Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
38.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊


Bukannya marah, tapi pemuda itu malah tertawa. "Ya ampun, manis banget sih calon istriku ini" ucap nya membuat Asyifa jengah.


Bima makin gencar menggoda Asyifa yang sekarang status nya adalah calon istri nya itu.


"Lagi liatin apa?" tanya Aditya mengagetkan Annisa.


Annisa menoleh dan mendapati mantan suami nya itu berdiri bersandar di ambang pintu dapur.


"Ngagetin tau!" kesal Annisa dengan menatap tajam Aditya.


Annisa mengalihkan perhatian nya lagi pada kedua anak muda itu. Aditya juga melihat apa yang jadi perhatian Annisa tersebut. Dia maju beberapa langkah menyamai tempat berdiri nya Annisa.


"Anak kita udah dewasa sekarang, kamu gak usah khawatir, baik Malik ataupun Bima sama-sama baik nya dan sama-sama punya rasa tanggung jawab" tutur Aditya.


"Aku yang gak yakin sama pilihan Syifa, dan itu dia mengambil dalam keadaan yang seperti ini" Annisa mengucapkan nya dengan khawatir.


"Tenang aja, semua akan indah pada waktunya oke, sekarang kamu istirahat. Sudah dari pagi kamu sibuk bukan" ujar Aditya.


"Ya udah deh aku ke kamar dulu" ucap Annisa dan berlalu pergi.


Aditya tersenyum simpul melihat tingkah Annisa, dia kembali lagi memperhatikan kedua anak muda itu dan kembali tersenyum, senyuman yang penuh arti.


💢💢💢💢


Danish menghampiri Malik yang berada di ruang pribadi nya. Tempat dimana dia membuat menu baru di cafe nya tersebut.


Sudah seminggu Malik berkutat di ruangan nya itu, namun ntah apa yang dia buat Danish juga tidak tau.


"Mau sampai kapan Abang kayak gini Bang?" tanya Danish yang melihat Malik seperti orang yang tak punya tujuan.


"Entah lah, aku juga gak tau Dan" saut Malik frustasi.


Dia duduk di sofa dan di ikuti oleh Danish.


"Udah lah Bang, jangan frustasi begitu move on aja sih, yang lain masih banyak kok" saran Danish dengan menepuk pundak pemuda itu.


"Gimana mau move on, kalo tiap lakuin apapun ingat nya dia terus" gerutu Malik.


"Ya jangan di ingat lah Bang, lagian dia udah ada yang punya. Bahkan nih ya sekarang dia lagi fitting baju pengantin kata Reyyan" ujar Danish memberi tau.


"Hufftt,,,, ntah lah aku juga gak tau harus nanggepin nya gimana, aku gak selalu dapet kesempatan buat ngejelasin" lirih Malik.

__ADS_1


"Kamu tau Syifa kan, kamu tau apa yang akan terjadi saat dia di sakiti, bahkan sampai dia memutuskan hubungan yang belum kalian jalani"


"Berdoa aja semoga dia gak jadi menikah sama Bima" lanjutnya kemudian dia beranjak dari duduknya dan berlalu pergi.


Malik terdiam menatap punggung saudara nya itu semua menghilang.


Malik merebahkan tubuhnya di sofa itu. "Aku harus gimana ya Allah" lirih nya lagi.


💢💢💢💢


Di lain tempat, Asyifa dan juga Bima, bukan hanya mereka saja, tapi ada juga keluaga besar mereka di sana, sudah kebayang bukan bagaimana rusuh dan juga keseruan mereka.


Mereka sekarang berada di salah satu boutique yang dulu pernah Bunda Annisa dan juga Ayah Zid untuk fitting baju pengantin.


Kenapa Syifa memilih boutique itu, alasannya hanya ada satu yaitu ingin seperti Bunda nya.


"Wah .. Kakak jadi perempuan sekarang" seru Amier heboh membuat semua perhatian tertuju padanya.


"Emang selama ini Kakak kayak apa?!" kesal Asyifa.


"Hehehe,,, Perempuan sih, tapi cuma separuh doang" ucap Amier lagi. Dia langsung berlari dan bersembunyi di balik tubuh sang Bunda.


Asyifa menahan kesal, jika saja bukan karena gaun yang dia kenakan, sudah pasti Amier akan berteriak minta ampun.


Keluarga mereka tertawa saja melihat kelakuan keduanya. Bima tersenyum bahagia, paling tidak, ada kata yang keluar dari mulut Asyifa sekarang, karena sedari berangkat dia hanya diam saja.


"Semua baik-baik aja Om, semoga lancar ya Om" ujar Bima.


"Mudah-mudahan ya Bim" Aditya mengucapkan nya dengan menghembuskan nafas lelah.


"Om ternyata udah tua ya, bukti nya sebentar lagi putri Om akan menikah" ujar Aditya yang melihat anak gadis nya sedang mencoba gaun yang ke tiga.


"Semua juga akan tua Om" Bima berujar.


"Iya juga" Aditya terkekeh.


Tiga jam lebih mereka fitting baju, mengapa mereka fitting secara bersamaan, karena hari ini libur dan juga hal ini akan berlanjut untuk berjalan-jalan.


"Sudah semua kan?" tanya Aditya.


"Sudah" saut mereka kompak.


"Ya sudah ayo kita pergi ke tempat kita berikut nya" mereka mengangguk dan keluar bersama-sama.

__ADS_1


"Eh maaf" ucap seorang wanita yang tak sengaja menabrak bahu Asyifa hingga menjatuhkan ponsel nya.


"Mba nya gak apa-apa?" khawatir wanita itu. Asyifa yang berjongkok mendongak setelah mengambil kembali ponsel nya.


"Asyifa, kamu lagi ngapain disini?" tanya nya senang.


"Aku lagi fitting baju pengantin baru aja selesai" Asyifa tersenyum kaku.


"Wah, terus Malik nya kemana, kok aku gak liat Malik, udah sebulan aku gak liat dia" tanya Ayesha sembari mengedarkan pandangannya mencari sosok Malik.


Asyifa mengernyit bingung. " Malik gak ikut kesini, yang menikah bukan Malik " jawab Asyifa dengan menahan kesal mengingat hal yang lalu.


Ayesha ikut mengernyit. "Kok bisa?" tanya nya lagi, tapi sebelum dia mendapatkan jawaban dari gadis itu, dia di panggil dari kejauhan oleh seorang laki-laki.


"Eh ya udah nanti kita ngobrol lagi ya, boleh minta nomer kamu gak Tante Syifa?" minta Ayesha. Asyifa mengangguk dan memberikan nomer nya.


"Iya bentar" teriak Ayesha pada laki-laki itu.


"Maaf ya Tante Syifa, kita ngobrol lagi nanti kita cari tempat yang enak ada sesuatu hal yang harus aku katakan sama kamu" ucap Ayesha dan Syifa mengangguk.


"Ya udah, aku pulang dulu ya takut Arsy nangis, suami aku udah teriak-teriak juga, maaf ya" final Ayesha dan berlalu pergi.


Asyifa terdiam. "Apa tadi dia bilang?, suami?, jadi Malik bukan suami nya?" batin Asyifa.


"Syi, mau berapa lama kamu berdiri di situ?" seru Reyyan dari pintu mobil.


Asyifa berjalan menuju mobil, pikiran nya masih mencerna apa yang baru saja Ayesha katakan.


Selama perjalanan, Asyifa masih saja terdiam, dia menghembuskan nafas lelah dan bersandar di sandaran kursi sembari memejamkan mata nya.


"Lelah sayang?" tanya Annisa pada sang putri yang terlihat begitu kelelahan.


Asyifa berbaring di pangkuan Bunda nya.


Annisa tersenyum dan mengusap lembut puncak kepala putri nya itu.


"Sebentar lagi kamu akan menikah sayang, kamu jangan terus menerus manja seperti ini" nasihat Bunda.


"Biarin aja lah Bun, belum kejadian ini, jadi aku masih bebas" balas Syifa sembari memejamkan mata dan menghirup dalam-dalam aroma dari Bunda nya.


"Kebiasaan gak ilang-ilang" kekeh Annisa.


SABAR YAH.... CHAPTER SELANJUTNYA AKU BAKALAN NGEBOOM KALIAN 😅 SELALU DUKUNG AUTHOR KECE 😍.

__ADS_1


MAKASIH POINNYA MAN-TEMAN AUTHOR SENANG, UP NYA JUGA BAKAL LANCAR EA...


SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.


__ADS_2