
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊 😊.
"Balik badan!" teriak Asyifa sembari menutup mata nya. Malik yang melihat Asyifa begitu kaget pun tersenyum miring penuh arti.
Malik melangkah pelan ke arah Syifa yang menutup mata nya dengan rapat. Dia mengambil piring di sebelah sang istri dan meletakkan nya di atas nakas dengan pelan.
"Udah belum?!" teriak sang istri.
Dia tidak menanggapi seruan Asyifa. Dia hanya fokus memperhatikan istri nya yang masih menutup mata nya itu dengan terkekeh geli tanpa suara. Terlihat pipi merah nya karena malu. Dia mencondongkan tubuhnya sembari tersenyum.
Asyifa yang tak mendengar suara dari Malik pun memberanikan diri untuk membuka mata perlahan. Mata nya membulat sempurna melihat sang suami yang ada tepat di depan matanya dengan senyuman yang begitu menyebalkan.
"Aaaaa...." teriak Asyifa memundurkan tubuhnya.
Malik semakin mendekat dan merangkak naik ke ranjang.
"Ja,,, jangan mendekat!" seru Syifa. Malik tak mengindahkan seruan nya dan makin merangkak mendekat. Syifa mundur hingga dia hampir jatuh bila saja Malik tidak menarik nya.
Dengan gerakan cepat Malik menarik hingga mereka saling menempel satu sama lain. Tangan Asyifa yang menempel di dada Malik membuat hati nya berdesir. Malik memejamkan mata nya dengan erat.
Dia seperti menahan sesuatu di dalam diri nya yang memuncak. Dengan cepat dia memisahkan diri dari sang istri dan berlari ke dalam kamar mandi.
Asyifa mengernyit bingung. Dia memegang dadanya dan merasakan degup jantung nya yang berdetak tak beraturan.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Malik merutuki dirinya karena tidak berfikir sampai sejauh itu, dia tidak menyangka bahwa reaksi dari dalam diri nya begitu besar.
"Kalau begini terus, aku tak bisa menahan nya lagi" gumam Malik.
Hati nya bergejolak. Jika dia melanggar janji yang dia buat sendiri untuk tidak menyentuh sang istri tanpa Asyifa sendiri yang ikhlas menyerahkan nya. Pasti akan kacau jadi nya. Dan dia tidak mau hal itu terjadi.
Asyifa menghampiri kamar mandi dan mengetuk nya, dia khawatir dengan Malik yang tak kunjung keluar juga sedari tadi.
"Orang jelek!, kamu nggak apa-apa?" seru Asyifa bertanya.
"Syi, minta tolong ambilkan baju aku dong" seru Malik dari dalam.
Asyifa melangkah ke lemari dan mengambil baju santai untuk sang suami. Setelah menyerahkan nya, tak lama kemudian suara pintu terbuka, Malik keluar dan tersenyum.
__ADS_1
"Terimakasih" ucap nya dan di angguki Asyifa.
"Orang jelek, aku laper, cari makan yuk" ajak Syifa.
"Aku udah beli tadi, ayo ke dapur kita makan" ajak Malik kemudian.
Asyifa mengangguk dan mengikuti Malik yang berjalan terlebih dahulu.
💢💢💢💢
"Enak?" tanya Malik yang melihat Syifa begitu lahap menyantap makanan nya.
Asyifa hanya mengangguk karena mulutnya penuh dengan makanan. "Kamu bisa masak?" tanya Malik.
"Uhuk...Uhuk..." Asyifa tersedak.
Malik dengan cepat menyodorkan air minum dan dengan cepat pula Syifa meneguknya.
"Pelan-pelan sayang" khawatir Malik. Asyifa mendongak. Malik begitu dekat dengan nya membuat jantung gadis itu kembali ribut.
Asyifa membuang muka nya malu dengan masih ada sisa-sisa tersedak nya. "Maaf aku nggak bisa masak" ucap Syifa menunduk masih tak mau memandang sang suami.
"Tidak apa-apa, aku hanya bertanya. Aku tidak memaksa kamu harus bisa, aku bisa melayani kamu dalam hal dapur. Kamu jangan merasa terbebani dengan hal itu, aku menikahi kamu bukan untuk jadi tukang masak atau apapun. Aku menjadikan kamu istri karena aku mencintaimu dan aku ingin menjadi bagian dari hidup kamu sayang" tutur Malik.
Asyifa terdiam, dia menatap lekat wajah Malik dan beralih ke kedua matanya. Malik tersenyum teduh. Dia angkat kedua tangan Asyifa dan mengecupmya. Tidak ada perlawanan dari sang istri, mungkin karena dia terbuai dengan kata-kata sang suami atau karena wajah tampan nya?. Dia juga tidak tau.
Malik mencondongkan kepala nya dan berbisik. Ntah apa bisikan dari sang suami nya itu, tapi hal itu sukses membuat Syifa membulatkan matanya secara sempurna.
Malik terkekeh melihat reaksi dari gadis itu.
"A,,,,apa maksud mu?" Asyifa gugup karena masih syok dengan apa yang di katakan oleh Malik.
"Sayang, kamu itu gadis yang pintar, pasti kamu tau apa yang di maksudkan aku" kata Malik menggoda.
Syifa mengerjap beberapa kali untuk menetralkan ekspresi nya. Setelah menetralkan suara dan ekspresi nya, dia menatap mata Malik menantang.
"Itu memang kewajiban ku, tapi hal itu tidak bisa di paksakan" kata Syifa penuh penekanan.
__ADS_1
"Memang benar, hal itu tidak bisa di paksakan. Tapi jika menolak hal itu akan menjadi dosa untuk kamu" Malik menyeringai melihat ekspresi wajah Syifa yang berubah menjadi panik.
Yang di rasakan oleh Syifa, hanya perkataan dari sang Bunda yang terngiang di kepalanya, bukan karena ancaman Malik yang dia baru saja katakan.
Dia tidak mau membuat Bunda nya itu kecewa. "Apa yang harus aku lakukan?" tanya nya dalam hati.
Gadis cantik itu mencengkeram erat ujung kemeja nya dan memejamkan mata dengan erat. Setelah menimbang dengan pasti, dia menghela nafas panjang. Dia membuka matanya dan menatap lekat mata sang suami.
"Oke" ucap nya menantang, namun detik kemudian dia menunduk dengan malu.
Satu kata dari Syifa sukses membuat Malik terdiam, kekehan yang sedari tadi menghiasi wajah nya pun menghilang seketika. Malik mengulurkan tangannya membelai wajah.
Asyifa yang merasakan sentuhan dari suaminya itu merasakan jantungnya berdebar dan hatinya pun ikut berdesir.
Malik menatap lekat wajah Syifa. Detik berikutnya, gelakan tawa dari Malik membuat Asyifa mengernyit heran. Dia yang tak merasakan sentuhan nya lagi akhirnya membuka mata dan menatap Malik.
"Kenapa?" tanya Syifa polos.
"Wajah kamu lucu sayang, kamu imut banget buat aku ingin ketawa" kata Malik setelah menghentikan tawanya meski masih ada sisa.
Syifa menggeram kesal. "Kamu mainin aku yah!" kesal Syifa kemudian berbalik hendak melangkah pergi.
Namun sebelum dia melangkah jauh, dari belakang Malik memeluk Syifa dengan erat.
"Maaf sayang, jangan marah, aku hanya bercanda. Aku gugup mendengar persetujuan dari kamu" akunya.
Syifa terdiam. Setelah Malik mengendorkan pelukan nya, Syifa berbalik. Malik menyengir.
"Jadi boleh nggak nih?" tanya Malik lagi.
Asyifa mengangguki nya dengan malu. Malik bersorak kegirangan. "Oke, sekarang aku mau ke cafe dulu, kamu mau ikut?" kata Malik.
Syifa menggeleng. "Oke, malam ini aku akan memakan mu" canda nya. Asyifa tak menanggapi, dia sibuk dengan pikirannya sendiri.
Malik pun pergi ke cafe nya dengan mata yang berbinar penuh semangat. Sedangkan Syifa, dia langsung berlari ke kamar nya setelah mengantar Malik pergi.
JADI DEG-DEGAN 😂😂😂😂.
__ADS_1
LIKE COMMENT DAN VOTE NYA JUGA OCEH.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.