Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
61.


__ADS_3

Razi, iya dia adalah Razi. Orang yang tempo hari di tolong oleh Asyifa. Karena perkataan Asyifa, membuat pemuda itu sekarang ini berdiri di depan lapangan. Tempat yang sangat jarang dia singgahi.


'Cemen' satu kata itu mampu menyentil hati dan juga pikiran nya. Dia sempat kaget, karena baru sekarang ada yang mau membantu nya, biasa nya hanya di biarkan saja bahkan menertawakan nya.


'Malas' Satu kata itu sangat melekat pada pemuda itu. Namun, karena seperti nya Asyifa tidak suka dengan orang yang tidak bisa apa-apa seperti waktu itu. Makanya dia berusaha keras untuk bisa bela diri. Mulai dari latihan fisik dan juga mental dia lakukan.


Satu tujuan nya yaitu 'Syifa'. Gadis itu sudah mengubah nya, dari pemuda yang begitu malas kini menjadi rajin.


Razi adalah pemuda yang begitu penurut dan juga pandai. Penampilan nya begitu polos, bahkan sangat polos. Dia adalah Kakak kembar Amel, dia tumbuh di tengah-tengah keluarga yang lengkap, namun orang tua dari mereka sangat sibuk.


Mereka berdua hidup dalam kecukupan, namun ketidak hadiran nya kedua orang tua mereka membuat mereka hidup seperti sebatang kara. Mereka tumbuh di temani oleh pengasuh, orang tua mereka sibuk dengan karir mereka yang ada di luar negeri. Seminggu sekali orang tua mereka akan pulang, namun tetap saja, pekerjaan mereka selalu terbawa ke dalam rumah hingga mengurangi waktu mereka untuk kedua anak nya.


Hal ini lah yang memicu Razi seperti punya pembela, pembela nya adalah Asyifa, gadis yang telah menolong nya. Maka dari itu dia ingin sekali dekat bahkan dia ingin Asyifa menjadi milik nya. Namun karena Asyifa seperti nya tidak menyukai dirinya yang sekarang, jadi dia berusaha keras untuk bisa berdiri tegak di samping Asyifa.


Hari demi hari dia melatih dirinya hingga beberapa bulan dia berlatih, kini akhir nya dia bisa membentuk diri nya menjadi lebih kuat. Kuat dalam menghadapi pembullyan, dan kuat untuk berdampingan dengan Syifa.


Razi begitu terpesona dengan gadis itu, hingga dia ingin sekali membuat dia menjadi milik nya. Tak hanya itu, dia bahkan mengikuti kelas karate yang di ikuti oleh Syifa.


Amel begitu kasihan melihat Kakak nya itu seperti tersiksa karena memaksakan diri untuk bisa bersama dengan gadis itu. Dia menghampiri sang Kakak yang duduk di meja makan sembari mengunyah makanan nya.


"Kakak kenapa sih, cari gadis lain kan bisa. Kenapa harus gadis itu yang jelas-jelas dia nggak suka sama Kakak." seru Amel yang melihat Kakak nya memakan sayuran yang begitu tak dia sukai hanya untuk menjaga badan nya.


"Kenapa sih, ini sayur juga sehat kok. Bagus buat tubuh." ujar nya.


"Iya bagus. Tapi kan Kakak nggak suka sama sayur. Dan apa ini?, Kakak melakukan ini semua karena terpaksa kan." seru nya lagi.


"Nggak. Kakak nggak ke paksa melakukan ini." elak nya.

__ADS_1


"Lagipula, ini saat nya Kakak itu merubah diri Kakak untuk lebih baik." lanjut nya


"Iya. Baik sih baik, tapi nggak gini juga dong." kesal Amel.


"Sudah lah, cuma gara-gara ini doang masa berantem sih?, ini masih pagi loh dek." ujar nya.


"Tau ah. Amel kesel sama Kakak!" seru Amel sebelum pergi dan tak menghiraukan panggilan Kakak nya.


Razi menggeleng kan kepala nya saja dan tersenyum mengingat wajah cantik, dan dingin nya Asyifa namun tetap menawan. Bukan kah hal itu terlalu berlebihan.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Razi terus berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Asyifa. Namun Asyifa tetap lah Asyifa. Yang tak begitu tertarik dengan hal yang berbau cinta.


Hingga akhirnya, pada saat kuliah. Titik awal mula nya ke- frustasi an Razi saat Asyifa yang berjalan dengan Reyyan. Bukan hanya jalan saja, tapi tertawa dengan bahagia nya. 'Tawa' adalah satu kata yang tak pernah Razi dapat kan dari gadis itu. Jangankan untuk tertawa, senyuman saja dia tidak pernah dapatkan dari awal dia kenal dengan nya.


Namun harapan nya hancur begitu saja saat dia tau, gadis nya itu telah menikah dengan seseorang. Seorang mahasiswa baru yang bahkan menurut nya tidak lebih dari dirinya.


Hati sakit. Baru pertama kali dia merasakan jatuh cinta namun harus menelan pil pahit dengan mendengar kenyataan bahwa gadis nya itu tak lagi dapat dia gapai.


Dia tipe orang yang tak begitu agresif. Dia hanya ingin Asyifa mencintai nya dengan sendirinya. Namun kenyataannya apa?.


Frustasi nya dirinya berlanjut hingga dia seperti kehilangan semangat hidup. Amel begitu geram dengan hal itu, berkali-kali dia menyadarkan sang Kakak namun hasil nya selalu sama.


Hingga puncak nya, saat tengah malam Razi di dalam kamar mandi, dia berbaring di bathtub yang terisi dengan air yang penuh. Dia tatap satu foto yang dia genggam itu dengan senyum dan juga tangisan secara bersamaan.


"Selamat berbahagia Syifa, ku harap setelah kepergianku ini, aku bisa melupakan mu. Aku sudah tak sanggup lagi melihat kamu dengan nya." gumam nya.

__ADS_1


"Kenapa?, kenapa!!" teriak Razi.


"Kenapa kamu tidak pernah sedikitpun melihat ku!, kenapa kamu selalu mengabaikan ku!, dan ,,, apa yang kamu bilang?, kamu menyuruh aku melupakan kamu!" lanjut nya.


"Hiks ,,, hiks ,,, sudah lah, lagi pula kamu sudah menikah dengan nya, aku sudahi saja. Selamat bahagia sayang, selamat hidup bahagia cinta pertama ku, dan cinta terakhir ku." gumam nya tersenyum pilu dan menatap lekat foto Asyifa sebelum dia mengiris urat nadi nya sendiri.


Dia menghela nafas panjang dan tersenyum sebelum dia menutup mata dan menenggelamkan diri dengan tangan yang bercucuran darah.


Di dapur, Amel yang sedang mengambil air, terkejut mendengar teriakan Razi. Dia berfikiran bahwa itu hanya halusinasi nya saja karena dia baru saja menonton film horor. Namun, tiba-tiba dia teringat dengan Razi kakak nya. Dia pun berlari menuju ke kamar Razi dan menggedor pintu itu, dia begitu ketakutan hingga membuat nya meminta tolong pada satpam rumah untuk membantu nya mendobrak pintu kamar Razi.


Setelah pintu berhasil di dobrak, karena dia tidak menemukan sang kakak, dia beralih ke kamar mandi, dia begitu khawatir karena dia tak mendengar suara sahutan dari Razi sedangkan pintu terkunci, dia pun meminta satpam tadi untuk mendobrak pintu kamar mandi. Pintu terbuka dengan keras, Amel masuk ke dalam namun pergerakan nya terhenti saat melihat darah mengalir yang bercampur dengan air. Dia berteriak dan lari menghampiri sang Kakak yang sudah terbujur kaku.


"Kakak!!" teriak nya menggoyangkan lengan nya.


"Apa yang kalian lakukan!!, cepet bantu angkat!" bentak Amel pada pekerja nya yang diam terbengong karena syok.


Mereka tersadar dan menghampiri mereka berdua. Mereka membawa ke Rumah Sakit, namun nyawa dari pemuda bernama Razi itu tidak dapat tertolong karena terlalu banyak mengeluarkan darah.


Amel begitu syok. Saudara satu-satunya kini tak ada lagi di samping nya, di dunia ini.


πŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈπŸ•³οΈ


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍.


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA RAMADHAN BAGI YANG MENJALANKAN 😍.


🀫VOTE, LIKE, COMMENT NYA JANGAN KETINGGALAN OCEH 😁🀭.

__ADS_1


__ADS_2