Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
14.


__ADS_3

Malik sudah di arena balap, lebih tepat nya dia sedang melangsungkan balapan.


Asyifa penasaran apa yang membuat Malik itu bisa seperti orang kesetanan seperti itu.


"Rey, sebenarnya ada apa sih?" tanya Asyifa penasaran.


Reyyan yang sedari tadi melihat balapan Malik pun menoleh mendengar pertanyaan Asyifa. Tumben-tumbenan dia begitu ingin tahu masalah orang lain.


"Lebih baik kita cari tempat yang sepi saja yuk" ajak Reyyan.


"Mau ngapain nyari tempat sepi?, jangan macem-macem ya Rey" tuduh Syifa waspada.


"Ya ampun Syi, aku juga nggak doyan sama kamu, kata nya mau tahu masalah nya apa" ucap Reyyan gemas.


"Hehehe.. Iya juga sih" saut Syifa terkekeh.


Mereka pun duduk di kursi yang tak jauh dari arena balap. Sesaat Reyyan bercerita, Asyifa mengambil air mineral yang selalu dia bawa di dalam tas dan meminum nya sembari mendengarkan Reyyan bercerita.


"Kamu ingat laki-laki yang menemui kamu saat pagi tadi" tanya Reyyan dan Asyifa mengangguki nya.


"Dia itu sepupu dari Malik, dan hal itu membuat Malik teringat kembali dengan luka lama yang sudah dia coba untuk melupakan nya" ujar Reyyan.


Reyyan mulai menceritakan apa yang di alami oleh temannya itu.


πŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈ


Hari ini adalah hari pelaksanaan pernikahan Rena Kakak dari Danish, namun kejadian itu membuat pernikahan itu jadi batal.


Semua sudah dalam gedung tempat di laksanakan nya ijab qobul Rena dan Rio (calon suami Rena). Namun sedari tadi Rio tak kunjung datang karena mobil yang di tumpangi nya kejebak macet.


Danish mengambil ponsel nya dan menelpon Malik yang di tugaskan untuk membawa mempelai pria.


Profesi Rio itu adalah pengacara, di hari pernikahan nya itu dia ada kasus yang sebelumnya sudah di jadwal kan. Karena itu dia tidak bisa membatalkan sidang itu.


"Hallo Bang, kamu dimana?, kenapa lama sekali?!" tanya Danish sedikit emosi.


"Maaf kita kejebak macet nih, aku juga nggak tahu kayaknya bakalan telat nih" jawab Malik dari seberang telepon.


Danish menoleh pada kerumunan, dan sedikit ada perdebatan kecil yang terjadi karena sang penghulu yang hendak meninggalkan lokasi.


Danish memfokuskan kembali pada ponsel nya. "Pokok nya kamu harus sampai di sini dalam waktu lima belas menit" final Danish.


Suasana di gedung itu semakin riuh saja karena keterlambatan mempelai pria nya.


Sedangkan di lain tempat, Malik begitu bingung dengan keadaan ini, dia harus apa juga tidak tahu.

__ADS_1


"Ayolah Malik berfikir, berfikir!" gumam nya sembari mengetuk kan jari nya di atas setir mobil.


Kemudian dia melihat jalur pengendara motor yang bisa untuk menyelip. Dia turun dan memberhentikan salah satu motor yang lewat.


Setelah negosiasi yang cukup panjang, akhirnya Malik dapat mendapatkan pertolongan dengan meminjam motor pengendara itu.


Malik pun meminta Rio untuk menumpang di motor yang baru saja dia pinjam. Mereka pun pergi ke tempat acara dengan menggunakan motor itu.


Namun, sesaat Malik melewati perempatan, ada sebuah mobil yang seperti nya mengalami rem blong. Dan jarak antara mereka yang dekat membuat kecelakaan tak dapat terhindarkan.


Brak...


Sebuah hantaman yang keras membuat Malik dan Rio terjatuh dengan sangat keras. Rio terpental dan membentur pembatas jalan. Sedangkan Malik terseret jauh bersama motor yang di kendarai mereka. Dan dalam seketika mereka tidak sadarkan diri.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Malik terbangun, dia mengedarkan pandangan dan melihat sekeliling. Ternyata dia sudah berada di Rumah Sakit.


"Uh... Sakit nya kepala ku" lirih nya merasakan rasa sakit di kepala nya yang luar biasa.


Kaki dan tangan nya juga di gips, membuat dia susah untuk bergerak. Saat dirinya akan duduk, pintu terbuka dan Mama nya masuk.


"Ya Allah nak, akhirnya kamu sadar juga sayang" seru nya menghampiri sang anak dan menangis haru.


"Iya kamu baik-baik saja tapi calon suami Kak Rena yang tidak baik" seru seseorang yang berada di ambang pintu.


"Danish, maksud kamu apa?, bagaimana Kak Rio, dia baik-baik saja kan?" tanya Malik sesaat dia tersadar dengan calon Kakak ipar nya itu.


Danish sejenak terdiam, dia mengepal kuat menahan amarahnya.


"Dia baik, bahkan sangat baik dan karena baik nya sampai dia tidak merasakan apa-apa. Dan kau tahu, gara-gara kamu Kak Rio harus kehilangan nyawa nya!" ujar Danish yang di akhiri dengan nada marah.


"A,,,apa?, nggak mungkin. Nggak mungkin Kak Rio meninggal" ucap Malik tidak percaya.


"Mah, aku mau ketemu untuk yang terakhir kalinya sama Kak Rio Mah" ucap Malik yang sudah meneteskan air mata.


Mama Malik tidak menjawab, dia malah menangis.


"Rio sudah di makam kan seminggu yang lalu Malik" Mama mengatakan nya dengan sedih.


"Apa?, nggak mungkin, ini pasti bercanda, ini nggak mungkin terjadi!" seru Malik tidak terima, dia sudah menangis.


Menangis karena merasa bersalah, dan juga tidak bisa menemui nya untuk yang terakhir kalinya.


πŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈ

__ADS_1


"Sejak itu lah dia merasa bersalah sampai sekarang" ujar Reyyan setelah menceritakan apa yang di alami teman nya itu di masa lampau.


"Dan bertemu nya Malik dengan sepupu nya itu membuat dia mengingat luka lama nya" sambung Reyyan.


Asyifa mengangguk-anggukan kepalanya.


"Kasihan juga ya" gumam Syifa tapi masih terdengar Reyyan.


"Tumben-tumbenan sih kamu penasaran dengan cerita orang lain Syi?" tanya Reyyan curiga.


"Ya,,,ya nggak apa-apa, cuma pengin tau saja, nggak salah kan" jawab Syifa gugup.


"Jangan-jangan" ucap Reyyan menggantung dengan memicingkan mata nya.


"Jangan-jangan apa?" tanya Syifa polos.


"Jangan-jangan kamu,,,," ucapan Reyyan terpotong oleh suara dentuman keras dari arah arena balapan.


Mereka menoleh secara bersamaan, dan kerumunan orang itu membuat mereka penasaran.


Syifa dan Reyyan menghampiri kerumunan itu, dan alangkah terkejutnya mereka melihat teman nya yang ternyata terjatuh dari motor nya itu.


"Kamu nggak apa-apa Malik?" tanya Reyyan khawatir.


Malik tersenyum dan detik kemudian dia tak sadarkan diri.


Reyyan dan Asyifa membawa Malik ke Rumah Sakit terdekat dengan menggunakan mobil salah satu orang yang ada di tempat kejadian.


Mereka begitu khawatir, meskipun tidak banyak luka di tubuh Malik, tapi hal itu tetap saja membuat mereka cemas.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Mereka sampai di Rumah Sakit dan Malik segera di tangani.


Lima belas menit kemudian Dokter keluar dan memberitahukan bahwa Malik baik-baik saja.


Penyebab dia pingsan adalah kecapean saja dan juga syok.


Reyyan dan Syifa bernafas lega. Setidak nya dia selamat. "Gila tuh anak, buat kita jantungan saja" gerutu Reyyan.


Asyifa terkekeh. "Teman kamu tuh" ledek nya membuat Reyyan berdecih.


JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, DAN VOTE NYA YANG BANYAK YAH MAN-TEMAN YANG BAIK HATI😍😍


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.

__ADS_1


__ADS_2