong di ballroom itu. Ada kecanggungan di antara mereka karena Syifa maupun Bima tidak ada yang memulai berbicara.
"Mau diam sampai kapan?, aku sudah tidak betah" ketus nya.
"Eemmm, begini Syifa, aku mau bilang bahwa aku suka sama kamu, boleh kan aku dekat dengan kamu?" ucap Bima gugup.
Asyifa menoleh melihat Bima dengan tatapan dingin nya. Ntah lah dia harus jawab apa juga tidak tau.
VOTE NYA KENCENGIN YAH MAN-TEMAN KOMEN LIKE JANGAN LUPA OCEH...
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😁😁😁.