
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
Malik mengerjapkan matanya. Dan dia sadar akan dirinya yang berada di Rumah Sakit.
"Ternyata aku masih hidup" monolog nya dan di akhiri dengan kekehan.
Menertawakan diri nya sendiri, bodoh sekali dirinya membuat pelarian seperti itu.
"Dasar orang gila" saut Asyifa membuat Malik menoleh.
"Kayak nya aku mulai berhalusinasi" ucap Malik lirih.
Asyifa mengembuskan nafas nya lelah.
"Oke, kalau kamu sudah sadar aku mau pulang, sebentar lagi Reyyan akan kesini untuk menemani mu" ujar Asyifa dan melangkah untuk keluar.
"Tu,,,,tunggu, Syi, aku mau menanyakan sesuatu" cegah Malik.
Asyifa menghentikan langkahnya dan berbalik, dia menaikkan alisnya menunggu pertanyaan dari pemuda itu.
"Apa kamu yang membawa aku ke sini?" tanya nya penasaran.
"Bukan, mobil yang membawa kamu" jawab Syifa, tapi ntah mengapa hal itu membuat Malik jadi tertawa.
"Orang aneh" lirih Syifa.
"Sudah tidak ada lagi kan, aku pulang" lanjut Syifa.
Malik masih dengan kekehan nya, dan saat Asyifa membuka pintu, dia berpapasan dengan Reyyan yang hendak masuk.
"Mau kemana?" tanya Reyyan.
"Mau pulang, lagipula dia sudah sadar dan kayak nya nggak ada masalah yang serius" ujar nya dan Reyyan mengangguk paham.
"Aku pulang dulu ya Rey" sambung nya dan berlalu sembari menepuk pundak Reyyan.
"Hati-hati Syi!" seru Reyyan dan Asyifa hanya melambaikan tangan nya tanpa menoleh.
Reyyan masuk ke dalam ruangan Malik dan mendapati Malik yang masih terkekeh.
"Kenapa kamu?" Reyyan bertanya dengan heran.
"Ngggak apa-apa, ternyata saudara kamu itu lucu juga ya" ujar Malik membuat Reyyan mengernyitkan dahi nya bingung.
"Maksud nya?" tanya Reyyan tapi Malik hanya mengangkat bahu nya tanpa menjawab, dasar aneh.
"Nggak maksud apa-apa cuma lucu aja" ujar Malik menyengir.
"Kumat nih orang" Reyyan bergidik ngeri.
__ADS_1
Malik hanya menanggapi nya dengan kekehan saja.
💢💢💢💢
Asyifa turun dari kamar nya setelah membersihkan diri. Dia menghampiri Bunda nya dan mencium pipi sang Bunda.
Kemudian dia mengambil air mineral di dalam lemari pendingin dan duduk sembari meminum air putih itu.
"Sayang, gimana Malik? apa dia baik-baik saja?" tanya sang Bunda yang sedang menata piring di atas meja makan.
"Baik-baik saja Bun, cuma syok sama lecet doang" jawab Asyifa sembari mengambil nasi.
"Syukurlah kalau begitu, Bunda sempat khawatir terjadi apa-apa sama dia" ujar Annisa lega. Karena dia mendapatkan kabar dari sang putri yang melaporkan jika dirinya akan telat pulang ke rumah, dan alasan nya adalah Malik yang mengalami kecelakaan.
"Bunda perduli banget sama cowok cupu itu" ujar Amier.
"Manggil nya kok cowok cupu?" Annisa mengernyit heran.
"Gimana nggak cupu, manjat pohon saja nggak bisa. Gimana mau jagain Kakak Syifa" ucap Amier membuat Asyifa tersedak.
Annisa menuangkan air dan memberikan nya pada putri cantik nya itu, Asyifa menerima dan langsung meminum nya dengan cepat.
Amier sudah cekikikan melihat respon Kakak perempuan nya itu.
"Pelan-pelan" nasihat sang Bunda.
"Kenapa bawa-bawa aku coba!" kesal Syifa.
"Bunda..." rengek Asyifa, Annisa terkekeh saja melihat nya, bukan apa-apa.
Baru kali ini putri cantik nya itu bisa merespon, biasa nya dia hanya menganggap angin lalu saja.
"Sudah-sudah, Amier habiskan makanan kamu terus belajar ya" tutur Annisa setelah menghentikan kekehan nya.
"Baik Bos" ucap Amier mengangkat tangan nya memberi hormat.
Amier menjulurkan lidahnya meledek membuat Asyifa menatap nya tajam.
💢💢💢💢
Keesokan harinya, lebih tepat nya pada siang hari, Malik sedang berbaring di ranjang pesakitan nya dengan membaca buku.
Pintu ruangan nya terbuka, dan orang yang masuk membuat nya mendongak dan terdiam tak percaya.
"Malik, ya Allah nak, ini beneran kamu?" seorang wanita berlari dan memeluk nya erat. Namun Malik tidak membalas pelukan nya dan hanya terdiam saja tanpa ekspresi.
Kemudian pandangan nya tertuju pada orang yang berdiri di ambang pintu. Dia Danish, sepupu Malik.
"Kamu kemana saja?, Mama itu sudah nyari kamu kemana-mana tapi tak kunjung ketemu" tangis nya dalam pelukan Malik.
__ADS_1
"Mama kenapa kesini?" tanya Malik datar.
Dia April, Mama Malik, dia bisa sampai di sini itu ya karena Danish yang memberi tahukan nya.
Saat Danish datang ke kampus Asyifa, dia berniat ingin berbicara dengan Malik, tapi dia tidak menemukan nya dan saat dia ingin pergi, kemudian dia bertemu dengan Reyyan.
Dia bertanya kepada Reyyan yang dia ketahui teman dari sepupu nya itu, dan jawaban Reyyan cukup membuat Danish kaget karena saudara nya itu berada di Rumah Sakit.
Danish melangkah masuk dan berdiri di dekat tempat tidur Malik.
Mama April mengurai pelukan nya dan memandang lekat wajah tampan putra nya yang sekarang banyak luka lebam.
"Seharusnya kamu mikir dong Bang, kamu tuh punya orang tua, kamu selama ini ngilang kemana?, orang rumah itu nyariin kamu tau nggak!. Nggak tau nya ke dampar di sini" kata Danish ketus.
Malik tidak menjawab apapun, rasa bersalah nya kepada keluarga terutama pada Kakak sepupu nya membuat dia harus menjauh untuk menenangkan diri. Memang tidak ada yang tau jika Malik selama ini ada di negara matahari terbit itu. Tentu saja permintaan dari Malik yang tidak mengizinkan Nenek nya untuk memberikan informasi tentang keberadaan nya.
"Maaf" satu kata yang di ucapkan Malik, dia menunduk dalam mengingat kesalahan nya di masa lalu.
"Kita pulang ya" ajak sang Mama membujuk Malik.
"Malik nggak mau pulang, kalau Mama mau pulang, pulang saja sendiri Malik nggak mau pulang, Malik nyaman di sini" tolak nya.
"Nak, kamu jangan terus menyalahkan diri kamu sendiri dong, itu semua kecelakaan sayang, dan itu semua sudah berlalu, sekarang Kak Rena mu sudah bisa mengikhlaskan kepergian mantan calon suaminya itu" tutur Mama lembut.
Malik mendongak menatap wajah Mama nya yang masih basah karena air mata.
"Malik masih betah di sini Mah, Malik mau hidup mandiri" ucap Malik tidak kalah lembut.
"Tapi boleh kan Mama tinggal bersama kamu?, Mama khawatir sama kamu" mohon Mama.
"Mah, kalau Mama tinggal sama Malik, sama saja dong" Malik sedikit kesal.
Danish terkekeh. Dia menepuk pundak sepupu nya itu dan membisikan sesuatu. Malik melebarkan matanya mendengar ucapan Danish, Danish tersenyum miring.
Tak di sadari mereka, Asyifa berdiri di balik pintu, dia sedikit menyunggingkan senyum nya.
Dia datang bersama Annisa, namun Annisa mendapatkan panggilan telepon dan meminta Asyifa untuk masuk terlebih dahulu.
Suara dari dalam membuat dia mengurungkan niatnya untuk masuk.
Annisa menghampiri putri nya. "Kok masih di luar?" tanya nya heran.
"Kayak nya lagi ada tamu Bun" jawab nya.
Mendengar ada seseorang yang berbicara di depan pintu membuat ketiga orang itu menghentikan obrolan nya dan April meminta Danish mengecek siapa yang ada di depan.
"Sexy?!" seru Danish senang saat melihat Asyifa datang.
YUHUU SELAMAT MALAM SABTU MAN-TEMAN 🤗.
__ADS_1
POIN NYA KENCENGIN YAH,BIAR BISA MASUK RANGKING 😅😅.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍.