
HAPPY READING MAN-TEMAN π.
Hari yang di tunggu-tunggu oleh Bima akhirnya tiba, semua sudah di siapkan dengan matang.
Bima mengambil ponsel nya saat benda itu berdering dengan nyaring.
"Ehm,....Semua sudah selesai, kita main kan dengan bagus nanti" ucap Bima pada seseorang yang menelpon nya.
"Baiklah, aku bersiap dulu" final nya.
Bima merapikan kembali penampilan nya dan tersenyum miring di depan cermin.
"It's show time" ucap Bima tersenyum miring pada dirinya sendiri.
π’π’π’π’
"Ya Allah Malik, kenapa nggak siap-siap sekarang?" seru April yang berdiri di samping ranjang anak bujang nya. Putra nya sekarang masih bergelut di dalam selimut nyaman nya.
"Malik malas Mah, Malik nggak usah ikut ya" keluh Malik.
"Eits, gak boleh gitu dong, kamu itu laki-laki. Laki-laki gak boleh cemen begitu ah, hadapi dengan gentle, mana anak Mama yang kuat dan juga keren" April menyemangati.
"Liat tuh penampilan kamu, ya ampun Malik, Mama gak habis pikir kok bisa ya kalo Mama punya anak seperti kamu" lanjut April mencibir.
"Mulai deh drama nya" gerutu Malik, April terkekeh.
"Ayo ah buruan sudah di tungguin nih" ucap nya lagi sebelum pergi.
"Iya iya aku ganti sekarang" Malik beranjak dari tempat tidur nya dan segera mandi.
Setelah sudah siap, Malik ke ruang tamu tempat di mana sang Mama dan sepupunya berada.
"Semangat dong Bang, tunjukkan kalau kamu nggak apa-apa" ucap Danish yang melihat wajah Malik masih saja di tekuk.
"Nggak apa-apa apa nya, orang patah hati malah di ledek" ketus Malik.
"Lah siapa yang ledek sih, orang cuma ngasih semangat doang kok, biar nggak kayak orang-orangan sawah" ucap Danish kemudian dia tertawa.
"Ini, Kakak nya lagi sedih bukan nya di hibur malah di ledek" kesal Malik. Hal itu malah membuat Danish tertawa lebih kencang.
"Eehh...Sudah-sudah, ini malah berantem gimana sih" pisah April.
"Nggak berantem Tante, cuma bercanda doang" elak Danish. April menggeleng kan kepala nya melihat keponakan nya itu.
π’π’π’π’
"Tarik nafas sayang, semua akan baik-baik saja, oke" Annisa menyemangati.
__ADS_1
"Perasaan aku kenal kata-kata itu deh" saut Vita yang duduk di sofa kamar Syifa
"Diem Vit!" seru Annisa. Vita tertawa melihat ekspresi Annisa yang galak.
"Bun, pilihan aku bener nggak ya Bun" tanya Asyifa menunduk.
Annisa memegang dagu putri nya dan mendongakkan nya, lalu dia tersenyum. "Semua akan baik-baik aja sayang" ucap nya kemudian.
Semalam, Ayesha menelpon Syifa, dan dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan juga Malik.
Asyifa kaget, bahkan menyesal karena tidak mendengar penjelasan Malik terlebih dahulu.
Semalaman juga dia tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut.
"Bunda tau kamu membuat keputusan ini secara buru-buru. Tapi sayang, kamu sudah menjatuhkan pilihan kamu kepada Bima. Dan hal itu nggak bisa di tarik kembali" Annisa memegang tangan sang putri menguatkan.
"Bunda sudah bilang bukan sama kamu, kamu memutuskan jangan dalam keadaan emosi yang gak stabil, tenang kan hati kamu dahulu baru membuat keputusan, kamu sekarang gak bisa mundur lagi nak" nasihat Bunda nya.
Asyifa meneteskan air mata nya, Annisa memeluk putri nya itu menenangkan. Vita ikut memeluk mereka berdua.
"Tenang saja Syifa sayang, Tante lihat Bima orang nya asik kok, dan baik juga. Tante yakin dia bisa buat kamu bahagia" ujar Vita.
Pelukan mereka terlepas saat Amier masuk kedalam kamar tersebut.
"Bun, rombongan dari Kak Bima sudah dateng" ujar Amier memberi tau.
Annisa mengangguk. "Bun" rengek Asyifa. Annisa memegang pipi gadis itu dan tersenyum teduh. "Bismillah sayang" ucapnya.
"Vit, temani Syifa" perintah Annisa sebelum berlalu, Vita mengangguk.
"Semangat sayang, semua baru saja bermula, sesuatu yang besar akan kamu temui nanti" ucap Vita memberi semangat.
"Makasih Tante" ucap Asyifa.
π’π’π’π’
Malik dan keluarga nya memasuki kediaman Annisa. Raut panik di wajah Malik begitu ketara.
"Mah kita balik lagi saja yuk" ajak Malik, dia membalik badan nya dan hendak pergi, tapi di cegah oleh Mama dan juga Danish.
"Eh...Mau kemana kamu hah!" marah April.
"Mah, please lah Mah, Mama gak kasihan sama aku apa?" mohon Malik melas.
"Enggak!" ketus sang Mama sembari menarik lengan anak bujang nya itu masuk.
Danish tergelak mendengar rengekan Malik.
__ADS_1
"Puas banget kamu ketawa!" kesal Malik.
"Muka kamu lucu Bang" Danish makin tergelak.
Malik menggeram. "Adik durhaka kamu tuh" kesal nya.
"Sudah lah terima saja nasib kamu Bang" ucap Danish setelah menghentikan tawanya. Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah Annisa.
Reyyan menyambut kedatangan mereka bertiga. "Selamat datang Tante, Malik, Danish" ucap Reyyan menyambut dengan tersenyum.
April langsung masuk setelah tegur sapa dengan Reyyan dan juga yang lain. Reyyan merangkul Malik dan juga Danish, dia membawa mereka untuk duduk.
"Kita duduk saja di sini" ujar Reyyan sembari duduk dekat dengan tempat proses ijab qobul.
"Kita jangan di sini deh, kita pindah ke sana saja yuk" Malik menolak dan menunjuk tempat yang lebih terpencil.
"Kenapa memang nya?, belum bisa move on, hah?" tanya Reyyan meledek.
"Kalah mah kalah saja sih, nggak usah kayak gitu kali, terima saja kekalahan kamu" ledek Bima yang baru saja datang setelah dari toilet.
Malik mencebikkan bibirnya tak suka. "Gimana bro, nervous nggak?" tanya Reyyan merangkul pundak Bima.
" Aku sih biasa saja, tapi kayaknya yang nervous dia deh" ujar Bima menunjuk Malik dengan dagu nya.
"Kalau dia sih jangan di tanya, orang niat nya aja nggak mau kesini" cibir Danish.
"Berisik!" kesal Malik, mereka tertawa pelan.
π’π’π’π’
April masuk kedalam kamar tempat sang mempelai wanita.
"Ya ampun nak, kamu cantik banget sih, uuhh Tante jadi sedih nih" April memegang pipi Asyifa.
Asyifa tersenyum canggung, hati nya berdegup kencang, bahkan sangat kencang di pegang oleh calon mertua yang tak jadi. Apa Malik ikut serta dengan Mama nya ini?, pikirnya.
"Jangan tegang ya sayang, semua akan baik-baik saja, oke" April ikut memberikan ketenangan.
Asyifa mengangguk dan tersenyum. "I,,, itu, Malik ikut kesini Tan?" tanya Syifa ragu.
April yang tadinya mengobrol ringan dengan Vita menoleh dan berfikir sejenak lalu dia mengangguk mengiyakan.
Asyifa jadi bertambah gugup. Dia harus apa sekarang, salah nya dia memang, tapi hal itu juga bukan sepenuhnya.
Annisa masuk kedalam, dia menghampiri ketiga perempuan itu.
"Sebentar lagi ijab qobul nya nak, bismillah yah, semoga ini yang terbaik untuk kamu" Annisa berujar.
__ADS_1
DEG-DEGAN AKU TUH KALO NULIS YANG BEGINIANπ π .
KENCENGIN VOTE NYA YAH READER KU TERSAYANG, SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE π.