
HAPPY READING MAN-TEMAN 😁.
Annisa bingung dengan panggilan dari pemuda yang sedang berdiri di hadapan nya itu.
"Kita nggak salah kamar kan sayang?" tanya Annisa dengan memelankan suara nya.
"Enggak kok Bun, emang nya kenapa Bun?" tanya Asyifa balik.
"Enggak apa-apa, cuma yang nempatin kok aneh" bisik Annisa.
"Dia memang aneh Bun" jawab nya berbisik juga.
Suara deheman dari Danish membuat ibu dan anak itu jadi menoleh kepada nya.
"Maaf, sedang cari siapa?" tanya Danish sopan.
"Kita ingin menjenguk Malik" ujar Annisa memberi jawaban.
Danish mengangguk. "Silahkan masuk" ucap nya memberi jalan.
Ibu dan anak itu memasuki ruang rawat Malik. Dan Annisa sedikit terkejut melihat wanita yang duduk di samping Malik. Wanita itu pun sama terkejut nya dengan Annisa.
"Annisa...April..." seru mereka secara bersamaan, kemudian mereka tersenyum senang dan saling berhambur memeluk.
Para anak muda itu di buat bingung dengan apa yang terjadi.
Setelah saling peluk dan saling melepas rindu, baru lah mereka duduk bersama untuk bercengkrama.
"Jadi Malik ini anak kamu Pril?" tanya Annisa yang di angguki oleh April.
"Iya dia anak ku, kamu sekarang gimana?, sudah punya anak berapa?" tanya April.
"Sebenarnya tiga, tapi ya kamu tahu kan" ujar Annisa yang ekspresi nya menjadi sendu.
April paham apa maksud dari temannya itu, karena dia lah orang yang menolong dulu waktu Annisa tertabrak mobil dan harus kehilangan bayi nya.
"Sudah-sudah, yang lalu biarlah berlalu. Ini pertemuan kita yang pertama. Jadi hari ini kita harus rayain dengan makan malam bersama bagaimana?" seru April semangat.
"Tapi..." ucapan Annisa menggantung dan melirik ranjang yang di tempati oleh Malik.
"Eh iya, aku lupa anak aku masih di Rumah Sakit" ujar nya setelah melihat putra nya, dia tertawa geli sendiri.
Annisa dan Danish tertawa pelan, tapi tidak dengan Asyifa dan Malik.
"Selalu saja" dengus Malik kesal, kesal karena sang Mama kalau sudah berbincang dengan teman selalu lupa segalanya. Berasa tidak dihargai saja.
Mereka menghabiskan waktu pertemuan mereka dengan mengenang masa lalu, ya ampun, ketiga anak muda itu di buat melongo dengan kelakuan ibu-ibu ini. Dimana pun berada bila ibu-ibu sudah bertemu pasti seperti itu.
Membuat mereka hanya menggelengkan kepalanya saja.
__ADS_1
Asyifa duduk di kursi di samping ranjang Malik, dan Danish duduk di samping tempat Malik berbaring. Mereka saling berhadapan namun hanya kecanggungan yang tercipta.
Sedangkan Annisa dan April duduk di sofa 2 seater sehingga mengharuskan Asyifa duduk di kursi itu.
"Reyyan kemana Syi?" Malik mencoba membunuh kecanggungan tapi Syifa tetap lah Syifa, yang hanya menjawab singkat saja. Dan dia menaikkan bahu nya sebagai jawaban atas ketidaktahuan nya.
"Irit banget kalau ngomong" saut Danish pelan pada Malik dan di angguki oleh Malik.
"Bun, kayak nya aku keluar dulu deh Bun" Izin Syifa beranjak berdiri.
"Loh sayang, mau kemana?" tanya Annisa.
"Di sini ada lalat nya Bun" saut Syifa dan berlalu pergi.
"Huh...Anak itu" gumam Annisa membuang nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
April mengernyitkan dahinya bingung, dan pandangan nya tertuju pada sang putra yang tak lepas memandang kepergian Asyifa, ada tatapan seperti tidak rela di mata nya itu.
April tersenyum penuh arti ' putra ku sudah besar sekarang', gumam nya dalam hati.
💢💢💢💢
Sudah tiga hari setelah Malik keluar dari Rumah Sakit. Dan malam ini adalah jamuan makan malam untuk kedua keluarga, tentunya keluarga Annisa mengundang keluarga dari April karena disini April hanya mengunjungi putra nya, dan esok hari dia akan pulang kembali ke Surabaya.
"Pakai baju apa ya?" gumam Malik yang memilah mana yang lebih cocok dari dua baju yang sedang dia pegang.
"Ck, berisik!" saut Malik ketus.
"Ini cuma makan malam ya Bang, bukan mau ngelamar anak orang" sambung Danish melangkah masuk dan merangkul pundak saudara nya itu.
"Cocok yang ini?, apa yang ini?" alih-alih meladeni ledekan Danish, ini malah bertanya pendapat pakai yang mana.
Danish memutar bola matanya jengah melihat kelakuan sepupu laki-laki nya itu.
"Anak Mama cocok pakai yang mana saja kok, sudah cepat ganti keburu malam" seru April yang melihat putra nya itu belum siap juga.
Malik membuang nafas panjang " sudah lah" jawab nya kemudian dan mengganti baju nya.
Setelah mereka siap, mereka bergegas menuju rumah Annisa.
💢💢💢💢
Di rumah kediaman Annisa, mereka sibuk dengan menyiapkan menu jamuan.
saat suara bel berbunyi, Annisa menghentikan aktivitas nya dan memerintahkan kepada putri nya untuk membuka pintu.
Asyifa mengangguk dan berjalan menuju pintu.
"Hai sexy" sapa Danish sumringah membuat Syifa jengah.
__ADS_1
Dia membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan mereka masuk.
"Malam Syi" sapa Malik dan di angguki Asyifa, dia menerima buah tangan yang di berikan oleh Malik.
"Malam sayang" sapa April, Asyifa mencium punggung tangan April dan sedikit senyum.
"Manis nya" puji April lirih.
Mereka pun masuk dan saling menyapa satu sama lain dengan Annisa, Nenek, dan Amier, ada juga Reyyan.
Asyifa meminta Reyyan untuk datang karena dia tidak mau bila harus menghadapi kedua pemuda itu sendiri, bukan apa-apa, hanya jaga-jaga saja mengingat pasti ada maksud lain.
"Kakak cupu ganteng banget malam ini, perasaan hari ini bukan malam Minggu deh" puji Amier yang di sertai ledekan.
"Sayang.." Annisa menegur putra nya itu, dan Amier hanya menyengir memperlihatkan gigi rapi nya saja.
"Silahkan duduk" Annisa mempersilahkan.
Mereka terlibat perbincangan sebelum mereka melanjutkan di meja makan.
Mereka makan dengan tenang dan setelah makan malam itu, mereka melanjutkan mengobrol di ruang tamu.
Tapi, hanya Annisa, April dan juga Nenek.
Para anak muda itu memisahkan diri dari para ibu-ibu yang menurut nya membosankan.
Mereka duduk di taman belakang yang terdapat kursi dan meja. Amier sudah kembali ke kamar nya untuk belajar.
Mereka tidak hanya duduk-duduk saja, tapi juga memainkan permainan juga.
Permainan kali ini adalah truth or dare.
"Oke, tidak boleh ada yang curang ya" ujar Reyyan yang di angguki oleh semua nya.
Permainan di mulai, botol bekas mulai di putar oleh Reyyan terlebih dahulu dan berhenti tertuju kepada Syifa.
"Hohoho...Syi, kamu pilih mana? truth or dare?" tanya Reyyan sembari tertawa, Asyifa memicingkan mata nya melihat tawa yang Reyyan penuh dengan kelicikan.
"Truth" jawab nya singkat.
"Oke, siapa yang mau tanya?" tanya Reyyan.
"Aku" Danish mengacungkan tangan nya
" Pernah kah kamu jatuh cinta, dan nggak pernah kamu lupain orang itu?" tanya nya penasaran, Reyyan dan Malik menoleh ke arah Syifa menunggu jawaban.
HAPPY WEEKEND MAN-TEMAN 😊.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍😍😍😍.
__ADS_1