Masa Itu Akan Datang

Masa Itu Akan Datang
65.


__ADS_3

HAPPY READING MAN-TEMAN 😊.


Asyifa, Amier dan juga Bian, tak lupa kedua lelaki, Malik dan Bima, mereka sekarang berada di Rumah Sakit.


Saat sedang asik mereka makan, Reyyan menghubungi Asyifa, mengabarkan jika Adelia masuk ke Rumah Sakit. Hal itu sontak membuat Asyifa kaget. Dan tak menunggu lama, mereka pun pergi ke Rumah Sakit yang di infokan oleh Reyyan.


Tak berselang lama dokter keluar ruangan operasi, dengan wajah lelah nya dokter itu memberitahu kan untuk tidak meninggalkan pasien sendiri, karena dari kasus kebanyakan, hal ini bisa memicu ketidakstabilan mental pasien.


Kabar dari yang di ucapkan oleh dokter cukup mengejutkan dan membuat semua nya menjadi sedih.


Bagaimana tidak, kabar dari keguguran nya Adelia, akibat dari jatuh nya dia di kampus sore tadi, membuat semua dunia mereka menjadi kelam seketika. Kehilangan salah satu calon anggota keluarga pasti lah menjadi kehilangan yang begitu memilukan. Mereka saja merasa kehilangan yang sangat, apa lagi Reyyan.


Pasal nya, Reyyan tidak tau jika istri nya itu tengah mengandung. Seperti petir yang menyambar, Reyyan bahkan tidak bisa mencerna apa yang di sampaikan oleh dokter tadi. Apa ini?, lelucon apa, kenapa dia tak tau jika Adelia tengah hamil. Dan parah nya lagi, kini yang harus nya menjadi berita kebahagiaan, malah menjadi kabar duka.


Apa istri nya itu sudah tau dan belum sempat memberi tau nya jika dia akan menjadi seorang ayah?. Atau jangan-jangan dia malah juga tidak tau.


Semua pikiran tentang bagaimana reaksi Adelia saat mendengar anak yang ada di kandungan nya telah tiada kini mulai menghantui. Dia takut jika harus melihat sang istri terpuruk.


Sedari tadi dia duduk di sudut ruangan, pandangan nya kosong. Sedari Asyifa datang, dia tak bicara. Laki-laki itu terlalu fokus pada pikiran nya sendiri, entah apa yang dia pikirkan pun mereka tak tau, yang jelas di mata mereka, Reyyan begitu terpukul dengan kejadian ini.


Asyifa mendekati Reyyan yang duduk dan mengusap wajah nya frustasi. Reyyan menoleh, detik kemudian dia memeluk dan menangis. Baru sekali ini dia menangis sejak meninggal nya Zidan. Dan baru kali ini dia merasakan dunia nya gelap kembali.


Asyifa mengusap punggung Reyyan, punggung yang biasa tegap kokoh, dan selalu jadi tempat ternyaman Syifa saat menaiki motor, kini lemah bagai tak bertulang. Dia bergetar dengan tangis yang pilu.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut nya, hanya ada air mata yang menjadi pengungkapan kesedihan nya. Dia tak menangis saat Mommy, Daddy, dan yang lainnya memeluk untuk menenangkan nya.


Namun dengan Asyifa, dia menumpahkan segala keluh nya lewat tangisan. Asyifa ikut menetes kan air mata kesedihan nya. Dia membiarkan Reyyan menumpahkan segala keluh nya, "Rey, aku mau tanya sama kamu." Asyifa bertanya setelah Reyyan sudah mulai tenang dan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Reyyan menatap Asyifa lekat. Mata yang basah karena air mata nya membuat pandangan nya sedikit kabur. "Apa?" tanya nya.


"Saat kamu meminjam sesuatu dari orang, dan orang itu menginginkan barang itu untuk di kembalikan, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Syifa.


Reyyan menarik nafas panjang, menetralkan suara nya yang masih tersedu. "Aku akan mengembalikan nya." Reyyan menjawab dengan masih ada sisa tangis nya.


"Benar, seperti calon anak kamu, Allah menginginkan nya, dan Allah lebih sayang sama dia Rey, kita nggak tau, apa yang kita suka belum tentu baik untuk kita, dan begitu pula sebaliknya," jelas Syifa.


"Kamu masih muda, aku yakin Adel bisa hamil lagi. Dan juga, kata dokter kan tidak ada masalah yang fatal. Insha allah Rey," lanjut nya.


Reyyan terdiam dan berfikir, dia menghela nafas lelah dan menyandarkan punggungnya ke kursi. "Aku nggak tau lagi harus bilang apa, tapi ini begitu menyakitkan." Reyyan kembali meneteskan air mata nya.


"Aku tau, dan aku bisa rasain. Aku sekarang sedang hamil, pasti akan berat jika aku di posisi yang sama. Dan sebagai hiburan, aku punya satu berita untuk kamu." Syifa mendekat kan wajah nya dan berbisik.


Reyyan terlihat tersenyum meski samar, "aku bahagia mendengar nya, paling tidak kabar ini bisa lebih meredam rasa sedih ku," ujar Reyyan. Asyifa tersenyum dan mengangguk.


"Ngiri saja sih kamu!" kesal Syifa.


"Biarin saja, weee ,,, " balas Amier tak mau kalah dengan menjulurkan lidahnya meledek.


Mereka melihat kelakuan keduanya pun tersenyum, paling tidak, mereka bisa membuat keluarga yang lain sedikit terhibur.


"Kalian ini, selalu saja," ucap Annisa menggelengkan kepalanya.


💢💢💢💢


Kini Reyyan berada di samping istri nya dan mengusap kepala sang istri dengan sayang.

__ADS_1


Mata terpejam dan wajah yang tenang itu membuat Reyyan semakin bingung harus seperti apa dia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada nya.


Semua keluarga sudah pulang lebih dulu, Syifa sebenarnya enggan untuk pulang, tapi karena keadaan nya yang sedang mengandung membuat nya tak lagi menolak ajakan sang suami untuk pulang.


"Aku harus apa sekarang Dek?, aku nggak tau gimana reaksi kamu saat dengar berita ini."


Reyyan terus berbicara meski dia tau hal itu tidak akan mendapat jawaban dari istri nya. Karena merasa lelah, dia pun akhirnya tertidur dengan masih menggenggam tangan sang istri.


Adelia membuka matanya, dia mengerjap dan mengedarkan pandangannya, wanita itu merasakan sakit pada bagian perut, dia ingin mengusap perut nya namun pergerakan nya tertahan.


Dia menengok dan mendapati suami nya sedang tertidur. Dia usap kepala suami nya dan tersenyum, dia sekarang ingat mengapa dirinya berada di Rumah Sakit. Kejadian dimana diri nya yang mengalami kecelakaan saat menolong seorang anak kecil yang hendak tertabrak mobil yang melaju kencang. Al hasil, diri nya lah yang terkena imbas nya.


Dia jadi berfikir, bagaimana keadaan anak itu sekarang?, karena dia waktu itu tidak sadar kan diri.


Reyyan yang merasakan ada pergerakan dari atas kepala nya pun terbangun. Dia mengerjap dan melihat istri nya telah tersadar dan tersenyum manis kepada nya.


Dia bahagia, tentu bahagia. Tapi, mengapa sang istri tidak ada respon yang seperti dugaan nya?. Reyyan jadi bingung, apa Adelia tidak mengetahui jika dirinya sedang hamil?.


"Kenapa tak tidur di samping aku?" tanya nya tersenyum meski lemah.


Reyyan memegang tangan Adel yang memegang pipi nya, dia memejamkan mata sebelum beranjak dan berbaring di samping Adelia.


Reyyan merentangkan tangannya dan Adelia memeluk Reyyan erat. "Kamu kenapa?, kenapa terlihat gusar seperti itu?" Adelia bertanya dan mendongakkan kepalanya.


SALAM DARI AUTHOR KECE 😍😍😍.


LANJUT....

__ADS_1


__ADS_2