
HAPPY READING MAN-TEMAN 🤗.
Annisa, Reyyan dan juga Syifa tak lupa Amier pun ikut serta. Mereka menunggu di kursi bandara untuk menjemput Vita.
Vita hari ini pulang ke Indonesia. Sudah selama empat tahun ini dia tinggal di London, Inggris. Dia mengikuti sang suami yang di tugaskan di sana.
"Kak Revan lama banget sih Bun, coba saja Kak Bian ikut pasti nggak bete begini" gerutu Amier.
"Sabar sayang, bentar lagi juga datang" saut Annisa.
"Dari tadi bentar-bentar terus" kesal Amier melipat kedua tangannya di atas perut membuat Annisa gemas saja.
"Kalau nggak mau sabar, kenapa ikut?, mendingan di rumah saja sama Nenek dari pada di sini ngomel terus" Asyifa ikut kesal.
"Huh...Aku nggak ngomong sama Kakak yah sorry" Amier membuang muka.
"Dasar bocah!" seru Asyifa gemas.
"Aduh... Keponakan Tante kelamaan ya nungguin nya" seru Vita yang baru datang menginterupsi perdebatan adik dan kakak itu.
"Iya, Tante kelamaan sih aku nya sampai kering nih nunggu nya" ujar Amier membuat Vita gemas bukan nya marah.
"Ya ampun junior, kamu kering ya, enak dong kalau di goreng terus pake sambel, uuhh... Jadi kepengen deh" ucap nya menanggapi sembari terkekeh.
"Nggak lucu Tante!" ucap Amier yang bertambah kesal.
"Oke, gimana untuk menebus keterlambatan Tante, Tante traktir es krim. Gimana?" tawar Vita.
Amier yang sedari tadi membuang muka sedikit melirik. Vita dan yang lain nya menahan tawa.
"Bilang saja iya susah banget sih, main jual mahal" cibir Syifa yang di akhiri meraup wajah Amier.
"Kakak!!" marah Amier.
"Sayang..." tegur Annisa.
"Maaf Bun" ujar Asyifa. Amier menjulurkan lidahnya meledek membuat Asyifa menatap nya tajam.
"Oh iya Vit, jagoan kamu kemana?" tanya Annisa sembari mengedarkan pandangannya mencari dua jagoan Vita.
Iya dua, semenjak meninggal nya Zidan, beberapa bulan setelah nya Vita mengundurkan diri dan menjadi ibu rumah tangga. Sekalian program hamil dan sekarang anak ke dua nya sudah memasuki usia empat tahun.
"Oh itu si Rafa minta di temani ke toilet sama Papa nya" jawab Vita.
__ADS_1
"Revan nya kemana Tan?" tanya Reyyan.
"Nyari aku?" seru pemuda umur lima belas tahun yang sekarang jalan menghampiri mereka.
"Waaoooww.... Kamu sekarang udah tinggi banget ya Re" puji Reyyan.
"Iya dong aku nggak mau kalah sama kamu Kak" ujar Revan membanggakan diri.
"Ceh... Tetap saja masih kalah ganteng dari aku" Reyyan ikut membanggakan diri.
" Ceh... Sombong" cibir Revan.
"Sombong sama orang Sombong itu berpahala" ucap Reyyan, Revan memutar bola matanya jengah membuat mereka yang mendengar jadi tertawa.
"Sudah-sudah ayo kita ke kedai es krim" ajak Vita setelah menghentikan tawanya.
"Tapi suami kamu gimana" tanya Annisa.
"Sudah biarin saja" ucap Vita dan melangkah meninggalkan tempat itu. Tapi sebelum jauh sang suami berteriak dan menghampiri mereka. Vita sudah tau jika suami nya sedang dalam perjalanan menuju mereka jadi dia bicara seperti itu, hanya untuk mengerjai saja.
"Ya ampun sayang, aku nggak di anggap lagi nih" seru suami Vita yang berlari mengejar mereka membuat mereka menghentikan langkahnya.
"Kelamaan" ketus Vita.
"Ya sudah ayo" Annisa menengahi perdebatan mereka.
💢💢💢💢
Mereka duduk di kedai es krim langganan mereka dan pemilik kedai itu pun tahu bila mereka datang pasti beramai-ramai, jadi mereka menyediakan tempat khusus di atas untuk keluarga mereka.
Mereka memesan dua meja. Satu meja untuk para anak muda, satu lagi untuk para orang tua. Anak-anak mereka yang kecil ikut gabung dengan para orang tua.
"Gimana kabar semua Nis?" tanya Vita mengawali perbincangan.
"Ya seperti yang kamu tau, tidak ada yang spesial" jawab Annisa.
"Kamu sudah tidak apa-apa kan?" tanya nya lagi.
Seketika Annisa menghentikan adukannya pada mangkuk eskrim yang sudah sedikit mencair.
"Ya begitulah nikmatin saja, nggak mungkin juga aku terus berkubang di dalam kesedihan kan, prioritas aku sekarang anak-anakku saja, bohong bila tidak apa-apa tapi sebisa mungkin aku akan menerima kenyataan" ujar nya tersenyum.
Vita menggenggam tangan Annisa dan tersenyum balik memberi ketenangan bahwa dia tak sendiri, ada diri nya yang selalu ada untuk nya.
__ADS_1
"Yang aku tau, kamu itu perempuan yang kuat Nis, kamu tidak sendirian. Kita akan selalu ada untuk kalian" ujar nya dan Annisa mengangguk dengan tersenyum kembali.
Sedangkan di satu meja yang lain para anak muda itu sangat seru membicarakan apa saja, Asyifa begitu bahagia, dia jadi merasa kembali pada masa kanak-kanak nya. Yang hanya tahu bermain dan juga belajar saja. Tidak seperti sekarang yang seperti menanggung beban cukup berat yang mengubah nya jadi seperti ini.
"Oh iya Re, kamu betah banget kayak nya di sana, jangan-jagan kamu sudah punya pacar ya di sana" ujar Reyyan meledek.
"Eemmm boro-boro punya pacar, keluar rumah saja wejangan banyak banget sudah kayak proposal skripsi kalau orang bilang" saut Revan.
"Dih sudah kayak orang gede saja kamu Re" saut Syifa terkekeh.
"Lah emang bener kok" ucap Revan dengan mengingat saat dirinya di ceramahin sang Mama bila mau pergi keluar.
"Itu nama nya Mama kamu sayang sama kamu Re, ambil positifnya saja lah. Lagian kamu tuh masih bau kencur, KTP saja belum punya apa lagi uang jajan masih minta" nasihat Reyyan.
"Bener tuh" ucap Syifa menambahkan.
"Iya deh yang sudah pada tua" ledek Revan dengan memperagakan seperti pelayan.
"Wah kurang asem kamu Re, ngatain kita tua. Kalau kita tua yang di meja sebelah apa dong" ucap Reyyan yang di akhiri dengan ledekan membuat mereka tertawa.
"Kualat kamu Rey ngatain orang tua" seru Annisa yang mendengar omongan Reyyan.
"Maaf Tante" ucap Reyyan membuat Asyifa dan Revan semakin mengeraskan tawa mereka.
Mereka asik bergurau. Asyifa begitu bahagia seakan tak ada beban lagi yang ada di benak nya.
💢💢💢💢
Dua mobil memasuki kediaman keluarga Al-Husein, mobil yang membawa rombongan keluarga Annisa dan juga Vita.
Mereka mengunjungi keluarga itu karena Oma Risma yang sangat ingin bertemu dengan Vita dan keluarga nya.
Dia begitu merindukan Vita yang sudah di anggap anak nya itu. Selama ini dia hanya berbicara lewat telepon dan video call.
Mereka masuk kedalam rumah besar itu, dan di sambut dengan hangat.
"Ya Allah sayang, Mama kangen banget sama kamu" seru Oma langsung memeluk erat Vita.
"Vita juga kangen banget sama Mama" balas Vita memeluk erat juga Oma Risma.
Mereka bercengkrama melepaskan rindu mereka yang begitu dalam, tak jarang juga air mata Oma menetes karena begitu bahagia nya.
LIKE COMMENT VOTE NYA JANGAN KETINGGALAN YANG PUNYA POIN BANYAK BAGI-BAGI OKE DUKUNG AUTHOR TERUS YAH MAN-TEMAN.
__ADS_1
SEMOGA CERITA NYA TAK MEMBOSANKAN 😁🙏.