Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
60.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊😂.


"Eemmm, enak nya", gumam Syifa yang begitu menikmati es krim yang ada di depan nya itu.


Malik menggelengkan kepalanya tak percaya. "Yang, kamu serius mau ngabisin semua ini?", tanya nya tak percaya melihat tiga mangkuk es krim berukuran besar yang ada di depan nya, yang salah satu nya sudah hampir habis di lahap Syifa.


Asyifa yang sedang asik menyuapkan es krim ke mulut nya pun mendongak. "Kenapa, nggak suka?!", tanya Syifa ketus.


"Eng ,,, enggak, hanya saja ini terlalu banyak aku takut kamu akan sakit perut sayang", jelas nya khawatir.


"Enggak akan, aku sudah biasa makan segini banyak nya", jelas Syifa.


"Tapi kan kamu baru keluar dari Rumah Sakit sayang", ucap Malik sedikit frustasi.


Tidak ada ucapan lagi dari Syifa, hanya tatapan tajam yang dia berikan. Malik menghembuskan nafas lelah. "Oke, satu mangkuk ini saja yah, nanti sisa nya kita bawa pulang", izin Malik. Asyifa tidak puas dengan jawaban Malik, dia akan mengucapkan sesuatu namun kata-kata Malik selanjutnya menambah kesal dirinya.


"Nggak boleh menentang ucapan suami. Apa lagi ini demi kebaikan kamu", ucap Malik.


Niat hati ingin menambah lagi untuk dia bawa pulang, namun mendengar kata-kata Malik membuat dia kesal. Asyifa menyuapkan sesendok es krim dengan kasar. Membuat Malik terkekeh melihat Asyifa begitu manis di mata nya.


Malik mengusap pucuk kepala Syifa dan tersenyum manis. "Jangan ngambek, kasian Baby nya oke", ujar Malik menenangkan. Asyifa tak memperdulikan nya dan memilih diam memakan es krim nya.


💢💢💢💢


"Rey, hari ini kita mau kemana?", tanya Adel pada suaminya itu yang fokus dengan jalanan di depan di balik kemudi nya.


Sedari siang, suami itu diam saja saat Adel bertanya kemana dia akan membawa dirinya.


Reyyan menoleh, dan tersenyum. "Nanti juga tau, sabar yah", ujar nya mencium punggung tangan sang istri sayang.


Adel pun mengangguk. Dia sudah lelah menanyakan hal yang sama namun jawaban nya tetap sama. ' Nanti juga tau ' itu jawaban yang selalu terlontar dari nya. Lumayan lama mereka di dalam mobil, ntah kemana suami nya itu akan membawa nya. Hingga Adel melihat sekeliling jalan yang mereka lewati dengan wajah yang berseri.


Dia membuka kaca jendela mobil dan menghirup dalam-dalam udara segar khas pegunungan. Dia tersenyum senang. Reyyan melirik istri nya itu dan ikut tersenyum juga.


"Kamu suka?", tanya nya kemudian. Adel menoleh dan mengangguk semangat.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian mereka sampai di tempat tujuan. Adel menatap penasaran dengan rumah yang ada di depan nya. "Ayo masuk", ajak Reyyan. Adelia menurut saja mengikuti langkah kaki sang suami yang telah mendahului dengan menggandeng tangan nya.


"Ini villa siapa mas?", tanya Adel dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling.


"Villa keluarga, untuk sekarang kita honeymoon nya di sini saja dulu, nanti akhir bulan baru kita ke Jepang", ujar Reyyan.


Adel tersenyum meski tersipu, dia mengangguk. "Dimana saja asal sama kamu aku, oke", jawab nya kemudian.


Reyyan tertawa kecil. "Sudah mulai nakal yah", ucap Reyyan menggoda dengan mencuit hidung sang istri gemas.


"Ceh, siapa pula yang nakal. Aku cuma terpaksa saja, karena aku nggak bisa nolak jika di ajak kamu", jawab Adel enteng.


Reyyan memelotot kan mata nya berpura pura marah. Adel meringis dan melepaskan genggaman sang suami pada tangan nya. Namun sebelum dia jauh, tangan nya kembali Reyyan gapai. Dan detik kemudian, tubuh Adelia sudah ada di gendongan Reyyan sembari melangkah dan membuka pintu kemudian masuk.


"Mau lari kemana kamu hah?!", seru Reyyan menatap nya dan tersenyum miring.


Adelia meringis, dia menggeleng keras dan memberontak minta di lepaskan. Namun usaha nya hanya sia-sia saja, dia menghela nafas panjang.


Pada akhirnya karena kepalang tanggung, karena suami nya itu tidak akan melepaskan nya sampai kapan pun, akhir nya dia memilih melingkarkan tangannya di leher sang suami dan memiringkan kepalanya sembari tersenyum, lalu dia berkata. "Siapa takut", ucap nya menantang.


Dan mereka pun melanjutkan asmara mereka di dalam sebuah kamar yang telah di hias begitu indah menemani sore panas mereka yang menjadi saksi bisu perjalanan pertama mereka untuk membina hubungan yang lebih dekat dan juga mempererat hati satu sama lain untuk menjadi tongkat penegak di dalam rumah tangga mereka berdua.


💢💢💢💢


Amel sedang tertidur, di lantai yang dingin itu dia meringkuk. Kening nya berkeringat, alis nya mengkerut dan juga mulut nya bergerak membentuk gumaman.


"Tidak ,,, jangan pergi, aku mohon", gumam nya dengan tangan yang meraih sesuatu di udara.


"Ku mohon jangan pergi, Kakak ... Aku nggak mau sendiri, Kakak ... Kakak ....!", teriak Amel.


Seketika dia terbangun dari mimpi buruk nya namun mimpi itu adalah satu-satunya mimpi yang ingin dia mimpikan.


"Hiks ... Hiks ... Kakak, kenapa kamu tinggalkan Amel sendiri, Amel takut Kak", tangis lirih gadis itu yang begitu pilu.


"Kenapa kamu harus jatuh cinta pada orang yang salah Kak, kenapa kamu jadi seperti ini melakukan hal yang begitu menyakitkan", gumam gadis itu.

__ADS_1


🕳️🕳️🕳️🕳️


Seorang gadis yang baru masuk ke sekolah menengah atas itu melajukan motornya ke dalam salah satu sekolah elit di kota itu. Dia memarkirkan motor nya dan melenggang pergi hendak ke kelas, namun pergerakan kaki nya terhenti saat ada segerombol pemuda terlihat berseragam seperti dirinya yang sedang ada dalam masalah.


Dia hendak melangkah pergi tak peduli. Namun kaki nya tak dapat di ajak kompromi dan berbelok melangkah mendekati segerombolan pemuda itu.


"Ada apa ini?", tanya Syifa dingin.


Mereka berempat menoleh tak terkecuali pemuda yang saat ini sedang dalam masalah yaitu pembullyan.


"Nggak usah ikut campur deh Syifa. Mending kamu pergi kemana kek jangan gangguin kesenangan kita", seru salah satu dari gerombolan itu.


"Yakin?", tanya Syifa dan di angguki mereka namun tidak dengan pemuda yang di bully. Dia menggeleng keras tak mau di tinggalkan.


Asyifa mengambil ponsel nya dan terlihat menelpon seseorang. "Pembullyan di parkiran sekolah, empat siswa menganiaya teman nya sendiri. Apa hukuman untuk mereka pak?", tanya Syifa.


Memandang wajah pucat mereka Syifa tersenyum miring. Detik kemudian, ke empat pemuda pelaku pembullyan itu lari terbirit-birit. Tidak ada niatan dari Syifa untuk menakuti mereka.


"Makasih yah", ucap pemuda itu. Asyifa mengangguk dan melenggang pergi. Lagi pula, siapa juga yang mau melaporkan mereka. Nomer guru saja dia tidak punya, sedikit gertakan saja.


Tapi sebelum pergi, Syifa berkata sesuatu yang membuat pemuda itu bertekad untuk merubah diri nya menjadi orang yang tak gampang untuk di tindas.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.


MAAF YAH BUAT READER KU TERSAYANG, AUTHOR KECE MUNGKIN NGGAK BISA UP SETIAP HARI.


KESIBUKAN DI RL AGAK PADAT JADI MUNGKIN NGGAK TERATUR UPDATE NYA.


TAPI AKAN DI USAHAKAN UNTUK UP SETIAP HARI.


JADI TETAP DUKUNG AUTHOR KECE YAH MAN-TEMAN DENGAN VOTE.


RETING NYA YA AMPUN BAWAH BANGET DAH😂.


BUAT LAH SEMANGAT AKU OKE. VOTE BANYAK, UP PUN SEMANGAT 😂.

__ADS_1


AKU SAYANG KALIAN 😍.


__ADS_2