
Happy reading semuanya 😁.
Hujan menambah pilu hati Asyifa, dia mengendarai motor nya dengan kecepatan yang sedang sembari membuka helm nya.
Dia menengadahkan kepalanya membuat air hujan menerpa wajah cantik nya. Mungkin saja dia menangis, tapi tidak ada yang tau benar tidak nya. Air hujan membiaskan air mata gadis itu.
"Drama nya" gumam Asyifa, dia menatap ke arah depan dan tidak melihat mobil yang ada di depan nya itu karena pandangan nya tertutup air hujan, membuat dia menabrak dan terjatuh.
Pengemudi di dalam mobil itu keluar dan mendapati Asyifa yang jatuh terlentang sembari menutup mata dengan lengan nya. Dia seolah enggan untuk bangkit.
"Syifa!" seru pengemudi mobil itu yang tak lain adalah Bima.
Bima menghampiri Syifa dan mengecek keadaan nya. Pergelangan kaki nya terluka karena tertindih motor nya sendiri.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Bima khawatir.
Asyifa membuka lengan nya dan melihat Bima yang berekspresi panik, dia sedikit senyum sebelum kehilangan kesadaran nya.
"Syifa!" seru Bima menepuk pipi gadis itu. Dia tidak tahu harus bagaimana, apakah dia harus menggendong nya?, pasti dia akan dimarahi oleh Syifa bila dia tau.
"Ah, masa bodo lah" gumam Bima, dia menggendong gadis itu masuk kedalam mobilnya.
Bima melajukan mobilnya menuju kediaman Annisa.
Bima mengambil ponsel dan menelpon seseorang. "Ambil motor temanku di depan minimarket jalan X" perintah Bima pada salah satu orang bawahan nya.
Setelah menutup panggilan itu, Bima menancap gas agar lebih cepat.
💢💢💢💢
"Assalamualaikum Tante!" seru Bima di depan pintu. Annisa membuka pintu dan melihat anak gadis nya tak sadarkan diri berada di gendongan Bima.
"Ya Allah nak!" pekik Annisa kaget.
"Maaf Tan aku izin masuk, kamar Asyifa di mana Tan?" Bima membawa Asyifa yang tak sadarkan diri itu ke kamar nya setelah mendapat izin.
"Ini kenapa Bim, kenapa bisa jadi begini?!" tanya Annisa tak sabar.
"Aku juga gak tau Tan, aku ketemu dia di jalan tadi. Dia nabrak mobil aku yang lagi parkir di pinggir jalan" jawab nya, wajah nya masih terlihat ada kekhawatiran.
"Ya udah makasih ya, maaf repotin kamu" tutur Annisa. Bima mengangguki dan keluar dari kamar Syifa.
Setelah Bima keluar kamar, Annisa menutup pintu dan menatap pilu putri nya itu, kaki yang lecet dan juga wajah yang lebam karena benturan membuat Annisa bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
Annisa mengganti pakaian dan juga mengobati luka putri nya itu dengan sayang, sesekali dia usap wajah cantik malaikat nya.
"Kamu kenapa sih sayang?, siapa yang buat kamu sampai seperti ini" pilu Annisa.
Suara pintu terbuka mengalihkan Annisa, Amier datang. Dia langsung ke dalam kamar Kakak nya itu setelah mendengar dari Bima.
"Kakak kenapa Bun?" tanya Amier pelan.
Annisa menggeleng tak tau. "Bunda juga belum tau nak" ujar nya.
Tak lama kemudian, Asyifa mengerjap beberapa kali untuk menetralkan cahaya.
"Kamu udah bangun sayang"
"Haus Bun" rengek Asyifa. Annisa dengan sigap mengambil air di atas meja samping ranjang Asyifa.
Asyifa duduk dan meneguk hingga tandas. Dia mengembalikan lagi gelas nya pada sang Bunda.
"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Annisa dengan khawatir.
Asyifa membuang muka. "Aku gak apa-apa kok Bun" dia takut jika dia menatap wajah sang Bunda, dia tidak akan kuat menahan air mata nya.
"Sayang?" tutur Annisa lembut sembari mengusap sayang puncak kepala sang putri.
"Syifa mau sendiri dulu Bun" ucap nya tanpa mengalihkan pandangan nya.
💢💢💢💢
"Bagaimana Syifa Tante?" tanya Bima yang masih terlihat khawatir.
Annisa menggeleng. " Tante juga gak tau untuk sekarang, dia gak mau ngomong" ucap nya.
Bima menurunkan bahunya dan menghela nafas berat. Dia terlihat berfikir sejenak, dia membulatkan matanya karena teringat sesuatu. Pemuda itu beranjak dari duduknya.
"Aku pamit dulu ya Tan, assalamualaikum" ujar Bima.
"Mau kemana?" cegah Annisa.
"Ada sesuatu yang harus aku pastikan Tan" tukas nya sebelum pergi.
Bima keluar dari rumah Annisa dan melajukan mobilnya menuju tempat dimana dia akan mendapatkan jawaban.
💢💢💢💢
__ADS_1
Di tempat lain, Malik sedang di obati oleh Mama Ayesha, akibat dari dia berkelahi dengan suami Ayesha, iya orang yang terkena hantaman dari tangan Malik adalah suami Ayesha, perlu di ingat, S.U.A.M.I. Dia masih berstatus suami dari Ayesha.
"Ini semua gara-gara kamu!" kesal Aris suami Ayesha.
"Bilang lagi sini kalo berani!" ujar Malik tak kalah kesal nya.
Ayesha yang terlanjur sakit dengan suami nya itu pun tak mau menatap nya.
"Kalo aku gak bisa nemuin Asyifa lagi, kamu yang aku salahkan!" geram Malik.
"Kok jadi aku?!"
"Iya lah, kalo kamu gak nyeleweng dari tanggung jawab kamu sebagai suami, pasti semua gak akan kayak gini jadi nya!" geram Malik, Aris kicep, dia mengakui bahwa itu adalah kesalahan nya.
"Udah lah, aku mau pulang. Ilfil aku lama-lama di sini" ucap Malik sembari berdiri.
Ayesha terdiam saja, ntah apa yang ada di otak nya, hanya dia saja yang tau.
Aris diam-diam mencuri pandang sang istri yang hanya diam saja, dia menghampiri nya hendak memegang tangan Ayesha tapi di tepis kasar oleh nya.
"Pergi!" ketus Ayesha sembari membuang muka.
"Ayesha maafkan aku, aku khilaf Ay, aku tau aku salah tapi jangan begini dong, kasian anak kita nanti, aku gak mau menceraikan kamu Ay, please maafkan aku" mohon Aris.
"Keluar" lirih Ayesha tapi penuh penekanan.
Aris tidak tau lagi akan bicara apa, dia pun mengikuti permintaan sang istri itu. Memberikan waktu untuk nya, mungkin saja setelah dia tenang akan baik-baik saja bila di bicarakan dengan kepala dingin.
💢💢💢💢
Malik memarkirkan kendaraan di depan rumah nya. Ada seseorang yang tak lain adalah Bima, yang sudah menunggu di kursi depan teras bersama saudara sepupu nya, Danish.
Dia bingung melihat pemuda itu berada di rumah nya itu. "Mau apa dia kesini?" tanya nya dalam hati.
Dengan langkah pasti dia menghampiri kedua nya. Bima langsung berdiri menyambut, menyambut bukan dengan ramah namun dengan sulutan emosi yang tertahan.
"Dari mana aja?" tanya Bima masih sopan.
"Bukan urusanmu!" ketus Malik dan melewati pemuda itu, tapi sebelum dia melangkah lebih jauh, tangan Bima sudah mencegah nya melangkah lagi.
"Mau kamu apa!" marah Malik.
"Mau aku ini!" jawabnya dengan pukulan menghantam wajah tampan Malik yang sudah lebam dan sekarang setitik darah mengalir di hidung nya.
__ADS_1
NAMBAH PANAS HAYOO✌️😅. POINNYA BANYAKIN YAH TERIMAKASIH SUDAH MAU MENUNGGU.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.