Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
35.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


Setelah acara semalam selesai, mereka kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Hari ini, Asyifa begitu semangat karena akan bertemu dengan baby cantik nya Ayesha.


Dia sedari tadi tak lepas dari senyuman nya.


"Pagi Bunda" sapa Syifa sembelit mencium pipi nya.


Dia duduk di sebelah Amier dan mengusak rambut Amier gemas membuat si empunya kesal. "Jadi rusak kan!" kesal Amier, Asyifa hanya terkekeh geli dan menjulurkan lidahnya meledek.


"Udah rapi banget mau kemana sayang?, bukannya masih libur?" tanya Annisa sembari duduk. "Makan yang banyak ya Bu" ujar Annisa pada Ibu nya.


"Aku mau ke bengkel bentar terus abis itu ke Rumah Sakit Bun, nengokin Yesha katanya juga hari ini mau pulang" jawab Syifa.


"Oh oke, hati-hati di jalan ya, salam buat dia" ujar nya dan di angguki Asyifa. "Ya udah habiskan sarapan nya" ucap Annisa.


💢💢💢💢


Asyifa berjalan melewati koridor Rumah Sakit, setelah berkutat di bengkel nya, sekarang dia berada di tempat itu untuk bertemu dengan bayi cantik nya Ayesha, suasana hati nya begitu baik hari ini.


"Assalamualaikum" sapa Asyifa setelah membuka pintu dan mendapatkan sapaan balik dari mereka.


"Hai cantik, Tante balik lagi mau nengok si cantik nih" sapa Syifa pada bayi mungil itu.


"Wah, tau dia kalo Tante nya dateng, langsung senyum dia" monolog Ayesha.


"Iya nih, pinter banget sih bikin gemes Tante aja" saut Syifa bahagia.


"Tante cepat nikah yah, biar nanti anak nya Tante bisa jadi teman aku"


Asyifa jadi tersipu. "Doa'kan aja Ay, mudah-mudahan dapet yang terbaik" jawab Asyifa malu.


"Aamiin" saut mereka bersamaan. Asyifa terkekeh lucu.


"Oh iya, Om Reyyan gak ikut Tan?" tanya Ayesha.


"Nggak, dia kayak nya masih tidur" saut nya.


Ayesha membulatkan bibirnya.


"Boleh gendong gak?" tanya Syifa.


Ayesha tersenyum. "Boleh" jawab nya, Asyifa dengan senang hati menggendong bayi itu setelah mencuci tangan nya.


"Cantik banget sih kamu sayang" monolog Syifa.

__ADS_1


Cukup lama Syifa bermain dan bercengkrama dengan mereka hingga waktu menunjukkan pukul setengah lima sore.


"Udah sore nih, aku pulang dulu yah" ujar Syifa.


"Gak mau nganterin aku pulang nih Tante?" tanya Ayesha dengan nada seperti anak kecil.


"Nggak sayang udah sore, Tante udah puas main sama kamu" saut Syifa mengikuti.


"Nanti main sama aku lagi ya Tante" saut Ayesha lagi.


"Iya, nanti Tante main lagi ya, sekarang Tante pulang dulu, dadah sayang" ucap nya. "Aku pulang ya mba" pamit Syifa dan berlalu setelah berpamitan dengan orang tua Ayesha juga.


Asyifa keluar dan menuju parkiran. Tak lama kemudian setelah kepergian Syifa, Malik masuk ke dalam ruangan Ayesha.


"Wah, Papa dateng sayang, salam sama Papa, Papa...." ucap Ayesha.


"Sore sayang, apa kabar kamu hari ini nak?" tanya Malik.


Malik mengajak anak Ayesha dengan senang.


Tanpa mereka sadari, seorang gadis yang tak lain adalah Asyifa, melihat semua interaksi mereka. Dia menatap sendu pemandangan tersebut, setetes air mata menetes dari pelupuk mata nya.


Dia mengusap air mata nya yang tak sadar di keluarkan nya. Dia tersenyum miris.


🕳️🕳️🕳️🕳️


Asyifa hendak mengambil kunci di tas nya, tapi dia tak menemukan di mana pun, dan sesaat kemudian dia teringat saat mencuci tangan dia meninggalkan nya di meja ruangan Ayesha.


Karena Syifa penasaran, akhirnya dia mengikuti nya dan juga akan sekalian mengambil barang yang di tinggalkan nya.


Selama mengikuti, Syifa sedikit bingung juga karena dia berjalan di lorong yang menuju tempat rawat inap pasien bersalin.


Asyifa menghentikan langkahnya setelah melihat Malik, iya dia Malik orang yang akhir-akhir ini membuat Asyifa merasakan hal yang aneh di hati nya itu melangkah dengan mantap masuk ke dalam ruangan yang baru saja dia singgahi.


Gadis itu sedikit berpikir positif, mungkin saja dia saudara dari Ayesha, pikir nya. Syifa mencoba untuk tak peduli, namun saat dia membalik badan, hati nya tak tenang bila tak memastikan. dia membalikkan badannya lagi dan melangkah untuk ikut masuk karena juga akan mengambil kunci nya yang tertinggal.


Tapi, pemandangan di depan matanya itu begitu membuat Asyifa terpukul, apa ini?, apa dia sudah di bohongi?.


🕳️🕳️🕳️🕳️


Asyifa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan. Dia menetralkan ekspresi nya.


"Assalamualaikum" sapa Syifa.


"Wa'alaikum,,,salam" saut Malik tersengal.


Malik menegang melihat Asyifa yang berdiri di ambang pintu. Seketika wajah nya berubah pucat.

__ADS_1


"Loh Tante Syifa, ada yang ketinggalan?" tanya Ayesha. Malik menoleh pada Ayesha, apa ini?, dia kenal dengan Syifa?.


"Iya, kunci aku ketinggalan Ay" ucap nya dan berjalan ke meja. Malik mengikuti gerak Asyifa namun yang di tatap sama sekali tidak menoleh kepada nya.


"Ya udah, aku pulang dulu Ay, assalamualaikum" pamit Syifa dan berlalu pergi.


"Syi, Syifa tunggu!" teriak Malik mencegah Syifa keluar tapi Syifa tidak memperdulikan nya.


Suara Malik mengagetkan bayi Ayesha. Bayi itu menangis kencang, Ayesha menenangkan bayi itu dan menatap aneh pada Malik.


"Ada apa sih Malik?" tanya Ayesha.


"Nanti aku jelasin, sekarang aku mau nyusul Syifa" ujar Malik terburu-buru. Ayesha mengangguk mengiyakan.


Syifa berlari menghindari Malik menuju parkiran dan hendak menaiki motor nya, sejurus kemudian Malik memegang lengan nya.


"Dengarkan aku dulu Syi, aku bisa jelasin"


"Lepas!" ucap dingin Syifa.


"Syi" mohon Malik.


"Lepas!" tukas Syifa, Malik melepaskan lengan Syifa membiarkan gadis itu pergi.


Tapi, sebelum Syifa menjalankan motor nya, dia memegang leher nya dan melepaskan kalung yang pernah di berikan oleh Malik. Bukan itu saja, dia bahkan melepaskan cincin yang sudah tersemat di jari nya itu.


Malik yang melihat itu membulatkan matanya, Syifa menyerahkan semua itu ke tangan pemuda itu. Karena syok, Malik menurut saja menerima barang itu.


Asyifa menjalankan motor nya melaju pergi meninggalkan Malik yang terdiam membisu.


Malik menatap kedua barang itu begitu lekat.


Setetes air mata nya menetes. Dia menggenggam erat benda itu.


"Jadi dia menerima lamaran aku, dan sekarang dia memutuskan hubungan yang bahkan belum terjalin?" monolog Malik miris.


Dari arah samping, seorang laki-laki menghampiri Malik, menepuk pundak nya dengan nafas yang terengah-engah.


"Kamu tau di mana ruangan Ayesha?" tanya nya tiba-tiba.


Malik membalikkan badannya dan menatap marah pada orang itu.


"Ini semua gara-gara kamu!" seru Malik dengan mengepalkan tangannya.


Pemuda itu memukul wajah orang itu hingga jatuh tersungkur.


"Tu,,, tunggu Malik, apa-apaan kamu hah!" bentak orang itu sembari membalas pukulan dari Malik.

__ADS_1


UDAH HARI SENIN NIH, POINNYA JANGAN LUPA DI SUMBANGKAN YAH🤣.


TERIMAKASIH.


__ADS_2