
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
"Aktif banget sih kalian sayang?" ucap Asyifa mengusap sayang perut besar nya dan tersenyum. Usia kandungan yang sudah memasuki trimester ketiga membuat Asyifa semakin susah untuk bergerak dan juga tertidur.
Aktif nya kedua bayi nya itu terkadang membuat dia tertawa dan juga meringis sakit.
"Bentar lagi mau launching yah sayang? sehat-sehat di dalam perut Bunda yah, jangan merepotkan Bunda, oke?" ujar Malik mengusap perut sang istri dan juga mencium puncak kepala nya.
"Nggak kerasa yah Yang, bentar lagi kita akan jadi orang tua." sambung nya. Asyifa memutar bola matanya jengah. "Kamu yang nggak kerasa Mas, aku yang kerasa ini, kerasa banget malah!" kesal.
Malik terkekeh. "Nggak kerasa apa nya sih Yang, aku itu juga ikut kerasa tau, kerasa menuruti ngidam kamu yang terkadang aneh." Malik mencuit hidung Syifa gemas.
Asyifa tertawa sembari memegang perut nya yang terasa kencang. "Itu sih resiko Mas, nggak boleh ngeluh tau nurutin istri yang ngidam. Ini?" ujar Syifa menunjuk perut nya. "Di sini juga ada anak kamu tau!" kesal nya.
Malik tertawa melihat ekspresi kesal sang istri. "Aku nggak pernah nyesel kok, aku malah seneng banget. Apa kamu mau apa aku kabulkan." jawab Malik bangga.
"Bener yah, kalau kamu di mintain tolong malem-malem nggak boleh ngeluh loh yah!" peringat Syifa.
"Siap laksanakan ratu hatiku." goda Malik menaik turunkan alisnya membuat Asyifa berdecih.
"Oh ya Yang, Minggu depan kan hari kita di wisuda Yang, wah! aku bangga sama kamu Yang, bisa jadi lulusan terbaik di kampus kita!" bahagia Malik.
"Alkhamdulillah sih, mudah-mudahan di lancarkan dan baby nya nggak rewel yah sayang." ucap Syifa kepada kedua bayi nya.
"Nggak dong, kan Ayah nya Malik, jadi nggak mungkin rewel baby nya, iya kan sayang?" kekeh Malik.
"Iya saja deh," kekeh Syifa. "Loh! bener kok, iya kan baby, iya kan?" tanya Malik pada perut Syifa lagi.
"Sudah ah, baby laper." rajuk Syifa. "Hoho! iya kah yang laper baby-nya, bukan Bunda nya?" goda Malik. Asyifa tertawa pelan. "Ya sudah, ayo ke dapur, aku buatkan yang spesial untuk Bunda ratu yang tercinta." Malik menyengir.
💢💢💢💢
Hari yang di tunggu tiba, yaitu hari dimana Asyifa, Malik, Reyyan, dan juga Adel di wisuda. Asyifa menjadi lulusan terbaik di tahun ini. Maka dari itu, semua keluarga datang untuk mengikuti dan menyaksikan momen yang terjadi dalam sekali masa perkuliahan mereka.
__ADS_1
Rombongan dari keluarga Al-Husein tak terkecuali, keluarga Malik yang di hadiri Mama April dan juga Danish, keluarga Adel, dan juga tidak lupa Aditya, Yasmin dan Bian.
Hal itu tentu saja mendapatkan perhatian di berbagai macam kalangan. Bahkan, banyak kolega bisnis dari keluarga mereka yang ikut hadir karena anak-anak mereka yang juga di wisuda hari ini. Hal ini membuat acara wisuda itu juga sebagai jalan interaksi mereka.
Semua sudah berkumpul di dalam satu ballroom, untuk keluarga ada di ballroom bagian belakang dan untuk wisudawan dan wisudawati ada pada bagian depan. Asyifa sedari dia datang, sudah mulai merasakan sedikit sakit di perut nya. Sesekali dia usap dan menenangkan kedua baby-nya.
"Jangan rewel dulu yah baby. Bantu Bunda yah." gumam Asyifa.
Adelia melirik ipar nya sedikit bingung. Karena sedari dia tadang, ipar nya itu sering meringis. "Kamu tidak apa-apa Syi?" tanya Adel khawatir.
Asyifa melirik dan tersenyum. "Tidak apa-apa." jawab singkat nya.
Dia pernah mendapatkan informasi dari Bunda dan juga dokter yang merawat nya, ini akan sering terjadi jika mendekati hari kelahiran. Namun, hal ini mungkin terlalu cepat untuk dia rasakan.
Hari Prakiraan Lahir(HPL) Asyifa adalah Minggu depan. Tapi dia kini sudah merasakan mulas, meskipun tidak sering hanya sesekali saja.
Dia berharap jika acara wisuda ini bisa di jalani nya dengan lancar.
Di tempat lain. Annisa dan juga lainnya begitu memancarkan kebahagiaan. Pasal nya, bukan hanya putri nya saja, tapi juga menantu dan keponakan nya juga ikut di wisuda hari ini.
Kebahagiaan setelah badai yang dia hadapi. Kini kesabaran nya berbuah manis. Apa yang dia tidak dapatkan di masa lalu, kini dia dapat kan dan berkali-kali lipat sang khalik memberikan kepada nya.
Apa yang tidak dapat dia syukuri, kebahagiaan di berikan putri yang kini sedang mengandung dua jagoan, dan juga putra yang begitu menyayangi nya. Dan jangan lupakan wajah tampan nan rupawan. Persis sekali dengan almarhum ayah nya.
Membuat dia merasakan kehadiran sang suami yang telah lama pergi dan juga, mengobati rasa rindu nya kepada nya.
Acara berjalan sesuai dengan apa yang di jadwal kan, dan sekarang adalah giliran Asyifa yang menyampaikan pidato dan juga mendapatkan penghargaan sebagai lulusan terbaik nya.
"*Selamat pagi semua!. Saya akan berbicara lama, dan mungkin ini adalah kata-kata terbanyak saya di hadapan kalian.
Saya hanya ingin berterima kasih pada semua dosen dan juga teman-teman semua.
Selamat untuk kita semua, dan saya meminta maaf pada kalian, bila saya pernah menyakiti kalian. Mungkin saja kalian terkejut dengan apa yang terjadi saat ini, karena saya mendapatkan lulusan terbaik untuk tahun ini*.
__ADS_1
Saya juga berterima kasih pada dosen sekalian, yang telah membimbing saya dan kalian semua. Dan juga,
ucapan Asyifa terhenti dan menatap lurus mencari sosok Bunda nya yang duduk di belakang barisan para wisudawan.
Bunda! Bun, terimakasih atas segala nya. Telah mengantarkan aku sampai ke titik ini.
Setetes air mata dari pelupuk mata Asyifa terjatuh membuat siapa saja yang melihatnya ikut meneteskan air mata nya juga. Seakan tak ada kata yang pantas untuk mengutarakan apa yang telah Bunda nya itu lakukan. Semua adalah terbaik untuk nya. Jika dunia dapat dia genggam kan untuk sang Bunda, mungkin dia akan melakukan itu.
Dan juga, suami saya *yang selalu mendukung saya apapun itu dan menjadi sandaran saya setelah Bunda saya. Dan juga keluarga besar saya yang ikut serta andil dalam keberhasilan saya.
Sekian terimakasih, sukses untuk kita*! "
Tepukan tangan menggema di ballroom itu.
Semua mahasiswa dan juga mahasiswi begitu kaget dengan prestasi dan juga nilai yang begitu sempurna yang di hasilkan oleh Asyifa. Tidak ada yang menyangka jika idola mereka ternyata juga sangat berprestasi.
Selama ini, tidak ada satu pun di antara mereka yang tau jika nilai tertinggi di raih oleh Asyifa. Hal itu memang di rahasiakan seperti apa yang di inginkan Asyifa sebelum nya.
Setelah acara selesai, semua keluarga besar Asyifa berkumpul tak terkecuali. Mereka saling membuat formasi mengelilingi keluarga mereka yang di wisuda.
Semua tampak bahagia, namun tidak dengan Asyifa yang sesekali meringis kesakitan, dia mencengkeram erat lengan Malik. Malik meringis sakit dan menoleh pada istri nya.
Mata nya membulat kaget. "Yang kamu kenapa?" tanya Malik panik. Semua tatapan tertuju pada Asyifa. Dan suara Adiba mengagetkan semua orang.
"Kak, itu air apa?!" tanya Adiba. Semua orang menunduk melihat di bawah Asyifa yang mengalir air.
"Ya Allah nak! itu air ketuban!" seru Annisa.
Semua mendadak panik. Pandangan Asyifa sedikit buram. Dan hampir saja terbentur lantai yang keras jika sang suami tak sigap menangkap nya. Dia meringis nyeri.
"Bawa ke Rumah Sakit sekarang Malik!" seru Annisa. Meski sedikit bingung dengan yang terjadi, namun dia dengan sigap nya menggendong sang istri menuju mobil nya.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.
__ADS_1
OH IYA MAN-TEMAN, BACA NOVEL BARU AUTHOR KECE YAH. JUDUL NYA 'HATI YANG TERIKAT' TINGGAL KAN JEJAK KALIAN OKE.