
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
Hari ini, Bima sudah berdiri di depan pintu rumah Nazira. Seperti yang sudah di rencanakan sebelumnya, hari ini adalah hari untuk berkunjung ke makam kedua orang tua Nazira.
Ting ... Tong ...
Suara bel berbunyi. Tak berselang lama, Nazira membukakan pintu di ikuti Chacha dari belakang nya. Senyuman menyambut Bima dari Nazir dan juga Chacha.
"Pagi cantik?" sapa nya. "Pagi Om tampan?" sapa balik Chacha. "Mau masuk dulu?" tanya Nazira.
"Langsung ke makam saja yuk! keburu siang, panas kasian Chacha nanti," ujar Bima mengusulkan. Nazira mengangguk.
Mereka menaiki mobil Bima dan menuju tujuan. Perjalanan mereka di iringi dengan gelak tawa dan juga candaan antar mereka yang saling menggoda dan memberi pertanyaan.
Bima menghentikan laju kendaraan nya saat sudah sampai di area pemakaman. Mereka turun dan memasuki pemakaman dengan berjalan beriringan. Bima menggandeng satu tangan Chacha dan satu lagi di genggam Nazira.
Seperti keluarga kecil yang bahagia. Setelah sampai di depan pusara kedua orang tua Nazira, mereka duduk di antara makam itu.
Bukan hanya kedua orang tua Nazira saja yang ada di tempat itu, tapi ada juga kedua orang tua Chacha. Pemakaman itu seperti di peruntukan untuk keluarga.
"Assalamualaikum Ibu?" sapa Nazira sendu. Bima melirik Nazira dan mengusap lengan nya.
"Ini Bima Bu, Pak, dia datang ke sini ingin bicara pada Ibu."
"Assalamualaikum Bu, Pak, aku tau kau bisa mendengar saya dari atas sana, yang aku ingin ucapkan, izin kan aku untuk meminang putri kalian. Kalian tidak usah khawatir, saya akan menjaga putri Ibu dan juga cucu kalian."
"Restui kami, Bu, Pak," Bima beralih pada kedua makam yang ada di sebelah nya. "Kalian juga tidak usah khawatir, putri kalian akan aman dan bahagia bersama kami." Bima dan Nazira mendoakan mereka dengan khusyuk. Tak jarang juga Nazira menetes kan air mata nya.
Setelah selesai, mereka beranjak dari duduk mereka dan melangkah keluar dari area makam. "Kau boleh nangis sekarang, tapi setelah ini, kau tidak boleh meneteskan air mata kecuali air mata kebahagiaan." Bima menepuk pundak Nazira. Nazira tersenyum mengiyakan.
💢💢💢💢
Sore hari adalah waktu terbaik untuk berkumpul bersama keluarga. Dan di taman depan adalah tempat favorit keluarga Annisa menghabiskan waktu bersama.
"Printer nya jagoan Bunda," puji Syifa kepada kedua putra nya yang berada di dalam kereta bayi.
Sekarang, usia baby twin 'S' sekarang menginjak dua bulan. Dan dari sebulan lalu Asyifa dan juga Malik sudah pindah ke rumah sendiri. Namun karena Malik sedang dalam perjalanan bisnis ke Surabaya untuk peresmian pembukaan cabang cafe baru nya, jadi Asyifa dan kedua jagoannya tinggal di rumah Annisa untuk sementara waktu.
__ADS_1
Annisa menghampiri putri dan juga cucu-cucu nya sembari membawa nampan berisi makanan dan juga susu untuk Asyifa.
"Terimakasih Bun," ucap Asyifa tersenyum. Annisa mengangguk dan ikut tersenyum juga.
Tak lama kemudian, sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Annisa. Itu adalah mobil Bima bersama dengan Nazira dan juga Chacha tentu nya.
"Wah! keponakan Om sudah tampan semua," sapa Bima tersenyum senang.
"Stop!" cegah Asyifa. "Kenapa?" tanya Bima bingung. "Cuci tangan sana, jangan berani memegang anak aku dengan tangan yang kotor!" peringat Syifa. Bima tersenyum dan mengangguk.
Dia bersama Nazira mencuci tangan mereka dan kembali lagi. Dia mengambil salah satu dari mereka dan menggendong nya. "Tampan nya," kagum Bima.
"Nanti juga kamu nyusul Kak, kapan nih mau melangsungkan pernikahan nya?" tanya Syifa.
"Ini kita kesini juga mau nganterin undangan." Bima tersenyum senang. Nazira hanya tersipu malu.
Setelah pertemuan antara Nazira dan juga kedua orang tua Bima dua bulan lalu, adalah awal dari hubungan antara mereka. Restu yang di berikan oleh mereka adalah gerbang menuju kehidupan yang akan di jalani antar dua insan yang saling mencintai dan juga sebagai awal dari kehidupan baru mereka.
Orang tua Nazira adalah teman Papa dari Bima. Mereka satu SMA dulu. Dan bertemu nya sang Papa dengan Nazira membuat dia begitu terharu. Seindah ini kah takdir. Dulu saat dirinya mulai sukses, dia mencari teman seperjuangan nya.
Dan putri teman nya ternyata adalah gadis yang di sukai oleh putra nya sendiri. Betapa sempit nya dunia. Di saat di cari tidak ditemukan dan saat tidak di cari malah datang dengan sendirinya.
Bahagia nya dirinya saat yang di kenalkan oleh putra nya adalah anak dari teman nya itu. Pasalnya, dahulu kala dia pernah mengucapkan bahwa jika salah satu anak di antara mereka berbeda gender, maka mereka akan menjodohkan.
Meskipun hanya sebuah kata saja, tapi bertemu nya mereka mungkin sudah di takdir kan. Mungkin dengan pondasi kata main-main, menjadi awal dari hubungan yang tak putus di antara Papa Bima dan Ayah dari Nazira.
Kini putra putri mereka yang akan melanjutkan hubungan itu. Bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
"Wah! selamat yah untuk kalian!" seru Asyifa bahagia dan memeluk Nazira. Annisa pun ikut memeluk Nazira.
"Oh iya Bun, ada yang mau aku omongin sama Bunda, boleh?" tanya Bima.
"Tentu saja boleh, mau bertanya apa?" tanya balik Annisa.
Bima ikut duduk di bangku dan menyerahkan bayi Asyifa pada nya. "Bunda tau kan kalau Naz itu sudah tidak ada orang tua?" tanya Bima. Annisa mengangguk.
"Bunda mau nggak jadi pendamping Nazira saat hari pernikahan kami?" sambung nya. Annisa langsung tersenyum mendengar itu.
__ADS_1
"Tentu saja, Nazira nanti nya juga akan jadi anak Bunda. Kamu tenang saja, semua nanti akan Bunda urus untuk semua keperluan Nazira." Annisa memegang pundak Bima.
Bima tersenyum dan di ikuti Nazira. "Terimakasih Bun," ucap Bima lega.
"Wah, lagi pada ngumpul nih?" seru Aditya. Dia datang bersama Bian. Dua orang beda usia itu tidak terlihat seperti layak nya ayah dan anak. Lebih terlihat seperti kakak beradik.
"Wah! cucu Kakek lagi pada ngapain nih?" tanya Aditya menghampiri kedua cucu nya.
"Eits!" cegah Asyifa. Aditya mengerutkan keningnya bingung. "Cuci tangan dulu!" seru semua. Aditya membulat kan bibir nya dan terkekeh.
Aditya dan Bian melakukan hal yang sama seperti Bima dan Nazira tadi. "Baik lah, sekarang apa boleh gendong?" tanya Aditya.
Asyifa mengangguk mengizinkan. "Oh ya Kak, Ameer kemana?" tanya Bian.
"Ameer ikut Malik ke Surabaya buat nemenin dia. Kata nya pengin belajar lebih." ujar Syifa memberi tau.
Bian membulatkan bibir nya mengerti.
BERHUBUNG HARI INI ADALAH HARI KEMENANGAN, AUTHOR KECE MEMINTA MAAF JIKA ADA KATA YANG MENYAKITI ATAU BIKIN SEBEL DENGAN CERITA SAYA.🤗
TAQOBALALLAHU MINNA WA MINKUM SEMUA. MOHON MAAF LAHIR BATHIN.
SELAMAT UNTUK KALIAN SEMUA SETELAH SEBULAN MENAHAN LAPAR HAUS DAN JUGA NAFSU, SEMOGA KITA MENJADI BERSIH KEMBALI, MENJADI PUTIH SEPERTI KAPAS DAN SEPERTI BAYI YANG BARU DI LAHIRKAN.
SEMOGA KITA BISA BERJUMPA KEMBALI DENGAN BULAN RAMADHAN TAHUN DEPAN AAMIIN.
MAKAN GULE PAKE SANTAN KELAPA
MAAFKAN AUTHOR KECE BILA BANYAK SALAH
MAKAN KETUPAT PAKE RENDANG DAGING
VOTE BANYAKAN BIAR BISA TRENDING
🤗🤗🤣🤣🤣.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.
__ADS_1