Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
25.


__ADS_3

LANJJJUUUUTTTT...


HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


Hari ini adalah hari kebebasan Yasmin, Aditya mengantar Bian untuk menjemput sang Mama, dia begitu antusias ingin menyambut kebebasan Mama nya itu.


"Ayah, apa Ayah tidak apa-apa ikut menjemput Mama hari ini?" tanya Bian takut-takut yang duduk di kursi sebelah sang Ayah.


"Memang nya kenapa?" tanya Aditya tak mengerti.


"Ya nggak apa-apa cuma heran saja, apa Ayah sudah memaafkan Mama?" tanya nya lagi.


Selama ini, Aditya tidak pernah menemui Yasmin, dia hanya akan mengantar Bian ke rutan untuk menemui sang Mama namun dia tidak ikut masuk dan selalu menunggu di dalam mobil.


"Ayah memang kecewa sama Mama kamu, tapi semua sudah berlalu dan kita harus mencoba memaafkan kesalahan orang itu meski berat, tapi waktu yang lama ini mungkin sudah cukup untuk Ayah memaafkan Mama kamu" ujar nya.


"Jadi Ayah sudah memaafkan Mama?, apakah Mama bisa kembali ke rumah kita?" senang Bian.


"Bian, mungkin untuk saat ini tidak. Tapi kamu jangan khawatir Mama tak dapat tempat tinggal. Ayah sudah menyiapkan apartemen untuk Mama kamu tinggali, tapi Bian harus ikut sama Ayah saja. Dan bila mau ketemu sama Mama boleh saja Ayah tidak melarang" tutur Aditya.


Bian tersenyum dan memeluk erat tubuh Ayah nya itu. Setetes air mata nya keluar dan langsung dia usap sebelum sang Ayah mengetahui nya.


Dia melepaskan pelukannya dan menatap Ayah nya. "Terimakasih Ayah" ucap Bian, Aditya mengangguk dan tersenyum.


Tidak ada kebahagiaan di hati Aditya selain kebahagiaan putra-putri nya. Meski rumah tangga nya tidak berjalan mulus, tapi dia tidak mau anak-anak nya kekurangan kasih sayang.


Dia mencoba begitu keras untuk menjadi sosok Ayah yang bertanggung jawab atas anak-anak nya itu, meski keadaan tidak sepenuhnya mendukung nya, namun dia setidaknya selalu meluangkan waktu nya untuk sekedar bermain dengan mereka.


Tak lama berselang, pintu terbuka dan menampilkan Yasmin sang Mama yang sudah rapi dengan pakaian casual nya, Bian langsung berlari memeluk Mama nya itu.


Tangis haru mengisi ruangan itu, Aditya sedikit tersenyum melihat kebahagiaan di wajah sang putra.


💢💢💢💢

__ADS_1


"Apa tidak berlebihan mas ngasih aku apartemen ini?" tanya Yasmin tak enak.


Sekarang mereka berada di salah satu kawasan apartemen yang bisa di bilang mewah, sebelum nya itu adalah apartemen yang di tinggali oleh Aditya semasa memantau keadaan Annisa dan juga Asyifa.


Namun karena sekarang dia sudah membeli rumah yang sekarang di tempati nya, apartemen ini dia kosongkan namun tetap terawat karena setiap dua kali dalam seminggu dia menyewa orang untuk membersihkan nya.


"Nggak apa-apa, kamu bisa tinggal di sini. Lagi pula ini juga kosong" balas Aditya.


Yasmin mengangguki dengan sungkan, selama sepuluh tahun di dalam bui membuat banyak perubahan di diri Yasmin sekarang ini.


Dia jadi lebih kalem, bahkan sekarang sudah mengenakan hijab. Aditya sedikit pangling dengan penampilan dan juga perilaku Yasmin yang sekarang.


Mungkin saja, waktu yang cukup lama itu bisa merubah diri Yasmin dari sebelumnya menjadi lebih baik. Semoga dia tidak sampai berubah kembali seperti dulu, batin Aditya.


Mereka masuk kedalam. Setelah mengantar Yasmin, Aditya pun meninggalkan Bian bersama nya. Dia kembali untuk menyelesaikan pekerjaan nya di kantor.


"Mama, Bian sangat senang Mama bisa bebas dari penjara" ujar Bian.


"Mama juga, maafkan Mama yang dulu ya sayang, Mama menyesal dengan apa yang Mama lakukan sama kamu" ucap Yasmin dengan tetesan air mata.


Yasmin jadi merasa semakin bersalah kepada putranya. Dia sangat menyesalkan apa yang dia lakukan pada putra nya itu.


"Oh ya Mah, Mama mau ketemu sama Bunda nggak?" tanya Bian setelah melepaskan pelukannya.


Yasmin sedikit berpikir. "Apa Bunda kamu tidak akan marah sama Mama?" tanya nya ragu.


"Mama tenang saja, Bunda itu orang yang baik, buktinya dia tidak pernah membedakan antara aku dan anak-anak nya yang lain" ujar Bian. Yasmin tersenyum. "Dia memang orang yang baik nak" batin Yasmin.


💢💢💢💢


Syifa sedang berada di bengkel nya, tentu saja untuk mengecek laporan. Saat dirinya sedang sibuk dengan buku nya, seseorang mengetuk pintu ruangan nya dan kemudian dia menyuruh orang itu masuk.


"Maaf Non, ada titipan dari kurir untuk Non Syifa" ucap bawahan Syifa.

__ADS_1


Asyifa mendongak ke arah orang itu. " Dari siapa?" tanya nya.


"Nggak tahu Non, di sini nggak ada nama nya cuma ada kartu ucapan" jawab nya.


"Oh ya sudah taruh di atas meja saja ya Om, Terima kasih" ucap Asyifa.


Asyifa menutup buku nya dan mengambil kotak itu, bukan hanya kotak tapi ada setangkai bunga mawar juga di atas nya.


"Norak sekali ini orang" kesal nya.


Dia membuka nya dan sedikit terkejut dengan isi di dalam nya.


Asyifa bergumam. "Royal juga, tapi kalau jam tangan yang seperti ini?" Syifa sedikit berpikir.


"Pasti ini Bima, orang kurang kerjaan itu" lanjutnya.


Dia meletakan jam itu dan menutup kembali kotak nya, gadis itu melanjutkan apa yang tadi tertunda.


Sedangkan di lain tempat, Bima yang sedang berkutat dengan laptop nya mendongak saat ada asisten nya yang berdiri di hadapan nya setelah di beri izin untuk masuk.


"Bagaimana?" tanya nya tak sabar.


"Sudah diterima Bos" jawab sang asisten, Bima mengangguk dan menyuruh asisten nya untuk keluar.


Bima bersandar di kursi kebesarannya dan menatap foto gadis yang tak lain adalah Asyifa.Terlihat gadis itu sedang memejamkan mata nya di bawah pohon yang biasa dia tempati di kampus nya.


Bima mengutus seseorang untuk memotret Syifa. Bukan ada niat jahat, hanya ingin memiliki satu foto saja yang bisa di liat saat dia sedang merindukan gadis itu, dan foto itu adalah satu-satunya foto yang dia miliki.


Dengan ekspresi datar tapi begitu mempesona, Bima tersenyum menatap foto Asyifa.


"Sedikit demi sedikit aku akan mengambil hati kamu Syifa, kamu begitu membuat diriku ini bertekuk lutut. Banyak gadis-gadis yang menyukaiku, tapi kamu, kamu malah tidak menyukaiku" Bima terkekeh mengingat apa yang di ucapkan Asyifa waktu di acara pesta waktu itu. Dia begitu gemas pada nya, baru kali ini dia di tolak oleh gadis yang dia sukai. Bahkan gadis yang tak di sukai nya pun bertekuk lutut, namun yang ini. Pikir Bima jadi orang yang konyol sesaat.


"Aku ingin memiliki kamu dengan keinginan kamu sendiri" sambung nya, dia memejamkan mata nya dan bersandar di sandaran kursi dengan telapak tangan yang menjadi bantalan nya, Bima memikirkan saat pertama kali nya dia bertemu dengan gadis itu.

__ADS_1


HAPPY WEEKEND MAN-TEMAN 😊.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍😍.


__ADS_2