
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
"Kalian sudah datang?" sambut Annisa pada Aditya dan Yasmin. Mereka tersenyum. Yasmin memeluk Annisa sebagai salam kedatangan.
"Dimana Syifa?" tanya Aditya. Annisa menunjuk kursi di salah satu meja yang ada di barisan depan panggung pelaminan.
"Wah! aku kesana dulu yah, aku sudah kangen banget sama kedua cucu-cucu ku." Aditya begitu semangat jika mengenai kedua cucunya.
Annisa dan Yasmin tertawa pelan. "Iya deh yang sudah jadi Kakek-kakek," ledek Annisa.
"Kakek tampan Nis, jangan lupa di tambahkan kata tampan nya." Aditya terkekeh geli mengatakan hal itu.
"Dasar narsis!" ledek Annisa. "Biarkan saja, memang kenyataannya seperti itu kok, itu tidak bisa terbantahkan!" bela Aditya tak mau kalah.
"Sudah sana kamu Mas! nggak akan selesai jika berdebat dengan kamu tuh. Dan jangan lupa cuci tangan nya sebelum menggendong si kembar yah!" peringat Annisa.
"Tentu. Selalu aku ingat, putri ku tidak akan membiarkan aku menyentuh putra nya jika dalam keadaan kotor." Aditya tertawa.
Annisa menggelengkan kepalanya di ikuti oleh Yasmin yang sedari tadi menyaksikan perdebatan mereka. "Ayo Yas, duduk." Annisa mempersilahkan Yasmin untuk duduk dan bergabung bersama keluarga Bima.
Aditya menghampiri putri dan menantu nya itu yang sedang asik nya bercanda dengan kedua putra mereka. Salman dalam gendongan Om nya, Bian. Dia begitu gemas dengan pipi chubby Salman dan juga Salim.
Berulang kali dia ciumi kedua pipi nya itu sehingga membuat bayi itu terkikik geli.
"Assalamualaikum cucu-cucu Kakek?" sapa Aditya kepada mereka. Mereka mendongak dan tersenyum. Asyifa berdiri dan menyalimi tangan Aditya di ikuti Malik, Bian dan juga Amier.
"Wa'alaikumussalam Kakek tampan?" saut Asyifa menirukan suara anak kecil.
Aditya mengambil alih Salim yang ada di pangkuan Bunda nya. "Cucu Kakek sehat kan?" tanya Aditya tersenyum bahagia.
Salim merespon pertanyaan sang Kakek dengan berceloteh dengan bahasanya. Hal itu membuat Aditya tertawa girang.
Dia merasakan kebahagiaan yang begitu amat sangat. Masih belum menyangka jika diri nya sudah menjadi seorang Kakek.
"Oh iya Yah, bagaimana dengan keadaan Nenek di Aussie?" tanya Bian. Aditya menghentikan candaan nya dan tersenyum.
"Ya seperti itulah, tapi masih alkhamdulillah kok, tidak seserius dulu. Mereka menanyakan kalian. Kangen sama cucu nya katanya." Aditya memberi tahu.
"Aku juga kangen sama Nenek. Tapi bagaimana lagi, kan aku mau ujian sebentar lagi. Nanti kalau sudah selesai ujian aku kesana deh." Ucap Bian.
"Bagus. Mereka akan senang akan hal itu. Tapi jika Syifa senggang, video call Nenek yah, kasian mereka ingin sekali bertemu dengan kamu tapi nggak bisa. Paling tidak, hal itu bisa mengurangi rasa kangen mereka kan?" ujar Aditya. Asyifa tersenyum dan mengangguk.
"Nanti Syifa video call Nenek," ucap Syifa. Asyifa sebelum nya enggan untuk berhubungan dengan mereka. Tapi bujukan dari Annisa membuat nya sedikit demi sedikit luluh dan mau berkomunikasi dengan Nenek dan Kakek nya.
__ADS_1
Sekali pernah ke Aussie saat Asyifa dan Malik menikah. Sekedar silahturahmi dan juga mencoba menerima segala sesuatu nya tentang Aditya. Kedatangan keduanya begitu di sambut hangat dan juga penuh kegembiraan. Bahkan saat tiba waktunya Asyifa untuk pulang, Nenek nya menangis terus menerus membuat Asyifa jadi tidak tega.
Namun karena keadaan yang mengharuskan Asyifa dan juga Malik harus pulang hari itu juga, tangisan sang Nenek tidak bisa mencegah Asyifa untuk pulang kembali ke negara nya. Dan Asyifa menjanjikan akan sering datang kembali.
Tapi karena kesibukan nya membuat wanita dua anak itu sering lupa jika sudah membuat janji untuk sering mengunjungi Nenek nya. Kejadian demi kejadian membuat nya sampai sekarang belum juga mengunjungi mereka kembali.
Tak berselang lama, kedua pengantin memasuki ballroom. Hal itu membuat semua tamu undangan berdiri. Mata mereka takjub dengan keanggunan dan juga kecantikan dari sosok polisi wanita itu.
Nazira begitu cantik dengan balutan gaun pengantin yang mewah tapi sangat anggun dan juga elegan. Tubuh yang proporsional dengan kulit putih bersih sangat cocok dengan gaun berwarna putih tulang yang di kenakan nya.
Begitu pula dengan Bima. Pemuda lajang yang sekarang sudah melepas status nya menjadi seorang suami itu begitu gagah dengan balutan jas dengan warna yang senada.
"Mengingat kan pada kita yah Yang?" bisik Malik. Asyifa terkekeh mendengar itu.
Pasal nya, di saat resepsi pernikahan dirinya dan juga Malik, dia tidak begitu antusias ataupun merasa bahagia sepenuhnya. "Aku nggak ingat yang itu Mas." Asyifa mengelak.
Malik memutar bola matanya jengah. "Ceh! berarti inget yang malam pertama nya dong Yang?" tanya Malik menaik turunkan alisnya.
Asyifa memukul lengan Malik gemas. "Itu beda lagi!" kesal nya. Malik tertawa kecil. Di memeluk nya Asyifa dari belakang dan meletakkan dagu nya di atas kepala Asyifa.
"Aku mencintaimu." Malik berbisik. "Aku juga." Asyifa membalas dan tersenyum.
"Boleh cium nggak Yang?" tanya Malik menyentuh bibir sang istri. Asyifa menyikut perut Malik. "Lihat situasi Mas!" kesal Asyifa.
"Bikin iri para jomblo saja!" ketus Aditya. Hal itu bukan nya mereka yang mendengar nya merasa iba, justru membuat mereka terkekeh geli.
"Sabar ya Yah, kalian kan pada ngontrak. Tempat ini spesial untuk para pasangan romantis kayak kita," canda Malik tertawa.
Untung saja suasana sedang dalam keadaan riuh karena para wartawan yang meliput resepsi dan juga Danish yang membawa kan lagu untuk sang pengantin.
"Dasar mantu kurang ajar! sembarangan kalau ngomong yah!" kesal Aditya namun tertawa juga.
Malik melepaskan pelukannya pada Asyifa dan berjalan ke depan. "Mau kemana Mas?" tanya Syifa.
"Aku punya hadiah untuk kamu." Malik mengedipkan sebelah matanya dan memberikan ciuman jarak jauh.
Asyifa terkekeh dan bergaya seperti mengambil ciuman dari Malik. Aditya memutar bola matanya jengah. Salah berkumpul dia rasa.
"Cek ,,, cek! selamat malam para hadirin para tamu undangan? saya harap kalian menikmati pesta nya yah?" ucap Malik setelah mengambil alih mikrofon dari tangan Danish.
"Aku disini bukan untuk menyanyikan lagu buat pengantin, tapi untuk istri tercinta ku. Asyifa." Malik meminta band untuk memulai nadanya.
Malik mulai menyanyikan lagu.
__ADS_1
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta hampir bertahta.
Malik turun dari panggung dan berjalan ke arah Syifa. Annisa tersenyum, dia jadi teringat pada saat sang suami menyanyikan lagu di acara pernikahan rekan bisnis nya.
Dia bahagia karena putri nya juga merasakan hal yang sama dengan nya.
Ku inginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniannya
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari keheningan malamku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan kau pasanganku
Engkaulah bidadari surgaku
Asyifa menerima uluran tangan dari suaminya dan mengikuti Malik yang membawa nya ke atas panggung.
Mereka menyanyikan lagu itu dengan bergantian hingga akhir dari lagu itu hampir selesai.
Malik berjongkok dan memegang tangan nya dan mencium tangan nya. Malik meneruskan nyanyian nya hingga bait terakhir.
Engkaulah bidadari surgaku
Suara tepuk tangan meriah dari para tamu undangan membuat suasana menjadi riuh. Malik berdiri kembali lalu Asyifa memeluk nya. "Aku mencintaimu." Asyifa mengatakan itu lebih dulu. Malik tertegun kemudian tersenyum. "Aku juga".
YA AMPUN PEGANGI AUTHOR MAN-TEMAN, AUTHOR TAK SANGGUP DENGAN KEROMANTISAN MEREKA.🤣🤣🤣
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.
__ADS_1