
Dua hari setelah kejadian itu, Reyyan kembali menjenguk Adelia. Tapi pergerakan kakinya terhenti saat mendengar seruan dari Adelia. Reyyan datang tidak hanya sendiri, tapi bersama teman-temannya. Yang terdiri dari pasangan pengantin baru Syifa dan Malik, dan Danish, Bima tak ikut serta karena kesibukan nya.
Langkah mereka juga terhenti mengikuti Reyyan. Sama dengan Reyyan, mereka juga mendengar teriakan dari Adelia, para anak muda itu saling pandang, Reyyan teringat sesuatu. Pemuda itu membulatkan matanya dan langsung menerobos masuk tanpa permisi, teman-temannya heran dengan sikap Reyyan. Tak menunggu waktu lama, mereka ikut masuk ke dalam kamar rawat Adelia.
Reyyan mengeraskan rahang dan tangannya mengepal kuat melihat David. Laki-laki lebih tepatnya mantan suami dari Adelia yang berdiri di samping ranjang Adelia sembari memegang tangan gadis itu.
Adelia seperti ketakutan, hal itu tidak luput dari pengamatan Reyyan, entah apa yang terjadi antara mereka dia tidak tahu tapi yang jelas Adelia merasa tidak aman dengan datangnya pria itu.
"Lepaskan dia!" seru Reyyan.
David memandang tak suka Reyyan. "Siapa kamu, jangan ikut campur dengan urusan kita!" seru David.
"Rey tolong aku Rey dia orang gila!" seru Adelia meminta tolong.
"Diam kamu!" bentak David.
"Mendingan kalian pergi jangan ikut campur urusan kami" seru David.
"Hey bung!, kamu itu laki-laki atau bukan. Dia itu seorang perempuan, jangan kasar seperti itu!" seru Danish yang geram dengan sikap David.
"Siapa sih kalian!, tidak usah ikut campur dengan urusan kita, ini soal rumah tangga kita. Kalian orang lain tidak usah ikut campur"
teriak David.
"Memang seharusnya itu urusan kami. Adelia itu teman kami!" Malik ikut terbawa emosi.
Reyyan yang begitu geram pun tidak tahan lagi. Dia melangkah maju dan mencengkeram lengan David memisahkan tangan nya pada lengan Adelia.
David hampir saja tersungkur. Dia menegakkan tubuhnya dan akan memukul Reyyan, namun dengan sigap Reyyan menangkis pukulan dari David.
Terjadi sedikit perkelahian di antara keduanya. Asyifa menghampiri dan memeluk Adelia menenangkan gadis itu.
David kalah dengan Reyyan, meski sama-sama mengeluarkan darah dari sudut bibir mereka, namun Reyyan lebih unggul hingga membuat David tak dapat lagi menyerang balik.
"Awas kalian, dan kamu Adel tunggu, aku akan datang kembali menemuimu" ancam David sebelum pergi.
"Ya elah, sini kamu kalau berani" seru Danish.
Reyyan menghampiri Adelia yang masih gemetar. Adelia yang berada dalam pelukan Asyifa mengucapkan terima kasih pada mereka.
__ADS_1
"Dia itu sebenarnya siapa sih, apa benar dia itu adalah suami kamu?" tanya Danish.
"Dia itu mantan suami aku" jawab Adelia.
"Kamu sudah menikah?" tanya Danish tak percaya. Dan anggukan dari Adelia membenarkan.
"Rey kamu kesalip Rey" celetuk Danish.
Reyyan menajamkan matanya menatap temannya itu. Malik yang berdiri disamping Danish menyikut perutnya. "Kamu diam dulu kenapa sih, berisik banget tahu nggak" bisik Malik.
Danish mencabikan bibirnya. "Iya, iya" saut nya.
Setelah Adelia tenang, mereka saling bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Jadi benar dia itu mantan suami kamu?" tanya Malik.
Adelia mengangguk. "Dia memang mantan suami aku, dia menghianati aku lebih dulu" ujar Adelia.
"Maksud nya dia selingkuh?" tanya Danish. Adelia mengangguk kembali.
"Jadi ini alasan kamu menyamar dengan penampilan yang seperti itu?" tanya Reyyan, mengingat penampilan Adelia saat di kampus.
Asyifa memegang tangan Adelia memberikan kekuatan. "Dia memang mantan suami aku, pada awal nya memang semua baik-baik saja" Adelia memulai cerita nya.
"Dia menghianati aku sejam setelah kita sah menjadi suami istri. Sahabat aku yang tumbuh bersama dari kecil menjadi pemisah hubungan kami. Saat mantan sahabat aku datang ke pernikahan kami, dia mengaku hamil dengan mantan suami aku itu" lanjut nya.
Setetes air mata nya keluar mengingat rasa sakit yang setahun belakangan ini dia rasakan. "Aku yang mendengar itu langsung minta cerai dengan dia. Meski dengan perdebatan akhirnya dia setuju, tapi beberapa bulan terakhir, dia datang menemui aku lagi untuk meminta rujuk" cerita nya.
"Kamu tidak sendirian sekarang, kita akan ada untuk kamu jika kamu memerlukan bantuan kita, jangan sungkan untuk meminta" tutur Asyifa.
Adelia menunduk. "Terimakasih" ucap nya.
Cukup lama mereka bercerita satu sama lain, tak jarang juga mereka saling melontarkan ledekan membuat salah satu dari mereka kesal.
💢💢💢💢
Hari ini adalah hari di mana Asyifa dan juga Malik untuk pergi ke rumah yang baru-baru ini Malik beli.
Malik menghentikan motornya di depan sebuah rumah yang minimalis namun nyaman untuk di tinggali.
__ADS_1
Asyifa menatap rumah tersebut dengan tatapan meneliti. Malik melihat ekspresi dari wajah istrinya itu pun menelan ludah kasar. Bagaimana jika sang istri tidak menyukai apa yang dia berikan kepada nya.
"Maafkan aku Syi, aku hanya bisa memberikan kamu tempat tinggal yang kecil seperti ini, tidak seperti rumah Bunda, ataupun rumah Oma kamu, tapi ini hasil dari kerja aku sendiri kok Syi. Maaf jika kamu kecewa" tutur Malik panjang lebar.
"Sudah ngomong nya?" tanya Asyifa. Malik mengangguk-anggukan kepalanya. "Ayo masuk" ajak Syifa.
Asyifa mulai melangkah ke depan. Malik menatap aneh pada Syifa. " Ayo masuk, mau sampai kapan berdiri di situ?" tanya Syifa yang menengok ke belakang namun Malik tak bergeming.
Seketika Malik tersadar dan mengikuti istri nya. Malik mengambil kunci yang ada di saku. ya dan membuka pintu.
Malik mempersilahkan Syifa untuk masuk lebih dulu. Asyifa mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Rumah itu sudah tertata rapi dan perabotan di dalam nya cukup lengkap.
Asyifa membalikkan tubuhnya dan menatap wajah suaminya yang sangat terlihat khawatir
Entah dia tidak tahu apa yang suaminya itu khawatirkan.
Asyifa lalu tersenyum. "Aku suka, sangat suka" senyum nya terus mengembang. Senyuman Asyifa menular pada Malik.
Dengan senang, Malik berlari ke arah Syifa dan mengangkat tubuh istrinya itu secara tiba-tiba membuat Syifa kaget. Dia tidak menyangka respon dari Malik akan seperti ini.
"Turunin aku Malik!" seru Asyifa sembari meronta-ronta.
"Terimakasih sayang, aku bahagia, kamu bisa menerima aku apa adanya" bahagia Malik.
"Iya, iya, turunin aku dong jangan kayak gini" ucap Syifa memukul pundak Malik.
"Bagaimana jika aku nurunin kamu di ranjang kita saja" Ucapan Malik membuat Asyifa menghentikan pukulan nya pada punggung Malik.
Malik tersenyum penuh arti, dan tanpa menghiraukan rontaan Syifa, dia langsung membawa nya ke kamar mereka yang ada di lantai dua.
Setelah masuk, Malik membaringkan tubuh Syifa. "Ma,,,Malik, aku belum siap" ucap Asyifa.
Malik sedikit tertegun dan detik kemudian dia tersenyum, dia mendudukkan dirinya, Asyifa mengikuti. " Tidak apa-apa, kita jalani pelan-pelan saja. Aku bisa menunggu sampai kamu siap" tutur Malik lembut.
"Maafkan aku" ucap Asyifa menunduk dalam. "Tidak perlu meminta maaf sayang" tutur Malik lembut.
HOHO GAGAL LAGI WKWKWK. SABAR YAH MAS MALIK, SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTU NYA😅😅😅.
OH IYA, JIKA KALIAN RINDU SAMA AYAH ZID, KALIAN BISA MEMBAYANGKAN AYAH ZID ADA DI DIRI MALIK, KARENA KARAKTER DARI MALIK INI SEBAGIAN MIRIP DENGAN AYAH ZID OKE, JADI JANGAN SEDIH LAGI YAH MAN-TEMAN 😁😁😁.
__ADS_1
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.