Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
75.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


Malik menatap pilu wajah sang istri yang sedikit pucat. Perjuangan untuk menjadi seorang ibu yang melahirkan kedua anak nya kini belum juga berakhir.


Kini Asyifa sedang berbaring di ranjang pesakitan nya dengan mata yang terpejam dengan damai. "Bangun dong Yang? apa kamu nggak mau lihat anak-anak kita? mereka tampan-tampan sama seperti aku Yang." Malik terkekeh sedih.


"Kamu nggak mau gendong mereka kah? mereka nungguin kamu lama loh Yang, kemarin mereka nangis terus, mungkin kangen sama kamu Yang. Apa kamu nggak kasian sama mereka Yang?" sambung nya bermonolog.


"Kamu ngimpi apa sih betah banget? kamu bukan ngimpi laki-laki lain kan Yang?!" seru Malik kesal. Meskipun berpura-pura, namun tetap saja hal itu membuat Bima yang baru saja datang geram. Enak saja adik kesayangannya di marahi seperti itu. Dan di tuduh selingkuh meski secara tidak langsung.


"Aw!" pekik Malik kesakitan karena di pukul kepala nya oleh Bima dari belakang.


"Siapa kamu! main tuduh adik kesayanganku selingkuh!" omel nya.


Malik menyengir, niat nya mau mengomel balik tapi malah cengiran tanpa dosa yang di berikan. "Aku cuma bercanda yah!" ucap Malik.


"Tetap saja itu nama nya. Awas saja kamu berani lukai hati ataupun fisik dia!" ancam Bima. Malik bukannya takut malah menantang. "Siapa yang akan menyakiti bagian dari separuh jiwa nya? jika itu terjadi, maka aku siap di rajam oleh kalian!" tantang Malik menunjuk pada Bima Reyyan dan yang lain nya.


Bima terkekeh di ikuti yang lain. "Bagaimana, ada kemajuan tidak?" tanya Bima. Hati nya ikut sedih melihat adik tersayang nya terbaring di ranjang pesakitan nya.


Dia baru bisa datang saat Asyifa sudah dalam keadaan koma. Kini sudah hari ke-tiga wanita yang sekarang sudah menjadi ibu itu tak kunjung membuka mata nya.


Dia masih begitu nyaman dengan tidur panjang nya. Mungkin dia sadar namun tidak mau membuka mata, atau memang dia tidak sadar jika diri nya sudah cukup lama meninggal kan orang-orang yang begitu menyayangi nya.


Annisa dan Vita masuk kedalam ruangan Asyifa dengan membawa kedua bayi kembar mungil yang tampan. Vita baru saja pulang dari luar negeri dan langsung ke Rumah Sakit saat mendengar kabar dari sahabat nya.


Malik berdiri dan mengambil alih putra nya yang di gendong oleh sang nenek. Annisa mendekati putri nya dan duduk di kursi samping ranjang. Dia tatap wajah Asyifa dan mengusap sayang puncak kepala nya.


"Kapan kamu mau membuka mata kamu sayang? kamu tidak lihat Salim dan Salman yang merindukan kamu?" tanya Annisa sedih. Meskipun dia tau tidak akan ada jawaban, tapi dia yakin jika putri nya itu mendengar apa yang dia katakan.

__ADS_1


Annisa meminta semua untuk keluar, kecuali Malik, dan Vita. Annisa meminta Malik untuk meletakkan bayi itu di samping sebelah kanan Asyifa. Dan satu lagi di sebelah kiri nya. Mereka membiarkan saja hal itu.


Hingga salah satu bayi itu menangis dan di ikuti yang satu lagi. Belum ada respon yang di berikan oleh Syifa. Hingga dua puluh menit kemudian, ada tanda-tanda Asyifa yang akan membuka mata. Gerakan di balik kelopak mata nya membuat mereka yang melihatnya tersenyum.


Tangisan yang lebih kencang dari kedua anak nya itu membuat Asyifa membuka matanya secara perlahan. Memang tidak tega melihat membiarkan kedua bayi mungil itu menangis. Tapi, mendengar penjelasan dokter yang mengatakan untuk merangsang kesadaran Asyifa terus menerus dengan berbicara dengan si pasien supaya dapat merespon dalam alam bawah sadar nya.


Maka Annisa berinisiatif untuk menggunakan kedua cucu nya untuk membangun kan sang putri yang tak kunjung sadar juga. Karena tidak ada hal yang fatal terjadi saat operasi dan juga pasca operasi, jadi Annisa memilih untuk melakukan hal ini.


Dia berharap banyak untuk akan hal itu. Kasih sayang ibu pada anak nya pasti nya akan merangsang otak untuk membuat anak nya itu terdiam dari tangis nya. Dan terbuka nya mata Asyifa membuktikan kasih sayang nya mengalahkan kenyamanan dalam tidur nya.


"Sayang, kau sudah sadar?" tanya Annisa bahagia. Air mata nya sudah mengalir, tangis haru dan juga kebahagiaan.


Asyifa mengerjap beberapa kali hingga pandangan nya menjadi jelas. "Bunda? Malik? Tante?" lirih Asyifa setelah mengedarkan pandangannya dan mendapati ketiga orang itu.


"Ya Allah nak?!" seru Annisa menghambur memeluk nya sembari menangis bahagia.


Vita menepuk pundak Annisa mengingatkan. "Dia baru sadar Nis," ucap Vita. Annisa tersadar dan melepaskan pelukannya.


Asyifa tersadar. Dan menunduk melihat putra nya yang menangis begitu kencang. Dia langsung menangis mendengar suara tangisan yang dia rindukan. Annisa membantu mengangkat tubuh mungil itu dan di serahkan pada Asyifa setelah di bantu duduk oleh Vita. Meski masih lemah, namun naluri seorang ibu kepada anak nya membuat dia kuat untuk memeluk sang putra dan melindungi nya supaya tidak terjatuh.


Tangisan Salim, bayi mungil itu langsung terhenti. Tangis haru menyelimuti ruangan itu membuat orang-orang yang ada di luar ruangan pun langsung masuk. Mereka terkejut melihat Asyifa yang tersadar dan menangis sembari memeluk bayi nya.


Satu persatu mendekati dan tersenyum bahagia. Orang yang mereka rindu kan kini sudah membuka mata nya.


Adel ikut meneteskan air mata. Dia mengusap perut rata nya. Reyyan merangkul dan mencium puncak kepala sang istri. Dia tersenyum bahagia, begitu pun dengan Reyyan.


💢💢💢💢


Asyifa terus saja mengulas senyuman. Kesakitan nya kini terbayar sudah dengan kedua putra yang begitu tampan.

__ADS_1


Rasa nya dia tidak menyesal dalam masa kehamilan nya yang cukup berat. Mengidam yang menurut nya aneh. Dan juga tidak bisa bergerak bebas. Melihat kedua nya begitu sehat dan jauh dari kata kekurangan, itu cukup untuk nya.


"Terimakasih sayang?" ucap Malik mengusap puncak kepala Syifa.


Asyifa memutar bola matanya bosan. "Mau berapa kali kamu mengucapkan terimakasih seperti itu Mas?" tanya nya.


Malik terkekeh. "Sampai kapan pun aku akan melakukan nya".


"Terserah kamu Mas!" pasrah nya.


Adel dan Reyyan masuk kedalam ruangan Asyifa. Mereka di sambut dengan senang oleh mereka.


Adel mendekati Asyifa dan mengelus pipi Salim, sedang kan Salman sedang tertidur pulas di boks bayi. "Assalamualaikum kesayangan aunty ?" sapa Adel.


"Wa'alaikumusalam aunty," jawab Asyifa menirukan suara anak kecil.


Adel terkekeh. "Bagaimana keadaan sekarang?" tanya nya. "Alkhamdulillah sudah baik-baik saja, besok sudah boleh pulang." Asyifa menjawab.


"Akhirnya bisa pulang yah tampan," ujar Adel. " Oh iya, aku punya berita baik untuk kamu." Adel mendekatkan wajahnya dan berbisik. "Benarkah?" kaget Asyifa bahagia. Adel mengangguk semangat dan menunduk mengusap perut nya.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


MINTA LIKE UNTUK DUBBING'AN AUTHOR YAH MAN-TEMAN,


DI BENNER DEPAN PALING ATAS. CARI DI 'SUARA WANITA TERCANTIK'


CARI DI SETIAP KOMIK YANG DI LOMBAKAN YAH MAN-TEMAN TERIMAKASIH 😊.


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN DENGAN VOTE LIKE COMMENT YAH...

__ADS_1


YANG MAU GABUNG DENGAN GROUP CHAT AUTHOR KECE SILAHKAN, KITA SERU-SERUAN DI SANA OKEH😆


__ADS_2