Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
Bonus lagi


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN.


Annisa duduk lesehan di depan meja kaca sofa. Dia duduk merenung sembari menatap kedua foto suami nya. Zidan dan Aditya.


Berkali-kali dia membuang nafas panjang dan lelah. Di menyeka air mata nya itu. Tangan nya terlulur mengusap lembut foto berbingkai tersebut.


Dia pandangi setiap inci dari ekspresi kedua suami nya. "Tampan nya kalian. Terimakasih telah hadir di kehidupan Ku yang tak sempurna ini. Ayah, maafkan Bunda yang membuatmu bersedih."Annisa menatap foto Zidan dan mengusap nya lembut dan tersenyum miris.


Dia beralih menatap foto Aditya mengusap lembut juga tersenyum dengan senyuman yang sama, "maafkan Aku mas, Aku belum bisa memenuhi kewajiban Ku, maafkan atas ke-durhaka-an Ku sama kamu mas, hiks ...."


Lagi-lagi Annisa menangis sesenggukan. Andai dia tahu jika hal ini akan terjadi, tentu nya dia akan jauh lebih memberikan yang seharusnya suami nya itu dapatkan.


Karena kelelahan, wanita itu tertidur dengan posisi duduk dengan kepala di atas meja.


πŸ’’πŸ’’πŸ’’πŸ’’


Sinar mentari menyingsing masuk dari celah jendela. Seseorang membuka gorden dan tersenyu menatap wajah ayu namun pucat nya Annisa. Dia menghampiri nya dan mengusap kepala nya yang tak tertutup hijab itu.


Suara sayup-sayup terdengar oleh Annisa, membuat wanita itu terganggu dari tidur lelap nya.


Dia membuka mata perlahan. Saat mata nya terbuka dengan sempurna, orang pertama yang dia lihat membuat nya terpaku.


Orang itu duduk di samping Annisa dengan wajah yang tersenyum tampan.


"Sudah bangun?" tanya nya. "Bagaimana perasaan Kamu saat ini, sudah enakan?" sambung nya.


Alih-alih menjawab pertanyaan yang di ajukan, dia malah memegang pipi lelaki itu dan menangis. "Ini bukan mimpi?" ucap nya lirih.


Annisa langsung menghambur memeluk nya dengan erat seakan tak ingin kehilangannya.


"Maafin Aku," lirih nya dan di katakan nya berulang-ulang hingga lelaki itu mengernyit bingung.


"Hei, Kamu kenapa?" tanya nya khawatir.


"Maafin Aku Mas, maafin Aku." Ucap Annisa di sela-sela tangis nya.

__ADS_1


"Minta maaf untuk apa?" bingung nya.


"Maafin Aku yang sudah durhaka sama Kamu, maafin Aku karena membuat Kamu menderita selama dengan Ku!" tangis Annisa dengan sesegukan.


"Hei, ayolah. Cerita dulu ada apa, kenapa Kamu seperti ini Nis?" tanya nya setelah memisahkan diri dari pelukan sang istri.


Sang istri?. Iya, dia adalah Aditya suami Annisa saat ini.


"Kamu kenapa, hem?" tanya Aditya menyingkirkan anak rambut ke belakang telinga Annisa.


"Jadi ini hanya mimpi?" ucap Annisa tersengal karena tangis nya.


"Kamu mimpi apa sih?" tanya Aditya.


"Aku mimpi buruk, sangat buruk!" ucap nya.


"Ya sudah, itu hanya mimpi. Maka nya kalau tidur itu wudhu dulu baru tidur." Nasihat Aditya.


Annisa mengangguk. Karena kelelahan nya, dia sampai tertidur bahkan masih dengan pakaian yang dia kenakan kemarin.


Hal itu sukses membuat Annisa tersenyum seraya mencebikkan bibir nya dan memukul lengan Aditya manja.


Brak!


Suara keras berasal dari pintu yang terbuka begitu kasar nya karena dua jagoan Malik dan Asyifa yang masuk tanpa permisi seraya berseru memanggil Annisa.


"Nenek!" seru Salim dan Salman berbarengan setelah pintu terbuka.


Dari arah belakang di susul Malik yang dengan terburu-buru menyusul si kembar dan seketika dia menutup mata kedua putra nya dan tersenyum canggung.


Annisa melepaskan pelukannya pada sang suami dengan terburu-buru. Namun terlambat, itu sudah terlihat menantu mereka.


Bahkan kedua cucu mereka.


Annisa begitu malu. Hal itu terlihat dari pipi nya yang terlihat merah samar.

__ADS_1


"Maaf, silahkan lanjutkan lagi." Malik mengatakan nya dengan canggung dan begitu santun.


Dia membawa kedua putra nya keluar dan menutup pintu kamar mereka kembali.


Annisa memukul lengan Aditya gemas. "Kamu sih Mas!" kesal nya.


"Loh kok Aku sih?" tanya balik Aditya tak terima.


"Pokoknya Kamu yang salah, Aku nggak bisa di sahkan!" omel nya, dan banyak lagi Omelan Annisa yang dia lontarkan.


Aditya bukan nya menanggapi malah tersenyum. "Dia kembali lagi," gumam Aditya di dalam hati.


"Aaaaa ..." teriak Annisa yang mendapatkan serangan dari Aditya yang mengungkung nya.


Aditya mencium bibir Annisa sekilas. Annisa mengerjap.


"Masih mau ngomel kah?" tanya Aditya. Annisa menutup mulutnya begitu rapat dan menggeleng kuat.


"Jadi?" tanya Aditya.


Annisa mengalungkan tangannya di leher sang suami. "Lakukan apapun yang Kau mau," Annisa memberi izin.


Aditya tersenyum dan menempelkan dahi nya dengan dahi istri nya.


"Nenek!" seru kedua cucunya dari arah luar kamar tepat nya dari meja makan.


Mereka menoleh ke arah pintu dan saling menatap lalu tertawa.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


NAH AKHIRNYA SELESAI JUGA INI BONUSπŸ˜†.


RAMAIKAN NOVEL BARU AKU OKEH.


'I FINALLY FOUND LOVE'

__ADS_1


TERIMAKASIH πŸ€—.


__ADS_2