
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
"Jadi istri Kamu single parent Bro?" tanya Rama masih penasaran.
"Oh nggak, dia anak nya Kakak nya yang sudah meninggal. Tapi istriku jadi ibu sambung buat dia." Jelas Bima.
"Oh, kelihatan nya Kamu sayang banget sama dia. Padahal kan bukan anak kandung." Ungkap Rama.
Bima hanya tersenyum menanggapi dan terdiam.
"Oh iya Bro! Aku pulang dulu yah, sudah siang juga ini Aku harus jemput tunangan Aku soal nya." Ucap Rama dan beranjak dari duduknya.
Bima mengantar kepergian Rama dan masuk kembali setelah Rama telah keluar dari halaman rumah nya dengan mobil nya.
Bima menghampiri sang istri yang sedang menyiapkan makan siang. "Jagoan tidur kah?" tanya Bima yang mengambil air dalam lemari es.
Nazira sedikit melirik dan mengangguk." Iya, dia tidur. Sudah jam nya tidur juga."
"Ya sudah, Aku mau naik mau nengokin anak-anak juga," pamit Bima dan di angguki oleh Nazira.
Bima mengetuk pintu kamar Chacha yang didalamnya sedikit berisik karena banyaknya anak-anak. Dia membuka pintu nya sedikit. "Boleh masuk?" kata Bima meminta izin.
Setelah di sahuti oleh anak-anak, Bima masuk dan duduk bersila diantara anak-anak tersebut.
"Chaca ke mana?" tanya Bima yang tak melihat putrinya itu di antara teman-teman Chacha.
"Dia lagi di kamar mandi Om, nggak tau dari tadi enggak keluar-keluar." Saut salah satu dari mereka.
Bima mengernyit heran. "Mengapa nggak keluar-keluar?" batin Bima bertanya.
Bima beranjak dari sana dan menghampiri kamar mandi. Dia mengetuk pintu itu dan berseru memanggil nama putrinya.
"Ini Ayah Sayang, ayo buka pintu nya Nak!" seru Bima dan tak ada sahutan dari dalam.
"Chacha? Kamu nggak apa-apa Sayang?! Ayo buka pintu Nak, jangan buat Ayah khawatir Nak!" seru Bima.
__ADS_1
Setelah beberapa saat setelah memanggil, akhirnya Chacha membuka pintu. Bima bernafas lega setelah mengetahui Chacha tidak apa-apa. Tapi, sebentar. Ada apa dengan mata merah itu?.
"Kamu kenapa Sayang? Kamu nggak apa-apa kan, kenapa Mata Kamu merah begitu?" tanya khawatir Bima.
"Chacha nggak apa-apa, cuma kelilipan kok." Chacha sedikit tersenyum.
"Yakin nggak apa-apa? Kita ke dokter yah!" Bima menarik tangan Chacha, namun Chacha tetap menolak.
"Aku beneran nggak apa-apa kok, tenang saja."Chacha meyakinkan.
"Yakin?" tanya Bima dan di angguki mantap oleh Chacha.
"Ya sudah, sekarang Kita makan sama-sama yah, ajak teman-teman Kamu dan Kita makan bersama." Bima mengusap lembut puncak kepala ChaCha.
Bima lebih dulu keluar dan di susul oleh Chacha dan yang lain nya yang terdiri dari tiga teman.
Chacha bernafas lega, dan mengajak teman-teman nya makan siang bersama. Tapi ChaCha tidak banyak bicara dan hanya fokus pada makanannya sendiri. Hanya sesekali menjawab jika di tanya.
Hal itu tidak luput dari perhatian ibu nya. Nazira melirik Bima sang suami meminta penjelasan, namun Bima hanya menggeleng tidak tau.
Nazira membuang nafas panjang dan bertanya-tanya di dalam hati, ada apa dengan putri nya itu.
Bahkan Chacha tidak menghiraukan panggilan dari sang Ayah. "Sebenarnya ada apa sih Mas?" tanya Nazira penasaran dan begitu bingung dengan sikap Chacha yang tidak seperti biasanya.
Malam hari nya, Nazira mengetuk pintu kamar Chacha, namun si-empunya tak menjawab panggilan Nazira.
Nazira membuka pelan pintu kamar itu dan masuk kedalam, lalu dia duduk di samping putri nya yang kini sudah menginjak usia remaja.
Wanita itu memperhatikan setiap ekspresi yang keluar dari wajah Chacha. Ekspresi yang begitu tidak tenang dan sangat gusar.
Nazira jadi penasaran, apa yang membuat anak gadis nya menciptakan ekspresi seperti itu.
Lama-kelamaan Nazira memperhatikan. Ada sedikit air mata yang keluar dari mata yang terpejam itu. Membuat Nazira terperanjat.
"Sebenarnya Kamu kenapa Nak? Kenapa Kamu begitu gusar?" lirih Nazira mengusap air mata Chacha.
__ADS_1
Bibir Chacha sedikit bergerak menyebut seseorang. Yang tak lain adalah 'bunda'.
Nazira kaget sekaligus sedih melihat itu. Dia merebahkannya diri nya di samping putri nya dan memeluk nya hangat, memberikan ketenangan.
"Maafin Ibu kalau Ibu pernah buat Kamu terluka ataupun itu Sayang, Ibu nggak tau apapun yang membuat Kamu menyebut bunda Kamu. Apa yang sebenarnya terjadi Nak?" lirih Nazira.
Dia tau jika Chacha ada masalah entah dengan teman atau apapun, yang di sebut di mimpi nya adalah bunda nya. Dan itu sangat di kenali Nazira. Karena setiap Chacha mengigau dan mengeluarkan air mata nya. Pasti ada apa-apa.
Pada akhirnya Nazira terlelap di tempat tidur dengan masih memeluk Chacha.
Sedangkan di kamar lain, Bima yang merasakan tak ada sang istri pun mencari nya. Dia berjalan ke kamar Chacha yang ada di sebelah kamar nya. Dia membuka pelan dan menemukan sang istri yang terlelap di samping putri nya.
Bima bernafas lega. Dan membiarkan nya. Bima kembali ke dalam kamar nya sendiri lalu kembali tertidur setelah beberapa saat memikirkan apa yang terjadi.
💢💢💢💢
Pagi tiba, Chacha sudah terbangun dan langsung bergegas untuk mandi. Nazira sudah lebih dulu terbangun hingga Chacha tidak menyadari jika semalam dirinya tidur dengan di temani ibu nya.
Setelah bersiap, gadis itu turun untuk sarapan. Dan tak ada kata sapaan. Gadis cantik itu hanya terdiam dan memakan makanannya.
Kedua orang tua memperhatikan nya dengan penuh kekhawatiran. "Sayang, Kamu kenapa? Kok hari ini diam, tidak seperti biasanya?" tanya Bima memulai pembicaraan.
"Aku tidak apa-apa Om," jawab Chacha keceplosan.
Bima dan menghentikan aktivitas mengoleskan selai pada roti nya begitu pula Nazira yang menghentikan suapan nya pada sang putra.
Mereka menatap lekat wajah Chacha yang memerah. "Chacha, Sayang?" panggil lembut Bima.
Tidak ada sahutan dari Chacha, namun setetes air mata nya keluar. Dia begitu tak tahan lagi untuk menahan air mata nya untuk terjatuh.
Bima yang melihat air mata Chacha itu pun bangkit dari duduk nya dan mendekati nya.
"Chacha, lihat sini!" tegas Bima. Chacha tak bergeming karena ada rasa takut di hati nya.
"Chacha lihat Ayah sekarang," ucapan Bima mulai lembut dan menyentuh bahu Chacha yang sedikit tegang. Hingga mereka saling menatap.
__ADS_1
Bima menatap fokus Chacha sebelum mengatakan apapun yang ingin dia tanyakan. " Sebenarnya salah Ayah Apa? Kenapa Chacha jadi seperti ini. Ada yang mem-bully Chacha?" tanya Bima. Dan di balas gelengan kepala dari Chacha.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.