
Malik menghentikan motornya di depan sebuah pemakaman.
Asyifa turun dengan ekspresi wajah yang heran, mengapa suami nya itu membawa nya kesini?, pikirnya.
Tunggu, ini?, ini bukannya?. Asyifa menoleh ke arah Malik, Malik tersenyum dan mengangguk. " Ayo" ajak nya. Asyifa menurut saja dan menerima ajakan suami nya itu.
Mereka memasuki area pemakaman, Asyifa mengikuti langkah Malik yang berjalan di depan sembari menggandeng tangan nya.
Malik menghentikan langkahnya saat sudah sampai di tujuan yang di ikuti Asyifa. Dia menoleh ke istri nya dan tersenyum kembali, dia memberikan isyarat untuk menengok kesebelah nya lebih tepat nya makam seseorang yang sangat berarti untuk nya itu.
Asyifa menuruti apa yang di isyaratkan sang suami. Dia menunduk dan setetes air mata nya terjatuh dari pelupuk mata nya. Dia langsung bersimpuh di samping makam sang Ayah, iya itu adalah makam sang Ayah, Ayah yang selalu menjadi semangat nya dan menjadi pelindung nya. Meskipun hal itu tidak terjadi lama, namun begitu sangat berarti.
Malik ikut bersimpuh dan merangkul pundak sang istri. dia mengelus sayang dan memberikan ketenangan pada istrinya tersebut.
"Assalamualaikum ayah, aku Malik yang sekarang menjadi suami putri mu. Maaf bila aku terlambat datang menemuimu, tapi percayalah aku sama sekali tidak melupakanmu dan sama sekali tidak berniat untuk tidak mendapatkan restu mu" ucap Malik.
"Ayah tidak usah khawatir, sekarang Asyifa akan menjadi tanggung jawabku. Aku akan memberikan segala cinta yang belum engkau berikan kepadanya. Aku mohon restui kami Ayah, doa' kan kami agar selalu menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah" lanjutnya.
Asyifa mengelus sayang batu nisan sang Ayah dia menangis, hatinya begitu pilu.
"Ayah tidak usah khawatir, orang jelek yang di samping aku ini akan menjaga aku" ucapan Asyifa menimbulkan kekehan geli pada Malik.
"Kau dengar Ayah, betapa menyebalkan putrimu ini, dia selalu saja memanggilku dengan sebutan orang jelek" saut Malik.
"Dia juga tidak sadar betapa menyebalkannya dia, bahkan sangat menyebalkan" lanjut Malik sembari memandang ekspresi dari wajah Asyifa.
Asyifa mencebikan bibirnya, dia memukul pelan lengan suaminya itu. "Dasar orang jelek!" gerutu Asyifa.
Malik terkekeh geli, menurutnya Asyifa bertingkah begitu menggemaskan membuat dia ingin mencubit pipinya, dan tanpa sadar dia melakukan hal itu, membuat sang istri hampir saja mencakar wajahnya andai saja Malik tidak menghindar.
"Kau lihat Ayah, belum apa-apa sudah ingin KDRT. Aku juga heran kenapa aku begitu mencintainya" cibir Malik namun membuat Asyifa tersenyum.
"Nah gitu dong tersenyum, aku nggak mau lagi melihat kamu menangis seperti itu sayang" ucap Malik kepada gadis itu sembari mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
Cukup lama mereka mengobrol dengan Ayah mereka, lebih tepatnya kuburan sang Ayah.
Setelah puas dengan obrolan mereka, Malik dan Asyifa menaburkan air bunga dan juga bunga mawar yang tadi mereka bawa sebelum datang ke makam.
__ADS_1
Setelah mendoa'kan, mereka pun beranjak dari tempat mereka dan pergi. Mereka pergi sembari bergandengan tangan, senyuman tidak luntur dari wajah cantik Asyifa.
Hatinya begitu menghangat entah apa alasannya, dia merasa nyaman dengan Malik sekarang.
Malik menjalankan motor besarnya dan Asyifa melingkarkan tangan di perut suaminya itu dengan menyandarkan kepalanya di punggung.
Malik sedikit menengok ke belakang dan mendapati istrinya itu yang nyaman bersandar di punggungnya sembari memejamkan mata. Dia tersenyum bahagia.
💢💢💢💢
Reyyan sudah di depan rumah gadis yang dia sukai, senyuman nya merekah karena lebih dari dua bulan dia baru bisa berkunjung ke rumah Adelia.
Senyuman Reyyan tiba-tiba hilang saat dia mendengar suara jeritan dari dalam. Reyyan yang khawatir jika sesuatu terjadi pada orang rumah gadis nya, dia pun masuk dengan membuka pintu secara kasar.
Mata nya terbelalak saat melihat sang gadis yang berlumuran darah tapi bukan di kepala namun di perut nya. Tak hanya itu, sebilah pisau yang menancap di perut nya dan tak lama kemudian gadis itu tumbang. Reyyan kaget sekaligus marah.
Mata Reyyan mengarah pada seorang laki-laki yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Tangan orang itu gemetar, pandangan nya kosong.
"Kau!"seru Reyyan.
Orang itu mendongak, dia seketika tersadar dan langsung berlari keluar, Reyyan yang tadi nya akan mengejar, dia mengurungkan niatnya dan berbalik dan menengok kebelakang, dia baru tersadar saat suara dari gadis itu memanggil nama nya dengan lirih.
Reyyan menghampiri Adelia dan mengangkat tubuh nya. " Bertahan lah Del" seru Reyyan. Adelia tersenyum, sebelum kehilangan kesadaran nya.
Reyyan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, dia tidak memperdulikan pengendara lain yang meng-klaksoni nya.
Setelah sampai di Rumah Sakit terdekat, Reyyan membopong tubuh Adelia dan di letakkan di brankar.
💢💢💢💢
Reyyan duduk di kursi tunggu ruangan dimana Adelia di tangani. Dia berkali-kali membuang nafas kasar untuk menetralkan degup jantung karena ketakutan nya.
cukup lama Reyyan menunggu, lebih dari 2 jam dokter pun keluar dan mengatakan semua baik-baik saja, pernyataan dokter membuat reyyan bernafas lega.
Setelah dipindahkan ke ruang rawat, Reyyan memasuki ruangan itu. Tidak ada suara, hanya pendeteksi jantung gadisnya yang memenuhi ruangan itu.
Reyyan duduk di kursi samping ranjang pesakitan Adelia.
__ADS_1
"Kenapa kamu selalu terluka seperti ini Del?" monolog nya sembari melihat gadis itu yang tertidur dengan tenang.
"Siapa laki-laki itu yang membuat kamu seperti ini?" tanya nya lagi.
Satu jam kemudian, kedua orang tua Adelia pun datang seperti sebelumnya mereka begitu khawatir melihat putrinya yang lagi lagi terbaring di ranjang pesakitan Rumah Sakit.
"Terima kasih nak Reyyan, lagi-lagi kamu menolong putri kami, maafkan bila merepotkan nak Reyyan" ujar Papa dari gadis.
"Tidak apa-apa Pak. Oh iya, boleh saya bertanya" Papa gadis itu mengernyit. "Silakan, jangan sungkan" jawabnya.
"Sebelum nya saya minta maaf bila saya lancang, saya mau bertanya apa Bapak kenal dengan orang yang mencelakai Adelia?" tanya nya.
"Saya yakin ini perbuatan David" geram Papa Adel.
"David?, siapa dia Pak?" tanya Reyyan lagi.
"Dia adalah mantan suami Adelia" jelas nya.
Seperti petir di siang bolong, Reyyan begitu kaget mendengar gadis yang selama ini dia sukai ternyata sudah bersuami, ralat ' mantan suami '.
"Ma,,, mantan suami?!" tanya Reyyan kaget dan anggukan dari Papa Adel membenarkannya.
"Sebaiknya kamu tanya sama Adel saja" ucap Papa Adel dan menepuk bahu Reyyan.
Reyyan mengangguk dengan lesu.
Lenguhan dari Adelia mengalihkan pembicaraan mereka. Mereka menghampiri ranjang Adelia. Perlahan gadis itu membuka mata dan meringis sakit pada perutnya.
"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya sang Mama.
"Adel baik-baik saja Mah, Mama jangan khawatir"ucapnya dengan sedikit tersenyum.
Dia mengalihkan pandangan nya pada pria yang berdiri di samping kirinya.
Reyyan tersenyum dan diikuti gadis itu meski samar.
JANGAN LUPA KLIK LIKE COMMENT DAN VOTE.
__ADS_1
STAR LIMANYA JANGAN LUPA YA MAN-TEMAN SELAMAT MEMBACA 😁😁
SALAM HANGAT DARI AUTHOR KECE 😋😋😋.