
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
Adel masih terus menangis di pelukan sang suami. Dia begitu merasa bersalah kepada nya. Andai saja dia tidak merahasiakan tentang anak nya yang kembar, mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini.
Niat hati ingin sekali memberikan kejutan yang istimewa, ingin melihat kebahagiaan berlipat ganda dari suami nya, namun apa daya dirinya. Justru kekonyolan nya malah membuat sang suami meneteskan air mata.
Istri macam apa dia membuat suami nya menangis, pikir nya.
"Sudah sayang, semua sudah di garis kan, kita bersyukur masih bisa mendapatkan seorang putri. Mungkin Allah belum bisa mempercayai kita untuk merawat dua anak." Reyyan begitu sesak melihat tangis Adelia karena rasa bersalah nya.
"Semua titipan sayang, semua akan kembali pada pemilik nya. Jika sang pemilik belum mengizinkan kita merawat, kita harus terima dengan lapang dada. Kita syukuri apa yang ada saja yah," ucap Reyyan lagi.
Lama ibu baru itu menangis, dan kini tangis Adelia sudah mereda. "Nanti kita coba lagi yah, kali saja kita berhasil?" saut Reyyan tersenyum. Nazira menjauhkan diri dari pelukan sang suami.
"Memang nya perebutan hadiah! aku baru melahirkan Mas, jangan macam-macam!" Adel mengancam. Reyyan tersenyum. "Jangan nangis lagi yah, nanti putri kita tidak mau bertemu kamu." Reyyan mencoba bercanda. Adel mencebikkan bibir nya lucu.
Lagi-lagi Adel menunduk, fikiran nya berkelana kemana-mana. Dia merasa sangat bersalah pada suaminya itu.
Adel terisak kembali. Reyyan mengusap air mata istri nya yang terus saja mengalir. "Kita syukuri saja semua yah sayang, semua pasti akan ada hikmah nya." Adelia mengangguk sembari terisak.
"Mas?" panggil lirih Adel. "Hum?" saut Reyyan.
"Aku laper." Adel mengatakan dengan malu. Reyyan tergelak. Ya ampun, sedang suasana nya sedih ini malah melawak.
Reyyan mencuit hidung istri nya gemas. "Mau makan apa sayang?" tanya Reyyan lembut.
Tak di sadari oleh mereka, di balik pintu terdapat sesosok wanita paruh baya yang menangis haru melihat mereka. Dia begitu beruntung putrinya di cintai dan di hargai meski kesalahan nya begitu fatal. Dia Mama Adel.
Dia menyesalkan diri nya tidak pernah memberikan perhatian lebih. Dia begitu beruntung memiliki menantu yang bisa menyayangi putri nya itu dengan tulus. Paling tidak dia menyerahkan putri satu-satunya pada orang yang tepat.
__ADS_1
Kesibukan nya di dunia bisnis membuat nya terkadang lupa jika ada seorang putri yang perlu kasih sayang nya. Hingga pada saat nya sang putri itu meninggalkan rumah dan memilih untuk hidup sendiri dari masa SMA.
Itu membuat hati nya tersentil. Bahkan sampai sekarang dia selalu merasa bersalah. Reyyan adalah orang pertama yang bisa membujuk Adelia putri nya itu bisa menginjakkan kaki nya di rumah utama.
"Loh! jeng, kok di sini? Adel sudah sadar kah?" tanya Salsa yang baru saja tiba. Mama Adel langsung mengusap air mata nya dan tersenyum.
"Iya, Adel sudah sadar. Dan sekarang sedang mengobrol dengan Reyyan." Mommy Reyyan mengangguk paham.
"Oh iya, jeng Mitha kenapa kok nangis?" tanya Salsa sembari menggiring nya untuk duduk.
"Saya tidak apa-apa kok jeng, mungkin saya teringat sesuatu saja. Dan mengeluarkan air mata dengan tidak sengaja," dalih nya.
Salsa memicingkan mata nya tak percaya. "Benarkah?" tanya Salsa. Mitha mengangguk meyakinkan. "Jika ada masalah, kita bisa sharing jeng, nggak usah sungkan. Anggap saja kita bersahabat. Biar enak ngobrol nya. Nggak baik juga kalau di pendam," ucap Salsa dengan nada halus namun dengan penasaran.
Mitha tersenyum. Tak berselang lama, Reyyan keluar dan mendapati kedua wanita itu sedang berbincang. "Kalian sudah datang?" sapa Reyyan mengalihkan perhatian mereka satu sama lain.
"Adel sudah bangun?" tanya Salsa. Reyyan mengangguk mengiyakan. "Mommy masuk saja." Reyyan mempersilahkan.
Mitha tersenyum dan menggeleng. "Rey, bisa Mama ngomong sesuatu sama kamu?" Reyyan mengangguk. "Mama mau tanya apa?" saut Reyyan.
"Mama mau berterimakasih sama kamu." Ucap nya. Reyyan mengernyit bingung. "Berterimakasih untuk apa?" tanya nya bingung.
"Terimakasih telah memberikan kasih sayang kamu sama Adel dan juga tidak menyalakan Adel." Mitha menghentikan ucapannya sejenak. Di menunduk dalam. Reyyan semakin di buat bingung dengan mertua nya itu.
"Kok Mama bilang begitu, kan memang kewajiban Reyyan untuk menyayangi dan juga melindungi nya Mah, dan Mama kenapa tiba-tiba mengatakan hal itu?" tanya nya lagi.
"Mama yakin kamu tau jika Mama begitu sibuk dengan urusan kerja Mama. Dan kamu memberikan segala cinta kepada nya, Mama sangat berterimakasih." Mitha mengucapkan nya dengan sesegukan.
"Mama mohon sama kamu untuk selalu menjaga nya. Mama sudah kehilangan rasa percaya nya untuk berbagi. Dan Mama yakin kamu tau apa yang di maksud kan oleh Mama kan nak?" ujar nya.
__ADS_1
Reyyan tersenyum lembut. "Mama jangan khawatir, serahkan semua urusan Adel sama Reyyan."
"Mama sudah makan? Reyyan mau beli makanan nanti kita makan bareng yah?" saut Reyyan dan memegang lengan mertua nya lembut sebelum pergi.
"Ya sudah, Reyyan tinggal dulu." Pamit Reyyan .
Mitha menatap punggung Reyyan yang semakin menjauh dengan tatapan bahagia dan juga haru.
💢💢💢💢
Malik menatap wajah lelah sang istri yang tertutup selimut. Akhir dari pergulatan panas mereka semalam membuat nya terlelap dengan nyaman nya.
Dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Dia memainkan rambut nya membuat si empunya mengerang kesal. Hal itu malah membuat Malik terkekeh.
Tak henti-hentinya dia memainkan nya. Hingga mata itu terbuka. Lelaki itu tersenyum manis. Asyifa menyipitkan matanya. "Kenapa senyum begitu?" tanya wanita itu bingung. Bukan hanya bingung saja, tapi dengan kesal juga.
Bukan nya menjawab, dia malah tersenyum terus menerus tak jelas. "Sudah lah, aku mau ke kamar mandi. Awas yah kalau godain baby twin!" ancam Asyifa sembari beranjak dari tempat tidur nya.
Sesaat Asyifa beranjak, tangan nya di tarik hingga membuat nya terbaring kembali. Malik mengubah posisi nya menjadi di atas sang istri.
"Mas! awas dong, keburu habis waktu sholat nya!" kesal Syifa.
"Morning kiss sayang," ucap Malik menggoda. Asyifa memutar bola matanya jengah. Belum cukup kah semalam dia di kuasai oleh nya?.
"Sudah siang mas!" rengek Asyifa. Karena dia tau, jika sang suami tidak akan melepaskan nya jika sudah menyangkut hal itu.
Malik terus saja mengungkung nya. "Aku janji hanya itu." Malik memberi penawaran.
"Beneran yah?" ujar Syifa. Malik mengangguk.
__ADS_1
Dan hal itu membuat nya menunda untuk masuk kedalam kamar mandi.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍