
HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.
"Pagi semua!" seru Syifa yang datang setelah joging. Menghampiri sang bunda dan mencium pipi nya.
Asyifa duduk di kursi depan Annisa sembari menyendok salad buah yang baru saja di buat oleh Annisa.
"Sendirian sayang?" tanya Naura yang sedang mengupas wortel, Syifa mengangguk. "Yang lain masih tidur kayaknya" jawab Syifa.
"Pagi para wanita cantik" seru Reyyan yang begitu ceria di pagi hari membuat Syifa memicingkan mata curiga.
Reyyan menghampiri Syifa dan duduk di sebelah nya. Mengambil sendok yang di pegang Syifa dan menyendok salad buah Syifa.
"Ceria banget, apa ada?" tanya Syifa penasaran.
Reyyan tersenyum sembari mengunyah salad yang ada di mulut nya. "Habis dapet sarapan manis dari doi" ucap nya enteng dengan menghabiskan kunyahannya.
"Ceh doi, dodol tuh yang manis" cibir Syifa.
Syifa melihat Salsa yang berjalan melewati dapur, dia tersenyum miring.
"Tante!, Reyyan udah punya pacar!" seru Syifa tak terduga. Reyyan yang sibuk memakan salad langsung menghentikan aktivitas nya dan menoleh menatap tajam Asyifa yang tertawa. Tawa itu tak hanya Asyifa saja, tapi Annisa, Naura, dan juga Yasmin yang berada di dapur itu. Apalagi Vita, dia tertawa paling keras di antara mereka.
Salsa yang sedang berjalan melewati dapur jadi menghentikan langkahnya. Dan berbalik menghampiri mereka dengan ekspresi yang datar menatap sang putra minta penjelasan.
Reyyan jadi salah tingkah melihat Mommy nya menatap nya begitu, Membuat Asyifa memegang perut nya karena terlalu banyak tertawa.
"Rey?"
Reyyan langsung berdiri dan memegang tangan sang Mommy. "I,,itu Mommy, itu nanti Reyyan ceritain, tapi gak disini, yah" mohon Reyyan.
"Kenapa gak di sini aja sekalian, kan kita mau tau juga" ujar Syifa dan di angguki oleh semua nya.
Reyyan menatap tajam ke arah Syifa. Dia memejamkan mata nya menahan kesal.
Reyyan kembali duduk dan di ikuti Salsa. Dia menghembuskan nafas nya. "Jadi gini, kalian masih ingat waktu ada acara pesta di perusahaan Bima kan?" tanya Reyyan dan di angguki semua kecuali Vita dan Yasmin karena mereka tak tau.
"Jadi, aku ketemu dia itu di sana. Ya pertemuan nya sih karena salah paham. Tapi berujung perkenalan" jelas Reyyan dan di akhiri cengiran.
"Oh, jadi karena ketemu perempuan jadi lupa sama aku!, kamu tau aku sampe bosen nungguin kamu buat nyari alasan biar gak sama Bima" kesal Syifa.
"Hehehe maaf Syi, lagian kamu kenapa gak suka banget sama Bima sih?" tanya Reyyan.
Asyifa hanya mengedikan bahu nya saja.
"Tau ah" kesal Syifa.
"Ngambek deh, ntar aku bilangin ke Malik loh"
goda Reyyan.
"Apaan sih" Asyifa merasakan pipi nya yang memanas, membuat Reyyan tertawa di ikuti kekehan dari yang lainnya.
__ADS_1
💢💢💢💢
Asyifa masuk kedalam kamar nya dan membaringkan tubuhnya.
Syifa memegang dada nya yang berdegup kencang. "Huh!,, kenapa aku jadi gini sih" gumam nya.
Dia menggelengkan kepalanya sembari menepuk pelan pipi nya sendiri.
Dering telepon berbunyi nyaring saat dirinya sedang bergelut dengan pikiran nya. Asyifa mengambil ponsel di atas nakas dan melihat siapa yang menelepon. Saat akan di angkat, panggilan itu terputus.
Dia mengerutkan alisnya melihat ponsel yang terdapat lebih dari sepuluh panggilan tak terjawab dari nomer tak di kenal.
Saat Syifa akan menaruh kembali pada nakas ponsel itu kembali berdering, Asyifa mengurungkan niatnya dan menggeser opsi hijau untuk mengangkat.
"Akhirnya di angkat juga" suara di seberang sana.
Asyifa menjauhkan ponsel dari telinga dan menatap layar ponselnya.
"Dapat dari mana nomer aku" tanya Syifa dingin, karena dia sudah tau siapa yang menelepon nya.
"Adalah, kamu gak perlu tau" ujar nya.
"Mau apa?!" kesal Syifa.
"Pengin ngetes aja sih, tapi jangan di tutup dulu dong" seru Bima.
Iya, si penelpon itu adalah Bima.
"Ada perlu apa kamu telepon aku?" tanya gadis itu.
"Aku lagi gak di rumah, mau ngomong apa cepet jangan buang waktu aku" ketus Syifa.
"Oke, oke, aku mau ngomong kalo aku suka sama kamu, bahkan aku mencintaimu Syifa, mau gak kamu jadi pendamping hidup ku?" ucap Bima to the poin.
Asyifa terlihat diam, dia tak menghiraukan panggilan dari Bima di seberang sana.
Saat panggilan yang kesekian kalinya dari Bima, baru lah Syifa tersadar dari lamunannya.
"Kamu denger aku kan Syifa?" Bima menanyakan dengan sedikit takut.
Takut jika Syifa akan membencinya karena dia mengungkapkan perasaan dan niat nya.
"Aku dengar" Syifa menjawab dengan pandangan kosong menatap lurus.
"Bagaimana Syifa?" tanya nya lagi.
"Maaf aku gak bisa jawab sekarang" tukas Syifa. Dan mengakhiri panggilan nya.
Di seberang sana Bima menghembuskan nafas panjang. Pikiran nya seakan menerawang bahwa Syifa akan menolak nya mentah-mentah. Tapi mendengar jawaban Asyifa yang sekarang ini membuat dia berpikir, mungkin saja ada harapan untuk nya.
💢💢💢💢
__ADS_1
Malam hari setelah makan malam, Asyifa duduk di gazebo kolam renang. Dia terlihat memejamkan mata nya.
Malik menghampiri namun tak membuat Syifa membuka mata nya.
Pemuda itu menatap lekat wajah damai Asyifa yang terlelap.
"Sudah puas melihat nya?!" seru Asyifa membuat Malik terkesiap dan tersenyum canggung. Asyifa membuka mata dan melihat Malik yang duduk di kursi sebelah nya.
"Lagi apa?" tanya Malik.
"Liat nya?"
"Lagi mikirin aku yah?" tebak Malik sembari menaik turunkan alisnya.
"Ceh, siapa kamu sampai berada di pikiran aku" ketus Syifa.
"Calon suami kamu" Malik mengatakan dengan enteng dan tersenyum manis.
Asyifa terkekeh. Kapan orang ini bisa menjawab pertanyaan nya dengan serius.
"Ngaco!" ketus Syifa.
"Aku serius Syi, gak bohong" elak Malik
"Gak percaya aku, kamu bilang sama aku begitu nanti sama yang lain gitu juga" cibir Syifa.
"Aku beneran Syi" ucap Malik, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil dan memberikan nya pada Syifa.
"Apa ini?" tanya nya dengan memandang kotak kecil itu.
" Buka aja" saut nya.
Asyifa membuka kotak itu dan sedikit terkesiap. Sebuah cincin yang sederhana tapi elegan membuat dia tak dapat mengalihkan perhatian nya dari benda itu.
"Maksud nya?" tanya gadis itu.
"Kamu pasti ingat dengan perkataan aku waktu itu kan?" tanya Malik dan Asyifa mengangguki nya.
"Itu janji aku yang ingin aku tepati untuk kamu" ujar Malik.
Asyifa tidak langsung menjawab, dia terdiam bingung harus bagaimana. Menurut nya hal ini terlalu mendadak untuk nya.
"Kamu tidak perlu menjawab sekarang Syi, simpan ini bila kamu siap, pakai dan aku anggap hal itu kamu menerima lamaran aku" Malik berujar dan tersenyum bahagia.
Asyifa masih dengan pikiran nya, sesaat situasi menjadi hening hanya ada suara angin sepoi-sepoi yang menerpa wajah mereka. Dan sampai ponsel dari Malik membuyarkan keheningan yang tercipta.
Malik menjauhkan diri dari Asyifa. Asyifa sedikit penasaran dengan orang yang menelpon Malik hingga dia menjauhkan diri dari nya.
LIKE COMMENT JANGAN LUPA 😅.
HAPPY WEEKEND.
__ADS_1
CHAPTER SELANJUTNYA KITA BAPER-BAPERAN YUK😂😂.
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😍.